Showing posts with label Aromatherapy. Show all posts

Makan Kembang vs Makan Suplemen Kembang

8 comments
makan kembang

Selamat datang kembali di rubrik kleniknya racunwarnawarni! Sebagai orang yang ((dipasrahi)) mbak Arum untuk ngisi artikel yang ngga akan kalian temukan dimanapun, kali ini saya mau membahas mengenai makan kembang. 

Jadi, saya pernah nonton sebuah segmen di acara kecantikan Korea soal tren flower pills atau flower suplemen. Nah, salah satu produk sponsor di acara ini adalah suplemen yang isinya ekstrak bunga mawar. Konon suplemen ini bisa membuat penggunanya jadi punya bau badan seperti wangi bunga mawar kalau dikonsumsi reguler. Saya sebagai sobat #racunwangiwangi yang punya masalah bau badan langsung merasa suplemen ini seperti miracle banget. Waw, bye-bye deodoran dan bau badan! 

Harga suplemen ini lumayan mahal (buat saya lho ya, inget yang nulis artikel ini Kak Juna alias duta kekikiran Indonesia). Setelah saya googling harganya sekitar 23USD atau 300 ribuan untuk 30 kapsul. Sehari kamu harus minum 2 kapsul, dan untuk mendapatkan bau badan yang diinginkan kamu harus minum terus menerus selama MINIMAL 60 hari.

Sebulan 600 ribu buat menangkal bau badan? Mending saya beli deodoran sekerdus. 

Lalu setelah saya simak lebih lanjut lagi, intinya isi kapsul ini adalah 100% bunga mawar. Jiwa pelit saya tentu menggelora, apalagi di rumah saya ada beberapa pot bunga mawar. MENDING GUE NGEMIL KELOPAK MAWAR EMAK GUE YA KAN?!!!

Untung tulisan ini di blog mbak Arum, kalo di blog saya sendiri, besok saya bisa dicoret dari daftar ahli waris gara-gara punya ((niat buruk))) sama kembang-kembang si mami.

Sebenernya kalau dipikir-pikir, apa bedanya makan suplemen kembang sama langsung makan kembang tanpa perantara? Toh klaimnya si suplemen isinya 100% bunga mawar Bulgaria. Kalau saya makan kembang beneran, selain membantu perekonomian petani mawar lokal, saya juga melestarikan budaya makan kembang. Inilah bukti kalau orang Indonesia itu sebenernya pioneer, karena saya yakin kalian nggak asing dengan istilah makan kembang.

Makan kembang ini dipopulerkan oleh almarhumah Suzzanna yang konon senantiasa menyediakan kembang kantil sebagai cemilan favoritnya. Meski terdengar mistis, namun saya juga pernah membaca bahwa memakan kembang sebenarnya adalah hal yang biasa di zaman dulu. Mungkin karena leluhur kita menganut peribahasa you are what you eat.

Beberapa kembang seperti mawar juga dipercaya memiliki fungsi membantu melancarkan sistem pencernaan, memperlancar buang air besar, mengatasi sakit tenggorokan, menghilangkan stres dan masih banyak lagi. 

Jujur aja, satu-satunya kembang yang pernah saya makan adalah kembang kol, jadi saya nggak bisa cerita gimana tuh rasanya makan kembang. Konon makan kembang ini bisa membuat bau badan kita jadi lebih wangi juga. Sialnya dalam dunia klenik memang ada kepercayaan bahwa dedemit tertentu akan tertarik dengan bau badan yang seperti kembang. 

Baca Juga: 7 rekomendasi parfum dengan wangi super enak dan harganya terjangkau

makan kembang

Saya juga pernah mendengar ada istilah kembang laweyan, dimana ada perempuan-perempuan tertentu yang wangi tubuhnya seperti wangi kembang di hidung dedemit. Konsekuensinya akan ada setan dan jin yang nempel sehingga si mbak Laweyan ini akan kesulitan mendapatkan jodoh dan rejeki. Masalahnya saya ngga tau hidung dedemit sama kita sama apa enggak, karena saya pernah ((riset)) dan ketemu orang yang konon laweyan dan baunya biasa aja. 

Makan kembang juga menjadi masalah lain di Indonesia karena diasosiasikan dengan kesurupan. Biasanya orang yang kesurupan akan minta makan kembang dan minta dupa/kemenyan, karena konon setan itu akan berbau busuk, makanya dia minta kembang dan dupa untuk menutupi bau badannya. Jadi setan aja conscious sama bau badannya, masa kita yang jelas jelas semerbak aroma ketek masih ngga mau pake deodoran???

Yang saya heran, kenapa setan ngga minta parfum aja ya? Secara mbak Arum juga pernah kasi rekomendasi parfum murah yang bagus di blog ini. Kenapa harus minta wangi aneh-aneh yang ngga bisa dibeli di shopee???

Nyusahin emang setan jaman sekarang. Dia yang bau, kita yang beli parfum. 

Saya jadi bertanya-tanya kenapa setan-setan itu nggak makan suplemen kembang yang bisa bikin badan wangi kembang ya? Kan lebih enak pdkt sama sesama setan ketimbang nemplok sama manusia yang ngga ngerti apa-apa. Paling nggak tuh restu orang tua pasti dapet dan nggak diusir-usir sama calon mertua karena ((beda dunia))

Tapi terlepas dari itu, sebenarnya orang jaman dulu makan kembang selain untuk survival, juga karena mereka beranggapan bunga itu memang punya khasiat sebagai tanaman obat. Jadi no big deal ya. Makan kembang nggak harus mistis. 

Kalau menurut saya, makan kembang itu kan sebenarnya nggak seseram itu. Jadi, kalau kalian mau makan kembang by all means go ahead, yang penting kalian riset dulu kembang jenis apa yang bisa dimakan. Yang penting jangan makan kembang yang ditanam tetangga aja, selain berpotensi disangka kesurupan, kalian juga maling. 

Oh ya satu lagi, jangan makan bunga kecubung.

Salam olahraga!

❤ dari Kak Juna yang makan apa aja selain duren, pare, dan kembang. 

7 Rekomendasi Parfum Wanita Enak Harga Super Terjangkau (Part 2)

15 comments

7 Rekomendasi Parfum Wanita Enak Harga Super Terjangkau

Koleksi parfum memang menyenangkan. Pokoknya segala yang wangi-wangi deh saya suka koleksi, untuk mengusir bau-bau kemunafikan di dunia ini. Aroma itu memang soal selera. Tapi beberapa waktu yang lalu, saya tulis rekomendasi 7 parfum wanita harga terjangkau, dan ternyata banyak yang cocok juga. Jadi anggaplah selera saya tuh selera pasar wkwkwkwk. 

Baca juga: 7 Rekomendasi Parfum Wanita Aroma Enak Dengan Harga Terjangkau (part 1)

Setelah sekian lama dan saya udah nyoba banyak parfum lagi, saya udah ngumpulin lagi 7 parfum cewek yang harganya di bawah 150 ribu tapi aromanya endes. Tenang aja, saya nggak ngasal kok. Nggak semua parfum cewek murahan saya masukin ke sini. Pokoknya yang masuk di artikel ini beneran udah saya kurasi sesuai dengan selera saya, yang semoga masih mewakili selera pasar.

Nah, ini dia 7 parfum cewek harga murah tapi wanginya wuenak pol! Seperti biasa sekalian saya kasih harga dan tempat beli yang terpercaya agar kalian tinggal rebahan aja sambil order.


Review Paquito Body Mist Lys de France

1. Paquito Body Mist Lys de France

Harga: Rp 20 100
Beli di sini 

Pernah nyobain sabun mandi supermarket merek Paquito yang warna putih? Nah, sekarang dia ada body mist-nya. Aromanya tuh classic white floral yang khas Paquito banget lah. Dan aromanya ngingetin saya dengan masa kecil, karena di rumah orang tua saya dulu selalu pakai sabun Paquito ini. 

Kalau di antara semua parfum yang saya mention di sini, saya paling suka Paquito. Mungkin karena faktor kenangan juga sih. Cuma memang botol Paquito Body Mist ini paling tidak fancy. Bentuknya elek dan terbuat dari plastik biasa banget deh. Tapi kan yang penting aromanya, ya? Dan untuk harganya yang cuma 20 ribuan, Paquito Body Mist ini wanginya sangat nempel dan tahan lama.


review lux botanicals freesia & tea tree fine fragrance mist

2. Lux Botanicals Freesia & Tea Tree Fine Fragrance Mist

Harga: Rp 35 000
Beli di sini 

Siapa nih yang suka sama sabun Lux? Dulu saya penggemar sabun Lux lho, sebelum negara eksim menyerang semakin parah dan saya harus pakai sabun fancy yang harganya lebih mahal dari harga diri. Lux tuh memang terkenal juwarak deh kalau soal aroma sabun mandi, terutama yang batang. Makanya pas Lux bikin Fragrance Mist, saya langsung gas cobain. Dan memang enak terutama yang varian Freesia & Tea Tree ini, yang botolnya hijau. Oh iya, meskipun botolnya plastik, tapi desainnya kelihatan elegan nggak kayak Paquito.

Aromanya perpaduan antara segar seperti aroma teh, yang berpadu dengan aroma musky yang hangat. Jadi memang nggak fresh banget, tapi juga nggak warm banget aromanya, cocok dipakai pagi maupun malam. Kalau kamu termasuk yang nggak suka parfum dengan aroma warm, tapi butuh parfum yang wangun buat dipakai acara malem, bisa cobain Lux Botanicals Freesia & Tea Tree Fine Fragrance Mist deh! 

