#Skincare: Dokter vs Skincare OTC

2 comments
Skincare Dokter vs Skincare OTC

"Kak, selain pakai skincare, kamu pakai krim dokter nggak?"

Pernah dapet pertanyaan seperti itu? Saya sering! Padahal krim dokter kan merupakan skincare juga. 

Atau juga kalau pas saya nge-review skincare keluaran klinik kecantikan, misalnya Natasha Skincare, walaupun skincare tersebut masuk dalam kategori skincare OTC, namun masih banyak yang komen, "aku takut pakai skincare dokter begitu." 

Saya jadi tahu kalau banyak yang belum paham bedanya antara "skincare dermatologis/ dokter" dan "skincare OTC/ Over The Counter". 

Skincare OTC Indonesia

Skincare OTC (Over The Counter)

Sesuai namanya, skincare OTC atau skincare Over The Counter adalah skincare yang diperjual belikan dengan bebas. Kita sebagai konsumen, bisa bebas datang ke counter dan membelinya. Skincare ini bisa kita temukan dengan mudah di supermarket, drugstore seperti Guardian dan Watson, ataupun secara online. Yang biasa di-review oleh para skincare reviewer, juga adalah skincare OTC. 

Untuk menjamin keamanannya, skincare OTC wajib terdaftar di BPOM. Dengan terdaftar di BPOM, kita jadi tahu kalau skincare tersebut aman dan  nggak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh kita. Selain BPOM melarang ingredient-ingredient tertentu, BPOM juga memiliki regulasi terkait level atau presentase suatu ingredient yang boleh digunakan dalam suatu produk. Misalnya saja untuk produk exfoliator: batas maksimum kandungan AHA adalah 10% dengan pH 3,5, dan batas maksimal penggunaan BHA adalah 4%. Di atas kandungan tersebut, AHA dan BHA malah berbahaya bila digunakan sendiri tanpa pengawasan dokter.

Tentunya nggak semua orang punya pengetahuan rinci mengenai ingredient dan presentase yang diperbolehkan. Saya pun yang sehari-harinya berkutat dengan skincare, nggak bisa kok hafal semuanya. Itulah makanya pentingnya memperhatikan nomor BPOM. Selama skincare OTC yang kita beli sudah terdaftar di BPOM, maka sudah dipastikan kandungan-kandungannya aman untuk kita pakai sendiri.

Baca Juga: Basic Skincare CTMP untuk dicoba di rumah


Perawatan dengan skincare dokter

Skincare Dokter

Skincare dokter adalah skincare yang diracik secara khusus oleh dokter kulit. Skincare dokter ini tidak diperjual belikan secara bebas, karena memang secara spesifik diracik khusus untuk kebutuhan pasien tertentu. Untuk membelinya, pasien harus datang dulu ke dokter kulit/ klinik kecantikan, dan bertatap muka langsung dengan dokternya. Nanti dokter akan memeriksa dan menganalisis kulit pasien secara pribadi, dan mengeluarkan resep yang spesifik ditujukan untuk pasien tersebut. Jadi nggak bisa sembarangan dibeli dengan bebas.

Lain dengan skincare OTC yang harus terdaftar di BPOM, skincare dokter nggak perlu izin dari BPOM. Skincare dokter terkadang mengandung bahan-bahan yang lebih "keras" atau presentase bahan aktifnya lebih tinggi dibanding yang diperbolehkan oleh BPOM di skincare OTC. Itulah mengapa pemakaiannya harus atas pengawasan dokter. Nggak bisa sok ngide beli dan pakai secara mandiri. 

Kalau pakai skincare dokter, ya kita harus rutin berkonsultasi ke dokter tersebut agar si dokter bisa memantau perkembangan kulit kita. Karena memang hanya dokter yang meracik skincare tersebut yang paham, kapan saatnya menaikkan atau menurunkan dosis, kapan saatnya berhenti, dan apa yang boleh atau tidak boleh dikombinasikan dengan skincare tersebut.


Bagaimana dengan skincare dokter yang djual bebas?

Nah, ini perlu kita lihat dulu. Karena kadang ada yang masih bingung dengan skincare OTC keluaran klinik kecantikan atau dokter kulit.

