Wednesday, January 10, 2018

20 Best Makeup Product 2017


Saya bimbang dan gelisah waktu memutuskan mau nulis best skincare atau best makeup untuk menutup perlenjehan di tahun 2017. Tapi akhirnya saya memilih best makeup and tools saja. Alasannya karena tahun ini saya nggak coba banyak skincare baru. Skincare saya sampai dengan desember tahun lalu masih dari brand itu-itu saja yang sudah saya pakai sejak perang dunia pertama. Saya memang bukan tipikal penimbun skincare. Ya skincare kan memang bukan buat dikoleksi, coeq. Karena semakin lama dibuka dan disimpan, kualitasnya semakin menurun. Untuk skincare cukup dipunya apa yang dipakai saja.

Baca juga: Skincare Favorit 2016

Best makeup saya sebenarnya juga banyak yang juara bertahan sejak abad pertengahan. Tapi ya sudah lah. Malahan bisa memperlihatkan bagaimana setianya saya. Sama makeup saja saya setia apalagi sama kamu, maz~

Baca juga: Makeup Favorit 2016




1. Bourjois Healthy Mix Foundation

Foundation ini sudah jadi juara bertahan dari tahun ke tahun. Foundation ini bukannya tanpa cela ya, tapi masalahnya saya belum menemukan drugstore foundation lain yang sebagus ini. Teksturnya light, coverage-nya sheer to medium, dan finish-nya glowing tapi nggak berlebihan. Feel pas memakai foundation ini mirip seperti BB cream korea ala-ala skin79 Hot Pink BB Cream gitu sih, cuma si Bourjois ini warnanya lebih pas, karena tentu saja pilihan warnanya banyak sehingga nggak perlu khawatir keputihan dan memiliki yellow undertone sehingga nggak ashy.

Kekurangan foundation ini adalah nggak terlalu tahan lama. Bukannya yang cakey dan meleleh gitu ya, cuma lama-kelamaan agak sedikit faded. Jadi setelah beberapa jam pemakaian, bekas-bekas jerawat dan spot kulit di ujung hidung jadi lebih terlihat. Tapi ya masih bisa diakali dengan menggunakan concealer di spot-spot yang perlu dempul ekstra. Kekurangan kedua adalah produk ini susah sekali ditemukan. Udah berbulan-bulan produk ini nggak tersedia di konter Bourjois di mall-mall dan sephora. Kalaupun ada, shade yang masuk ke Indonesia juga hanya 51-53. Warna 54-58 nggak ada. Entah kenapa sih ya kok Indonesia ini di anak tirikan sekali sama Borjuis. 

Oh iya satu lagi, ini yang Healthy Mix Foundie biasa ya, bukan yang Healthy Mix Serum Foundie. Yang ada serumnya itu lebih sheer dan lebih nggak awetan lagi. Yang Healthy Mix biasa ini pun udah DC dan ganti dengan Healthy Mix Anti Fatigue Foundation. Saya sedang order yang Anti Fatigue cuma belum datang barangnya. Katanya sih formulanya mirip abis kok sama seri lamanya. Shade saya adalah No. 53 Light Beige.



2. Maybelline Instan Age Rewind Concealer

Saya baru tahu kalau concealer ini bagusss banget! Jauh deh kalau dibanding Fit Me, bagusan ini serius. Cuma karena aplikatornya bosok banget dan juga klaimnya dia lebih full coverage daripada Fit Me, jadi saya maju mundur mau nyobain. Karena pakai Fit Me aja mletek gimana kalau lebih full coverage?

Tapi ternyata nih setelah saya coba, memang bener coverage-nya lebih bagus dari Fit Me, tapi nggak creasing dan nggak cakey. Saya pakai dari pagi sampai malam, under eye saya masih baguuusss banget, alus dan seakan-akan barusan makeup-an. Gara-gara Age Rewind ini juga saya nggak jadi beli Nars Radiant Creamy Concealer.