Baca juga: Rekomendasi Body Care Untuk Kering-Sensitif/ Eczema


Review Vivelle Shimmering Joy

3. Vivelle Shimmering Joy EDT

Harga: Rp 27 000
Beli di sini 

Vivelle memang pemain lama ya, namun akhir-akhir ini Vivelle memang sedang lucu-lucunya. Sedang banyak produk-produk parfum baru yang menarik banget buat dicobain. Salah satu yang saya coba dan suka adalah Vivelle Shimmering Joy botol gold ini. Botolnya memang terlihat simpel, tapi ini dari kaca lho. Dipegang manteb dan terasa mevvah.

Jujur aja ya, aroma Shimmering Joy ini terasa "murah". Maksudnya bukan tidak enak, enak banget malah! Cuma orang akan langsung notice kalau kamu pakai parfum yang harganya nggak mahal. Memang ada khas aroma supermarket di EDT ini. Tapi percayalah aromanya enak banget! Aroma floral soapy, seger banget kayak aroma-aroma habis mandi. Cocok dipakai di siang hari.


Review La Rive Cute Woman EDP

4. La Rive Cute Woman EDP

Harga: Rp 65 000
Beli di sini

Aromanya mirip banget sama parfum andalan saya, yaitu Chloe EDP! Aroma rose yang fresh, kayak aroma mawar baru dipetik. Tapi ya tentu saja, aromanya terasa lebih artificial daripada Chloe, dupe memang biasanya nggak bisa nyamain 100%. Tapi bolehlah kalau saya bilang ini 80% mirip dengan Chloe! Kalau kalian pengen coba atau mau repurchase Chloe, tapi lagi on budget, bisa banget lho La Rive Cute ini dicobain.


Review Miniso British Pear EDT

5. Miniso British Pear EDT

Harga: Rp 50 000
Beli di sini

Satu lagi dupe parfum terkenal ya! Pasti udah banyak yang tahu sih kalau Miniso British Pear EDT ini. Aromanya bisa dibilang 90% mirip dengan Jo Malone English Pear Freesia Cologne, sedikit lebih manis dan lebih nggak awet sih dari Jo Malone, tapi okelah. Aromanya khas banget dan buat yang suka memang aromanya enaaakk banget.

Terus saya juga suka botolnya yang kotak dan sturdy. Walau memang kayak plek niru Jo Malone sih. Tapi ya udah lah. Nemu parfum harga 50 ribu tapi aromanya nggak murahan itu udah prestasi menurut saya. Kalau ada budget di lain waktu, jujur saya tetep akan pilih repurchase Jo Malone sih, karena tentunya yang original lebih baik. Tapi ini boleh juga buat yang suka aroma Jo Malone English Pear Freesia, tapi budget-nya belum nyampe.


Review Mykonos Seven Roses EDP

6. Mykonos Seven Roses EDP

Harga: Rp 149 000
Beli di sini

Jujur saya awalnya beli Mykonos ini karena tertarik sama botolnya doang, botolnya mirip banget Montale, tapi versi kaleng yang lebih murah tentunya. Spesifik yang Seven Roses, botolnya memang cantik dan warnanya gold. Mau saya pakai buat props foto flatlay. Tapi ternyata aromanya boleh juga. Tipikal aroma rose yang powdery, kayak aroma bedak. Katanya ini dupe LV Les Sables Roses, tapi saya sendiri belum pernah coba originalnya jadi nggak bisa komen kemiripannya. Tapi feeling saya nggak mirip sih, karena aroma Myonos ini terasa cheap dan artificial walau enak ya!


Review Parfum Roll On

7. Parfum Roll On Travel Friendly

Harga: Rp 7500
Beli di sini

Yang terakhir ini saya nggak tau kalian suka nggak ya, tapi saya sih suka parfum roll on begini untuk dipakai olahraga, karena aromanya nggak nyebar dan cukup untuk dinikmati sendiri saja. Ini  bisa jadi solusi juga kalau kalian suka parfum tapi orang terdekat ada yang alergi parfum. 

Untuk parfum yang ini, sebenernya adalah cologne. Jadi memang murah banget harganya. Tapi kalau soal pilihan aromanya jangan khawatir, menurut saya enak-enak kok. Beberapa bahkan ada dupe parfum terkenal seperti Jo Malon dan Dior. Dan walau murah, dia udah BPOM jadi aman ya..

Aromanya yang paling sering saya pakai adalah Sweet Heart (favorit!), Lovely (dupe Jo Malone English Pear), dan Jeju Blossom. Yang lain nggak ada yang saya nggak suka sih. Semua tipe aromanya masih masuk di hidung saya, cuma favorit saya 3 itu.


Nah, murah-murah kan rekomendasi saya. Tapi wanginya enak-enak jan salah! Pokoknya jangan sampai kemissqueenan membuat kita tidac wangi ya.

Lucensse, Luxury Essential Oil dari Brand Lokal

10 comments

Lucensse, Luxury Essential Oil dari Brand Lokal

Saya baru kenal essential oil (EO) setahun belakangan ini. Ya semenjak pandemi ini sih. Dan ternyata saya memang nggathuk sekali dengan essential oil. Selain pada dasarnya saya suka segala hal yang wangi-wangi, saya juga mendapati banyak manfaat dari essential oil. Hampir semua aktifitas keseharian saya, yang mostly saya lakukan #DiRumahAja semenjak pandemi, pasti ditemani dengan racikan essential oil ala saya.

Essential oil yang saya gunakan kebanyakan produk lokal. Saya memang berusaha banget untuk bisa selalu support brand lokal, apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Awalnya niatnya itu aja sih. Tapi lama-lama saya malah kagum sendiri, karena banyak nemu essential oil lokal yang kualitasnya bagus dengan harga yang terjangkau dibandingkan brand impor. 

Salah satu brand yang saya temukan, dan sukses bikin saya jatuh cinta adalah @lucensse. Pas pertama kali cium Lavender-nya, wah, heavenly! Saya langsung suka dan langsung kepikiran bahwa saya harus edit blogpost saya yang ini. Soalnya essential oil favorit saya jadi berubah urutannya karena ada Lucensse.

Oh iya, postingan saya kali ini juga didukung oleh Lucensse ya. Tapi semua pendapat yang saya tuangkan, adalah benar-benar jujur dari hati. Saya sudah merasakan sendiri manfaat Lucensse. Dan saya juga ngobrol-ngobrol langsung dengan owner Lucensse, dan dapat beberapa insight soal essential oil. Jadi harapan saya sih, blogpost ini selain mengenalkan Lucensse Essential Oil yang memang kualitasnya bagus, juga ada sisi edukasi soal essential oil secara keseluruhan.


Cara Memilih Essential Oil yang Berkualitas

Cara Mengetes Essential Oil Murni dan Campuran

Saya harus mengakui sih, bahwa nggak semua brand essential oil yang saya coba kualitasnya baik. Kadang bahkan saya merasa bahwa brand tersebut nggak murni. Setelah mencoba banyak brand, saya memang kadang bisa dapet feeling kok mana yang beneran essential oil dan mana yang campuran fragrance oil. Rasanya beda aja. Kalau essential oil, rasanya lebih nyaman di hidung dan badan, nggak mlepek, aromanya khas banget, dan nggak ada bau tengik setelahnya. 

Selain dari feeling, ada beberapa cara juga untuk membedakan essential oil murni dan campuran. Ini saya dikasih tahu oleh kak Kiki. Caranya:

  1. Teteskan langsung ke tangan
    Essential oil pada umumnya punya karakteristik watery. Jadi ketika menyentuh kulit rasanya ringan. Ditunggu sebentar biasanya akan meresap ke kulit tanpa meninggalkan rasa licin dan lengket. Namun tidak dingin ya. Kalau terasa dingin, ada kemungkinan dicampur dengan alkohol (kecuali Peppermint yang dari sananya punya karakter dingin).
  2. Teteskan pada kertas HVS dan tunggu 30 menit
    Essential oil murni tidak akan meninggalkan jejak sama sekali pada kertas kecuali jejak aroma. Jadi kertas tetap terlihat baru seperti sedia kala. Sedangkan essential oil campuran, meninggalkan jejak kekuningan atau jejak bergelombang pada kertas.
Nah, dua cara tersebut adalah cara awal tersimpel untuk tahu kemurnian essential oil. Namun kalau mau yang lebih akurat, tentu harus diuji di lab. Ya kayak jodoh lah, emang nggak semudah itu untuk tahu secara pasti bibit-bebet-bobot-nya, tapi kan pasti kita punya standar untuk seleksi awal.


Manfaat Essential Oil

manfaat essential oil

Essential oil murni memang lebih mahal dari fragrance oil, namun memang dipercaya punya banyak khasiat Therapeutic. Lalu essential oil juga lebih aman dan nggak toxic. Saya sendiri merasa lebih nyaman kalau pakai essential oil sebagai pewangi kamar tidur dan ruang kerja yang memang selalu tertutup dan ber-AC.

Namun saya pernah menuliskan kalau saya menentang keras klaim bahwa essential oil bisa menggantikan obat! Kita tetep harus mematuhi protokol kesehatan dan tetap butuh pengobatan secara medis bila perlu. Yang saya percaya, essential oil itu meningkatkan kualitas hidup karena dia punya aroma yang nyaman untuk mendukung aktifitas sehari-hari. 