Beberapa klinik kecantikan seperti Natasha Skin care memang mengeluarkan skincare OTC yang bisa kita beli dengan bebas. Walau dikeluarkan oleh klinik kecantikan, ketika sudah diperjual belikan dengan bebas, tentu harus mengikuti peraturan dari BPOM. Yang berarti skincare-skincare tersebut punya nomor BPOM.

Pentingnya cek BPOM Kosmetik
Nomor BPOM yang tertera pada kemasan produk skincare OTC juga harus terdaftar dengan merk dan nama produk yang sama di website BPOM (cekbpom.pom.go.id) 

Namun bila skincare "dokter" ini bisa diperjual belikan dengan bebas tanpa BPOM, berarti ini adalah skincare ilegal atau abal-abal. Sebaiknya sih jauh-jauh ya gaes, dari skincare kayak begini, karena berbahaya. Nggak ada yang menjamin keamanan skincare abal-abal seperti ini. Kalau beneran ini skincare dokter tanpa BPOM, berarti untuk membeli ya harus pakai resep dokter dan pemakaiannya harus atas pengawasan dokter ke pasien secara pribadi. 

Pokoknya untuk skincare apapun yang diperjual belikan secara bebas, kunciannya adalah BPOM.


Lebih bagus skincare OTC atau skincare dokter?

Semua bagus kok, tergantung preferensi dan kebutuhan kulit masing-masing. Ada tipe orang yang lebih suka pakai skincare OTC saja. Selain bisa dibeli bebas, harganya juga cenderung lebih murah daripada skincare dokter dimana kita harus bayar biaya konsultasi dokter juga. Tapi ada juga tipe orang yang mau praktisnya, nggak pengen direpotkan dengan membaca ingredient dan mencoba-coba mana skincare yang cocok. Untuk tipe kedua, tentu ke dokter lebih tepat, karena tinggal pasrah saja ikut anjuran dan pakai produk dari dokter, nggak pakai mikir.

Skincare Dokter vs Skincare OTC

Saya sendiri, untuk kondisi normal biasanya lebih memilih skincare OTC. Skincare OTC yang saya gunakan rutin ini udah sangat ngefek kok untuk improve kondisi kulit saya. Namun kalau ada kondisi kulit tertentu yang nggak bisa saya atasi sendiri, saya nggak keberatan juga untuk ke dokter kulit atau ke klinik kecantikan. Kondisi ini misalnya saat saya jerawatan parah dan nggak sembuh-sembuh dalam kurun waktu berbulan-bulan.

Namun yang perlu diingat, ketika kita memutuskan ke dokter atau klinik kecantikan, semua yang kita pakai di wajah harus atas sepengetahuan dokter. Jadi nggak ada tuh ceritanya, tanya ke skincare reviewer, "kak, apakah produk A boleh di-mix dengan skincare dokter?" Ya nggak tau lah, Bambang! Saya kan bukan doktermu :(.

Baca Juga: Paduan 10 Step Skincare Routine Yang Bisa Kamu Coba

Semoga tulisan saya di atas bisa lebih menjelaskan ya, mengenai perbedaan skincare OTC dengan skincare dokter. Kalau kamu sendiri, lebih memilih pakai skincare OTC, skincare dokter, atau cukup banyak-banyak sembahyang?

Review & Swatch: Luxcrime Ultra Light Lip Stain

5 comments

Review & Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Produk bibir paling pandemi friendly versi saya adalah lip tint atau lip stain. Pokoknya yang nge-stain gitu lah. Jadi produknya ngeresep ke kulit bibir dan nggak nyeplak ke masker. Terus awet, jadi nggak harus sering-sering touch up kayak orang kemayu. Saya kemayu.

Jadi memang produk terbarunya Luxcrime ini cocok banget lah ya. Luxcrime Ultra Light Lip Stain ini adalah lip tint. Klaimnya, produk ini punya warna yang nyata, ringan feel-nya di bibir, terus juga mengandung Vitamin E dan Squalane yang menutrisi bibir, dan bikin bibir tampak kenyal dan cantik. 

