Review Indoganic Rose Essence C, Super Lembap dan Mencerahkan

No comments

review indogamic rose essence c

Kalau ngomongin skincare lokal dengan kandungan Vitamin C, menurut saya Indoganic masih masih jagoannya. Indoganic Brightening Vitamin C Serum itu masih jadi serum vitamin C ter-ces-pleng versi saya. Karena saya sudah nyobain beberapa vitamin C serum dari brand lain, dan memang yang paling nyata dan paling cepet hasilnya di kulit saya, sejauh ini masih Indoganic. 

Makanya pas denger kalau Indoganic bikin skincare dengan vitamin C lagi, yang kali ini dalam bentuk essence, yaitu Indoganic Rose Essence C, saya langsung gas! Malakin dulu sebelum launching hehe... Dari hasil memalak ini makanya saya udah bisa cobain lebih dulu jauh-jauh hari sebelum launching.


Vitamin C

Vitamin C merupakan ingredient favorit saya. Makanya dibandingkan dengan actives yang lainnya, saya paling sering coba-coba Vitamin C. Sudah ngelotok lah ibaratnya. Kulit saya memang kelihatan smooth dan cerah kalau pas lagi rajin pakai dan cocok sama produk yang pakai ingredient Vitamin C. Kalau habis liburan dan kulit menggelap, andalan saya buat ngembaliin tone kulit sekaligus bikin kulit sehat lagi, ya Vitamin C.

review essen c vitamin c essence indoganic

Ini dia beberapa manfaat dari Vitamin C dalam skincare:

  • Meningkatkan produksi kolagen.
  • Memudarkan pigmentasi dan dark spot.
  • Mengandung antioksidan tinggi. Jika dipakai dibawah sunscreen, akan memperkuat kerja sunscreen dan meningkatkan perlindungan terhadap UV.
  • Mencerahkan kulit

Yang bikin saya luv sama Vitamin C adalah dia bikin kulit saya cerah yang radiant, masih ada ronanya. Cerah tapi glowing dan kelihatan sehat (tidak seperti Alpha Arbutin yang bikin kulit saya terlihat putih dan pucat). Dan juga, Vitamin C ini adalah ingredient yang pakainya nggak usah mikir. Mau dipakai siang hari, malam hari, di-layer pakai apapun juga nggak masalah.

Jadi, memang dari dulu ingredient Vitamin C adalah ingredient andalan saya. Dan Indoganic Brightening Vitamin C Serum masih yang terbaik di kelas serum Vitamin C dari brand lokal. Makanya seseneng itu saya nyobain Indoganic Rose Essence C.


Ingredient Indoganic Rose Essence C

ingredients indoganic rose essence c

Aqua, Rosa Damascena Flower Water*, Propanediol, Niacinamide, Betaine, Inositol, Ascorbyl Glucoside, Gluconolactone, Sodium Bicarbonate, Butylene Glycol, Disodium Phosphate, Sodium PCA, Glycerin, Sodium Benzoate, Sodium Hyaluronate, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Citric Acid, Potassium Sorbate, Dipotassium Glycyrrhizate, Calendula Officinalis Flower Extract, Opuntia Ficus-Indica Stem Extract, Polyglyceryl-6 Caprylate, Polyglyceryl-4 Caprate, Viola Mandshurica Flower Extract, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Centella Asiatica Extract, Polygonum Cuspidatum Root Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Sorbic Acid. *Ecocert Certified

Bahan-bahan yang jadi jagoan di sini adalah:

  • 2% Vitamin C: menggunakan Ascorbyl glucoside yang lebih stabil. Jadi nggak perlu masuk kulkas.
  • 4% Niacinamide: Si serba bisa sebagai antioksidan, menjaga skin barrier, mencerahkan, dan mengontrol minyak dan pori.
  • Rose hydrosol: antioksidan dan antimicrobial
  • PHA: super mild exfoliation.

Selain itu, banyak juga ditambahkan bahan-bahan yang sifatnya menghidrasi dan menenangkan kulit seperti Betaine, Sodium Hyaluronate, Cica, dan lain-lain. Dan juga ada 8 botanical extract yang kaya akan antioksidan.

Dan seperti biasanya, Indoganic selalu mengusung konsep clean beauty, yaitu menggunakan bahan-bahan yang non toxin, eco-friendly, sustainable, dan cruelty free. Tidak membahayakan tubuh kita, namun juga tidak berbahaya bagi lingkungan. Luv!


Tekstur dan Aroma Indoganic Rosse Essence C

review essence indoganic rose essence c

Pas saya bilang kalau essence ini super lembap, banyak yang mengira kalau teksturnya kental agak gel-ish serum-y. Tapi enggak, gais. Ini teksturnya cair, mengalir sepert air. Memang tentu lebih kental dari air biasa, namun masih tergolong cair ya, nggak gel-ish.

Tapi walau cair, kelembapannya memang luar biasa. Kulit kering saya menangys bahagia ketemu essence ini. Flaky-flaky di beberapa area karena dehidrasi langsung hilang sekejab. Kulit juga kelihatan plump banget karena kenyang air. 

Tapi side effect-nya tekstur super lembap ini memang agak lengket. Di kulit wajah saya sih, nggak terlalu terasa lengket ya. Malah nyaman. Tapi saya ngerasa kalau habis pakai ini, telapak tangan dan jari-jari saya memang agak lebih lengket. Ini bisa diakali dengan menggunakan kapas sih (jenis yang seperti Silcot). Lalu pakainya bisa dikompres dengan tehnik CSM atau ditepuk-tepukkan ringan saja.

Aromanya sangat enak, seperti aroma produk herbal dan mewah, mengingatkan saya dengan aroma ala skincare highend Korea yang mengandung ginseng begitu. 


Kemasan Indoganic Rosse Essence C

review essence indoganic rose essence c

Selain aromanya mewah dan vibe-nya kayak skincare highend Korea, packaging-nya pun begitu! Dikemas dalam botol pump yang terbuat dari kaca gelap yang tebal dan kuat. Kuat ya. Pernah kebanting dan nggak pecah. Tapi ya jangan dibanting juga. Desainnya juga simpel dan elegan.


Cara Pemakaian Indoganic Rosse Essence C

Review Indoganic Rose Essence C

Seperti yang sudah saya jelaskan, produk ini cair tapi kelembapannya memang ekstra. Awal-awal dia datang, saya pakai Indoganic Rose Essence C ini sebagai first essence, dan udah nggak perlu hydrating toner lagi karena udah cukup lembap. Namun kemudian saya coba pakai hydrating toner dulu yang teksturnya lebih ringan, ternyata penyerapannya jadi lebih enak dan nggak selengket kalau dipakai langsung ke kulit wajah. Jadi saya merekomendasikan pakai hydrating toner dulu ya. 