Contohnya, Lavender essential oil yang kualitasnya bagus, aromanya akan terasa sangat nyaman, sifatnya calming, bikin rileks, dan tidur juga lebih enak. Karena kualitas tidur yang lebih baik, otomatis badan juga lebih segar kan? Pikiran lebih jernih, emosi terkontrol, kesehatan terjaga, kerja dan segala aktifitas di siang hari pastinya juga lebih lancar.

Essential oil ini sebenernya ada banyak sekali variannya. Namun yang essential buat saya hanya tiga sih, yaitu Lavender, Peppermint, dan Lemon. Yang lain tentu juga punya khasiatnya masing-masing, namun tiga itu menurut saya adalah yang wajib banget dipunya. Saya akan review varian Lucensse Essential Oil sambil menjelaskan manfaatnya ya.


Lucensse Essential Oil

Essential Oil dari Lucensse

Sesuai dengan tagline-nya, luxury for your sense, Lucensse memang ngasih pengalaman menikmati essential oil dengan mewah. Waktu pertama paket saya datang saja, saya langsung tertarik karena luxurious banget packaging-nya. Belum lagi, box-nya memang sengaja dikasih wangi Lavender. Jadi bener-bener pengalaman buka paket paling menyenangkan tahun ini :)).

Lucensse ini memang menawarkan produk-produk essential oil dengan kualitas tinggi, 100% murni tanpa campuran bahan-bahan kimia lain, therapeutic grade, dan tidak diuji cobakan kepada hewan. Dan saya sebagai pengguna essential oil juga merasakan kalau produknya sendiri memang berkualitas. 

Lucensse Lavender Essential Oil

Saya penggila Lavender. Kalau menilai suatu brand essential oil, biasanya saya mulai dari Lavender-nya. Lucensse Lavender Essential Oil punya aroma kuat yang menyenangkan, nggak ada rasa-rasa artificial, dan sangat nyaman di hidung dan badan saya. Salah satu Lavender essential oil terbaik yang pernah saya coba.

Lavender ini punya manfaat untuk menenangkan dan memperbaiki kualitas tidur. Saya suka diffuse Lucensse Lavender Essential Oil sebelum tidur, untuk bikin saya lebih rileks dan lebih lelap. Buat saya, ini ngefek banget sih. Saya jadi nggak sering kebangun-bangun tengah malam lagi. Bangun pagi badan saya juga lebih segar.

Lucensse Peppermint Essential Oil

Nah, jujur saya sebenernya bukan penggemar Peppermint. Saya nggak begitu menikmati aroma minty dan pedesnya. Tapi ternyata saya merasakan manfaat essential oil Peppermint ini lho! Terutama kalau lagi nggak enak badan, mual, gangguan pernafasan, dan pusing-pusing. Peppermint ini bikin pernafasan lega dan kalau di saya efektif banget menghalau mual.

Nah, Peppermint dari Lucensse ini kebetulan aromanya nggak terlalu kuat. Nggak pedes-pedes amat, tapi manfaatnya tetep dapet banget. Sebagai orang yang nggak suka aroma pedes, saya sih suka banget. Wajib dibawa kemana-mana terutama kalau lagi PMS (pre-menstrual syndrom).

Lucensse Lemon Essential Oil

Aromanya citrusy segar dan terkesan clean. Kayaknya nggak bakalan ada deh yang nggak suka sama aromanya. Dan Lemon dari Lucensse ini menurut saya termasuk kuat aromanya, cocok banget untuk membersihkan udara. Kalau rumah bau apek, bau lembap, atau bau masakan yang terlalu kuat, diffuse aja Lemon untuk bikin udara segar kembali. Saya juga suka tetesin Lemon di kapas, dan saya sebarkan aja ke sudut-sudut rumah untuk ngilangin bau-bau tak sedap.

Lucensse Citronella Essential Oil

Pernah memakai sabun sereh batangan? Nah, aromanya persis seperti itu, hanya saja jauh lebih kuat. Jujur, saya bukan penggemar aroma Citronella, jadi nggak terlalu explore sama EO yang satu ini. Tapi kalau soal manfaatnya, nggak usah diragukan lagi deh! Citronella ampuh banget buat usir nyamuk dan serangga lainnya. Daripada pakai obat nyamuk yang toxic, mendingan diffuse Citronella aja di rumah kalau punya masalah dengan serangga.

Tips untuk kegiatan outdoor di kebun, campurkan satu tetes EO Citronella dengan body lotion yang mau dipakai, agar kulit kita aman dari gigitan serangga.

Resep Diffuser Blend Favorit Saya

Lucensse Essential dan Diffuser

Selain dipakai sendiri-sendiri, essential oil dari Lucensse ini bisa dicampur-campur untuk dapetin aroma baru yang unik. Ini dia beberapa racikan favorit saya:

  • 5 drops Lemon + 3 drops Peppermint (untuk pagi-pagi biar lebih bangun)
  • 3 drops Lavender + 3 drops Peppermint + 3 drops Lemon (untuk kesan rumah bersih dan homey)
  • 4 drops Peppermint + 3 drops Lavender (untuk bikin tenang dan fokus, cocok untuk ruang kerja)
  • 5 drops Lavender + 3 drops Lemon (untuk bikin rileks dan menyegarkan kembali pikiran setelah lelah bekerja)
Kalian juga bisa lho coba-coba sendiri dan ciptain campuran aroma yang khas!

 

Lucensse Roundy Diffuser

Review Lucensse Roundy Waterless Portable Diffuser

Review Lucensse Roundy Waterless Portable Diffuser

Selain essential oil, ada satu lagi produk dari Lucensse yang bikin saya takjub, yaitu Lucensse Roundy Diffuser, Waterless & Portable Diffuser. Serius takjub, karena saya memang udah lama banget cari produk sepraktis ini. Ini adalah diffuser yang penggunaannya tanpa kabel dan tanpa air. Dia di-charge gitu kayak handphone, bisa tahan sampai dengan 12 jam, dan juga ringan banget. Saking ringannya, bahkan saya bawa di tas tangan pun nggak nambah beban.

Suami saya udah lama nyuruh saya beli diffuser kecil untuk di mobil. Tapi saya memang maju mundur mau beli, karena kepikiran harus tuang-tuang air. Nggak praktis banget kan. Nah, pas lagi bingung nyari opsi diffuser untuk mobil, saya pas nemu si Roundy ini. 

Selain untuk di mobil, Roundy bisa dibawa traveling dan staycation (kalau keadaan sudah memungkinkan). Dan juga nih, karena si Roundy ada lampunya, bisa sekalian dipakai sebagai lampu tidur dan lampu emergensi. Multifungsi banget ya.

Untuk performanya sendiri, menurut saya sih bagus ya. Awal di-diffuse di mobil, saya memang nggak bisa langsung notice aroma Lucensse Lemon Essential Oil yang saya gunakan. Namun beberapa saat setelah mobil jalan, mulai muncul aroma lemon malu-malu dan itu enak banget! Aromanya cuma lamat-lamat, jadi nggak bikin sesak dan pusing. Malah fresh dan bikin suasana mobil jadi nyaman,

Namun ini jelas nggak bisa dibandingkan dengan ultrasonic diffuser yang pakai air ya. Kalau untuk di ruangan besar, saya lebih memilih pakai diffuser air. Tapi kalau untuk mobil, Roundy ini udah cukup banget! 


Harga Lucensse Essential Oil

Harga Lucensse Essential Oil dan Diffuser

Essential Oil Lucensse ini dijual dengan harga satuan yang beragam yaitu:

- Lucensse Essential Oil Lavender Rp.199.000
- Lucensse Essential Oil Peppermint Rp.129.000
- Lucensse Essential Oil Lemon Rp.79.000
- Lucensse Essential Oil Citronella Rp.49.000

Meski harga satuannya berbeda-beda tapi kalian juga bisa membeli all time favourite package. Dengan membeli paket spesial ini kamu akan mendapatkan empat varian Lucensse dalam satu kemasan eksklusif. All time favourite package ini dijual dengan harga Rp.456.000 Sedangkan untuk produk Lucensse Roundy Waterless & Portable Diffuser, dijual dengan harga Rp.299.000.

Produk-produk Lucensse bisa kalian dapatkan melalui Shopee/Tokopedia. Kalian juga bisa mengunjungi website Lucensse untuk mengetahui info-info terbaru soal Lucensse lho. Pssst, untuk wilayah Jabodetabek dan Bandung saat ini sedang ada promo Free Ongkir! Untuk teman-teman diseluruh pelosok Indonesia, jangan berkecil hati karena ada Special Ongkir yang lebih murah kalau belanja di website Lucensse lhoooo! Yuk buruan check out Essential Oil Lucensse ini! 

Review Sakka Bali Reed Difusser

4 comments

Review Sakka Bali Reed Diffuser

Pas saya review reed diffuser murah meriah dulu, ada beberapa temen-temen pembaca yang request review reed difusser yang lebih high class, yang bukan kelas supermarket. Jadi saya review saja reed diffuser yang akhir-akhir ini jadi favorit saya, yaitu Sakka Bali Reed Diffuser. Ini bener-bener reed diffuser favorit saya saat ini lho! Hampir di semua sudut rumah saya, saya letakkan reed diffuser dari Sakka.Bali.

Salah satu yang bikin unik dari Sakka adalah look-nya. Kemasannya sih simple, dari botol kaca bening dengan desain tulisan yang juga simple dan tutup botol sumbat nuansa gold yang ngasih kesan natural sekaligus elegan. Nah, gong-nya adalah dia masukkan bunga kering di setiap botol kemasannya. LIHAT DONG CANTIK BANGET SECANTIK ITU MAU MATI!!!