Tapi mohon maaf saya nggak akan breakdown ingredient ya. Karena ini makeup, saya biasanya nggak begitu perhatikan ingredient-nya, yang penting formulanya saja. Kerdusnya juga udah saya buang karena saya nggak berekspektasi tinggi sih ke produk ini, saya pikir ya lip tint biasa aja yang nggak bakalan sampai bikin saya sesuka itu sampai saya tulis di blog #RacunWarnaWarni.

Tapi setelah hampir setiap hari pakai produk ini, ternyata saya sadar kalau saya beneran suka sama produk ini. Jadi akhirnya saya putuskan untuk tulis review lengkapnya.


Packaging Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Kita mulai dari hal yang paling terlihat mata dulu, yaitu packaging. Dibandingkan brand lokal lain, saya akui Luxcrime ini unggul secara packaging! Desain khas produk-produk Luxcrime itu selalu playfull, tapi nggak menghilangkan kesan classy-nya juga. Unik sih! Selalu bikin seneng setiap kali saya lihat koleksi Luxcrime di rak rias saya. 

Untuk Luxcrime Ultra Light Lip Stain pun begitu. Saya suka sama bentuknya yang kotak, jadi enak ditaruhnya dan kesannya rapih. Materialnya juga terkesan mahal dan sturdy, dengan tutup yang nge-klep kenceng. Di body botolnya terdapat keterangan merk dan nama shade, lalu botolnya juga bening yang memungkinkan kita melihat langsung warna di dalamnya.

Aplikatornya berbentuk doe foot dan njeber, bisa pick up produk dengan baik, sekaligus juga bisa digunakan untuk meratakan produk dengan nyaman. Dan karena memang produk ini nggak tinggi/ panjang, jadi aplikatornya pun pendek. Buat saya sih ini bagus karena jadi mudah mengontrol pas aplikasi produknya. Saya nggak demen lah yang panjang-panjang.


Tekstur dan Formula Luxcrime Ultra Light Lip Stain

swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain
Bawah ke atas: Rose Sand, Apricot, Flamingo, Amber, Glasstonberry

Waktu pertama kali diulas ke bibir, konsistensinya agak sedikit kental. Ada rasa-rasa gel-ish gitu lho, nggak yang watery sepenuhnya. Jadi enak pas diratain dan nggak bleding kemana-mana. Tapi pas digeser, terasa kandungan airnya banyak banget, yang bikin rasanya jadi ringan banget di bibir. Super nyaman.

Setelah dioles, butuh waktu untuk ngeset. Jadi nggak yang langsung ngeset. Ini juga poin plus karena kita jadi nggak perlu buru-buru pas ngeratain produknya, dan nggak akan ada tragedi produknya ndemblok di satu area. Sebelum ngeset, dia finish-nya terlihat glossy. Kalau udah ngeset, ya kayak lip tint pada umumnya lah, yang menyatu dengan kulit  bibir.

Dan lip stain ini juga sangat nyaman. Salah satu lip tint ternyaman yang pernah saya pakai. Selain feel-nya sangat ringan, saya pakai hampir setiap hari juga nggak bikin bibir kering.


Pigmentasi Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Pigmentasinya termasuk yang sangat bagus untuk ukuran lip tint. Apalagi kalau habis diulas dan masih glossy ya, super cover! Kalau udah nge-stain, warnanya akan sedikit turun. Nggak segelap ketika masih basah. Tapi untuk ukuran lip tint, segini masih oke banget sih. 

Pas udah nge-stain, warna kehitaman di area luar bibir saya mulai agak kelihatan. Tapi warna lip tint-nya tetep kelihatan kok.


Review Luxcrime Ultra Light Lip Stain
Luxcrime Ultra Light Lip Stain setelah 2 jam pemakaian

Daya Tahan Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Bagus! Ya seperti sewajarnya lip stain lah! Lip tint memang punya daya tahan yang bagus. Saya nggak bisa ngasih estimasi jam karena nggak merhatiin lah embuh. Pokoknya lama. Pagi pakai, sore stain-nya masih kelihatan. Dan juga dia nggak transfer ke masker dan gelas.