Cuma kekurangannya ya itu tadi, aplikatornya bosok banget. Bikin belepotan dan kotor packaging-nya. Terus produk ini juga agak boros sih saya rasa, cepet banget lho habisnya. Mungkin karena kita nggak bisa memperkirakan harus diputer seberapa banyak, jadi banyak produk yang mubazir lalu terserap dan menghilang di aplikatornya. Shade saya sebenernya adalah Medium. Tapi kalau pakai Medium itu berasa nggak cerah dan malah kelihatan dull banget. Jadi saya pakai yang shade Light.


3. Unbranded Egg Sponge dari @heidi.jogja

Egg Sponge ini adalah penemuan nggak sengaja pas saya main ke offline store Heidi di Gejayan, Jogja. Kalau kamu nggak di Jogja, bisa beli online kok via instagram. Harganya cuma 35k, tapi performa dan keempukaannya sama kayak Real Technique Miracle Sponge. Nggak keras deh kayak sponge-sponge merek Massami, Armando, QVL dan Expert. Kalau kamu suka sama sponge-nya Real Technique yang harganya 100k itu, kamu pasti suka sama Heidi Sponge ini. Jauh lebih murah pula!

Kekurangannya ini unbranded, bukan merek yang diproduksi oleh Heidi. Jadi ya agak-agak khawatir juga karena berarti nggak ada quality control-nya. Dan kalau Heidi ganti tempat kulakan sponge, dikhawatirkan sponge-nya nggak sama lagi kualitasnya. 


4. Marcks' Beauty Powder Creme

Kalau tahun lalu semua orang tergila-gila sama Ponds BB Powder, saya masih setia sama Marcks. Saya udah nyobain si Ponds dan nggak suka. Si Ponds formulanya sih bagus, tapi warnanya bikin muka saya terlihat kusam. Kalau Marcks yang shade Creme ini, warna kuningnya tuh pas banget buat saya. Jadi ini memang translucent, tapi ada sedikit yellowtone-nya. Kalau di kulit saya sih beneran ngasih brightening effect gitu, lebih bright dari masa depanmu, dan nggak oxidise sama sekali. Saya pakai Marcks ini single use untuk sehari-hari maupun untuk setting foundation. Pakainya cukup tipis-tipis saja udah bisa nge-set muka dan ngasih efek muka lebih bright (tapi nggak keputihan). Dan ini tipikal bedak yang makin lama dipakai makin kelihatan bagus dan glowing di muka. Setidaknya muka saya yaa..

Kekurangannya adalah partikel bedaknya memang nggak terlalu halus. Jadi buat yang suka dengan tehnik baking, sepertinya bedak ini kurang cocok. Tapi saya bukan penganut tehnik baking sih, jadi ya saya nyantai-nyantai aja pakai bedak ini.


5. Makeover Perfect Cover Two Way Cake

Saya udah pakai ini lamaaaa banget. Udah repurchase berkali-kali. Setiap saya beli bedak lain (yang harganya sepadan ya, bukan yang highend), saya ngerasa tetep nggak ada yang sebagus Make Over TWC ini. Kalau saya, cara lihat bedak bagus atau enggak tuh setelah dipakai berjam-jam. Sejauh ini, ya cuma Make Over TWC inilah bedak TWC under 150k yang setelah dipakai seharian nggak bikin kulit saya kelihatan kusam, menggelap, dan nggak menimbulkan brindil-brindil pada tekstur kulit saya (masalah brindil-brindil ini susah dijelaskan sih, nggak ketangkap kamera juga). Teksturnya juga lembut dan buttery.

Coverage-nya bagus, saya suka pakai ini kalau ada acara yang mengharuskan muka agak bener dikit tapi lagi malas pakai foundation. Kadang saya pakai untuk setting foundation (ditumpuk setelah bedak Marcks) kalau lagi pengen riasan yang super full dan flawless. Oh iya, walau ini TWC dengan coverage bagus, tapi bedak ini nggak bikin muka cakey lho kalau dipakai untuk touch up.

Sejauh ini saya belum nemu kekurangannya. Dan shade 08. Honey bener-bener match untuk kulit saya.