Review Sakka Bali Reed Diffuser Lokal

Dengan desain yang secantik ini, Sakka ini kalau di rumah saya nggak cuma berfungsi sebagai pewangi ruangan, tapi juga sebagai home decor dan properti foto. Ciyus lah, ini minyak nyong-nyong aesthetic banget sumpah!

Tapi sebenernya peletakan bunga kering ini ada plus minus-nya. Plus-nya ya itu, bikin botolnya jadi super cantik. Minusnya bunga kering bikin cairan parfum lekas habis. Sakka ngasih disclosure tentang ini kok di setiap kemasannya. Dan sebagai jalan tengah, Sakka mengemas bunga kering secara terpisah. Jadi pilihan kita aja mau masukin bunga keringnya atau enggak.

Saya sendiri sih tentu masukin dong! Saya udah kadung cinta sama penampakannya. Botol dengan bunga kering ini bikin rumah saya vibe-nya kayak di villa-villa liburan gitu lho! Lagian ya menurut saya bedanya nggak terlalu signifikan. Sakka punya saya, kalau nggak pakai bunga habis dalam waktu satu setengah bulan, kalau pakai bunga satu bulan. Nggak masalah sih.

Selain bunga kering, di dalam kemasan Sakka nanti dilengkapi juga dengan tiga batang fibber stick warna hitam untuk diffuser-nya.

Isi Sakka Bali Reed Diffuser

Cara pemakaian:

  1. Buka botol Sakka dan masukkan bunga keringnya kalau mau
  2. Masukan stiknya. Kalau ruanganmu besar, masukin stik yang banyak, kalau kecil sedikit aja. Semakin banyak stik yang dimasukkan wanginya juga akan semakin semerbak, tapi cairannya juga akan semakin cepat habis. Untuk ruangan 4x4, saya pakai 3 stik.
  3. Letakkan di tempat-tempat yang diinginkan. Saya taruh di nakas dekat tempat tidur, di meja kerja, dan di ruang tamu saya letakkan 2 karena ruangannya lumayan besar.
  4. Kalau mau menilai aromanya, diamkan dulu satu hari, agar cairan meresap sempurna ke stik dan kemudian menyebar ke seluruh ruangan.
  5. 3 hari sekali, balik stik-nya agar wanginya kembali optimal
  6. Kadang dalam waktu 2-3 minggu (ketika cairan tinggal separoh), aromanya jadi nggak tercium. Solusinya kalau saya sih ganti saja stik-nya dengan baru. Sayangnya Sakka nggak menjual stik secara terpisah. Tapi stik ini bisa kita temukan dengan mudah kok di Shopee. Harganya juga murah.

Hal selanjutnya yang bikin Sakka ini unik dan spesial adalah AROMANYA. Dan aromanya ini juga yang bikin saya sesuka itu dengan Sakka. Ya namanya saja reed diffuser kalau tidak wangi apalah artinya? 

Sakka ini punya pilihan wangi yang lumayan banyak, yaitu 11 aroma. Dan beberapa varian reed diffuser Sakka memang inspired by parfum-parfum mahal. Tapi yang saya notice, pada semua variannya, ada satu aroma khas woody yang jadi ciri khas Sakka. Biasanya aroma ini muncul sebagai base notes di layer terakhir. Dan aroma inilah yang bikin semua jenis reed diffuser Sakka ngasih vibe ala Bali. Jadi walaupun aromanya terinspirasi YSL Black Opium misalnya, namun tetap ada twist-nya, jadi nggak plek-plekkan amat.

Dari 11 aromanya, saya punya 9 aroma. Yang saya belum punya adalah Ubud dan Jimbaran. Nanti ya kapan-kapan saya lengkapi koleksi Sakka saya.

Wangi dan Varian Reed Diffuser by Sakka Bali

Seminyak Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: Jasmine
Middle: Amberwood
Base: Fir Fresin Cedar

Seminyak ini aromanya mirip-mirip dengan MFK Baccarat. Pas awal dibuka memang terasa manis powdery khas Baccarat, lalu berakhir dengan aroma woody khas Sakka, tapi tetep tercium aroma manisnya. Karena saya suka MFK Baccarat, jadi otomatis saya langsung suka sama Seminyak.

Tabanan Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: Mandarin
Middle: Jasmine - Tuberose
Base: Wood

Ini favoritku dari 9 yang pernah kucoba! Aromanya fresh, ada manisnya dikit, dan berakhir dengan aroma woody. Tabanan ini aromanya mirip sama Dior J'adore, jadi kebayangkan ya, floral-fruity yang sedikit manis dan fresh. Lalu ada twist aroma woody juga pada akhirnya.

Canggu Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: Orange Blossom
Middle: Licorice - Almond
Base: Vanilla - Cedarwood

Ini saya juga suka banget! Aromanya sweet fruity-floral. Ada segernya juga. Dan aroma ini terinspirasi dari YSL Black Opium. Tapi menurut saya sih aromanya nggak seperti Black Opium ya (kebetulan saya punya parfum ini). Canggu lebih segar, di hidung saya nggak terasa aroma gourmand dan musky seperti Black Opium.

Gianyar Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: Neroli
Middle: Ylang-ylang
Base: Nutmeg

Aroma awalnya menurut saya seperti aroma sweet orange, lalu pelan-pelan akan menyeruak aroma Ylang ylang dan Jasmine. Di hidung saya nggak tercium aroma rempahnya. ya?

Kintamani Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: White Tea
Middle: White Rose
Base: Chamomile

Kintamani ini aromanya white floral, light dan fresh. Setelah itu nanti aroma yang tertinggal adalah aroma teh. Menurut saya aromanya calming banget dan cocok untuk ruang tidur.

Umalas Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: Vanilla
Middle: Buttermilk
Base: Cream Malt

Dari diskripsi aromanya sudah ketahuan, kan, seperti apa? Ini aroma gourmand yang manis dan caramel. Aromanya sebenernya enak dan memberikan kesan "nyaman" untuk rumah. Tapi saya sendiri memilih nggak men-diffuse ini di rumah saya, karena aromanya bikin laper. Jadi saya diffuse aja di rumah Momon. Agar dia kelaparan.

Sanur Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: Tigerlilly
Middle: Musk
Base: Cantaloupe

Aromanya fruity banget dan segar. Tapi menurut saya aromanya simpel, nggak terlalu terasa layer-nya seperti aroma yang lain. Aromanya enak, fresh, dan nggak mengganggu. Tapi jujur, ini pilihan terakhir saya deh dari antara semua aroma Sakka Bali.

Kuta Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: King Pear
Middle: Freshia
Base: Patchouli

Dari awal saya udah tau Kuta ini inspired by parfum sejuta umat, Jo Malone English Pear and Freshia. Dan saya udah skeptis, karena saya termasuk sedikit orang yang nggak cocok sama aroma Jo Malone itu wkwk. Tapi ternyata, pas saya cium, saya kok langsung fall in love sama Kuta. Aromanya manis fruity-floral dan segar. Memang mirip dengan Jo Malone, tapi ada suatu aroma yang nggak saya suka di aroma Jo Malone yang nggak ada di Sakka ini (aromanya saya nggak bisa deskripsikan. Semacam rasa "pahit" gitu). Jadi ya sudah, saya langsung suka deh sama Kuta.

Uluwatu Reed Diffuser by Sakka Bali
Top: Pine
Middle: Lavender
Base: Deep Water

Teman-teman saya biasanya langsung suka aroma Uluwatu ini. Tapi saya perlu waktu untuk suka. Uluwatu ini diawali dengan aroma minty, meskipun di keterangan nggak ada Peppermint-nya. Dan karena saya bukan penggemar aroma-aroma pedas, jadi saya nggak begitu terkesan. Tapi lama-lama setelah di-diffuse, saya kok suka juga ya. Aromanya nyaman namun nggak bikin ngantuk. Dan bikin ruang kerja saya khas banget aromanya.

Beli Sakka Bali Reed Diffuser

Dari kesembilan aromanya, favorit saya adalah:

Reed Diffuser Sakka Bali ini bisa kalian dapatkan dengan harga Rp.175.000,- (tanpa bunga kering) atau Rp.180.000,- (dengan bunga kering).

Kalau kalian kangen liburan, boleh banget coba diffuse Sakka ini biar rumahnya berasa aroma Bali. Kecuali rumahmu sudah di Bali yha T.T. Tips saya, coba diffuse aroma yang berbeda di masing-masing ruangan. Jadi kalau pindah dari satu ruangan ke ruangan lain berasa pindah ke lain dunia gitu karena aroma dan suasananya jadi beda. 

7 Rekomendasi Parfum Wanita Aroma Enak Dengan Harga Terjangkau

14 comments

7 Rekomendasi Parfum Wanita Murah Enak dan Awet

Selera saya terhadap aroma bagus! Iya, saya tau selera saya bagus. Sudah teruji dan diakui. Mulai dari essential oil, reed diffuser, linen mist, sampai parfum, selera saya selalu bagus. Banyak yang setuju dengan pendapat saya soal wewangian tertentu. Jadi pokoknya kalau soal parfum-parfuman, saya tau kalau saya de best!