Tapi ya seperti lip stain pada umumnya, memang stain-nya agak susah dibersihkan. Kalau saya sih selain dibersihkan dengan Pixy Eye & Lip Makeup Remover, saya juga pakai Luxcrime Duo Lipcare bagian lip scrub-nya.


Shade Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Shade Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Luxcrime Ultra Light Lip Stain ini terdiri dari lima shades, yang semuanya cantik dan pigmented. Semuanya menurut saya akan masuk ke kulit  perempuan Indonesia. 

Tapi  menurut saya, pilihan shade-nya kurang luas. Cuma main di warna-warna reddish dan pink. Beberapa varian warnanya terlalu berdekatan. Rose Sand, Apricot, dan Flamingo ini kalau diperhatikan bener-bener memang berbeda warnanya, tapi range-nya nggak terlalu jauh. Jadi menurut saya, kalian nggak perlu beli semuanya. Cukup salah satu dari ketiga itu untuk pilihan warna yang agak kalem. 

Yang agak berbeda adalah warna Amber dan Glasstonberry. Amber ini merah yang neon dan segar, kalau Glasstonberry warnanya paling gelap. 

Langsung saya perlihatkan swatch-nya aja ya di bibir:


Rose Sand

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Rose Sand

Untuk warna yang cenderung kalem, Rose Sand ini yang paling kalem dan langsung jadi favorit saya. Warnanya pink, sedikit ada hint kecoklatan, dan warmtone.


Apricot

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Apricot

Warnanya dekat sekali dengan Rose Sand. Sama-sama pink dengan hint kecoklatan dan warmtone. Cuma Apricot ini sedikit lebih ada warna peach kemerahannya.


Flamingo

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Flamingo

Flamingo ini masih dikategori warna kalem, tapi memang dia lebih gelap dibandingkan Apricot dan Rose Sand. Warnanya deep berry pink dan cooltone.


Amber

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Amber

Warmtone red! Atau sering disebut merah cabe. Nggak heran ya kalau cabe-cabean kayak saya suka banget sama warna ini! Ini favorit saya setelah Rose Sand. Warnanya cenderung mencolok, tapi fresh banget. Kalau kamu suka ombre lips, Amber ini cocok banget buat area tengah. Stain warna ini tergolong susah ilang dibanding warna lain kecuali Glasstonberry.


Glasstonberry

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Glasstonberry

Nah, buat penggemar lip tint warna gelap, Glastonberry tepat banget untukmu! Ini warnanya deep berry pink yang cooltone dan lebih gelap dari Flamingo. Stain-nya juga paling kuat dan paling susah ilang dibandingkan warna lainnya.


Saya nggak terlalu suka tehnik ombre lips ala Korea, karena bikin muka saya kelihatan lebar. Tapi buat yang pengen lihat ombre lips dengan Luxcrime Ultra Light Lip Stain, ini dia:

Harga Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Bagian luar saya pakai Dear Me Perfect Matte Lip Coat Dear Megan, lalu tengahnya pakai Luxcrime Ultra Light Lip Stain Amber.


Harga Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Rp 109 000/ 3,5 ml.


Kesimpulan

Secara formula, produk ini bagus banget. Nyaman dipakai, enteng, pigmented, gampang di-blend, daya tahannya bagus, dan nggak bikin bibir kering. Packaging-nya cakep pula! Warnanya juga bagus-bagus dan menurut saya masuk ke semua shade orang Indonesia. Ibarat milih sambil merem pasti cocok dan cantik deh jatuhnya. 

Tapi karena range warna terlalu berdekatan, menurut saya akan lebih oke kalau Luxcrime mau menambah warna lain untuk lip stain ini. Misalnya warna coklat, oranye terang, atau warna ungu. Jadi nggak melulu reddish dan pink saja range warnanya.

Warna favorit saya: Amber dan Rose Sand.

Kalau kamu tipikal yang suka pakai lip stain untuk sehari-hari, Luxcrime Ultra Light Lip Stain ini saya rekomendasikan karena memang sangat nyaman dan formulanya nggak bikin bibir sakit. Tapi menurut saya, ya beli satu atau dua warna saja, karena warnanya mirip-mirip. Tapi kalau kamu qaya dan mau beli semua biar bisa nyaingin koleksi saya mah, serah! Bebwas!