Di kulit kering saya, Indoganic Rose Essence C jadi teman baik untuk skincare rutin pagi maupun malam. Malahan dipakai pagi, makeup saya jadi lebih nempel dan awet. Pakainya juga cukup 2-4 pump saja, udah cukup untuk seluruh wajah dan lembapnya udah dapet. Tapi kalau kulitmu berminyak dan merasa ini terlalu rich, bisa pakai malam hari saja.

Untuk slot pemakaiannya seperti ini:

Exfoliating Toner (bila pakai) - Hydrating Toner - Indoganic Rose Essence C - Serum (bila pakai) - Cream Moisturiser - Sunscreen (untuk siang)

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di post ini ya: Paduan 10 Step Skincare Rutin

Indoganic Rose Essence C

Saya sendiri merasa, penggunaan essence ini cukup bikin skincare rutin saya jadi lebih simpel. Kulit saya udah cukup lembap, jadi saya nggak perlu pakai hydrating serum lagi. Hydrating toner yang saya pakai juga cukup 1 layer, nggak perlu 7 skin method. Face oil juga sangat optional, karena saya merasa kulit saya sudah lembap.

Tapi kalau kamu suka pakai face oil dengan metode Scrambled Oil, Indoganic Rose Essence C ini menurut saya pas banget deh dipakai sebagai campuran face oil. Karena teksturnya yang rich ngimbangin tekstur oil, dan bikin kulit lembabnya maksimal.


Indoganic Rose Essence C Vs Indoganic Brightening Vitamin C Serum

Essence Vitamin C Indoganic

Seperti yang udah kita tahu, Indoganic punya 2 produk yang memiliki kandungan utama Vitamin C. Dan ketika saya buka QnA di instagram story @racunwarnawarni, memang banyak yang tanya perbedaannya. Untuk catatan dulu, Indoganic Rose Essence C bukan merupakan pengganti Indoganic Brightening Vitamin C Serum ya. Keduanya adalah produk yang berbeda, dengan tekstur berbeda, dan dipakai di slot yang berbeda.

Indoganic Rose Essence C dan Indoganic Brightening Vitamin C Serum bisa dipakai sendiri-sendiri, maupun di-layer untuk mendapatkan hasil kulit cerah dan glowing yang maksimal. 

Nah, ini dia perbedaannya:

  1. Indoganic Brightening Vitamin C Serum menggunakan vitamin C dalam bentuk L-Ascorbic acid, sementara Indoganic Rose Essence C menggunakan Ascorbyl glucoside yang lebih stabil. Itulah kenapa, untuk penyimpanan, Rose Essence C lebih mudah dan nggak perlu dimasukkan ke kulkas.
  2. Teksturnya sama-sama cair, namun untuk feel di kulit, Indoganic Rose Essence C terasa jauuhh lebih dasyat lembapnya. Makanya Indoganic Rose Essence C ini bagus banget untuk booster serum, karena kulit yang terhidrasi dengan baik, akan lebih mudah menyerap skincare selanjutnya.
  3. Untuk efek mencerahkan, saya merasa Indoganic Brightening Vitamin C Serum lebih cepat kerjanya.
  4. Saya lebih suka aroma Indoganic Rose Essence C yang herbal dan terkesan mahal. Kalau Indoganic Brightening Vitamin C Serum aromanya menurut saya sih nggak enak, seperti ada aroma bawang putihnya (karena ada kandungan Galactomyces).
Kalau tertarik dengan Indoganic Brightening Vitamin C Serum, review lengkap sudah saya tulis di sini: Review Indoganic Brightening Vitamin C Serum, Serum Vitamin C Terbaik dari Brand Lokal


Review 1 Bulan Pemakaian Indoganic Rose Essence C

Efek yang paling saya rasakan dari essence ini adalah efek hidrasi dan kelembapannya. Kadar kelembapan kulit saya meningkat pesat, jadi otomatis bikin kulit saya lebih kelihatan sehat, kenyal, dan glowing. Dry patch area atau area-area yang teriritasi  juga udah nggak pernah saya temui lagi selama penggunaan Indoganic Rose Essence C. Dan karena lembapnya juga, saya merasa serum, moisturiser, dan skincare-skincare lain yang saya aplikasikan setelahnya jadi lebih enak penyerapannya ke kulit.

Tapi herannya, walau sangat lembap, dia nggak memicu jerawat saya sama sekali dan nggak bikin kulit kusem kalau pas dipakai di siang hari. Malahan saya udah jarang jerawatan lho sekarang, dan kulit rasanya lebih cerah. Walau efek cerahnya memang nggak secepat Indoganic Brightening Vitamin C Serum, namun saya tetep merasakan efek itu. Kalau bangun pagi langsung ngaca, terlihat warna kulit lebih cerah dan juga glowing. Luv!

Indoganic Rose Essence C ini mengandung PHA atau Gluconolactone, namun saya sendiri nggak merasakan efek tingling sedikitpun. Yang saya rasakan ketika pemakaian cuma lembap. Jadi seminggu dua kali, saya tetap memasukan exfoliating toner atau exfoliating serum yang biasanya saya gunakan.


Kesimpulan

Baru kali ini saya menemukan essence dari brand lokal, yang daya lembapnya nggak main-main. Performanya untuk mencerahkan dan mencegah jerawat juga bagus banget! Kalau kulit kalian kering kayak saya, saya yakin bakalan langsung cocok sama Indoganic Rose Essence C.

Bisa dipakai sebagai booster sebelum Indoganic Brightening Vitamin C Serum, kalau pengen hasil maksimal untuk mencerahkan kulit. Bisa dipakai single use, untuk ngasih asupan vitamin C ke kulit setiap harinya, sekaligus melembapkan.

Untuk pemilik kulit berminyak, saya kurang bisa memberikan pendapat ya. Seandainya essence ini dirasa terlalu rich di kulit berminyak, menurut saya sih bisa dipakai di malam hari saja. Agar pas bangun pagi kulit lembap dan kenyal. 


Harga Indoganic Rose Essence C

Harga Indoganic Rose Essence C

Indoganic Rose Essence C ini tersedia dalam dua ukuran, yaitu 60 ml dan 20 ml, dengan harga:

  • Rp 159 000,- / 60 ml
  • Rp 79 000,- / 20 ml

Jadi untuk yang suka traveling, atau kalau mau nyoba dulu karena belum yakin langsung cocok, bisa coba ukuran kecil dulu. 


IG: @Indoganic_official
Website Indoganic Beauty

What's In My Bag Edisi Pandemi

6 comments

What's In My Bag Edisi Pandemi Racun Warna Warni

Saya sebenernya bukan orang yang clean freak. Tapi sejak pandemi, saya memang jadi parnoan kalau udah urusan kebersihan. Kalau sekalinya harus keluar rumah (misal untuk groceries atau hal lain yang benar-benar penting seperti ke dokter), selain masker, saya juga bawa perlengkapan perang super komplit. Ada sabun cuci tangan, hand sanitizer, sampai segala jenis tisu basah, tisu kering, dan Lavish tisu kewanitaan ada semua. Tas saya jadi seberat beban dosa kalian :(.

