5 Favorit Foundation dan Cushion 2022

1 comment

Kalau untuk complexion produk, terutama foundation, aku memang rela splurge. Kenawhy? Soalnya menurutku kunci dari makeup yang bagus tuh ada di base makeup-nya. Foundie yang retak-retak atau  nggak awet beneran bikin aku bete seharian, karena memang agak susah dibenerin. Dan urusan foundation ini, kualitas produk lebih menentukan hasil daripada skill. Jadi aku sendiri rela beli foundie yang agak mahal. Nanti lipstik, eyeliner, eyeshadow, lokal aja ndak papa. Tapi makannya tetep yang bergizi, ya ges ya.

Nah, ini dia 5 foundation (dan cushion) yang jadi favorit aku dan paling sering kupakai selama tahun 2022. Walau akutu sebenernya jarang pakai foundation ya karena bingung juga nggak usah pakai foundation aja udah cantik kek embuh gini tapi aku kan beauty blogger masa ya ndak pakai foundie.

Ini swatch-nya. Beda-beda ya? Nanti w jelasin makanya baca sampai abis ya.

Oh iya, kalau kelen mau lihat favorit-favorit makeup dan skincare-ku yang lain, di instagram @racunwarnawarni aku bikin list favorit 2022. Salah satunya yang paling laris adalah Favorit Sunscreen 2022 dan Favorit Bedak 2022. Tapi terkhusus untuk foundie aku taruh di blog biar lebih leluasa nyangkemnya dan biar bisa gombalin kamu. 

Cantiq, udah makan belum?


Chanel Les Beiges Water Fresh Tint

Harga: Rp 1.160 000/ 30 ml

Shade: Medium.
Tapi kayaknya shade apapun nggak begitu ngaruh wong sheer banget.

Chanel Les Beiges Water Fresh Tint ini anggota baru sebenernya di jajaran base makeup-ku, baru beli September 2022, tapi langsung jadi most use foundation untuk ukuran aku yang cantik alami dan jarang pakai foundation ini! Ini sih tipeku banget: makeup-an tapi kayak nggak makeup-an sama sekali (lalu buat apa makeup-an, tanya netizen). Pokoknya ini hasilnya bikin kulit terlihat SEHAT! Dan glowing mewah gitu lah tapi nggak minyakan, kayak kamu udah pakai skincare mahal sendari masih remaja. Cara terbaik untuk aplikasinya adalah dengan jari tangan aja.

Feel pas pemakaian juga mewah. Teksturnya kayak essence tapi ada butiran-butiran tint, yang begitu di-blend ke kulit butirannya akan pecah dan membuat wajahmu seperti diselimuti kekayaan. Terus aromanya juga enaaakk banget, aroma rose yang soft seperti aroma kulit diselimuti kekayaan. Pokoknya kalau kelen pengen ngerasain kulit orang kaya, cobain deh.

Tapi skin tint begini pasti memicu pro dan kontra sih. Pasti ada aja yang nggak suka karena memang coverage-nya nggak ada sama sekali. Tapi buat aku yang anaknya natural walau natural tipu-tipu ini, skin tint ini bener-bener jadi holy grail yang kalau habis akan aku repurchase lagi kalau ada duitnya.

Kekurangannya, oil control-nya nggak begitu bagus. Terbukti pas dipakai sama Momon nggak begitu awet dan nggak nahan minyak samsek. Tapi Momon kulitnya memang super oily melebihi manusia pada umunya. Kalau di kulit keringku sih cakep-cakep aja dipakai seharian tanpa touch up.


NARS Light Reflecting Foundation

harga: Rp 767 000/ 30 ml

Shade: Fiji
Awalnya shade ini kayak terlalu terang. Tapi ternyata malah ini jadi foundation yang paling pas di kulit aku, undertone-nya juga pas banget, jadi nggak perlu dicampur-campur lagi.

