Review Natuna Essential Oil

13 comments

Natuna Essential Oil Review

Sejak saya bilang kalau saya pengen nyobain banyak essential oil dari brand lokal, Natuna jadi merek essential oil lokal yang paling banyak direkomendasikan, disebut, dan di-requst review-nya. Natuna ini seperti rockstar, banyak fans-nya wkwkwk.. Walau to be honest, Natuna bukan essential oil favorit saya.

Beberapa bulan yang lalu, saya dikasih beberapa Natuna Essential Oil dari @natunaessentialjkt, untuk melengkapi koleksi Natuna saya. Natuna ini awalnya nggak buka reseller ya. Brand pusatnya ada di Surabaya. Jadi tadinya semua pembelian resmi, dikirim dari Surabaya. Tapi karena semakin banyaknya peminat, akhirnya Natuna punya official reseller di area Jakarta, yaitu Natuna Essential Jakarta ini. Ada shopee-nya juga lho untuk pembelian lebih mudah (nanti saya kasih link pembeliannya). Dan saya sih cukup senang karena kalau di rumah saya di Westeros cabang Jogja, paket dari Jakarta biasanya lebih cepet sampainya daripada paket dari Surabaya.

Baik, mari kita review saja aromanya satu-persatu, sebelum nanti di akhir kita akan ngomongin Natuna Essential Oil secara keseluruhan, dan juga alasan mengapa Natuna Essential Oil tidak menjadi essential oil favorit saya.

Baca juga: Rekomendasi Essential Oil Favorit Dari Brand Lokal

Natuna Essential Oil Lavender Frangipani Ginger Patchouli

Natuna Essential Oil ini punya dua jenis essential oil, yaitu single dan blend. Kita mulai dari yang single. Karena tidak semua hal harus berpasangan. Single pun tak papa yang penting bahagia.

1. Natuna Essential Oil Lavender

Harga: Rp 58.325
Beli di sini (klik)

Klaim manfaat: mengurangi kecemasan dan stress emosional, memperbaiki kualitas tidur, meredakan sakit kepala

Untuk harganya yang affordable, Natuna Essential Oil Lavender ini bagus kualitasnya. Aroma Lavender-nya termasuk tipis, tapi masih terasa floral. Beberapa essential oil yang harganya murah, aroma Lavender-nya bener-bener nggak kecium dan cuma terasa seperti aroma minyak kayu putih yang nanggung. Tapi Natuna ini, walau tipis, masih terasa aroma manis floraly Lavender-nya. Jadi saya bilang, ini tipis tapi menyenangkan.

Pakainya harus banyak-banyak kalau mau di-difuse single use, biar kecium Lavender-nya. Untuk Lavender, sudah jelas saya paling suka diffuse sebelum tidur, atau diteteskan sedikit di sekitar bantal. Aroma Lavender itu nyaman banget buat hidung saya, sehingga meredakan stress dan bikin tidur lebih nyenyak.


2. Natuna Essential Oil Frangipani

Harga: Rp 59.250
Beli di sini (klik)

Klaim manfaat: menambah nafsu makan, meredakan kecemasan, mengurangi stress, pereda nyeri alami, mengusir serangga, menenangkan, dan menurunkan emosi.

INI AROMANYA ENAK BANGET WOY! Saya bener-bener nggak nyangka kalau bunga Kamboja itu sewangi ini. Wanginya feminin banget, floral, manis, sedikit seperti jasmine tapi lebih endeus! Tenang, aromanya nggak kayak kuburan kok. Aromanya lebih seperti aroma tempat spa mahal. Saya sampai nyetok lho, saya masih punya dua Frangipani Essential Oil yang belum saya buka botolnya.

Natuna Essential Oil Frangipani ini aromanya cukup kuat. Jadi kalau mau diffuser, sedikit saja sudah cukup bikin satu ruangan wangi bunga. Saya suka diffuse di ruang tamu, biar rumah saya aromanya khas dan yang bertamu betah. Dan karena aromanya kuat, saya jadi sering pakai untuk membuat DIY Reed Diffuser dan DIY Linen Spray. Sempet khawatir karena ada klaim menambah nafsu makan, tapi buat saya sih nggak ngefek.


3. Natuna Essential Oil Ginger

Harga: Rp 58.325
Beli di sini (klik)

Klaim manfaat: meringankan gangguan perut, mendukung pencernaan, meringankan masalah pernafasan, memperkuat kesehatan Jantung, meringankan nyeri otot dan nyeri haid, meredakan kecemasan, meningkatkan fungsi hati.

Siapa suka aroma wedang jahe? Ya tepat begitu aromanya kalau di-diffuse. Terasa seperti rempah-rempah yang hangat dan manis. Nikmat banget di-diffuse buat santai-santai saat hujan atau saat malam lagi dingin. 

Saya pribadi lebih suka Ginger ini untuk bikin diffuser blend, bukan single use. Kalau di-blend dia enak, tapi kalau sendirian rasanya terlalu "panas" untuk selera saya. Saya campur dengan Lavender untuk tidur, di-mix dengan aroma citrus seperti Grapefruit, Bergamot, atau Lemon juga enak. Atau diffuse bersama Peppermint untuk meredakan nafsu makan. Kalau perut lagi nggak enak, saya suka dilute ini pake carrier oil dan oles langsung di perut. Enak deh, perut jadi anget dan aromanya menenangkan.