Jadi, pandemi ini memang mengubah selera fasyun saya juga ya. Yang awalnya saya suka tas yang kecil-kecil lucu, yang cuma muat HP, dompet kartu, dan lipstik, sekarang saya malah suka tas yang agak besar dan muatnya banyak. Tapi nggak papa sih, tas besar bukan berarti nggak gaya. Yang penting pinter padu-padankan outfit saja.

Review Cleanzer Sanitizer Wipes

Nah, ini dia tas yang akhir-akhir ini suka saya pakai. Saya juga suka tas yang bahan kulit, karena lebih praktis dan kalau habis keluar rumah gampang banget dibersihin. Tinggal dilap pakai Cleanzer Sanitizer Wipes. 

Dan buat cewek-cewek, lihat isi dalem tas cewek lain memang selalu menyenangkan. Nggak tau dah sayapun susah jelasinnya. Tapi saya pun seneng sama konten-konten "what's in my bag" begitu hehe.. Jadi ini dia isi dalem tas saya:

Review Cleanzer Sanitizer Wipes

Isi Tas Racunwarnawarni

  1. Dompet
  2. Handphone
  3. Power bank
  4. Agenda
  5. Sisir
  6. Disinfectant Spray
  7. Masker cadangan
  8. Sabun untuk cuci tangan
  9. Pouch (isi lipstik, parfum, oil control film, hand cream, pulpen, tisu, Lavish feminine wipes, dan kabel charger)
  10. Dan senjata andalan saya yaitu Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes, yang saya selipkan di kantong depan tas, biar gampang kalau mau ambil sewaktu-waktu. 
Cleanzer Sanitizer Wipes

Kemasannya yang sachet bikin tisu ini praktis banget diselip-selipin di mana aja. Bahkan suami saya yang tadinya suka males bawa disinfectant, sekarang selalu bawa Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes kemana-mana, karena praktis banget. Tinggal diselipin di saku celana atau di dompet aja. 


Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes

Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes Review

Nah, saya mau ngenalin kalian ke senjata andalan baru saya nih yaitu Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes. Tisu ini sudah sesuai dengan standar protokol new normal dari WHO, yaitu mengandung 70% alkohol, yang efektif membunuh virus dan bakteri. Jadi ini beda dengan tisu basah biasa pada umumnya ya. Bisa dibilang, Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes ini adalah multipurpose sanitizer dalam bentuk tisu, bisa dipakai di permukaan benda maupun di kulit. Lebih praktis dan gampang dibawa-bawa.

Lalu apa bedanya dengan alcohol swab? Beda dong! Alcohol swab itu pure 70% alkohol, di kulit terasa kering sekali. Kalau Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes ini ada kandungan Aloe Vera dan Glycerin juga, yang bantu melembapkan kulit dan juga sebagai anti iritasi. Jadi kulit nggak kering-kering amat seperti kalau digrujuk pakai alkohol. Aromanya memang menusuk aroma alkohol, seperti disinfektan pada umumnya, namun kebantu dengan samar-samar aroma fruity yang enak. 

Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes

Lalu perbedaan kedua adalah ukurannya. Kalau alcohol swab ukurannya memang secimit-cimit, karena kan memang keperluannya untuk sterilisasi area kulit yang akan ditusuk jarum medis saja. Sedangkan Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes ini luas dan lebar, seperti ukuran tisu basah pada umumnya. Jadi lebih enak dipakai untuk berbagai macam keperluan.

Kelebihan lain yang bikin saya manteb adalah kemasannya. Cleanzer ini dijual per-box isi 10 sachet. Jadi memang kemasannya adalah per-sachet, jadi produknya tetap steril dan terlindung dari kontaminasi. Selain higienis, juga jadinya lebih praktis. Kita nggak perlu bawa segebok tisu kemana-mana. Cukup bawa dan selipkan di tas atau saku, sesuai kebutuhan aja. 

Simpel banget ya? Sungguhlah memudahkan hidup di tengah pandemi :'). 


Dipakai untuk apa saja Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes?

Fungsi Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes

Kalau di saya sendiri, Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes ini jelas kepakai banget setiap hari. Saya biasanya gunakan untuk:

  1. Pengganti cuci tangan saat kepepet, misal habis pegang uang dan nggak ada akses ke air. Produk ini menjaga kulit tetap higienis dan segar sampai 1 jam kemudian.
  2. Lap semua benda yang habis saya bawa keluar rumah. Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes ini aman kok saya pakai untuk mengelap tas kulit dan gatged saya.
  3. Lap benda-benda yang setiap hari dipegang, terutama yang menempel di muka. Misalnya handphone, remote AC, laptop, dll. Buat yang gampang jerawatan wajib banget ya ini, nyeterilin handphone dan benda-benda yang serung menempel ke muka.
  4. Lap benda-benda di public area yang harus kita pegang. Misalnya: gagang pintu, keran wastafel, alat gym, dan lain-lain.

Awal punya tisu ini pun sebenernya saya nggak ekspektasi bakalan gimana-gimana. Ternyata seiring berjalannya waktu, memang kepakai banget-bangetan. Kepakai juga buat suami yang nggak punya kemewahan untuk WFH. Nggak sia-sia nyetok banyak.


Apakah bisa dipakai untuk vagina?

Jangan, gaes! Ini kan tisu disinfectan yang mengandung 70% alkohol. Untuk vagina, bisa pakai tisu khusus untuk area kewanitaan, seperti LAVISH Feminine Hygiene Wipes. 

Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes ini bisa dipakai untuk mensterilkan dudukan toilet saja. Jujur, saya menghindari banget pipis di tempat umum saat-saat ini. Jadi saya belum pernah pakai Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes untuk lap dudukan toilet. Tapi misal kepepet banget, kayaknya ini adalah opsi terbaik.

Baca juga: Vagina Bau dan Cara Mengatasinya


Review Tisu pembersih Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes

Harga Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes

Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes ini dijual dalam kemasan box, per-box-nya berisi 10 sachet dengan harga Rp 11.900,-. Terjangkau banget kan? Produk ini bisa kita temukan dengan mudah di Alfamidi dan Marketplace.

Murah, gampang ditemukan, dan buat saya sih sangat terpakai sekali untuk aktivitas sehari-hari. Jadi ya saya juga merekomendasikan Cleanzer Hygienic Sanitizer Wipes ini untuk kalian semua. Karena kalau bukan kita yang jaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri, lalu siapa lagi?


CLEANZER.ID
Instagram: @CleanzerWipes

#Skincare: Dokter vs Skincare OTC

6 comments
Skincare Dokter vs Skincare OTC

"Kak, selain pakai skincare, kamu pakai krim dokter nggak?"