Baca juga: Produk Favorit 2015


6. Unbranded Small Angled Kabuki Brush

Kalau ini adalah salah satu kuas dari kabuki set yang lagi hits dan banyak di online shop-online shop gitu lho. Tau kan kabuki set yang dapet 5 kuas besar dan 5 kuas kecil? Brush set besarnya sih kayaknya nyontek Sigmax Kabuki Brush Kit. Nah yang saya suka ini adalah salah satu kuas kecilnya. Bulunya fluffy, padat, dan permukaannya miring. Ini enaaakk banget buat bikin shading hidung pakai contour powder.


7. Wet n Wild Megaglo Highlighting Powder

Saya cuma punya dua highlighter, yaitu The Balm Manizer Sisters dan Wet n Wild Megaglo ini. Bukan cuma mempertimbangkan harga sih, tapi secara formula pun saya lebih suka si Wet n Wild ini dibandingkan The Balm. Wet n Wild ini lebih buttery gitu pas dicolek. Terus untuk shade Precious Petals ini, menurut saya sih bener-bener pas buat kulit saya, terlihat natural. Ya walaupun nggak ada juga sih pipi yang natural meling-meling. Kalau The Balm Mary-Lou Manizer tuh menurut saya masih berasa keputihan dan agak kelihatan fake. Terus si Wet n Wild Megaglo ini juga blinding, keliatan dari jarak 10 meter. 

Sebenernya ya Wet n Wild Megaglo ini adalah drugstore product yang baguuus banget dan saya udah cukup puas kok. Cuma kalau mau dibandingkan dengan The Balm Mary-Lou Manizer, memang partikel shimmer-nya Wet n Wild lebih cunky dan kurang merata. Masih kelihatan gitu lho tlenik-tlenik partikel shimmer-nya. Tapi ya kalau nggak diliatin beneran sih masih oke lah.


8. The Saem Seammul Real Tint 03. Pink

Ini saya malpraktek ya. Produk ini tidak saya pakai sebagai liptint, tapi sebagai liquid blush on. Dan ini buaguussss banget warnanya kalau dipakai di pipi. Seger merona gimanaaa gitu. Terus juga warnanya tahan banget seharian. Mungkin bakalan tahan juga seminggu kalau nggak bersihin muka selama seminggu tapi kamu aja sama keluargamu ya saya mah ogah nggak bersihin muka seminggu. Saya pakai ini sebelum pakai bedak, dan setelah pakai bedak kadang saya tumpuk lagi pakai powder blush warna senada.

Kekurangannya ya tentu saja saya sebenernya males karena pemakaiannya bikin kotor jari tangan saya. Saya nggak suka banget nge-blend makeup apapun pakai jari. Tapi karena hasilnya bagus banget yawdalah yaaa... Saya tolerir aja.



9. Juvia's The Masquerade Mini Eyeshadow Palette

Kalau Juvias ini WAGELA SEH! Kalau sampai ada yang bilang eyeshadow ini jelek ya BERANTEM AJA YOK?!! Menurut saya eyeshadow ini formulanya the best banget dan menggeser eyeshadow-eyeshadow lain yang bejubelan di meja rias mewah saya. Bayangin aja ini buttery, gampang di-blend, formulanya konsisten bagusnya, SUPER PIGMENTED, dan packaging-nya minta dikoleksi banget. 

Emang nggak ada eyeshadow lain yang formulanya sebagus ini? Ada, sist! Rata-rata highend palette yang saya coba (Lorac, Too Faced, Urban Decay, ABH) juga seperti ini. Tapiii dengan formula seperti ini, Juvias bisa ngasih harga di bawah highend palette. Psstt...bahkan highend palette juga ada yang punya kekurangan di sisi pigmentasi atau tekstur lho! Jadi ya WAGELA SEEHH ngajak berantem beneran kalau ada yang bilang eyeshadow kesempurnaan haqiqi ini jelek!!

Saya pilih yang seri Masquerade karena ini warnanya paling cocok untuk yang mau awal-awal nyicip Juvias. Jadi ada warna-warna netralnya, dan sekaligus ada yang warna-warni gila-nya. Pokoknya udahlah tahun ini sampai dengan detik ini ditulis saya mah pengabdi Juvias.