Love banget sama foundation yang satu ini. Teksturnya liquid dan nggak terlalu thick, gampang banget di-blend, tapi coverage-nya medium. Lumayan nutup kalau buat aku yang dosanya nggak begitu banyak. Aplikasi terbaik kalau aku di-spread dulu pakai jari/ spatula, baru kemudian blend pakai beauty sponge. Finish-nya halus, glowing, dan kayak kulit sehat gitu. Di kamera maupun in real life hasilnya sama cakepnya. Untuk ketahanannya menurutku cukup bagus sih di kulit keringku. Aku bisa pakai ini seharian tanpa jadi jelek. Tapi ya kapan sih aku jelek?

Lalu satu hal yang aku apresiasi banget dari Nars adalah desain-nya. Memang simpel dan kesannya muk ngono thok! Tapi karena kombinasi pilihan font dan material packaging-nya, produk-produk Nars jadi kelihatan mewah banget! Mewah ala old money.

old  money

BLP Face Base

Harga: Rp 199 000/ 33 ml

Shade: W20 Warm Beige
Shade ini awalnya pas banget di kulitku. Tapi sekarang agak kegelapan, walau masih masuk. Mungkin next aku akan beli W10.

Kayaknya aneh kalau aku nggak masukin BLP Face Base, karena ini adalah foundation andalanku untuk ngonten! Teksturnya liquid, nggak thick sama sekali, bahkan lebih ringan dari Nars. Gampang banget di-blend, dan aplikasi terbaik dengan menggunakan beauty sponge lembap. 

BLP Face Base ini adalah foundation yang udah aku repurchase! Jarang-jarang lho memutuskan beli lagi suatu produk kalau nggak secinta itu. Kelebihannya menurut aku harganya terjangkau, range shade-nya luas, dan finish-nya healthy-glowy look yang aku memang suka banget. Kelebihan foundation ini sangat nyaman di kulit, terus kalau di kamera (baik mirorless maupun iphone) hasilnya mulus banget! Beneran kayak muka dikasih filter padahal enggak. In real life juga cakep, walau memang kuakui foundation ini cakepan di kamera.

Tapi sayangnya foundiation ini kurang tahan lama. Untuk kulit aku yang kering, nggak terlalu masalah ya, tinggal sesekali blot pakai oil control film dan touch up bedak aja. Tapi untuk yang kulitnya berminyak, mungkin perlu ekstra baking dan setting spray kalau mau dipakai seharian.


Make Up For Ever HD Skin Foundation

Harga: Rp 750 000/ 30 ml

Shade: 2Y20
Sedikit terlalu gelap dan undertone-nya juga terlalu pinkies untuk aku. Padahal Y itu kategorinya warm, ngga ngerti lah aku. Tapi untungnya masih bisa diakalin dan terpakai.

Dari tadi aku ngomongin foundation dengan sheer-medium coverage dan tekstur yang encer kan? Karena memang aku lebih suka foundation yang ringan dan hasilnya natural. Tapi seringkali juga aku butuh foundation dengan extra coverage dan daya tahan. Misalnya untuk kondangan outdoor, atau acara nikahan saudara dimana kita jadi seksi sibuk jadi harus seharian banget wira-wiri di venue tapi maunya muka tetep on. Jadi ini adalah kategori foundation yang tidak sering kupakai tapi wajib punya karena kolo-kolo yo butuh.

Nah, MUFE HD Skin ini adalah liquid foundation yang cukup thick (kalau di-pump di tangan dan dimiringin, dia nggak akan mengalir ke bawah). Tapi masih enak banget blending-nya kalau pakai beauty sponge lembap. Kalau lagi emoh banget sama foundation yang thick, biasanya kucampur aja pakai OASEA Face Oil Serum dikit. Coverage-nya medium to full, dan daya tahannya di kulitku sangat-sangat bagus.

Secara formula aku suka banget, tapi menurutku pilihan shade-nya agak tricky ya. 2Y20 itu deskripsinya light to medium skintone with yellow undertone. Harusnya masuk sih di aku. Tapi ternyata enduck. Hasss mboh. Untung shayank.