4. Natuna Essential Oil Patchouli

Harga: Rp 38.250

Aroma Patchouli atau Nilam sangat rempah dan sangat kuat, dan saya memang bukan penggemar aroma kayu-kayuan. Jadi bukan soal Natuna-nya, tapi saya memang nggak begitu suka aroma Patchouli. Tapi, aroma Patchouli ini cocok banget dipakai untuk diffuser blend, bersama dengan hampir semua varian essential oil. Kalau kamu biasa pakai single essential oil dan lagi bosen, coba deh tambahin sedikiiiiit Patchouli dalam diffuser-mu, aromanya pasti berubah jadi lebih deep dan hangat. Tapi kalau kebanyakan aromanya jadi pahit.

Review Natuna Essential Oil Stress Free, Air Purifier & Energy+

Kayak sewajarnya brand essential oil, selain menyediakan single essential oil untuk single use atau untuk kita corap-carup sendiri, Natuna Essential Oil juga menyediakan banyak macam essential oil blend. Blend mereka tuh bener-bener banyak dan menarik deh. Blend Cought & Flu untuk bikin badan segeran, sampai Kamasutra untuk teman hohohihe juga ada. Lengkap ya?

Tapi kali ini, saya cuma cobain tiga macam essential oil blend-nya, yang menurut saya memang lagi saya butuhkan saat ini.


5. Natuna Essential Oil Stress Free

Harga: Rp 138.500
Beli di sini (klik)

Blend dari Bergamot, Geranium, Aloevera, dan Lavender Essential Oil

Klaim fungsi: menenangkan dan meredakan stress.

Ini essential oil kedua yang aromanya bikin saya tercengang, setelah Frangipani. Aromanya floral, manis, dan enaaakk banget! Kayak parfum yang sangat feminin. Aromanya juga kuat, cukup diffuse sedikit untuk keharuman yang menyebar ke seluruh ruangan. OTW nyetok.

Saya termasuk orang yang nggak percaya dengan manfaat terapi dari essential oil. Menurut saya sih itu semacam efek placebo. Tapi aroma Stress Free ini memang relaxing dan menyenangkan banget. Saya bisa membayangkan kalau ini cocok di-diffuse saat weekend, untuk teman santai-santai sambil binge watching Netflix series atau baca buku yang bagus.


6. Natuna Essential Oil Air Purifier

Harga: Rp 94.250
Beli di sini (klik)

Blend dari Tea Tree, Lavender, dan Lemon Essential Oil

Klaim fungsi: membersihkan udara dari ion-ion negatif dan menyegarkan ruangan

Aromanya terkesan bersih dan clean, dan aroma segar citrusy-nya paling terasa kuat. Tapi secara keseluruhan, aroma essential oil ini nggak terlalu kuat. Jadi kurang manjur kalau untuk menghalau aroma tidak sedap di rumah kalau habis goreng ikan asin. Tapi cukup asik di-diffuse kalau habis beberes dan bersih-bersih rumah. Biar kesan clean-nya lebih maksimal. 


7. Natuna Essential Oil Energi +

Harga: Rp 138.500
Beli di sini (klik)

Blend dari Grapefruit, Lime, dan Peppermint

Klaim fungsi: meningkatkan energi dan daya tahan tubuh.

Jujur ya, saya nggak suka Energy + :(. Awalnya saya nggak keberatan sih, aromanya adalah perpaduan Citrus dan Peppermint yang cukup kuat. Kalau pernah mencium aroma Organic Supply Essential Oil Recharge, nah seperti itu aroma awalnya. Tapi lama-lama, EO ini meninggalkan aroma tengik yang nggak enak, yang nempel dan susah dibersihkan dari diffuser. Lalu lama kelamaan juga, kalau dicium langsung dari botolnya aromanya juga tengik. 

Dari tujuh aroma yang saya coba, cuma Energy + ini aja yang bikin saya mundur dan nggak mau diffuse lagi. Saya nggak tau ini karena memang Energy + aromanya begini, atau saya pernah kurang rapat menyimpannya, atau saya apes aja dapet bad batch.


Review Natuna Essential Oil Stress Free, Frangipani

Kalau ngomongin essential oil, aroma favorit saya adalah Lavender. Tapi sayangnya, Natuna Essential Oil Lavender bukanlah essential oil Lavender yang akan saya pilih. Karena walau menyenangkan dan tercium aroma manis Lavender-nya, namun saya lebih memilih brand lain yang punya aroma Lavender yang lebih kuat. Tapi kalau kamu sedang on budget dan cari EO Lavender harga 50 ribuan, Natuna ini adalah pilihan terbaik.

Tapi ada dua aroma essential oil yang menjadi favorit saya di Natuna Essential Oil, dan sepertinya belum ada gantinya dari brand lain. Yaitu: Stress Free dan Frangipani. Dua essential oil itu aromanya...heavenly! Enak banget, gaes. Mau nanges. Walau belum mau mati. Keduanya punya aroma yang floral, manis, feminin, sekaligus juga kuat. Di-diffuse dikit aja udah wangi banget, walau kalau kebanyakan malah terasa aromanya artificial. Tapi kalian harus coba deh dua aroma ini!


Kritik Untuk Natuna Essential Oil

saya agak terganggu sama sedikitnya informasi yang bisa saya dapat soal brand ini. Natuna itu sebenernya dijual di berbagai marketplace, punya akun Instagram, dan bahkan punya website. Tapi coba aja buka website-nya, kita tidak akan menemukan keterangan per-produk di sana. Website-nya cuma terdiri dari satu halaman yang berisi gambar-gambar doang. 

Kalau mengintip ke Instagram dan Shopee-nya, akunnya juga nggak memberikan informasi kandungan per-produk. Misalnya saya mau beli Natuna Stress Free Essential Oil yang merupakan essential oil blend, saya nggak tau Stress Free dibuat dari essential oil apa saja. Benar-benar nggak ada informasi sebelum saya membeli. Saya baru tahu informasi terkait ingredient setelah saya memegang produknya.