10. Zoeva Eye Brush
(228 Luxe Crease, 230 Luxe Pencil, dan 231 Luxe Petit Crease)

Saya lagi kecintaan banget sama Zoeva Complete Eye Set. Emang beda sih ya kalau sama drugstore brush. Jadi kalau Zoeva ini saya rasain sih bikin blending eyeshadow lebih haluss dan lebih cepet. Terus bentuk dan potongan brush-nya juga sangat tepat guna. Sebenernya semua brush dalam set ini sih kepakai banget, tapi kalau disuruh milih, ada tiga brush yang saya suka banget karena selalu kepakai dan nggak tergantikan dengan brush merk lain yang lebih murah.

Yang pertama adalah 228 Luxe Crease, bentuknya fluffy dan agak meruncing walau nggak runcing-runcing banget. Ini enaaakk banget untuk membangun warna transisi dan juga untuk blending eyeshadow. Hasil transisinya jadi lebih halus dan buat nge-blend juga cepet. Kalau 231 Luxe Petit Crease ini versi 228 yang lebih kecil dan meruncing. Enak dipakai buat warna transisi terdalam dan untuk ngasih warna gelap di outer-v. Pakai ini di outer-v tuh cepet banget gitu langsung rapih dan jadi. Nah yang paling istimewa adalah 230 Luxe Pencil, karena saya belum pernah menemukan pencil brush yang seenak ini. Bentuknya kecil, fluffy, dan runcing, dengan ke-letoy-an yang pas. Ini kece banget untuk nge-blend undereye eyeshadow, nggak sakit kalau kena-kena waterline. Buat ngasih warna di tempat-tempat yang detail juga bagus banget.

Kekurangannya adalah harganya yang bikin pengen jual diri itu. Tapi ya kalau saya boleh ngasih saran, mendingan nabung dulu dan beli ini satu set daripada ngecer satu persatu. Karena kalau set begini jatuhnya lebih murah dan lagi semua brush-nya bakalan kepakai kok. Mbok yakin! Terus juga kalau beli set, kamu bakalan dapetin pouch cantik untuk menyimpan brush Zoeva-mu agar tidak bercampur dengan brush-brush jelatamu yang lain.


11. Real Techniques Acent Brush

Saya bukan penggemar eye brush Real Technique karena menurut saya potongannya gede-gede dan bulunya lama-lama terlalu kasar dan nusuk-nusuk kelopak mata saya. Nggak tepat guna gitu lho potongannya kalau untuk create eye look. Tapi ada satu brush yang bisa kepakai sih, yaitu Acent Brush dari Real Technique Eye Set. Ini kecil dan enak banget dipakai untuk nge-pad eyeshadow di undereye area atau highlight di iner corner.

Sebenarnya brush semacam ini sudah ada di dalam Zoeva Complete Eye Set. Tapi ya barangkali kalian ngeyel, tidak mau menabung dan mau beli brush-nya eceran saja, khusus untuk Acent Brush ini bisa kalian dapatkan di Real Technique yang lebih murah, nggak perlu Zoeva.


12. Color Cleaner by @poison.inc

Ini dia barang yang saya pikir unfaedah tapi ternyata selalu kepakai dan bahkan sekarang saya nggak bisa hidup tanpanya. Ini berfungsi untuk menghilangkan warna di kuas makeup secara cepat, misal kalian mau pakai satu kuas untuk bermacam-macam fungsi. Misalnya kuas yang sama dipakai untuk bronzer dan blush-on. Kalau saya sih ini terpakai untuk eye brush. Karena saya kan suka bikin eye makeup yang warna-warni dan rewo-rewo. Daripada ngambil satu brush bersih lagi setiap mau ganti warna, dan berakhir dengan sakit pinggang karena nyuci brush kebanyakan, mending satu brush dipakai berkali-kali. Sebelum ganti warna, brush-nya saya oser-oser dulu di Color Cleaner ini.

Saya udah nyoba isian cepol rambut juga untuk bersihin kuas, tapi berantakan banget. Bubuk sisa eyeshadow-nya kemana-mana. Selain itu hasilnya juga nggak sebersih si Color Cleaner ini. Teruusss sebenernya banyak pilihan Color Cleaner dari merk lain, tapi saya pilih Poison Inc karena ini merek lokal dan harganya terjangkau.