Baca juga: Review 3 Reed Diffuser Murah

Dari kuliah, saya sudah suka sekali parfum. Dan sampai sekarang saya makin suka. Tapi sekarang kan saya beli pakai uang sendiri, karena saya sudah  nggak bisa minta uang ke papi saya yang mobilnya 57 dan mewah semua itu. 61 kalau mobil dinas buat kepala pelayan, kepala urusan taman, akuntan keluarga dan koki dihitung. Tapi intinya, sekarang saya pakai parfum murah T.T.

Dan follower saya menghibur saya, kalau saat pandemi memang nggak butuh parfum mahal-mahal. Buat apa? Yang penting wangi, bikin semangat beraktifitas di rumah aja, dan saya kok jadi kangen ya terima uang saku aja nggak usah kerja T.T. Kalian yang masih kuliah nikmatilah. Percayalah, skripsi itu enak. Dunia kerja itu keras. 

Oke, berikut adalah 7 rekomendasi parfum-parfum enak yang harganya murah. Untuk informasi, saya suka parfum yang aromanya fresh sweet fruity floral pokoknya masukin aja semua kombinasi dalam satu parfum. Saya nggak suka aroma yang simpel (vanilla doang, fruity doang sampek kecut, floral doang). Saya suka aroma yang kompleks dan nge-blend dan enak. Dan saya nggak suka aroma Oud. 

Semua ini harganya di bawah 150k. Kalian sobat misqueen pasti suka. Oh tunggu dulu...saya juga misqueen sekarang T.T


Review Zoya Cotton Eau De Toilette

1. Zoya Cotton Eau De Toilette 

Harga: Rp 120 000 /50ml
Beli di sini (klik)

Dari tiga jenis aroma Zoya EDT, saya cuma suka yang Cotton atau warna biru ini. Pernah cium aroma Bath & Body Works Sea Island Cotton? Nah, Zoya ini aromanya persis plek itu, cuma harganya jauh lebih murah! Aromanya enak banget. Floral, soapy, dan clean, khas aroma parfum dengan white cotton flower. Di badan saya, aroma ini tahan lama.

Sayangnya Zoya EDT yang Cotton ini udah agak susah ditemukan. Saya belum pernah lihat langsung di toko kosmetik atau counter offline Zoya, dan di online shop-pun biasanya aroma yang ini stoknya sedikit sekali. Kenapa sih? Padahal enak banget aromanya lho, Zoy. Harusnya kamu stok banyak deh! Tapi kalau kamu nggak bisa nemuin Zoya EDT Cotton, sebagai gantinya Zoya juga punya Zoya Body Mist dan Zoya Body Sorbet (lotion) dengan aroma Cotton. Cuma ya the best-nya tetap EDT. Body mist-nya terlalu alkohol gitu, kalau EDT-nya lebih rich aroma white cotton-nya.


Review Parfum Miniso Flipped Eau De Toilette

2. Miniso Flipped Eau De Toilette

Harga: Rp 90 000/ 30 ml
Beli di counter Miniso di mall kesayangan anda tapi kalau tidak sayang juga tidak papa tetap beli.

Menurut saya Flipped adalah satu-satunya parfum Miniso yang punya aroma mahal dan cukup kompleks. Yang lain lumayan enak sih, tapi gitu doang. Kalau Flipped ini istimewa. Ketika awal disemprot aroma citrusy dan pear-nya yang keluar. Lalu perlahan-lahan aromanya jadi lebih floral dan lembut, tapi juga nggak terlalu floral banget. Imbang aja aroma segar citrusy dengan floral-nya. Aroma musky akan keluar belakangan namun nggak begitu berat. Cuma ngasih sedikit lapisan deep di aromanya. Kalau kalian pernah mencium Victoria's Secret Bombshell EDP, nah aromanya mirip itu! VS Bombshell adalah salah satu aroma favorit saya dulu sebelum jatuh miskin. Flipped mengingatkan saya rasanya kaya raya.

Kekuatan aroma Flipped ini moderat. Nggak terlalu tahan seharian, tapi juga nggak receh banget. Sayangnya ya khas Miniso, produk ini sepertinya sudah mulai susah ditemukan. Sebenernya nggak boleh ngefavoritin barang di Miniso, karena kalau mau repurchase biasanya udah susah karena produknya nggak diproduksi lagi. Flipped ini udah nggak bisa saya temui online. Tapi di beberapa offline Miniso di kota Jogja dan Solo, barangnya masih ada kok.


Review Mineral Botanica Saffron Jasmine Amber Cedar Eau De Toilette

3. Mineral Botanica Saffron Jasmine Amber Cedar Eau De Toilette

Harga: Rp 85 000 /30 ml
Beli di sini (klik) 

Saat pertama disemprot, aroma yang keluar adalah aroma woods dan aroma manis. Aroma manisnya ini mungkin dari Saffron, walau saya nggak bisa bayangin Saffron itu aromanya seperti apa. Jangankan aromanya, bentuknya saja saya embuh. Di awal-awal aromanya terasa sweet, floral dan powdery, sangat feminin. Tapi kemudian aroma kayunya mulai keluar dan mendominasi, Walau masih ada sedikit aroma manis yang tersisa, tapi kesan femininnya berkurang jauh. Aroma kekayuannya terasa sedikit artificial, tapi tetep nyaman di hidung saya.

Tebak aromanya mirip apa? Yak! Mirip MFK Baccarat Rouge 540. Walau tentu nggak persis plek ya, Mineral Botanica ini terasa lebih artificial. Tapi tetap enak kok. Dan lagi ya wajar beda kualitas lah. MFK Baccarat harganya nyaris 4 juta rupiah, kalau Mineral Botanica Saffron 100 rebuan doang. Dan Mineral Botanica ini long lasting aromanya di badan saya. Apalagi kalau pemakaiannya di-layer dengan body product lain yang senada aromanya. Favorit saya di-layer sama Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Charming.

Baca juga: Review Scarlett Brightening Shower Scrub, Body Lotion, dan Body Scrub


Review Eau De Zwitsal Body Mist For Adult

4. Eau De Zwitsal Body Mist For Adult

Harga: Rp 30 000
Beli di sini (klik) --> diskon jadi Rp 22 500

Aromanya Zwitsal banget! Litteraly aroma bayi khas produk-produk Zwitsal, yang nggak usah saya jelasin lagi enaknya kayak apa. Tentu saja ketahanan aromanya nggak bisa dibandingin lah sama EDT apalagi EDP, karena ini cuma body mist. Tapi kalau dibandingin baby cologne-nya, percayalah ini jauh lebih tahan lama.

Dulu pernah ngetren parfum Zwitsbaby yang katanya aromanya kayak Zwitsal. Tapi ternyata nggak mirip blas. Aroma si Zwitsbaby itu bener-bener mengecewakan, cuma aroma musky powdery yang terkesan murah, dan bahkan dia bukan produk asli Zwitsal. Tapi produk ini beneran Zwitsal Body Mist yang dikeluarkan secara resmi oleh Unilever. Aromanya memang semirip itu sama aroma produk-produk Zwitsal baby, dengan ketahanan aroma yang lebih bagus.


Review Jeanne Arthes Amore Mio Eau De Parfum

5. Jeanne Arthes Amore Mio Eau De Parfum for Woman

Harga: Rp 135 000/ 100 ml
Beli di sini (klik)

Jeanne Arthes Amore Mio warna pink ini adalah aroma aman saya. Aroma yang sudah pasti saya suka, nggak bikin pusing, nggak neko-neko. Notes-nya adalah fruity-floral. Aromanya manis, segar, dan ringan. Buat saya sih sangat cocok untuk sehari-hari. Jujur saya nggak bisa banyak omong karena punya saya produknya udah abis. Yang jelas aromanya sangat menyenangkan, walaupun nggak tahan lama di saya, tapi ya udah lah murah kok minta awet. Kalau kata orang-orang, Jeanne Arthes Amore Mio ini adalah dupe dari Nina Ricci for Woman, tapi embuh ya saya belum pernah coba Nina Ricci.

Lalu yang kedua, botolnya bulky, tutupnya kayak ular melingker dan gampang coplok. Meskipun aesthetic dipajang, tapi parfum ini nggak travel friendly babar blas. Agak repot ya, karena dia nggak tahan lama jadi harus disemprot berkala tiap 3-4 jam, tapi mau bawa-bawa juga males karena botolnya gede dan berat dan tutupnya bentuknya kayak uler.


Review BrunBrun Paris Histoire d'Amour Eau De Toilette

6. Brunbrun Paris Histoire d'Amour Eau De Toilette

Harga: Rp 64 900 /11 ml
Beli di sini (klik)

Nada aromanya seperti Zoya Cotton EDT, yaitu white floral, soapy, dan clean. Tapi jujur ya, enakan Zoya. BrunBrun ini aromanya lebih nyegrak, lebih kuat, dan pokoknya agak beda. Tetap enak kok, apalagi untuk kelas parfum 60 ribuan saya lumayan surprise nemu parfum dengan aroma enak dan tahan lama begini. Apalagi dia ini botolnya kecil dan simpel, jadi sangat travel friendly. Ini parfum favorit saya kalau untuk dibawa-bawa.


Review Bath & Body Works Warm Vanilla Sugar Fine Fragrance Mist

7. Bath & Body Works Warm Vanilla Sugar Fine Fragrance Mist

Harga: Rp 170 000 /236 ml
Beli di sini (klik)

Awalnya saya agak bingung mau masukin ini atau enggak, karena ini nggak tergolong murah sih. Tapi Bath & Body Works juga bukan high-end brand, dan Warm Vanilla Sugar ini aromanya juga enak banget dan udah bertahun-tahun jadi aroma andalan saya. Lagi pula BBW punya versi travel size-nya yang harganya lebih murah, dan saya nemu BBW mist ini di online shop dengan harga yang lebih murah, jadi ya sudah saya masukin aja.