Belum lagi informasi lain mengenai dari mana klaim therapeutic-grade di dapat? Apakah saya bisa mencocokan nomor serinya, seperti kalau saya mencocokkan nomor BPOM suatu produk kosmetik dengan website BPOM? Ataukah grade tersebut adalah klaim pribadi dari brand, tanpa tinjauan pihak ketiga yang berwenang? Dan isu-isu ini bukan cuma untuk Natuna Essential Oil kok. Tapi untuk semua brand essential oil secara keseluruhan. Masih banyak brand yang kurang memberikan informasi ke konsumen. Yah...mungkin bagi banyak orang nggak penting, tapi buat saya sih itu lumayan mengganggu. 

Untuk berjualan dan meraih kepercayaan calon konsumen, website dan sosial media yang informatif itu penting banget menurut saya. Website dan sosial media yang lengkap dan informatif akan membuat branding produk terlihat lebih profesional dan trusted. Dan jujur ya, pengalaman saya mencoba produk Natuna rasanya menyenangkan. Buat saya, produk Natuna Essential Oil ini kualitasnya bagus untuk harganya yang terjangkau. Jadi saya berharap Natuna (baik Natuna Essential pusat maupun Natuna Essential Jakarta), mau meluangkan waktu untuk menggarap website dan sosial medianya secara lebih serius.

Tapi sekali lagi, Natuna Essential Oil ini produk yang bagus. Harganya sangat terjangkau dan varian produknya termasuk yang terlengkap dari brand lokal. Beberapa essential oil mereka yang saya coba, aromanya menyenangkan dan cukup bikin suasana rumah saya jadi terasa nyaman seperti di tempat spa. 

Karena harganya murah dan variannya lengkap, Natuna sering jadi jujukan saya kalau lagi pengen mencoba aroma essential oil tertentu yang belum pernah saya coba. Misalnya, Patchouli Essential Oil, yang ternyata saya nggak begitu suka, untung nggak beli yang mahal hehe..

Kamu tertarik mencoba Natuna Essential Oil? Kalau sudah coba, share dong aroma lain apa yang enak, karena saya pengen nambah koleksi.

Review Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum, Serum Anti Jerawat Dengan Bakuchiol

10 comments

Review Mia Glansie Jeju Green tea Acne Serum

Jarang-jarang saya review serum jerawat, karena kulit saya jenisnya kering, dan produk dengan fitur anti jerawat, biasanya malah bikin kulit saya kering dan iritasi. Tapi Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum ini beda. Karena walau ini ditujukan untuk kulit berjerawat, namun ada satu ingredient menarik untuk anti-aging, yang masih jarang ditemui di produk lokal, yaitu Bakuchiol. Saya merasa serum ini adalah anti-acne dan anti-aging dalam satu kemasan. Menarik, bukan?

Sebenarnya sudah lama saya tertarik dengan Bakuchiol skincare, yang menawarkan efek seperti Retinol dengan efek samping yang lebih kecil. Namun sayangnya saya belum menemukan produk lokal yang mengeksplor ingredient ini. Sampai akhirnya saya baca review di instagram pakdhe @danangwisnu yang membahas produk lokal dengan Bakuchiol ini.

Saat menerima Bakuchiol serum ini, kondisi kulit saya lagi jerawatan gara-gara iseng nyobain pakai cleansing oil 15 menit ala tik-tok, lalu diperparah dengan sanya nyobain produk Foreo Luna. Kulit saya memang nggak tahan dengan gesekan, kalau digesek terlalu lama dan terlalu abrasive, biasanya jerawatan.

Saat ini udah satu bulan lebih saya pakai produk ini. Jadi saya akan tuliskan review produk ini. Sekalian saya akan jelaskan, kenapa Bakuchiol vs Retinol, dan kenapa Bakuchiol product bikin saya tertarik sekali.

Review Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum, Serum Jerawat Dengan Bakuchiol

Apa itu Bakuchiol?

Saat ini, hampir semua brand skincare lokal bikin Retinol skincare. Bukannya saya nggak suka dengan Retinol ya, saya sih suka banget! Retinol adalah powerfull ingredient untuk anti-aging. Cuma masalahnya adalah, nggak semua orang bisa pakai Retinol. Retinol ini efeknya kuat, efek sampingnya juga tinggi. Banyak aturan ketika pakai Retinol, di antaranya: 

  • cuma boleh dipakai malam hari, 
  • harus test patch dan hati-hati saat layering karena Retinol bisa sangat mengiritasi, 
  • resiko purging dan jerawatan juga tinggi, 
  • dan yang paling penting, Retinol nggak boleh dipakai oleh ibu hamil dan menyusui

That's why Bakuchiol sangat menarik! Sama menariknya dengan baku hantam! Bakuchiol ini adalah ingredient pengganti Retinol, namun ini dari tanaman alami. Cara kerjanya seperti Retinol, yaitu mendorong turnover cell dan meningkatkan produksi kolagen pada kulit. Efeknya secara keseluruhan juga mirip Retinol, yaitu anti-aging, menyamarkan garis halus, memudarkan noda, bikin kulit lebih kencang dan sehat, dan juga mengatasi jerawat. Just like Retinol, hanya saja memang lebih gentle!