13. Fanbo Eyebrow Pencil - Black

Juara bertahan banget ini mah! Pensil alis kebanggaan dan kesayangan saya, dan sepertinya semua umat manusia pun sudah keracunan. Ini teksturnya paasss banget, nggak terlalu keras yang bikin sakit alis tapi juga nggak lonyot. Shade Black ini juga passs banget untuk saya. Warna hitamnya nggak kereng dan ada sedikit unsur coklat taupe-nya. Pokoknya jatuhnya natural tapi keliatan gitu. Bagus banget dan sejauh ini belum ada yang menyaingi.

Kekurangannya adalah dia nggak awet. Tapi ya udah lah ya, harganya juga murah cuma 20k ini. Dan lagi saya juga belum pernah nemu pensil alis drugstore yang awet. Toh masih bisa di-touchup dan kalau di-set dengan brow mascara juga bisa lebih awet.



14. Masami Shouko Spooly Brush

Ini juga spooly yang udah saya pakai sejak jaman kerajaan mataram berseteru dan terbagi menjadi dua! Ini enak, nggak keras dan nggak bikin sakit alis. Untuk nge-blend pensil alis gampang banget dan cepet. Terus brush ini juga awet lho! Saya udah punya sejak jaman Indonesia belum menjadi nusantara dan nggak rusak-rusak, kualitasnya juga nggak menurun.


15. Maybelline Brow Precise Fiber Volume

Tapi ada produk baru yang saya suka nih di dunia peralisan. Saya udah nyobain banyak maskara alis dan baru si Maybelline ini yang saya suka. Sikatnya enak nggak bikin belepotan pas produknya dipakai, fiber-nya bikin bulu alis saya kelihatan lebih penuh, dan warna yang shade Deep Brown ini pas banget untuk saya, taupe dan nggak ada unsur merahnya sama sekali. Saya suka pakai ini untuk nge-set Fanbo pensil biar bulu alis kelihatan lebih penuh, ngaceng, dan warna pensil alisnya awet.

Kekurangannya adalah dia nggak terlalu tahan lama membikin alis ngaceng, walau bikin warna pensil alis awet sih. Ya harus di-touchup kalau mau ngaceng seharian. Tapi kasian nggak sih ngaceng seharian?



16. Make Over Intense Matte Lip Cream

Kayaknya ini jadi lipstik lokal favorit banyak orang. Nggak heran sih, karena memang nyaman banget di bibir dan aplikatornya juga enak, sekali swipe udah nge-cover, tapi masih light gitu lho lapisannya. Sekilas dirasa-rasain sih ini agak mirip formulanya sama Girlactik. Pokoknya nyaman deh, pilihan banget kalau memang bener-bener butuh comfortable lipstick buat dipakai seharian.

Tapi sayangnya saya kurang sreg sama pilihan warnanya. Itulah kenapa saya cuma punya satu warna aja, yaitu Vanity. Dan kekurangannya adalah dia oxidise. Sebenernya semua matte lip cream ya oxi sih, lebih gelap kalau udah kering. Tapi untuk Make Over ini oxi-nya sedikit lebih heboh dibanding merek lain. Tapi tetep, kalau soal kenyamanan jangan ditanya deh!


17. ESQA Matte Lip Liquid dan Satin Lip Crayon

Rasanya nggak mungkin nggak mention brand ESQA untuk lipstik, soalnya ini kayak my go to lipstick sepanjang tahun ini. Karena warnanya menurut saya perfect banget. Semua warna yang dikeluarkan oleh ESQA saya suka biyanget dan jadi favorit buat dipakai IRL, bukan cuma buat foto doang. Favorit saya adalah warna Dusty Rose, Mauve Nude, dan Berry Kiss untuk Matte Lip Liquid. Lalu Twisted Nude dan Jolina untuk Satin Lip Crayon.

Secara formula, sebenarnya saya paling suka dengan Satin Lip Crayon. Sedangkan untuk Matte Lip Liquid-nya saya akui bukan yang ternyaman sih. Banyak brand lain yang lebih murah dan lebih nyaman. Tapi bukan berarti ESQA ini nggak nyaman dipakai juga, buat saya enak banget kok dipakai, nggak ada hal yang mengganggu sama sekali. Tapi memang yang mengambil hati saya adalah pilihan shades-nya. Kece-kece parah!