Aromanya manis Vanilla, tapi enaaakk banget! Nggak simpel vanilla doang, nggak gourmand banget sampai bikin eneq, manis tapi masih sopan. Sedikit ada aroma musky di akhir-akhir, tapi musk-nya juga tipe yang enak dan masih ada manis-manisnya. Ini body mist andalan saya kalau udara lagi dingin atau musim hujan. Kekuatan aromanya moderat, karena ini kan cuma body mist bukan parfum.

Dan maaf ya khusus yang ini harganya di atas 150 ribu. 


Mari kita misqueen bersama. Bersama kita misqueen dalam keadaan wangi.

Review Natuna Essential Oil

23 comments

Natuna Essential Oil Review

Sejak saya bilang kalau saya pengen nyobain banyak essential oil dari brand lokal, Natuna jadi merek essential oil lokal yang paling banyak direkomendasikan, disebut, dan di-requst review-nya. Natuna ini seperti rockstar, banyak fans-nya wkwkwk.. Walau to be honest, Natuna bukan essential oil favorit saya.

Beberapa bulan yang lalu, saya dikasih beberapa Natuna Essential Oil dari @natunaessentialjkt, untuk melengkapi koleksi Natuna saya. Natuna ini awalnya nggak buka reseller ya. Brand pusatnya ada di Surabaya. Jadi tadinya semua pembelian resmi, dikirim dari Surabaya. Tapi karena semakin banyaknya peminat, akhirnya Natuna punya official reseller di area Jakarta, yaitu Natuna Essential Jakarta ini. Ada shopee-nya juga lho untuk pembelian lebih mudah (nanti saya kasih link pembeliannya). Dan saya sih cukup senang karena kalau di rumah saya di Westeros cabang Jogja, paket dari Jakarta biasanya lebih cepet sampainya daripada paket dari Surabaya.

Baik, mari kita review saja aromanya satu-persatu, sebelum nanti di akhir kita akan ngomongin Natuna Essential Oil secara keseluruhan, dan juga alasan mengapa Natuna Essential Oil tidak menjadi essential oil favorit saya.

Baca juga: Rekomendasi Essential Oil Favorit Dari Brand Lokal

Natuna Essential Oil Lavender Frangipani Ginger Patchouli

Natuna Essential Oil ini punya dua jenis essential oil, yaitu single dan blend. Kita mulai dari yang single. Karena tidak semua hal harus berpasangan. Single pun tak papa yang penting bahagia.

1. Natuna Essential Oil Lavender

Harga: Rp 58.325
Beli di sini (klik)

Klaim manfaat: mengurangi kecemasan dan stress emosional, memperbaiki kualitas tidur, meredakan sakit kepala

Untuk harganya yang affordable, Natuna Essential Oil Lavender ini bagus kualitasnya. Aroma Lavender-nya termasuk tipis, tapi masih terasa floral. Beberapa essential oil yang harganya murah, aroma Lavender-nya bener-bener nggak kecium dan cuma terasa seperti aroma minyak kayu putih yang nanggung. Tapi Natuna ini, walau tipis, masih terasa aroma manis floraly Lavender-nya. Jadi saya bilang, ini tipis tapi menyenangkan.

Pakainya harus banyak-banyak kalau mau di-difuse single use, biar kecium Lavender-nya. Untuk Lavender, sudah jelas saya paling suka diffuse sebelum tidur, atau diteteskan sedikit di sekitar bantal. Aroma Lavender itu nyaman banget buat hidung saya, sehingga meredakan stress dan bikin tidur lebih nyenyak.

Baca Juga: Lucensse Essential Oil Lavender


2. Natuna Essential Oil Frangipani

Harga: Rp 59.250
Beli di sini (klik)

Klaim manfaat: menambah nafsu makan, meredakan kecemasan, mengurangi stress, pereda nyeri alami, mengusir serangga, menenangkan, dan menurunkan emosi.

INI AROMANYA ENAK BANGET WOY! Saya bener-bener nggak nyangka kalau bunga Kamboja itu sewangi ini. Wanginya feminin banget, floral, manis, sedikit seperti jasmine tapi lebih endeus! Tenang, aromanya nggak kayak kuburan kok. Aromanya lebih seperti aroma tempat spa mahal. Saya sampai nyetok lho, saya masih punya dua Frangipani Essential Oil yang belum saya buka botolnya.

Natuna Essential Oil Frangipani ini aromanya cukup kuat. Jadi kalau mau diffuser, sedikit saja sudah cukup bikin satu ruangan wangi bunga. Saya suka diffuse di ruang tamu, biar rumah saya aromanya khas dan yang bertamu betah. Dan karena aromanya kuat, saya jadi sering pakai untuk membuat DIY Reed Diffuser dan DIY Linen Spray. Sempet khawatir karena ada klaim menambah nafsu makan, tapi buat saya sih nggak ngefek.


3. Natuna Essential Oil Ginger

Harga: Rp 58.325
Beli di sini (klik)

Klaim manfaat: meringankan gangguan perut, mendukung pencernaan, meringankan masalah pernafasan, memperkuat kesehatan Jantung, meringankan nyeri otot dan nyeri haid, meredakan kecemasan, meningkatkan fungsi hati.

Siapa suka aroma wedang jahe? Ya tepat begitu aromanya kalau di-diffuse. Terasa seperti rempah-rempah yang hangat dan manis. Nikmat banget di-diffuse buat santai-santai saat hujan atau saat malam lagi dingin. 

Saya pribadi lebih suka Ginger ini untuk bikin diffuser blend, bukan single use. Kalau di-blend dia enak, tapi kalau sendirian rasanya terlalu "panas" untuk selera saya. Saya campur dengan Lavender untuk tidur, di-mix dengan aroma citrus seperti Grapefruit, Bergamot, atau Lemon juga enak. Atau diffuse bersama Peppermint untuk meredakan nafsu makan. Kalau perut lagi nggak enak, saya suka dilute ini pake carrier oil dan oles langsung di perut. Enak deh, perut jadi anget dan aromanya menenangkan.


4. Natuna Essential Oil Patchouli

Harga: Rp 38.250

Aroma Patchouli atau Nilam sangat rempah dan sangat kuat, dan saya memang bukan penggemar aroma kayu-kayuan. Jadi bukan soal Natuna-nya, tapi saya memang nggak begitu suka aroma Patchouli. Tapi, aroma Patchouli ini cocok banget dipakai untuk diffuser blend, bersama dengan hampir semua varian essential oil. Kalau kamu biasa pakai single essential oil dan lagi bosen, coba deh tambahin sedikiiiiit Patchouli dalam diffuser-mu, aromanya pasti berubah jadi lebih deep dan hangat. Tapi kalau kebanyakan aromanya jadi pahit.

Review Natuna Essential Oil Stress Free, Air Purifier & Energy+

Kayak sewajarnya brand essential oil, selain menyediakan single essential oil untuk single use atau untuk kita corap-carup sendiri, Natuna Essential Oil juga menyediakan banyak macam essential oil blend. Blend mereka tuh bener-bener banyak dan menarik deh. Blend Cought & Flu untuk bikin badan segeran, sampai Kamasutra untuk teman hohohihe juga ada. Lengkap ya?

Tapi kali ini, saya cuma cobain tiga macam essential oil blend-nya, yang menurut saya memang lagi saya butuhkan saat ini.


5. Natuna Essential Oil Stress Free

Harga: Rp 138.500
Beli di sini (klik)

Blend dari Bergamot, Geranium, Aloevera, dan Lavender Essential Oil

Klaim fungsi: menenangkan dan meredakan stress.

Ini essential oil kedua yang aromanya bikin saya tercengang, setelah Frangipani. Aromanya floral, manis, dan enaaakk banget! Kayak parfum yang sangat feminin. Aromanya juga kuat, cukup diffuse sedikit untuk keharuman yang menyebar ke seluruh ruangan. OTW nyetok.

Saya termasuk orang yang nggak percaya dengan manfaat terapi dari essential oil. Menurut saya sih itu semacam efek placebo. Tapi aroma Stress Free ini memang relaxing dan menyenangkan banget. Saya bisa membayangkan kalau ini cocok di-diffuse saat weekend, untuk teman santai-santai sambil binge watching Netflix series atau baca buku yang bagus.


6. Natuna Essential Oil Air Purifier

Harga: Rp 94.250
Beli di sini (klik)

Blend dari Tea Tree, Lavender, dan Lemon Essential Oil

Klaim fungsi: membersihkan udara dari ion-ion negatif dan menyegarkan ruangan

Aromanya terkesan bersih dan clean, dan aroma segar citrusy-nya paling terasa kuat. Tapi secara keseluruhan, aroma essential oil ini nggak terlalu kuat. Jadi kurang manjur kalau untuk menghalau aroma tidak sedap di rumah kalau habis goreng ikan asin. Tapi cukup asik di-diffuse kalau habis beberes dan bersih-bersih rumah. Biar kesan clean-nya lebih maksimal. 


7. Natuna Essential Oil Energi +

Harga: Rp 138.500
Beli di sini (klik)

Blend dari Grapefruit, Lime, dan Peppermint

Klaim fungsi: meningkatkan energi dan daya tahan tubuh.