Pernah dapet pertanyaan seperti itu? Saya sering! Padahal krim dokter kan merupakan skincare juga. 

Atau juga kalau pas saya nge-review skincare keluaran klinik kecantikan, misalnya Natasha Skincare, walaupun skincare tersebut masuk dalam kategori skincare OTC, namun masih banyak yang komen, "aku takut pakai skincare dokter begitu." 

Saya jadi tahu kalau banyak yang belum paham bedanya antara "skincare dermatologis/ dokter" dan "skincare OTC/ Over The Counter". 

Skincare OTC Indonesia

Skincare OTC (Over The Counter)

Sesuai namanya, skincare OTC atau skincare Over The Counter adalah skincare yang diperjual belikan dengan bebas. Kita sebagai konsumen, bisa bebas datang ke counter dan membelinya. Skincare ini bisa kita temukan dengan mudah di supermarket, drugstore seperti Guardian dan Watson, ataupun secara online. Yang biasa di-review oleh para skincare reviewer, juga adalah skincare OTC. 

Untuk menjamin keamanannya, skincare OTC wajib terdaftar di BPOM. Dengan terdaftar di BPOM, kita jadi tahu kalau skincare tersebut aman dan  nggak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh kita. Selain BPOM melarang ingredient-ingredient tertentu, BPOM juga memiliki regulasi terkait level atau presentase suatu ingredient yang boleh digunakan dalam suatu produk. Misalnya saja untuk produk exfoliator: batas maksimum kandungan AHA adalah 10% dengan pH 3,5, dan batas maksimal penggunaan BHA adalah 4%. Di atas kandungan tersebut, AHA dan BHA malah berbahaya bila digunakan sendiri tanpa pengawasan dokter.

Tentunya nggak semua orang punya pengetahuan rinci mengenai ingredient dan presentase yang diperbolehkan. Saya pun yang sehari-harinya berkutat dengan skincare, nggak bisa kok hafal semuanya. Itulah makanya pentingnya memperhatikan nomor BPOM. Selama skincare OTC yang kita beli sudah terdaftar di BPOM, maka sudah dipastikan kandungan-kandungannya aman untuk kita pakai sendiri.

Baca Juga: Basic Skincare CTMP untuk dicoba di rumah


Perawatan dengan skincare dokter

Skincare Dokter

Skincare dokter adalah skincare yang diracik secara khusus oleh dokter kulit. Skincare dokter ini tidak diperjual belikan secara bebas, karena memang secara spesifik diracik khusus untuk kebutuhan pasien tertentu. Untuk membelinya, pasien harus datang dulu ke dokter kulit/ klinik kecantikan, dan bertatap muka langsung dengan dokternya. Nanti dokter akan memeriksa dan menganalisis kulit pasien secara pribadi, dan mengeluarkan resep yang spesifik ditujukan untuk pasien tersebut. Jadi nggak bisa sembarangan dibeli dengan bebas.

Lain dengan skincare OTC yang harus terdaftar di BPOM, skincare dokter nggak perlu izin dari BPOM. Skincare dokter terkadang mengandung bahan-bahan yang lebih "keras" atau presentase bahan aktifnya lebih tinggi dibanding yang diperbolehkan oleh BPOM di skincare OTC. Itulah mengapa pemakaiannya harus atas pengawasan dokter. Nggak bisa sok ngide beli dan pakai secara mandiri. 

Kalau pakai skincare dokter, ya kita harus rutin berkonsultasi ke dokter tersebut agar si dokter bisa memantau perkembangan kulit kita. Karena memang hanya dokter yang meracik skincare tersebut yang paham, kapan saatnya menaikkan atau menurunkan dosis, kapan saatnya berhenti, dan apa yang boleh atau tidak boleh dikombinasikan dengan skincare tersebut.


Bagaimana dengan skincare dokter yang djual bebas?

Nah, ini perlu kita lihat dulu. Karena kadang ada yang masih bingung dengan skincare OTC keluaran klinik kecantikan atau dokter kulit.

Beberapa klinik kecantikan seperti Natasha Skin care memang mengeluarkan skincare OTC yang bisa kita beli dengan bebas. Walau dikeluarkan oleh klinik kecantikan, ketika sudah diperjual belikan dengan bebas, tentu harus mengikuti peraturan dari BPOM. Yang berarti skincare-skincare tersebut punya nomor BPOM.

Pentingnya cek BPOM Kosmetik
Nomor BPOM yang tertera pada kemasan produk skincare OTC juga harus terdaftar dengan merk dan nama produk yang sama di website BPOM (cekbpom.pom.go.id) 

Namun bila skincare "dokter" ini bisa diperjual belikan dengan bebas tanpa BPOM, berarti ini adalah skincare ilegal atau abal-abal. Sebaiknya sih jauh-jauh ya gaes, dari skincare kayak begini, karena berbahaya. Nggak ada yang menjamin keamanan skincare abal-abal seperti ini. Kalau beneran ini skincare dokter tanpa BPOM, berarti untuk membeli ya harus pakai resep dokter dan pemakaiannya harus atas pengawasan dokter ke pasien secara pribadi. 

Pokoknya untuk skincare apapun yang diperjual belikan secara bebas, kunciannya adalah BPOM.


Lebih bagus skincare OTC atau skincare dokter?

Semua bagus kok, tergantung preferensi dan kebutuhan kulit masing-masing. Ada tipe orang yang lebih suka pakai skincare OTC saja. Selain bisa dibeli bebas, harganya juga cenderung lebih murah daripada skincare dokter dimana kita harus bayar biaya konsultasi dokter juga. Tapi ada juga tipe orang yang mau praktisnya, nggak pengen direpotkan dengan membaca ingredient dan mencoba-coba mana skincare yang cocok. Untuk tipe kedua, tentu ke dokter lebih tepat, karena tinggal pasrah saja ikut anjuran dan pakai produk dari dokter, nggak pakai mikir.

Skincare Dokter vs Skincare OTC

Saya sendiri, untuk kondisi normal biasanya lebih memilih skincare OTC. Skincare OTC yang saya gunakan rutin ini udah sangat ngefek kok untuk improve kondisi kulit saya. Namun kalau ada kondisi kulit tertentu yang nggak bisa saya atasi sendiri, saya nggak keberatan juga untuk ke dokter kulit atau ke klinik kecantikan. Kondisi ini misalnya saat saya jerawatan parah dan nggak sembuh-sembuh dalam kurun waktu berbulan-bulan.

Namun yang perlu diingat, ketika kita memutuskan ke dokter atau klinik kecantikan, semua yang kita pakai di wajah harus atas sepengetahuan dokter. Jadi nggak ada tuh ceritanya, tanya ke skincare reviewer, "kak, apakah produk A boleh di-mix dengan skincare dokter?" Ya nggak tau lah, Bambang! Saya kan bukan doktermu :(.