Baca juga: ESQA Lip Product


18. Dear Me Matte Lip CreamMe

Lipstik ini masih baru banget, tapi memang lipstik ini sudah mengambil hati saya. Menurut saya sih Dear Me ini perfect karena dari formula, packaging, sampai pilihan warnanya sangat-sangat bagus. Jadi gini nih ibaratnya. Make Over kan bagus formulanya, kalau ESQA bagus pilihan warnanya. Nah, si Dear Me ini baik formula maupun pilihan warnanya bagus. Formulanya memang masih di bawah Make Over sedikiiittttt aja, tapi masih sangat bagus kalau dibanding lipstik lainnya selain Make Over, dan lagi pilihan warnanya jelas lebih oke dari Make Over dan dia nggak oxidise. Kalau dibandingin ESQA, memang buat saya yang penggemar warna nudes Dear Me ini masih kalah, tapi secara formula jelas dia lebih nyaman dari ESQA.

Formulanya sebenernya beda sih dari Make Over dan nggak bisa dibandingin. Dear Me ini tipikal lipstik yg full cover dan punya pigmentasi yang rich. Ngasih efek bibir terlihat lebih penuh dan plum, enak banget buat ngebentuk bibir. Semua pilihan shades-nya sebenernya bagus dan sangat kekinian, tapi yang paling-paling-paling jadi favorit saya adalah Dear Julia karena bagus dan unik, nggak ada warna seperti ini di brand lain.

Ya semoga saja paham aja lah ya. Saya bingung kalau ditanya bagus mana sama anu dan anu, karena ya penjelasannya seribet itu. Tergantung kamu lagi cari apanya dari suatu lipstik.


19. DUO Brush On Adhesive With Vitamints

Saya sering ditanya lem bulu mata anti njepat, dan saya nggak tau jawabannya. Tapi sejauh ini, DUO adalah lem terkuat dan anti badai yang pernah saya coba. Kalau masalah njepat itu soal tehnik pemakaian sih. Produknya udah anti badai, nemplekinnya nggak bener, ya tetep aja ujungnya njepat. Selain kuat, lem ini juga masa pakainya lama. Jadi saya udah punya lamaaa banget dan kayak nggak mengering gitu lho di wadahnya. Masih enak-enak aja dipakai, teksturnya masih tetep sama kayak pas saya baru beli dulu.

Terus DUO ini ada berbagai macam jenis. Ada yang modelnya pelototan nggak pakai brush kayak lem UHU dan ada juga yang warnanya item. Jadi pastikan bener-bener ya yang temen-temen beli adalah yang warna putih dan ada brush-nya kayak punya saya.

Lho, emang nggak boleh kalau mau yang beda? Nggak bole. Kalian kan rakjatkoe.


20. Tetap Kreatif dan Bahagia

Serius ini makeup sekaligus skincare paling ampuh bikin kita jadi kelihatan cantik dan berseri-seri. Saya sudah melakukan di 2017 dan saya mau lebih bahagia lagi di 2018. Saya menjaga otak tetap kreatif, berusaha mencintai pekerjaan saya, tetap melakukan hobi untuk bersenang-senang, mencari buku bagus, nonton film sama suami, sesekali traveling, selalu menjalin komunikasi sama orang-orang yang saya sayangi, kalau ada yang ngganjel langsung ditanya ke yang bersangkutan, dll dll.

Salam super!



Oh iya, kalau diperhatikan, ada beberapa barang yang saya nggak punya the best-nya. Misalnya primer, setting spray, blush on, bronzer, contouring, dll lah. Alasannya ya memang belum dapet dabes-nya. 

Misalnya soal primer, saya merasa pakai apa aja nggak ngefek. Untuk primer saya lebih suka pakai cream moisturizer yang thick dan bikin kulit terasa plump gitu lho. Terus untuk setting spray, blush on, dan bronzer, saya sih bisa pakai apa aja. Pakai setting spray mahal dan aer aqua dimasukin botol spray perasaan ya sama aja hasilnya. Blush on dan bronzer mah saya apa aja bisa lah asal nggak terlalu pigmented. Contour powder juga nggak nemu yang bagus-bagus banget sampai mau repurchase gitu.