Karena lebih gentle, tentu Bakuchiol akan lebih pelan kerjanya. Cocok untuk perawatan jangka panjang. Dan kelebihannya, Bakuchiol cenderung lebih "aman" dibandingkan Retinol. Bakuchiol tidak mengiritasi seperti Retinol, nggak bikin kulit kemerahan, bisa dipakai di siang hari, dan bisa dipakai oleh ibu hamil! Boleh dibilang, Bakuchiol adalah alternatif terbaik untuk yang sedang tidak bisa pakai Retinol, atau yang nggak kuat dengan efek Retinol. Bakuchiol juga bisa di-combine dengan Retinol karena kerjanya akan saling mendukung.

Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum ini adalah produk dengan Bakuchiol pertama yang saya coba. Saya juga baru nemu Mia Glansie sih, produk lokal yang menggunakan ingredient Bakuchiol. Dan selama satu bulan ini, saya merasakan manfaat pakai serum ini.


Ingredient Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Ingredients Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Ingredients: aqua, butylene glycol, marus alba bark extract, Niacinamide, Candida Bombicola/Glucose/Methyl Rapeseedate Ferment, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Bakuchiol, Propanediol, Sodium Polyacrylate, Methylpropanediol, Oryza Sativa (rice) Germ Oil, Phenoxyethanol, Sodium Polyacrylate Starch, Glycerin, Astragalus Extract, Dipropylene Glycol, Camellia Sinensis Leaf Extract, 4-Terpineol, Citric Acid, 1.2-Hexanediol, Lecithin, Salicylic Acid, Triethylene Glycol, Salix Alba Bark Extract, Sodium Citrate, Phragmites Communis Extract, Poria Cocos Extract, Sodium Benzoate, Ci. 19140, Ci. 42090:2

Karena namanya Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum, jadi saya otomatis mencari Greentea atau teh hijau pada ingredient list. Dan Camellia Sinensis Leaf Extract ini ada di tengah-tengah. Greentea berfungsi untuk menenangkan kulit berjerawat dan juga sebagai anti mikroba, anti inflamasi, dan anti oksidan, bagus untuk menenangkan kulit berjerawat. 

Selain Greentea juga ada BHA/ Salicylic Acid dan juga Willow Bark/ Salix Alba Bark Extract, yang merupakan exfoliant dan anti jerawat, walau jumlahnya sepertinya tidak terlalu banyak karena ada di area bawah ingredient list.

Ingredient selanjutnya yang saya notice, tentu Bakuchiol. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, Bakuchiol bekerja seperti Retinol, namun lebih gentle. Bakuchiol juga merupakan bahan yang poten untuk melawan jerawat.

Pada urutan keempat, terdapat Niacinamide, ingredient serba bisa yang berfungsi untuk mencerahkan, mencegah jerawat, anti oksidan, sekaligus juga anti aging. Jadi nggak heran banyak review yang bilang saat pakai serum ini wajahnya bebas kusam. Niacinamide memang mantul kalau untuk mencerahkan kulit. Niacinamide juga paling oke bila di-combine dengan Retinol, dan ternyata sama oke-nya ketika bekerja sama dengan Bakuchiol.

Lalu ada satu ingredient yang baru saya dengar, yaitu Candida Bambiola, yang berfungsi sebagai anti-acne dan anti mikroba. Selanjutnya perpaduan Greentea, Aloe Vera, dan Glycerin berfungsi menghidrasi dan menenangkan kulit.

Secara keseluruhan, serum ini penuh dengan bahan-bahan untuk mencegah dan merawat kulit berjerawat. Lalu formulanya yang alcohol free, fragrance free, dan essential oil free tentunya bikin serum ini cukup gentle, dan bisa digunakan oleh yang memiliki kulit sensitif.


Tekstur dan Aroma Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Review Tekstur dan Aroma Serum Jerawat Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Serum ini punya tekstur seperti gel-lotion, kental dan tidak mengalir, tapi juga tidak creamy. Mudah dibaur dan rasanya adem, sangat nyaman di kulit. Nggak kayak waterbased serum kebanyakan, Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum ketika sudah nge-blend sempurna di kulit, nggak langsung ilang seperti nggak pakai apa-apa tapi ngasih selapis layer kelembapan, tapi nggak lengket sama sekali. 

Untuk tekstur, saya nggak ada masalah sama sekali dengan serum ini. Ini adalah jenis serum yang saya suka teksturnya. Tapi saya nggak suka aromanya. Aromanya serum ini kurang bisa diterima oleh hidung saya. Mungkin aroma ini dari bahan Candida Bombicola atau Methyl Rapeseedate Fermment ya? Bahan fermentasi memang cenderung mengeluarkan aroma tidak sedap. Dan lagi, formula serum ini memang fragrance free untuk meminimalisir iritasi.


Packaging Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Review Packaging Serum Jerawat Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Kalau kamu anaknya aesthetic, kamu pasti suka dengan kemasan Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum. Dos-nya berwarna hijau mint, dengan gambar yang terkesan cute dan playfull. Menggoda banget untuk dikoleksi.

Saya sendiri bukan packaging hoarder. Saya cenderung membuang kardus kemasan, dan hanya menyimpan produknya. Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum ini dikemas dalam botol pump, dengan bentuk tabung pipih yang handy. Materialnya ringan dan tahan banting, gampang kalau mau dibawa traveling. Selain itu, tutupnya rapat dan pump-nya juga lancar, (( ngocrotnya )) enak dan pas. Kayak yang kita semua tau, botol pump merupakan yang kemasan terbaik untuk bikin produk skincare tetap higienis dan tidak teroksidasi.

Lalu model botolnya adalah yang semakin habis dipakai, produknya akan semakin ke atas. Saya suka banget kemasan seperti ini karena kita jadi bisa pakai produknya sampai benar-benar habis. Kemasannya yang bening juga bikin kita tau produknya tinggal seberapa, dan bisa mengira-ngira kapan harus repurchase.