Baca Juga: Paduan 10 Step Skincare Routine Yang Bisa Kamu Coba

Semoga tulisan saya di atas bisa lebih menjelaskan ya, mengenai perbedaan skincare OTC dengan skincare dokter. Kalau kamu sendiri, lebih memilih pakai skincare OTC, skincare dokter, atau cukup banyak-banyak sembahyang?

Review & Swatch: Luxcrime Ultra Light Lip Stain

8 comments

Review & Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Produk bibir paling pandemi friendly versi saya adalah lip tint atau lip stain. Pokoknya yang nge-stain gitu lah. Jadi produknya ngeresep ke kulit bibir dan nggak nyeplak ke masker. Terus awet, jadi nggak harus sering-sering touch up kayak orang kemayu. Saya kemayu.

Jadi memang produk terbarunya Luxcrime ini cocok banget lah ya. Luxcrime Ultra Light Lip Stain ini adalah lip tint. Klaimnya, produk ini punya warna yang nyata, ringan feel-nya di bibir, terus juga mengandung Vitamin E dan Squalane yang menutrisi bibir, dan bikin bibir tampak kenyal dan cantik. 

Tapi mohon maaf saya nggak akan breakdown ingredient ya. Karena ini makeup, saya biasanya nggak begitu perhatikan ingredient-nya, yang penting formulanya saja. Kerdusnya juga udah saya buang karena saya nggak berekspektasi tinggi sih ke produk ini, saya pikir ya lip tint biasa aja yang nggak bakalan sampai bikin saya sesuka itu sampai saya tulis di blog #RacunWarnaWarni.

Tapi setelah hampir setiap hari pakai produk ini, ternyata saya sadar kalau saya beneran suka sama produk ini. Jadi akhirnya saya putuskan untuk tulis review lengkapnya.


Packaging Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Kita mulai dari hal yang paling terlihat mata dulu, yaitu packaging. Dibandingkan brand lokal lain, saya akui Luxcrime ini unggul secara packaging! Desain khas produk-produk Luxcrime itu selalu playfull, tapi nggak menghilangkan kesan classy-nya juga. Unik sih! Selalu bikin seneng setiap kali saya lihat koleksi Luxcrime di rak rias saya. 

Untuk Luxcrime Ultra Light Lip Stain pun begitu. Saya suka sama bentuknya yang kotak, jadi enak ditaruhnya dan kesannya rapih. Materialnya juga terkesan mahal dan sturdy, dengan tutup yang nge-klep kenceng. Di body botolnya terdapat keterangan merk dan nama shade, lalu botolnya juga bening yang memungkinkan kita melihat langsung warna di dalamnya.

Aplikatornya berbentuk doe foot dan njeber, bisa pick up produk dengan baik, sekaligus juga bisa digunakan untuk meratakan produk dengan nyaman. Dan karena memang produk ini nggak tinggi/ panjang, jadi aplikatornya pun pendek. Buat saya sih ini bagus karena jadi mudah mengontrol pas aplikasi produknya. Saya nggak demen lah yang panjang-panjang.


Tekstur dan Formula Luxcrime Ultra Light Lip Stain

swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain
Bawah ke atas: Rose Sand, Apricot, Flamingo, Amber, Glasstonberry

Waktu pertama kali diulas ke bibir, konsistensinya agak sedikit kental. Ada rasa-rasa gel-ish gitu lho, nggak yang watery sepenuhnya. Jadi enak pas diratain dan nggak bleding kemana-mana. Tapi pas digeser, terasa kandungan airnya banyak banget, yang bikin rasanya jadi ringan banget di bibir. Super nyaman.

Setelah dioles, butuh waktu untuk ngeset. Jadi nggak yang langsung ngeset. Ini juga poin plus karena kita jadi nggak perlu buru-buru pas ngeratain produknya, dan nggak akan ada tragedi produknya ndemblok di satu area. Sebelum ngeset, dia finish-nya terlihat glossy. Kalau udah ngeset, ya kayak lip tint pada umumnya lah, yang menyatu dengan kulit  bibir.

Dan lip stain ini juga sangat nyaman. Salah satu lip tint ternyaman yang pernah saya pakai. Selain feel-nya sangat ringan, saya pakai hampir setiap hari juga nggak bikin bibir kering.


Pigmentasi Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Pigmentasinya termasuk yang sangat bagus untuk ukuran lip tint. Apalagi kalau habis diulas dan masih glossy ya, super cover! Kalau udah nge-stain, warnanya akan sedikit turun. Nggak segelap ketika masih basah. Tapi untuk ukuran lip tint, segini masih oke banget sih. 

Pas udah nge-stain, warna kehitaman di area luar bibir saya mulai agak kelihatan. Tapi warna lip tint-nya tetep kelihatan kok.


Review Luxcrime Ultra Light Lip Stain
Luxcrime Ultra Light Lip Stain setelah 2 jam pemakaian

Daya Tahan Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Bagus! Ya seperti sewajarnya lip stain lah! Lip tint memang punya daya tahan yang bagus. Saya nggak bisa ngasih estimasi jam karena nggak merhatiin lah embuh. Pokoknya lama. Pagi pakai, sore stain-nya masih kelihatan. Dan juga dia nggak transfer ke masker dan gelas.

Tapi ya seperti lip stain pada umumnya, memang stain-nya agak susah dibersihkan. Kalau saya sih selain dibersihkan dengan Pixy Eye & Lip Makeup Remover, saya juga pakai Luxcrime Duo Lipcare bagian lip scrub-nya.


Shade Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Shade Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Luxcrime Ultra Light Lip Stain ini terdiri dari lima shades, yang semuanya cantik dan pigmented. Semuanya menurut saya akan masuk ke kulit  perempuan Indonesia. 

Tapi  menurut saya, pilihan shade-nya kurang luas. Cuma main di warna-warna reddish dan pink. Beberapa varian warnanya terlalu berdekatan. Rose Sand, Apricot, dan Flamingo ini kalau diperhatikan bener-bener memang berbeda warnanya, tapi range-nya nggak terlalu jauh. Jadi menurut saya, kalian nggak perlu beli semuanya. Cukup salah satu dari ketiga itu untuk pilihan warna yang agak kalem. 

Yang agak berbeda adalah warna Amber dan Glasstonberry. Amber ini merah yang neon dan segar, kalau Glasstonberry warnanya paling gelap. 

Langsung saya perlihatkan swatch-nya aja ya di bibir:


Rose Sand

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Rose Sand

Untuk warna yang cenderung kalem, Rose Sand ini yang paling kalem dan langsung jadi favorit saya. Warnanya pink, sedikit ada hint kecoklatan, dan warmtone.


Apricot

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Apricot

Warnanya dekat sekali dengan Rose Sand. Sama-sama pink dengan hint kecoklatan dan warmtone. Cuma Apricot ini sedikit lebih ada warna peach kemerahannya.