Jujur ya, saya nggak suka Energy + :(. Awalnya saya nggak keberatan sih, aromanya adalah perpaduan Citrus dan Peppermint yang cukup kuat. Kalau pernah mencium aroma Organic Supply Essential Oil Recharge, nah seperti itu aroma awalnya. Tapi lama-lama, EO ini meninggalkan aroma tengik yang nggak enak, yang nempel dan susah dibersihkan dari diffuser. Lalu lama kelamaan juga, kalau dicium langsung dari botolnya aromanya juga tengik. 

Dari tujuh aroma yang saya coba, cuma Energy + ini aja yang bikin saya mundur dan nggak mau diffuse lagi. Saya nggak tau ini karena memang Energy + aromanya begini, atau saya pernah kurang rapat menyimpannya, atau saya apes aja dapet bad batch.


Review Natuna Essential Oil Stress Free, Frangipani

Kalau ngomongin essential oil, aroma favorit saya adalah Lavender. Tapi sayangnya, Natuna Essential Oil Lavender bukanlah essential oil Lavender yang akan saya pilih. Karena walau menyenangkan dan tercium aroma manis Lavender-nya, namun saya lebih memilih brand lain yang punya aroma Lavender yang lebih kuat. Tapi kalau kamu sedang on budget dan cari EO Lavender harga 50 ribuan, Natuna ini adalah pilihan terbaik.

Tapi ada dua aroma essential oil yang menjadi favorit saya di Natuna Essential Oil, dan sepertinya belum ada gantinya dari brand lain. Yaitu: Stress Free dan Frangipani. Dua essential oil itu aromanya...heavenly! Enak banget, gaes. Mau nanges. Walau belum mau mati. Keduanya punya aroma yang floral, manis, feminin, sekaligus juga kuat. Di-diffuse dikit aja udah wangi banget, walau kalau kebanyakan malah terasa aromanya artificial. Tapi kalian harus coba deh dua aroma ini!


Kritik Untuk Natuna Essential Oil

saya agak terganggu sama sedikitnya informasi yang bisa saya dapat soal brand ini. Natuna itu sebenernya dijual di berbagai marketplace, punya akun Instagram, dan bahkan punya website. Tapi coba aja buka website-nya, kita tidak akan menemukan keterangan per-produk di sana. Website-nya cuma terdiri dari satu halaman yang berisi gambar-gambar doang. 

Kalau mengintip ke Instagram dan Shopee-nya, akunnya juga nggak memberikan informasi kandungan per-produk. Misalnya saya mau beli Natuna Stress Free Essential Oil yang merupakan essential oil blend, saya nggak tau Stress Free dibuat dari essential oil apa saja. Benar-benar nggak ada informasi sebelum saya membeli. Saya baru tahu informasi terkait ingredient setelah saya memegang produknya.

Belum lagi informasi lain mengenai dari mana klaim therapeutic-grade di dapat? Apakah saya bisa mencocokan nomor serinya, seperti kalau saya mencocokkan nomor BPOM suatu produk kosmetik dengan website BPOM? Ataukah grade tersebut adalah klaim pribadi dari brand, tanpa tinjauan pihak ketiga yang berwenang? Dan isu-isu ini bukan cuma untuk Natuna Essential Oil kok. Tapi untuk semua brand essential oil secara keseluruhan. Masih banyak brand yang kurang memberikan informasi ke konsumen. Yah...mungkin bagi banyak orang nggak penting, tapi buat saya sih itu lumayan mengganggu. 

Untuk berjualan dan meraih kepercayaan calon konsumen, website dan sosial media yang informatif itu penting banget menurut saya. Website dan sosial media yang lengkap dan informatif akan membuat branding produk terlihat lebih profesional dan trusted. Dan jujur ya, pengalaman saya mencoba produk Natuna rasanya menyenangkan. Buat saya, produk Natuna Essential Oil ini kualitasnya bagus untuk harganya yang terjangkau. Jadi saya berharap Natuna (baik Natuna Essential pusat maupun Natuna Essential Jakarta), mau meluangkan waktu untuk menggarap website dan sosial medianya secara lebih serius.

Tapi sekali lagi, Natuna Essential Oil ini produk yang bagus. Harganya sangat terjangkau dan varian produknya termasuk yang terlengkap dari brand lokal. Beberapa essential oil mereka yang saya coba, aromanya menyenangkan dan cukup bikin suasana rumah saya jadi terasa nyaman seperti di tempat spa. 

Karena harganya murah dan variannya lengkap, Natuna sering jadi jujukan saya kalau lagi pengen mencoba aroma essential oil tertentu yang belum pernah saya coba. Misalnya, Patchouli Essential Oil, yang ternyata saya nggak begitu suka, untung nggak beli yang mahal hehe..

Kamu tertarik mencoba Natuna Essential Oil? Kalau sudah coba, share dong aroma lain apa yang enak, karena saya pengen nambah koleksi.

Review 3 Reed Diffuser Murah

18 comments
Review Reed Diffuser Murah dan Bagus dari Evergreen, Bayfresh dan Miniso

Semenjak pandemi, popularitas essential oil meningkat tajam. Saya tu rasanya minger dikit ketemu bakul essential oil. Dan tentu saja, popularitas essential oil juga diiringi dengan menanjaknya popularitas diffuser sebagai alat untuk anu-anu essential oil. Selain ultrasonic diffuser yang pernah saya bahas sebelumnya, reed diffuser juga mulai naik daun.


Nah, kali ini saya mau membahas beberapa merek reed diffuser, tapi yang murah-murah aja. Sekalian membandingkan tiga reed diffuser murah yang paling populer saat ini, yaitu Bayfresh Reed Diffuser vs Miniso Reed Diffuser vs Evergreen Reed Diffuser. Bukan berarti saya cuma pakai yang murah ya, saya pakai yang mahal juga (dijelaskan agar tidak dikira misqueen). Jadi penggunaannya saya mix gitu sesuai kebutuhan yang nanti akan saya jelaskan, ruangan mana yang dikasih reed diffuser murah dan ruangan mana yang mahal. Terusss nanti saya kasih tempat belinya juga, sudah saya kurasi yang trusted dan paling murah! Kalian tinggal klik dan saweeerrrr!

Tapi sebelumnya, saya akan jelaskan dulu soal Reed Diffuser.


Apa Itu Reed Diffuser dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Reed diffuser adalah salah satu jenis diffuser. Diffuser sendiri adalah alat untuk menyebarkan essential oil atau fragrance oil ke udara, agar aromanya bisa kita nikmati. Beda dengan ultrasonic diffuser yang pakai listrik, kalau cara kerja reed diffuser adalah menyebarkan aroma dengan cara menyerap cairan ke reed (batang rotan atau sekarang juga bisa pakai fiber reed), dan kemudian menyebarkannya ke seluruh ruangan.

oh iya, reed diffuser ini nggak bisa langsung menyebar wanginya setelah dibuka ya. Kita harus menunggu agar penyerapan cairan parfum ke batang reeds-nya sempurna, baru setelah itu kita bisa menilai kualitas reed diffuser. Jadi jangan lah baru buka reed diffuser-nya lima menit langsung "seenak ituh ngga ngerti lagi mau meninggal mo nangis sumpah aku suka benget bengeeettt jujur jujyur!!" Ya paling enggak tunggu satu hari dulu lah. Atau kalau mau perfect, tunggu beberapa hari, baru kamu review itu reed diffuser bikin mau meninggal atau engga.

Bisa dibilang sih reed diffuser ini lebih mudah penggunaan dan perawatannya dibandingkan jenis diffuser yang lain. Nggak perlu pakai listrik, nggak pakai api, nggak perlu dicuci, dan nggak perlu meramu oil berkali-kali. Tinggal buka, pasang reed, udah deh didiemin aja di pojok ruangan sampai cairannya habis, biasanya sih satu bulan, tergantung banyaknya reed yang ditancapkan dan formula parfume liquid-nya. Bentuknya juga aesthetic, jadi bisa banget dipakai sebagai hiasan. Letakkan di spot dimana kamu biasa shoot buat IG story agar netizen mengira hidupmu indah dan penuh dengan hal-hal aesthetic siapa tau kamu jadi selebgram. Siapa itu Awkarin?

Baca juga: Essential Oil Diffuser vs Lilin Aromaterapi vs Reed Diffuser

Jadi, jelas ya. Reed diffuser adalah alat untuk menyebarkan aroma ke seluruh ruangan. Sama fungsinya dengan ultrasonic diffuser yang sering muncul di IG story selebgram-selebgram itu, hanya saja beda bentuk. Jadi kalau ada yang bilang: "Aku nggak suka essential oil. Aku sukanya reed diffuser!" Boleh dijawab dengan: "nani?"

meme kucing nani

Karena reed diffuser itu kan alatnya. Essential oil adalah produknya. Nggak suka sama essential oil tapi suka sama reed diffuser? Terus kalau saya kasih reed diffuser yang diisi dengan essential oil, seperti Tabanan Sakka.Bali atau Rayu Rumah Atsiri, piye? Itu isinya essential oil lho! Berarti nggak suka dong? Tapi itu reed diffuser. Katanya suka? Nah, loh!

Oh iya, buat yang koleksi essential oil-nya sakbajeg asu, bisa banget kok bikin DIY parfum untuk isian reed diffuser. Pakai aja botol kaca bermulut kecil, lalu beli reeds di marketplace (harganya murah banget), lalu pakai essential oil, carrier oil, dan alkohol untuk bikin sendiri DIY reed diffuser-mu. Tapi ini lain kali aja kita bahas.