Cara Penggunaan dan Layering Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Review Serum Anti Jerawat dari Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum dengan Bakuchiol

Bakuchiol terasa sangat gentle di kulit saya. Meskipun dengan tambahan BHA dan Willow Bark Extract yang merupakan chemical exfoliant, namun ternyata secara keseluruhan serum ini lebih terasa mild dan soothing. Yang mana bagus buat saya, nggak usah terlalu pusing mikirin layering.

Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum tentu diletakkan di slot Serum. Setelah hydrating toner dan sebelum moisturizer, bisa dipakai pagi dan malam. Saya sendiri pakai pagi saja, karena malam saya pakai Retinol. Berdasarkan obrolan saya dengan mas Danang Wisnu, serum ini oke di-layer setelah Retinol. Tapi saya sendiri lebih memilih menggunakan  Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum pagi, dan Retinol serum malam. Jadi tetap di-combine, namun tidak di-layer langsung. Namun kalau kamu mau pakai pagi dan malam, tidak dilarang kok. Malah dianjurkan sekali.

Untuk lebih jelasnya soal layering skincare, bisa dibaca di: Paduan 10 Step Skincare

Untuk pagi hari, saya pernah coba layering dengan vitamin C serum, dan oke-oke saja kok. Tidak terasa mengiritasi atau perih sama sekali. Tapi selama sebulan ini sih, ramuan morning skincare saya:

Hydrating Serum -  Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum - Moisturiser - Sunscreen

Karena serum ini sudah terasa hydrating di kulit saya, jadi saya nggak menambahkan hydrating serum lagi. Jadi memang skincare pagi saya singkat sekali. Tapi sudah cukup efektif kok bikin kulit lembap dan nggak jerawatan.

Bakuchiol sendiri, sebenarnya aman untuk ibu hamil. Namun serum ini menggunakan BHA juga, yang merupakan salah satu bahan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Walau BHA dalam serum ini ada di daftar bawah ingredient list dan saya juga nggak merasakan efek eksfoliasi sama sekali, namun mending berhati-hati ya kalau untuk masalah kehamilan. Kalau misalnya tetap ingin memakai, konsultasikan dulu ke DOKTER KANDUNGAMU.


Hasil Setelah Satu Bulan Pemakaian Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Review Skincare Bakuchiol Mia Glansie Jeju Green Tea

Serum ini terasa soothing dan menghidrasi. Dan ini bikin kulit saya berterima kasih, karena rasanya bener-bener nyaman setelah beberapa waktu belakangan saya hajar pakai actives yang lumayan irritant.

Yang saya rasakan setelah penggunaan selama 1 bulan:

  1. Kemerahan di beberapa area wajah saya berkurang
  2. Di awal pemakaian, kulit saya lagi jerawatan. Dan memang membaik dengan pemakaian serum ini.
  3. Serum ini membantu healing jerawat, namun tidak membuat kulit saya kering sama sekali.
  4. Saat menulis review ini, saya sedang dalam periode PMS (periode saya 2-3 bulan sekali). Dan sama sekali tidak ada jerawat muncul.
  5. Untuk minyak dan komedo, saya tidak bisa bilang, karena kulit saya memang cenderung kering dan tidak begitu ada masalah dengan komedo.
  6. Nggak ada efek samping apapun di kulit saya, sama sekali! 
Untuk efek anti-aging, memang nggak se-powerfull Retinol ya. Saya rasa nggak bisa mengharap kulit lebih kencang dan terlihat muda dengan hasil cepat. Namun menurut saya ini bagus di-combine dengan Retinol. Karena saya sendiri pakai ini pagi hari, jadi di pagi hari walau saya nggak pakai Retinol, tetap ada nutrisi anti-aging untuk kulit saya, mendukung kerja Retinol di malam hari.


Kesimpulan

Di kulit saya, Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum terasa soothing, gampang digunakan, dan nggak perlu pusing mikir layering. Dan serum ini cukup efektif mencegah dan membantu meredakan jerawat saja, tanpa bikin kulit terasa kering.

Buat saya sendiri, efek Bakuchiol terasa sangat mild. Tapi tentu Bakuchiol ini jadi opsi yang bagus untuk kamu-kamu yang:

  1. Kulitnya terlalu sensitif untuk pakai Retinol.
  2. Sebagai awalan sebelum pakai Retinol, untuk kenalan dulu.
  3. Butuh sesuatu untuk mendukung kerja Retinol. Bisa di-layer, atau dikombinasi pemakaian pagi dan malam seperti saya.
  4. Saya rasa serum ini juga akan sangat membantu untuk yang suka traveling. Karena Retinol kan cukup susah ya penggunaannya, bikin kulit jadi photosensitif dan gampang iritasi, jadi kalau pas traveling, bisa pakai serum Bakuchiol ini dulu sebagai opsi pengganti Retinol.
Serum ini tidak bisa dipakai oleh ibu hamil. Bukan karena Bakuchiol-nya, tapi karena kandungan BHA-nya. Masukan untuk Mia Glansie, mungkin bisa lho membuat lini Bakuchiol serum yang bumil friendly. Agar ibu-ibu hamil tetap bisa merasakan manfaat anti aging skincare tanpa was-was.

Selain aromanya, saya nggak ada masalah dengan serum ini. Serum ini bikin wajah saya bebas jerawat, nggak kering, meredakan kemerahan, dan juga cukup hydrating sehingga mempersingkat skincare pagi saya. 