Flamingo

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Flamingo

Flamingo ini masih dikategori warna kalem, tapi memang dia lebih gelap dibandingkan Apricot dan Rose Sand. Warnanya deep berry pink dan cooltone.


Amber

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Amber

Warmtone red! Atau sering disebut merah cabe. Nggak heran ya kalau cabe-cabean kayak saya suka banget sama warna ini! Ini favorit saya setelah Rose Sand. Warnanya cenderung mencolok, tapi fresh banget. Kalau kamu suka ombre lips, Amber ini cocok banget buat area tengah. Stain warna ini tergolong susah ilang dibanding warna lain kecuali Glasstonberry.


Glasstonberry

Swatch Luxcrime Ultra Light Lip Stain Glasstonberry

Nah, buat penggemar lip tint warna gelap, Glastonberry tepat banget untukmu! Ini warnanya deep berry pink yang cooltone dan lebih gelap dari Flamingo. Stain-nya juga paling kuat dan paling susah ilang dibandingkan warna lainnya.


Saya nggak terlalu suka tehnik ombre lips ala Korea, karena bikin muka saya kelihatan lebar. Tapi buat yang pengen lihat ombre lips dengan Luxcrime Ultra Light Lip Stain, ini dia:

Harga Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Bagian luar saya pakai Dear Me Perfect Matte Lip Coat Dear Megan, lalu tengahnya pakai Luxcrime Ultra Light Lip Stain Amber.


Harga Luxcrime Ultra Light Lip Stain

Rp 109 000/ 3,5 ml.


Kesimpulan

Secara formula, produk ini bagus banget. Nyaman dipakai, enteng, pigmented, gampang di-blend, daya tahannya bagus, dan nggak bikin bibir kering. Packaging-nya cakep pula! Warnanya juga bagus-bagus dan menurut saya masuk ke semua shade orang Indonesia. Ibarat milih sambil merem pasti cocok dan cantik deh jatuhnya. 

Tapi karena range warna terlalu berdekatan, menurut saya akan lebih oke kalau Luxcrime mau menambah warna lain untuk lip stain ini. Misalnya warna coklat, oranye terang, atau warna ungu. Jadi nggak melulu reddish dan pink saja range warnanya.

Warna favorit saya: Amber dan Rose Sand.

Kalau kamu tipikal yang suka pakai lip stain untuk sehari-hari, Luxcrime Ultra Light Lip Stain ini saya rekomendasikan karena memang sangat nyaman dan formulanya nggak bikin bibir sakit. Tapi menurut saya, ya beli satu atau dua warna saja, karena warnanya mirip-mirip. Tapi kalau kamu qaya dan mau beli semua biar bisa nyaingin koleksi saya mah, serah! Bebwas!

Review Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil, Luxurious Cleanser Dari Brand Lokal

8 comments

Review Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil

Cleansing oil adalah salah satu jenis produk skincare yang bener-bener mengubah skincare game dan hidup saya!

Bukan masalah bahan aktifnya yang ngadi-ngadi dan ngefek banget, tapi karena bentuk dan cara pakainya. Cleansing oil ini mengubah cara saya membersihkan wajah. Yang awalnya saya pakai micellar water dengan cara digosok-gosok dengan kapas, sekarang beralih ke cleansing oil yang minimal banget gesekan ke kulit, namun tetap sama efektifnya dalam membersihkan kulit dari makeup dan debu kehidupan.

Hasilnya? Sejak beralih ke cleansing oil dan nggak menyentuh micellar water lagi, kulit saya jadi lebih sehat. Skin barrier lebih kuat, nggak sensitized, dan nggak gampang jerawatan. Gila ya, langkah simpel ganti jenis cleanser doang, tapi bener-bener kayak bikin kulit saya terlahir kembali waktu itu!

That's why sejak saat itu saya jadi hobi banget sama cleansing oil. Saya udah cobain banyak banget cleansing oil. Tapi memang Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil ini one of the best cleansing oil yang pernah saya coba. Pengalaman pakainya menyenangkan banget dan ngingetin saya sama salah satu high end cleansing oil harga 600 ribuan. 


Cleansing Oil untuk Double Cleansing dari Indoganic

Apa itu Cleansing Oil?

Namun walaupun udah populer banget dan dimana-mana ada, setiap saya posting soal cleansing oil, masih ada aja lho yang bilang (( ngeri )) dengan metode membersihkan muka dengan minyak. Apa nggak makin minyakan mukanya? Apa nggak lengket? Apa bersih? Apa nggak bikin jerawatan?

Hmm...kayaknya sih pada belum pahal kalau cleansing oil ini bukan sekedar oil biasa.

Cleansing oil ini adalah suatu produk yang isinya minyak dan emulsifier. Jadi bukan hanya minyak thok seperti face oil, apalagi seperti Bimoli. Minyak ini berfungsi untuk melarutkan kotoran dan makeup waterproof secara efektif, tanpa bikin kulit jadi kering. Sedangkan surfaktan/ emulsifier, berfungsi untuk mengemulsi atau memisahkan minyak dengan kulit, sehingga bisa dibilas dengan air. 

Tanpa minyak, makeup waterproof dan beberapa kotoran nggak akan bisa melting. Tapi tanpa emulsifier, minyak yang sudah dioles ke wajah nggak akan bisa dibersihkan dengan efektif dan malah menyumbat pori. 

Jadi nggak usah (( ngeri )) lagi ya. Cleansing oil adalah salah satu penemuan terbaik dalam dunia skincare. Cleanser jenis ini sangat efektif membersihkan kulit dari kotoran dan meminimalisir abrasi ke kulit. Jadi kulit lebih sehat karena skin barrier tetap terjaga selama kita melakukan cleansing.

Tapi harus diakui kalau nggak semua cleansing oil bagus. Yang saya rasakan kalau pakai cleansing oil murah tuh biasanya antara dia pakai SLS/ SLES untuk surfaktan (yang bikin kulit saya kering dan sensitized), atau kalau enggak proses emulsi-nya kurang bagus jadi masih menyisakan residu, atau teksturnya nggak pas buat saya. Jadi ya seperti semua produk skincare pada umumnya, harus pinter milih yang cocok dengan kulit kita.


Ingredient Indoganic Camellia Cleansing Oil

Ingredients Indoganic camellia Deep Cleansing Oil

Ingredient:

Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Polyglyceryl-2 Sesquioleate, Ricinus Communis Seed Oil, Polyglyceryl-2 Caprate, Caprylic/​Capric Triglyceride, Persea Gratissima (Avocado) Oil, Camellia Oleifera Seed Oil, Squalane, Tocopherol, Citrus Nobilis Oil, Cedrus Atlantica Bark Oil, Calophyllum Inophyllum Seed Oil, Citrus Aurantium Bergamia Fruit Oil, Salvia Sclarea Oil, Lavandula Hybrida Oil, Vetiveria Zizanoides Root Oil.