Oh dan satu lagi, lipgloss! Saya sukaaa banget dan hampir selalu pakai lipgloss. Tapi nggak punya lipgloss favorit, karena sejauh ini semua brand lipgloss ya sama aja. Buat saya mau lipgloss MUFE ataupun Rivera sama aja bikin efek bibir basah dan sama-sama aja nggak awetnya.

Mungkin nanti kalau sempat saya mau bikin blogpost tentang “barang tersering dipakai 2017” kali ya. Karena kalau buat saya, sering dipakai bukan berarti favorit. Bisa aja karena nggak punya yang lain, atau memang karena pengen cepet-cepet ngabisin gitu.

Nah, cukup sekian produk-produk rekomendasi dari saya. Semoga bisa digunakan untuk merancang pembelanjaan makeup-mu selanjutnya.

25 comments:

  1. Bedak marcs tuuh ya.... ga abis abis mo di pake tiap hari juga.. ampe kadang bosen.. hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya kalau udah setahun atau udah kotor ganti aja deh. Murah ini :))

      Delete
  2. YHAA AKUPUN LEBIH CINTAA MARCKS DARIPADA PONDS wkwkwkw *hidup jamet lokal!!

    ReplyDelete
  3. Aku kok pakai dear me itu hrs pakai lipbalm byk dulu ya.. Klo nggak, jadinya crack & klo makan cepet ilangnya.. Warna sih cakeuuuuuup.. Jd sering pakai ini krn warnanya..
    Cm dr segi formula lbh suka rollover reaction.. Lbh foolproof, hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Me memang formulanya "kental" gitu sih ses. Tapi di aku nggak cracking. Justru salah satu lipstik teraluss finishnya di bibirku. Kalau Rollover aku punya yang lizzie, malah keriiing banget, dan cracking

      Delete
  4. gara2 dulu mbaca soal fanbo darimu, dr jaman old sampe kuda lebaran aku msh setia karo fanbo :)) wis dabes laah

    ReplyDelete
  5. Aku pengen nyoba bedak marcks sama make over lip cream, aku udah sering liat tapi belum sempet beli.

    ReplyDelete
  6. Ses aku masih me-wishlist-kan Juvias. Plis share olshop utk beli juvias yang rekomen ala kamoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nitip temen ses. Tapi bisa PO di market plaza FD kalau pas Juvias sale

      Delete
  7. (((alis ngaceng)))
    Iya sih setuju yg paling sering dipakai bukan berarti yang favorit lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sering pakai mascaraku karena mascara itu satu2nya mascara yang ku punya. Bukan karena favorit ^^

      Delete
  8. Aku pake bedak marcks selama ini udah ganti dua kali, karena pakenya dikit dan keburu bosen, jadinya coba yg lain. Hhe. Tapi pasti sedia ini sih. Kalo sekarang, pakenya marcks dicampur sama sariayu. Kalo di aku, selain oil controlnya oke (sampe kadang di kuliku yg very oily ini malah jadi kering) bedak marcks ini kalo kecampur keringet, jadi blentong2 ada bekasnya. Di mbak arum ga gitu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mungkin karena aku nggak oily jadi nggak ada efek blentong2 ya. Malah kalau udah lama jadi glowy bagus gitu. Atau mungkin karena dicampur bedak lain?

      Delete
  9. Dan ternyata produk lokal masuk ke best makeup nya kaka :D Sama nih bedak marcks emang juara banget dia tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ku sebenarnya tidak memperhatikan apakah lokal atau bukan. Pokoknya bagus pasti masuk :D

      Delete
  10. list diatas sangat meracuni sekali yaa..juvias ama bourjois mau beli masih maju mundur mulu, esedo ama foundie di rumah gak entek2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Esedo tydac akan entek. Jadi belilah selagi masih bisa beli #PetuahDekArum

      Delete
  11. mau tanya dong online shop yang jual zoeva brush asli dimana ya?

    ReplyDelete
  12. info dong tempat jual zoeva brush asli dmana?

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...