Bedanya Reed Diffuser Mahal Dengan Yang Murah

Banyak yang mengira, kalau reed diffuser mahal pasti lebih wangi semerbak. Sering kok ada yang bilang di IG story, "aku puas dengan Bayfresh Reed Diffuser, dan next mau beli reed diffuser yang harganya mahal, karena Bayfresh aja udah wangi banget apalagi yang mahal!" Padahal nggak gitu mainnya, Bambang.

Saya udah nyoba beberapa reed diffuser mahal. Rata-rata sih keluaran brand essential oil lokal gitu ya. Dan memang beda dari yang murah. Tapi bedanya bukan di kekuatan aromanya. Kayak parfum murah dan parfum mahal deh, kan nggak semua parfum murah baunya nggak kecium, dan nggak semua parfum mahal baunya nyegrak?

Bedanya ada di bahan dan jenis aromanya. Reed diffuser mahal rata-rata pakai essential oil. Kalaupun ada tambahan sintetic fragrance, biasanya jumlahnya sedikit dan pakai bahan fragrance yang memang bagus. Nah, reed diffuser yang pakai essential oil ini dipercaya punya healing properties dan nggak toxic gitu. Aman buat tubuh kita.

Baca juga: Rekomendasi Essential Oil Favorit Dari Brand Lokal

Jadi saya memang biasanya pakai yang mahal untuk di ruang tertutup dan ber-AC, dimana saya sering menghabiskan waktu di sana, seperti misalnya, kamar tidur dan studio makeup atau  ruang kerja saya. Dan saya pakai yang murah untuk ruangan yang lebih terbuka, jadi udara selalu mengalir keluar masuk, atau di ruangan dimana kita nggak berlama-lama berada di dalamnya, seperti misalnya, ruang tamu dan kamar mandi.


Review Reed Diffuser Yang Murah-Murah Aja

Nah, tapi kali ini saya pengen nge-review reed diffuser yang harganya murah, yaitu Bayfresh, Miniso, dan Evergreen. Semua yang saya sebutkan di sini harganya di bawah 70 ribu. Dan saya pakai reed diffuser murah ini untuk diletakkan di kamar mandi dan ruang tengah, bukan untuk di kamar tidur. Tapi kalau kamu ya terserah saja mau diletakkan dimana, asal jangan diminum.


Evergreen Reed Diffuser

Review Evergreen Reed Diffuser

Harga Evergreen Reed Diffuser: Rp 22.525 /30 ml
Harga Refill Evergreen Reed Diffuser: Rp 13.440 /30 ml

Yang pertama dan termurah adalah Evergreen. Saya nemu Evergreen ini di marketplace pas lagi iseng cari reed diffuser. Keyword reed diffuser. Sort by price: low-high. Tolong bilang kalian  juga sering begini kan? (Rebahan sambil menantikan saat-saat kestabilan ekonomi dimana saya bisa belanja tanpa harus sort by price).

Evergreen ini menarik banget ya. Karena selain murah, dia juga aesthetic. Kalau menurut saya sih, Evergreen ini yang paling enak dilihat dibanding Bayfresh dan Miniso. Soalnya dia kecil dan reed bawaannya warnanya coklat kayu. Jadi terlihat instagramable banget pas saya pajang bersama bunga-bunga kering penghias ruangan dan perabotan mewah kualitas atas yang saya beli lunas tanpa cicilan. Kelebihan lainnya adalah dia ada refill-nya. Jadi kalau produk dalam kemasan kaca kita habis, kita bisa beli refill yang lebih murah. Ngirit lah. Lagian kemasan kaca begini kan memang tahan lama dan bisa dipakai berkali-kali.

Evergreen Reed Diffuser punya 6 varian aroma, yaitu: Serenity Design (ungu), Cherfull Blossom (pink), Inspiring Nature (hijau), Refreshing Citrus (kuning), Sweet Romance (merah), Summer Shunsine (oranye). Yang sudah saya coba adalah Cherfull Blossom dan Inspiring Nature. Cherfull Blossom ini aromanya floral fresh, sedangkan Inspiring Nature aromanya lebih greeny dan seger. Saya sendiri lebih suka yang Cherfull Blossom. 

Kekurangan Evergreen Reed Diffuser ini aromanya nggak sekuat Bayfresh dan Miniso Reed Diffuser. Ya kecium sih, apalagi saya kan pakai di kamar mandi saya yang ukurannya seuprit doang (( TAPI MEWAH )) itu. Tapi tetep aja nggak sekuat merek lain. Ya ada harga ada kualitas lah ya. Kalau kalian cari reed diffuser yang murah untuk ruangan berukuran sangat kecil, Evergreen Reed Diffuser bisa dicoba.


Miniso Reed Diffuser

Review Miniso Reed Diffuser

Harga Miniso Reed Diffuser: Rp 60.000 /50 ml

Miniso Reed Diffuser adalah yang termahal yang saya mention di sini, tapi justru yang saya paling nggak suka. Kalau secara aroma, sebenernya Miniso Reed Diffuser ini justru yang paling kuat dan enak, tidak terasa artificial. Kekuatan aromanya juga yang terkuat dibanding Bayfresh dan Miniso. Ya wajar. Harganya saja paling mahal. 

Varian aromanya ada 4, yaitu Damascus Rose (pink), White Tea & Orris (abu-abu), Grapefruit & Gardenia (hijau), dan Tubberose & Gardenia (biru). Yang pernah saya coba adalah yang White Tea dan yang Grapefruit. Dan yang saya rekomendasikan adalah White Tea. Ini aromanya sumpah deh, enaaakk banget! Seger dan nggak murahan. Saya taruh di kamar mandi, bikin betah mandi-mandi mulu. Suami saya juga sampai tanya, "kamu pakai parfum kamar mandi apa sih kok enak bener?" Kalau yang Grapefruit menurut saya sih too fruity ya, saya kurang suka.

Tapi yang bikin saya nggak begitu suka dengan Miniso Reed Diffuser ini adalah: pertama, dia nggak ada refill-nya. Kedua, di mata saya botolnya kurang indah. Bentuk botolnya dan pilihan warnanya ini bukan selera saya sih untuk pajangan ruangan. Di foto juga nggak terlalu cantik. Udah gitu, saya jadi harus beli-beli sekemasannya terus karena nggak ada refill-nya, padahal saya nggak suka kemasannya. Jadi kzl aja rasanya dan akhirnya saya nggak beli lagi.

Tapi kalau kalian memang hanya mengejar kenikmatan duniawi seperti aroma yang enak dan kuat dan mewah dan nggak se-deep saya yang mikirin keindahan kemasan dan lingkungan hidup, cus tumpuk dosamu dan beli sana. Yang White Tea & Orris-nya aromanya memang seenak ituh ngga ngerti lagi. Nggak. Saya nggak mau meninggal.


Bayfresh Reed Diffuser

Review Bayfresh Reed Diffuser

Harga Bayfresh Reed Diffuser: Rp 41.900 /30 ml
Harga Refill Bayfresh Reed Diffuser: Rp 27.400 /30 ml

Nah, kalau Bayfresh Reed Diffuser ini adalah favorit saya. Follower instagram @racunwarnawarni pasti paham saya cinta banget sama Bayfresh. Untuk kemasannya, sebenernya saya lebih suka Evergreen karena lebih kecil. Wong isinya sama-sama 30 ml tapi kok Bayfresh lebih bulky ya? Tapi ya udah lah ya, lumayan kok, bagus juga dipajang.

Bayfresh Reed Diffuser tersedia dalam 4 pilihan aroma, yaitu Amber Lavender (ungu), Yuzu Citron (kuning), Sakura Bloom (pink), dan Vanilla Bean (coklat). Saya pernah mencium semuanya. Yang saya suka adalah Vanilla Bean dan Amber Lavender. Yang Sakura Bloom menurut saya baunya kecut dan aneh. Kalau yang Yuzu Citron karena emang dasarnya saya nggak suka aroma jeruk atau citrus. Tapi yang saya pakai akhirnya cuma Amber Lavender, karena Vanilla Bean ini aromanya agak-agak bikin laper saya khawatir diffuse sebulan kemudian lemu.

Nah, kekuatan aroma Bayfresh ini lumayan kuat lah. Sedikit di bawah Miniso, tapi jauuhh di atas Evergreen. Tapi kalau jenis aromanya, Miniso lebih terasa mewah. Tapi ya Bayfresh tetep enak. Enak banget malah. Dan aroma Bayfresh Reed Diffuser yang Amber Lavender ini terbaek sih bikin ruangan jadi terasa nyaman. Floraly, ada segernya dikit, ada manisnya dikit, tapi sama sekali nggak eneq. Menurut saya perfect buat ruang tamu atau ruang keluarga gitcyu.

Dan satu poin penting yang bikin nilai Bayfresh ini naik jauh dibanding Miniso: Bayfresh ada refill-nya. Sobat mewah namun medit ini sungguh bahagia. Males lah kalau nggak ada refill. Dikata saya makan beling.

(Baca Juga: Review Sakka Bali Reed Diffuser)


Reed Diffuser Murah Favorit

Nah, ini akan saya urutkan dari yang saya suka ya. Dan sekalian saya kasih link untuk tempat belinya. Ini tempat belinya sudah saya kurasi yang trusted dan paling murah. Tenang saya terlatih cari barang murah.

Pemenang 1 : Bayfresh Reed Diffuser, beli di sini.
Pemenang 2 : Miniso Reed Diffuser, beli di sini.
Pemenang 3: Evergreen Reed Diffuser, beli di sini.

Selamat klik dan sawer.