Buat yang suka oil-oil-an pasti langsung seneng banget sama cleansing oil ini. Banyak banget minyak yang bagus-bagus! Yang pertama saya notice tentu Camellia Oil. Camellia Oil ini sering disebut the Olive oil of Asia. Minyak yang satu ini kandungan antioksidan-nya tinggi dan sangat moisturizing.

Selain Camellia, juga ada Avocado oil dan Tamanu oil, yang juga merupakan antioksidan dan antimicrobial. Tamanu oil efektif banget untuk melawan jerawat. Percaya deh, saya udah buktiin sendiri khasiat single Tamanu oil untuk obat totol jerawat.

Lalu dalam cleansing oil ini ditambahkan juga kandungan Vitamin E, Castor oil, Squalane, dan Lavender oil. Gimana, bener-bener full of goodie kan? Terus seperti biasa, Indoganic selalu menyajikan produk-produk yang clean beauty, non-toxic, dan untuk membuat kulitku tambah bahagya, cleansing oil ini nggak pakai SLS dan SLES. 

Namun perlu diperhatikan, cleansing oil ini mengandung essential oil di dalamnya. Kalau kulitmu sensitif terhadap essential oil, sebaiknya berhati-hati dan test patch dulu sebelum pemakaian.


Formula, Tekstur, dan Aroma Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil

Formula, Tekstur, dan Aroma Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil

Selain bahan-bahannya mewah, tekstur dan aromanya juga mewah! Teksturnya boleh dibilang perfect menurut saya! Nggak terlalu tebal yang bikin kulit berat dan lengket nggak nyaman, tapi juga nggak terlalu tipis yang bikin minyaknya jadi susah dipijet-pijetin ke wajah. Ini pas banget! Nyaman untuk pijet-pijet ke kulit, tapi juga nggak terasa seperti menyiramkan minyak lengket ke seluruh wajah. Lalu pas dipijit-pijit juga nggak ada tekstur gritty atau berpasir gitu, rasanya cuma minyak yang bikin jari saja meluncur mulus di kulit wajah saya.

Daya bersihnya sangat bagus. Complexion, eyeliner, lem bulu mata, matte lip cream super bandel, sampai waterproof mascara bisa hilang dalam sekali pemakaian saja. Biasanya sih kalau lagi full makeup, saya tetep pakai cleansing oil ini dua kali, untuk make sure aja semua bagian wajah udah kena dan udah terbilas bersih. Walau sebenernya sekali pakai dengan pemakaian yang benar dan merata udah bersih kok!

Deep Cleansing Oil Camellia Indoganic

Proses emulsify-nya sangat mudah! Begitu kena percikan air dan dipijat  ringan, konsistensi oil-nya langsung berubah jadi seperti susu dan lepas dari kulit. Dibilasnya juga gampang banget, langsung bersih tanpa menyisakan residu di kulit. Tapi juga nggak bikin sensasi kulit kering dan kesat.

Kelebihan selanjutnya adalah dia nggak perih pas kena area mata! Memang ada rasa nggak nyaman, namanya saja oil masuk ke mata. Tapi nggak ada rasa perih dan pedas berlebih. Tapi tetap saja, untuk area mata saya lebih suka pakai eye makeup remover khusus, karena faktor kenyamanan.

Aromanya khas aroma minyak, dengan sensasi aroma Bergamot tipis-tipis. Produk ini memang nggak pakai sinthetic fragrance, tapi dia ada kandungan Bergamot oil-nya. Nggak heran kalau aromanya enak.

Perpaduan antara teksturnya yang perfect dan aromanya yang mewah, bikin sensasi pas pakai oil ini tuh nagih banget! Kalau dari sisi tekstur dan formula produk, saya memang sama sekali nggak ada kritik. Ini cleansing oil yang ternyaman dengan harga yang terjangkau, yang pernah saya coba.


Packaging Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil

review camellia deep cleansing oil indoganic

Sebenernya nggak ada masalah sama sekali dengan packaging-nya. Berfungsi dengan baik dan pump-nya nggak macet-macetan. Ukurannya juga pas kalau misal pengen dibawa traveling. Saya sendiri nggak terlalu butuh cleansing oil yang bisa dibawa traveling, karena kalau untuk traveling saya lebih suka cleansing balm yang minim resiko tumpah.

Secara estetika, kemasannya agak kurang sesuai dengan selera saya. Untuk packaging pump, saya lebih suka yang bisa diambil ketika botol diletakkan. Jadi tinggal pencet-pencet gitu. Tapi kalau Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil ini nggak bisa, tetep harus diangkat botolnya, dijungkirin dikit, baru dipencet. 

Ribet ya saya tu? Gitu doang dimasalahin wkwkwkw. Ya ngga papa. Sebagai artis papan atas saya memang harus ribet biar brand-brand kosmetik juga terus improve kualitasnya :D.


Review Satu Bulan Lebih Pemakaian Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil

review satu bulan pemakaian indoganic deep cleansing oil

Selama satu bulan terakhir ini, praktis saya cuma pakai Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil sebagai first cleanser. Saya sengaja skip semua first cleanser yang kadang saya selang-seling sama cleansing oil, seperti cleansing balm. Dan saya bahkan nggak pakai eye makeup remover dulu, karena pengen tes satu bulan cuma mengandalkan produk ini aja.

Saya pakai cuma di sore/ malam hari dan setelah pakai makeup ya. Untuk pagi hari, saya nggak perlu first cleanser. Sebagai first cleanser, tentunya setelah pemakaian Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil ini saya pakai second cleanser atau sabun muka lagi, agar proses cleansing lebih sempurna. Double cleansing is a must, ya kan Bun?

Yang saya rasakan:

  1. Tekstur dan aromanya memang perfect. Experiece pakai cleansing oil ini beneran seperti ketika saya pakai high end cleansing oil.
  2. Daya bersihnya sangat bagus! Semua makeup waterproof terangkat sempurna dalam sekali pemakaian. Dengan catatan pas pemijatan dan emilsify, lakukan dengan merata ke seluruh wajah. Selama merata ke semua bagian wajah, dijamin kotoran dan makeup bersih tanpa sisa.
  3. Nggak terasa perih di mata. Jadi saya bisa andalkan ini thok untuk membersihkan seluruh wajah tanpa terkecuali, nggak perlu eye & lip makeup remover khusus.
  4. Setelah dibilas nggak meninggalkan residu dan rasa lengket/ licin, namun juga nggak ada rasa kulit kering dan ketarik sama sekali. Cuma rasa bersih dan nyaman.
  5. Satu bulan pemakaian, kulit saya sama sekali nggak mengalami reaksi negatif, seperti iritasi atau breakout.
  6. Pemakaian satu bulan juga nggak memicu jerawat saya, baik karena ingredient produknya maupun karena gesekan.
  7. Yang saya rasakan juga selama pemakaian, area hidung dan dagu saya bersih dari komedo.