Review Serum Anti Jerawat Mia Glansie Acne Serum

Harga Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum

Mia Glansie Jeju Greentea Acne Serum ini bisa dibeli dengan harga Rp.100.000/ 25 ml.

Mia Glansie bisa dibeli melalui shopee (klik). Kamu bisa pakai kode MIAGSEKAR untuk tambahan diskon saat pembelian produk ini di shopee ;). Info lebih lanjut, bisa intip instagram @glansiebeauty.

Menstrual Cups vs Reusable Pads: Mana Yang Cocok Untukmu?

21 comments
reusable sanitary pads vs menstrual cups

Setelah beberapa lama menggunakan Menstrual Cups dan Reusable Pads sebagai alternatif pembalut dan tampon yang ramah lingkungan, akhirnya saya bisa ((numpang)) berbagi cerita di blog mbak arum. Maklum anggota elit global suka bingung mau cerita dimana soalnya, terlalu sibuk gitu loh.

Saya pertama kali mengenal menstrual cups dari beberapa youtuber eco-living di luar negeri, terus coba-coba cari ternyata ada yang jual di femaledaily forum waktu itu, tapi saya nggak langsung beli karena masih takut buat menggunakannya. 

Tapi sebenernya saya lebih males membuang pembalut dan tampon ketimbang takut menggunakan menstrual cups. Semua bermula ketika KKN, kami disadarkan oleh bapak pondokan kalau sampah pembalut yang kami pakai tidak bisa terurai sehingga harus dibakar. Ribetnya maksimal.

Tapi ya enggak kebayang juga kalau si tampon dan pembalut sekali pakai itu harus jadi sampah yang sulit diuraikan :( apalagi saya tipe yang sering ganti pembalut. 

Ternyata sekarang sudah ada alternatif untuk yang takut atau belum bisa menggunakan menstrual cups seperti saya yaitu Reusable Pads, alias pembalut alias softek yang bisa dicuci ulang. Nah semakin bingung kan untuk memilih antara Menstrual Cups dan Reusable Pads? Coba saya jabarkan sedikit ya berdasarkan pengalaman pemakaian saya selama iniiii….

Reusable Pads

Ini adalah produk yang saya gunakan sekarang, reusable pads ini seperti pembalut dari bahan kain beberapa lapis yang bisa dicuci dan dipakai ulang. Bentuknya seperti pembalut biasa tapi berbahan kain dengan kait/wings yang memiliki kancing.

Menurut saya setelah terbiasa menggunakan reusable pads ini, jauh lebih nyaman daripada pembalut sekali pakai. Kenapa? Karena saya baru sadar ternyata darah menstruasi itu tidak sebanyak yang saya kira, jadilah saya membeli pembalut night yang segede gede gaban nyaris tidak pernah terpakai.

Selain itu saya merasa reusable pads lebih cepat menyerap darah dan juga lebih nyaman dan tidak gerah. Hanya saja memang membawa reusable pads kemana-mana itu ribet karena beberapa reusable pads yang saya punya bentuknya cenderung bulky, dan kalo sedang berpergian agak bingung mau nyuci dan jemur pads dimana. 

Harga reusable pads cenderung lebih murah, tergantung bahan dan bisa dipakai berkali-kali. Kuncinya supaya awet adalah cuci dengan air dingin mengalir dengan sabun yang lembut dan jangan dikucek terlalu kencang lalu jemur dibawah sinar matahari. Jika masih ada sisa stain itu wajar karena noda darah memang staining. nah untuk mengurangi stainnya memang setelah dicuci bersih harus dijemur di sinar matahari

Menstrual Cups

Kalian pasti sudah familiar dengan menstrual cups kan? Jadi bentuknya memang seperti cup kecil yang nantinya dimasukkan kedalam vagina untuk menampung darah menstruasi. 

Bentuk dan ukuran menstrual cups ini beragam, ada yang kecil, ada yang besar. Karena dia warna-warni jadi menurut saya nggak seintimidatif tampon ketika harus memasukkan ke vagina. Karena ukurannya relatif kecil jadi bisa dibawa kemana-mana dengan mudah, biasanya ketika membeli kita akan mendapatkan pouch penyimpanan. 

Nah, di luar negeri penggunaan menstrual cup dan tampon memang sudah lebih umum ketimbang di Indonesia, di sini nyari tampon harus ke chain drugstore besar. Di supermarket saya jujur belum pernah nemu. Untung sekarang sudah ada e-commerce dan online seller indonesia yang menjual menstrual cups dari berbagai merk dan ukuran misalnya @Lunahapsari di instagram dan Shopee Luna Hapsari yang menjual OrganiCup Menstrual Cups 

Harganya memang lebih mahal daripada reusable pads, tapi bisa digunakan sampai bertahun-tahun. Hanya saja buat saya yang memiliki riwayat vaginismus, memasukkan menstrual cups kedalam vagina ini merupakan PR yang luar biasa besar, jadi sebaiknya bagi yang belum terbiasa berlatihlah menggunakan menstrual cups sebelum periode menstruasi. 


pengalaman menggunakan menstrual cup

Pilih Mana, Menstrual Cups atau Reusable Pads?

Jawabannya sama: Sesuaikan dengan kebutuhanmu ya, jika kamu butuh traveling dan efisiensi, Menstrual Cups sangat efisien dan mudah dibawa-bawa serta dibersihkan, akan tetapi kalau kamu membutuhkan kenyamanan, gunakan saja reusable pads. 