Looke Holy Flawless BB Cushion

Harga: Rp 225 000/ 13 g

Shade: Eos
Foto di post ini adalah shade Clio, karena Eos aku kebetulan habis dan Looke Cushion masih susah dicari karena masih masa perbaikan formulasi yada yada begitu yah. Clio ini setingkat di bawah EOS, agak gelap dikit di aku tapi masih masuk kok.

Baca juga: Shade Terbaru Looke Cushion dan Looke Loose Powder

Sejatinya aku nggak suka cushion. Maksudnya kalau ada pilihan cushion atau foundation dalam satu brand dengan formula yang sama, aku pasti akan langsung pilih foundation. Karena foundation jelas lebih murah (dengan harga yang sama isinya lebih banyak), terus aku bisa adjust warna atau teksturnya dengan campurin mixing pigment atau oil. Kalau cushion kan seperti kelakuanmu ya, susah dikoreksi.

Tapi Looke ini formulanya memang nggak tergantikan. Cushion ini hasilnya satin finish dan sheer to medium coverage. Di kulit tuh cakeepp banget walau dia nggak glowing berlebihan, tetep kayak kulit sehat dengan pori-pori nge-blur. Terus yang juara menurut aku adalah ketahanannya, dia nggak begitu nyeplak kalau kita pakai masker, walau ya masih nyeplak karena kalau 100% transferproof namanya semen tigaroda.

Kekurangannya yah, isinya dikit wkwk. Tapi tetang aja dia dijual versi reffil yang harganya lebih terjangkau kok. Jadi kalau kelen udah punya mbok-mbokan-nya, jangan dibuang. Beliin reffil-nya aja.


Nah, itu dia foundie favoritku selama 2022. Udah aku pilih bener-bener, ya ges ya. Milihnya pakai semedi jadi nggak sembarangan. Jadi jangan tanya perbandingannya sama foundie lain, karena ya kalau nggak masuk list ini berarti di tahun 2022 kemaren bukan favoritku kalau dibanding 5 ini, atau simpel aku belum coba.

Kalau foundation favorit kalian apa nich, Bestie? 

Beauty Trend 2023: Seperti Burung Beo

6 comments

beauty trend 2023 logo mixue

Njir, takut banget blog saya jadi Mixue.

Ternyata saya terakhir nulis itu oktober 2022. Awalnya cuma pengen cuti sebentar karena burn out. Lalu sebentar menjadi dua bentar, tiga bentar, eh...tiga bulan. Ner bener emang Taurus ya, sangat mengedepankan kemalasan. Tapi suka barang mewah. Kotradiktif memang saya tuh. Tapi nggak papa lah. Karena saya dua bersaudara. Yang paling tua bapak saya.

Kalau awal tahun begini, saya biasanya nulis tentang penerawangan makeup trend. Tapi jujur aja, saya sepertinya sedang jenuh sama beauty related topic, jadi penerawangan saya agak buram. Seperti mukamu yang rajin dikasih serum pencerah tapi ngeyel nggak mau reaply sunscreen itu. 

Awalnya saya sudah menerawang, beauty trend 2023 tuh bakalan begini:

  • Glossy lips
  • Glittery eyes
  • Glassy skin
  • Skincare minimalism
  • Local and affordable parfum

Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, saya kayak burung beo. Mengulang-ulang hal yang sama dari tahun ke tahun. Kalau awal tahun begini memang semua optimis! Lip gloss mulai berjaya nih, ayok tinggalkan matte lip cream yang bikin bibir kering! Tapi ya mbelgendes lah. Pada kenyataannya yang laku dan banyak diproduksi tetep matte lipstik kok. Walau lip gloss tentu punya penggemar sendiri, saya salah satunya. Tapi untuk disebut sebagai trend, kayaknya terlalu ambisius sih. Menurut saya perjalanan lip gloss sampai bisa nge-trend lagi kayak tahun 90-an masih panjang. Mungkin perlu waktu 5-10 tahun lagi.