Saya sendiri saat ini menggunakan Reusable Pads karena masalah vaginismus yang membuat saya kesulitan untuk memasukkan menstrual cups, akan tetapi jika kalian tidak ada kesulitan berarti, lebih baik gunakan menstrual cups yang masa pakainya lebih lama. Jika kalian hendak menggunakan menstrual cup, pastikan juga bahan menstrual cup yang kalian gunakan tidak membuat kalian alergi, karena ada beberapa orang yang juga memiliki alergi latex. Jika kalian memiliki alergi latex, gunakan menstrual cups yang bebas bahan latex ya!

Sekian perkenalan dengan menstrual cups dan reusable pads kali ini, mungkin kalian mau bercerita pengalaman menggunakan menstrual cups atau reusable pads? Bisa cerita di kolom komentar dibawah ya!

Review Foreo Bear, Beneran Bikin Wajah Glowing dan Tirus?

8 comments

Kalau mendengar FOREO, apa yang ada dalam pikiran teman-teman? Pasti Foreo Luna, alat cuci muka yang ngehits banget dan dipakai semua influencer itu? Sebagai orang nge-hits, saya juga sudah memakai Foreo Luna. Mungkin lain kali saya harus review Foreo Luna juga ya? Tapi kali ini, saya sedang kepingin ngomongin Foreo Bear Smart Microcurrent Facial Toning Device. Karena alat ini....sungguh mind blowing!

FOREO BEAR ini digadang-gadang sebagai skincare tools canggih yang bikin kita nggak perlu lagi treatment face lifting mahal di klinik kecantikan setiap bulan. Jadi buat yang sering bertanya-tanya cara meniruskan wajah, bikin kulit kelihatan kencang, segar, dan awet muda selalu, tanpa harus setiap bulan keluar biaya ekstra untuk perawatan, alat ini bisa dibilang adalah sebuah investasi.

Sebelum mencoba sendiri ke muka saya, saya sebenarnya sudah mencari-cari review yang menjelaskan mengenai cara kerja skincare device dari brand asal Swedia ini. Namun semua review yang saya temui kok bahasanya ndakik-ndakik banget yaaa. Jadi saya bertekad untuk mempelajari, mencoba, dan kemudian menyampaikan di blog ini dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Selamat menyimak ya!


Foreo Bear Vs Foreo Luna

Perbandingan Foreo Bear dengan Foreo Luna

Karena yang lebih dulu terkenal adalah Foreo Luna, jadi pasti banyak yang bertanya-tanya, apa beda Luna dengan Bear. Ini bedanya:

  1. Foreo Luna adalah cleansing device untuk membantu membersihkan wajah, Foreo Bear adalah anti-aging treatment device untuk membantu penyerapan skincare sekaligus olahraga wajah!
  2. Foreo Luna dipakai bersamaan dengan facial wash, Foreo Bear dipakai bersamaan dengan waterbased serum.
  3. Permukaan Foreo Luna adalah sikat silikon super lembut, permukaan Foreo Bear adalah dua logam.

Jadi dua alat ini nggak bisa dibandingkan, karena secara bentuk dan fungsi saya sudah berbeda. Tinggal kamu butuhnya apa? Alat untuk membantu membersihkan wajah, atau alat untuk memecah lemak wajah dan bikin kulit glowing dan kencang?


Cara Kerja FOREO Bear

Cara Kerja Foreo Bear dengan menggunakan microcurrent

Foreo Bear adalah sebuah anti-aging device, yang menggabungkan tehnologi T-Sonic Pulsation dan Microcurrent produk.

Microcurrent merupakan aliran arus listrik dalam jumlah kecil. Foreo Bear akan mengalirkan microcurrent ke wajah, yang berfungsi melatih otot wajah (facial workout), menjadikan kulit lebih kencang, halus, dan terangkat (lifting). Produk ini menarget pada garis-garis halus di wajah secara presisi, memecahkan sel kulit, dan merangsang pertumbuhannya kembali.

T-Sonic Pulsation adalah denyutan/ getaran halus yang memijat wajah secara lembut. Fungsinya untuk merelaksasi otot wajah, meningkatkan sirkulasi darah, membantu penyerapan skincare, dan bikin kulit glowing maksimal.

Jadi Microcurrent adalah aliran listrik, dan T-Sonic Pulsation adalah denyutan.

Foreo Bear dengan Microcurrent dan T-Sonic Pulsation

Kalian tau Guasha kan? Alat pijah wajah dari batu akik yang sempat terkenal banget di kalangan beauty enthusiast karena bisa bikin wajah lebih kencang dan tirus? Nah, itu mah dipijat dengan batu doang, tapi udah banyak yang review kalau penggunaan secara rutin beneran bikin tirus dan v-shape. Coba bayangkan Foreo Bear ini seperti tehnik pemijatan itu, namun masih ditambah dengan tehnologi T-Sonic Pulsation dan Microcurrent. Hasilnya tentu lebih bagus lagi ya!

Jadi nggak heran, kalau banyak yang bilang nggak perlu lagi perawatan ke klinik kecantikan mahal dan melalui prosedur yang menyakitkan. Alat ini ya memang segampang itu dipakai dan nggak sakit.


Cara Mengaktifkan dan Cara Pemakaian FOREO Bear

Sama seperti Foreo Luna 3, Foreo Bear ini juga terhubung dengan aplikasi Foreo di smartphone-mu. Sebelum memakai, kita harus download aplikasi "Foreo" di App Store atau Play Store, lalu daftarkan device yang kita punya.

  1. Buat akun di app FOREO Sweden. Log in lalu pilih "Add Device". Nanti akan tersedia berbagai pilihan device Foreo, pilih "Foreo Bear".
  2. Nanti kita akan masuk ke form. Isi saja form tersebut ya. Pokoknya ikuti saja, gampang wis.
  3. Kalau sudah diisi semua, klik next, dan nanti device Foreo Bear akan ditambahkan di akunmu.
  4. Selanjutnya, kita set T-Sonic Pulsation (mau on atau off) dan Microcurrent-nya. Saran saya, mulai dari yang paling kecil dulu untuk membiasakan diri.
  5. Klik start, lalu pakai deh!


Tutorial Cara menggunakan Foreo Bear dengan Aplikasi Foreo
1. Device Foreo Bear dan Foreo Luna mini 3 yang sudah ditambahkan di akun saya
2. Pengaturan T-Sonic Pulsation dan Mocrocurrent
3. Mbak-mbak yang memandu pemakaian dalam bentuk video

Saya nggak harus jelaskan step-step penggunaan Foreo Bear, karena kalau udah download aplikasi FOREO dan aktivasi device kita, setiap kali klik start, akan ditunjukan cara pemakaiannya kok. Mulai dari mengoleskan waterbased serum sampai cara pemakaian Foreo Bear, akan dipandu dalam bentuk video.

Nanti setelah melakukan setting T-Sonic Pulsation dan Microcurrent, kita tinggal klik start, lalu akan muncul mbak-mbak ini di layar HP kita

Mbak-mbak ini akan memeragakan cara memakai Foreo Serum Serum Serum (waterbased serum yang digunakan sebelum pemakaian device), lalu step by step pemakaian Foreo Bear. Jadi kita nggak perlu bingung mau dipijatkan di area mana, ke arah mana, dan berapa lama. Kita tinggal pakai sambil liatin HP aja.

Menggunakan Foreo Bear dengan Aplikasi Foreo

"Duh, repot dong harus sambil liat HP? Kalau ada telfon gimana? Nggak bisa sambil ngajakin tubir dan twitwar dong?!"

Nggak repot, guis! Percayalah, kalau udah dilakoni ya gitu doang. Nggak susah. Dan nggak harus sambil lihat HP selamanya sih. Setelah 3-4 kali pemakaian, lama-lama ya apal juga gerakannya. Apalagi device Foreo Bear ini ngasih tanda kok kapan kita harus pindah tempat dan juga mati sendiri setelah 2 menit. Jadi kalau udah terbiasa, nggak perlu lihat HP.

Lagian kalau ada telfon ya dicuekin saja, nanti setelah selesai skincare tinggal di-whatsapp: "Maaf nggak angkat telfon, HP-nya aku pakai untuk Foreo-an." Sekalian umuk terselubung gitu lho, gais.


Foreo Bear Worth It Atau Tidak?

Foreo Bear dan Foreo Serum

Foreo Bear baru kerasa hasilnya dengan maksimal setelah minimal 12 kali pemakaian. Nah, ini saya sudah memakainya 3 minggu. Saya pakai setiap malam hari. Setelah pemakaian toner, essence, dan kemudian waterbased serum, baru saya pakai FOREO Bear ini. Lalu lanjut dengan oil based serum, facial oil, dan cream moisturiser atau sleeping mask.

Saat pertama kali pakai, terasa ada getaran dan aliran listrik di permukaan kulit saya. Ketika terkena area luka (misal luka bekas jerawat), rasanya sedikit perih. Aliran listrik juga semakin terasa di area hairline. Tapi secara keseluruhan rasanya nyaman dan nggak menyakitkan kok. Rasa perih bila ada luka juga sangat bisa ditolerir, malah nagih hehe..

Review Penggunaan Foreo Bear

Review setelah 3 minggu penggunaan intensif:

  1. Dark circle sedikit menipis
  2. Kulit saya terlihat lebih glowing dan lembut, pori-pori juga mengecil. Saya rasa ini karena skincare yang saya pakai bekerja dengan lebih optimal. Saya juga sedang pakai retinol serum, yang memang efeknya bagus untuk pori-pori.
  3. Terasa sekali kulit lebih kencang dan lembap.
  4. Untuk klaim membuat wajah lebih v-shaped atau tirus, buat saya sih, iya dan tidak. Iya, karena memang secara signifikan mengurangi penampakan puffiness di wajah saya. Lemak-lemak di area pipi berkurang, jadi memang terlihat seperti saya lebih kurus. Tapi, nggak v-shape juga karena dari lahir rahang saya memang kotak. 

Kalau usiamu masih belasan tahun, dan belum butuh anti-aging treatment, ya menurut saya sih nggak usah dulu. Kalau usiamu dua puluhan dan pengen investasi di anti-aging device yang mumpuni, menurut saya boleh dicoba kalau sudah ada budget-nya.

Tapi kalau kamu memang sangat butuh anti-aging treatment, pengen wajah lebih tirus dan juga pengen menghemat biaya perawatan face lifting di klinik kecantikan, ya alat ini worth to buy! Banget banget banget!!! Mahal di awal, tapi beneran bisa menghemat biaya perawatan setelahnya lho!



Harga FOREO Bear dan Apa Saja Yang Didapat

Harga Foreo Bear

Foreo Bear dibandrol dengan harga Rp.4.579.000. Dengan harga tersebut, kita akan mendapatkan:

  1. Foreo Bear
  2. Kabel charge
  3. Petunjuk pemakaian
  4. Sample Foreo Serum Serum Serum

Foreo Bear Smart Microcurrent Facial Toning Device bisa dibeli di Sephora Indonesia.

Pastikan membeli Foreo Bear di tempat yang terpercaya ya. Kalau di Indonesia, ya beli di Sephora aja (bisa online, link udah saya kasih di atas). Soalnya harganya lumayan mahal, kan sayang banget kalau dapet palsu.