Meskipun saya cukup hepi juga, beberapa brand lokal ngeluarin glossy lip product yang kualitasnya bagus-bagus banget, beberapa yang udah saya coba adalah: BLP Lip Vinyl, Somethinc Multitask Water Gloss, Luxcrime Hydrobosst Lip Gloss, Luxcrime Lip Serum Gloss, dan Raine Lipstick Tinted Oil.



Glassy skin nggak usah ditanya lah ya. Tiap tahun memang ada trend makeup complexion yang nampilin kulit glowing dan sehat. Namanya aja yang ganti-ganti, dari dewy look, dolphin skin, healthy-glowy skin, cloud skin, dan glass skin. Mau dijabarin dan berusaha dibedain kayak apa juga sama aja wis. Pokmen kulit sehat, rada minyakan sikit, teksturnya rata, dan flawless tapi nggak kelihatan kayak pakai makeup. 

Trend makeup juga lama-lama agak nggak realistis ya? Kalau versi aku mah glass skin ya glass skin aja. Tapi nggak papa kok kalau mau nunjukin sedikit (atau bahkan banyak) flaw. Jerawat bukan aib. Punya kantong mata nggak bikin kamu masuk neraka. Jadi santai aja, kamu tetap bisa cantik dengan caramu masing-masing.

Kalau untuk trend skin minimalism, lagi-lagi saya merasa ini membeo aja. Setiap tahun kayaknya semua orang, bahkan brand-brand skincare bakalan mendengungkan trend skin minimalism ini. "Pakai sedikit produk juga bisa efektif asal tepat.", "Nggak perlu banyak-banyak layer produk, buat apa, nyampah juga.", "Yuk, back to basic skinkworeee", kata mereka. Tapi tetep aja tiap bulan launching serum banyak-banyak #senyum. 

Soal skin minimalism jujur aja saya skeptis wkwk. Mungkin beberapa teman beauty enthusiast akan kembali membawa trend tersebut, tapi pergerakan industri kecantikan yang serba cepat tidak akan mendukung.

Jangan salah ya, sebagai reviewer, saya termasuk yang diuntungkan dengan pergerakan industri yang serba cepat. Kerjasama mengalir deras, saya juga jadi nggak pernah kehabisan topik menarik untuk dibahas. Tapi saya harus realistis kalau pasar juga udah mulai jenuh sama industri kecantikan, terutama skincare, yang vibe-nya grusa-grusu. Setiap bulan adaaaa aja produk yang di-launching. 

Kalau ambil sudut pandang konsumen, produk yang barusan dibeli saja belum habis, ini kok udah ada produk baru? Mana diklaim lebih bagus dari produk sebelumnya. Alhasil? Beli lagi. Produk menumpuk. Nggak sampai habis, dibuang karena kadaluarsa aja. 

Bukannya nggak seneng beuaty industri rame dan berkembang. Tapi plis lah, brand perlu slow down. Untuk bikin brand tetap terdepan dan diingat jalannya menurut saya nggak selalu harus launching. Bisa recall, promote ulang produk-produk lama, atau edukasi cara pemakaian/ layering produk-produk yang sudah ada. Jujurly, saya sebagai reviewer pun nggak sanggup kok mengikuti pergerakan "kalap launching product" ini. Dalam sebulan saya batasi hanya ambil sedikit produk yang benar-benar baru.

Nah, obrolan kita beranjak ke parfum. Yang ini memang lagi rame banget sih. Banyak parfum lokal baru yang bermunculan dan menarik untuk dicoba. Saya pun mencoba cukup banyak parfum. Discovery set adalah jalan ninja saya untuk mencoba banyak aroma tapi tidak boncos wkwk. Dan jujur saja, masih banyak brand yang aromanya dupe parfum terkenal. Walau udah mulai bermunculan juga yah aroma-aroma yang otentik dan menggelitik. 


Oke, diantara trend makeup yang saya jabarkan di atas, menurut kelen, mana yang paling menarik? Dan mana yang kira-kira benar-benar akan bertahan sampai akhor 2023?