Kesimpulan

Review Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil, Luxurious Cleanser Dari Brand Lokal

Sebenernya saya sudah jatuh cinta dengan produk ini sejak pemakaian pertama. Tekstur dan aromanya tuh bener-bener menyenangkan, dan saya nggak nyangka aja produk lokal bisa bikin cleansing oil sebagus ini. Tapi baru bener-bener bisa bagiin deep review setelah satu bulan, karena memang reaksi ketidakcocokan biasanya baru akan muncul setelah penggunaan lama. Dan saya sweneng, karena satu bulan ini saya lalui dengan mulus! Nggak iritasi, nggak breakout, nggak menimbulkan komedo juga.

Ingredient-nya seperti yang bisa dibaca sendiri, juga oke banget. Padet dengan minyak-minyak yang memang kaya manfaat untuk kulit, dan nggak mengandung bahan-bahan yang bisa mengiritasi kulit seperti alkohol, fragrance, dan SLS/ SLES. Hanya saja memang masih menggunakan essential oil, yang mungkin perlu diwaspadai kalau kulitmu over-sensitif (di kulit eczema saya sih super aman).

Selain masalah packaging, yang mana ini soal selera aja ya, saya sih nggak merasa ada kritik yang saya sampaikan untuk produk ini. Kayaknya memang produk ini udah melalui proses riset yang panjang ya sampai bingung saya mau cari celanya wkwkwkwk.


Harga Indoganic Camellia Deep Cleansing Oil Rp.149.000/ 100 ml.
Di saya, satu botolnya bisa dipakai sekitar 1,5 bulan. Sekali pemakaian sekitar 5-7 pump.

Instagram @indoganic_official
www.indoganic.com

Perbedaan Physical Sunscreen dan Chemical Sunscreen

2 comments
Perbedaan Physical Sunscreen dan Chemical Sunscreen

Sebagai pengabdi sunscreen yang kulitnya auto merah kalau terkena cahaya matahari, saya percaya kalau sunscreen adalah salah satu aspek penting dalam perawatan wajah dan badan saya. Permasalahannya, memilih sunscreen mirip dengan memilih pasangan: cocok-cocokan. 

Dulu saya termasuk tipe yang asal pilih sunscreen. Kriterianya mudah saja: murah, SPF nya tinggi, dan gampang dibeli ulang, tapi belakangan saya belajar kalau angka SPF tinggi saja tidak cukup. Ada banyak tipe-tipe sunscreen, diantaranya Physical Sunscreen dan Chemical Sunscreen.

Kita bahas satu persatu ya biar terus terang, terang terus!

Physical Sunscreen

Physical Sunscreen

Pada dasarnya Physical Sunscreen adalah Sunscreen yang menggunakan kandungan mineral sebagai UV Blocker. Kandungan mineral yang umum digunakan sebagai UV Blocker ini antara lain titanium dioxide dan zinc dioxide. Kedua bahan ini membuat lapisan diatas kulit kita yang menghalangi sinar UV untuk menyentuh kulit, makanya Physical Sunscreen juga seringkali disebut sebagai Mineral Sunscreen.

Dulu, Physical Sunscreen juga sering juga disebut sebagai Sunblock, tapi sekarang FDA sudah tidak menggunakan kata sunblock lagi. Konon karena kata block di sunblock seolah olah menggambarkan sudah ada blokade besar kayak restu orang tua di muka kamu, sehingga orang-orang malas untuk reapply sunblock. Jadilah kata sunblock akhirnya di-block. 

Kedua kandungan mineral yang umum digunakan sebagai UV Blocker pada physical sunscreen ini tidak mengandung karbon, jadi mereka juga seringkali disebut sebagai inorganic sunscreen. 

Nah Physical Sunscreen ini seringkali dipilih oleh teman-teman yang gampang mengalami breakout ataupun memiliki kulit yang reaktif karena cenderung tidak menyumbat pori-pori. Hanya saja kekurangan dari Physical sunscreen ini karena dia bentuknya seperti layer diatas kulit kita, biasanya dia akan memunculkan whitecast. 

Whitecast bisa sangat mengganggu jika kalian berfoto apalagi jika menggunakan lampu flash yang sangat terang. Untuk mengatasi whitecast kalian bisa menggunakan foundation, tinted moisturizer ataupun bedak yang tidak mengandung SPF sesudah menggunakan sunscreen.

Chemical Sunscreen

ingredients chemical sunscreen

Chemical Sunscreen adalah kebalikan dari Physical Sunscreen, kalau Physical Sunscreen menggunakan bahan-bahan yang membuat layer di wajah untuk melindungi wajah dari sinar UV, Chemical Sunscreen menggunakan bahan-bahan yang menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi energi panas yang bisa dikeluarkan melalui kulit. 

Ingredients yang digunakan oleh Chemical Sunscreen adalah bahan-bahan carbon based seperti Oxybenzone, Octinoxate Actisalate, & Avobenzone. Karena bahan-bahannya carbon based makanya Chemical Sunscreen juga seringkali disebut sebagai organic sunscreen. 


Karena sifat bahan-bahan dari Chemical Sunscreen yang mengubah sinar UV menjadi panas, seringkali jika kita terkena panas matahari secara langsung, kulit kita pun menjadi panas. Ini yang biasanya membuat kulit wajah kita tetap kemerahan meskipun sudah menggunakan Chemical Sunscreen. Aktivasi dari bahan-bahan ini di kulit kita pun sedikit lebih lama, yaitu berkisar 15-30 menit, sehingga disarankan untuk menggunakan sunscreen minimal 15 menit sebelum beraktivitas.

Kelebihan dari Chemical Sunscreen terletak pada bahannya yang ringan, lebih mudah diaplikasikan dan mudah terserap sehingga tidak lengket di wajah. Hanya karena bahannya yang ringan, kalian harus lebih sering reapply sunscreen tipe chemical ini ya. Salah satu contohnya For Skin's Sake Weightless Sunscreen yang ringan banget dikulit. 

Sayangnya, kalau tidak dibersihkan dengan benar, Chemical Sunscreen cenderung dapat menyumbat pori-pori. Untuk mengatasinya, gunakan metode double cleansing dengan tepat ya!

Jadi Pilih Physical Sunscreen atau Chemical Sunscreen?

Seperti yang tadi sudah saya bilang di awal, sunscreen itu kayak jodoh, kalian harus bertemu dengan banyak sunscreen sampai menemukan yang paling optimal untuk kulitmu. Selain cocok-cocokan, kalian jadi bisa tahu tipe sunscreen seperti apa yang cocok untuk kebutuhan kulitmu. 

Oh ya, jangan lupa untuk terus re-apply sunscreen secara berkala ya! Karena percuma aja nih udah beli sunscreen mahal-mahal tapi gak di reapply :( Ingat, gunakan sunscreen sebanyak 2 jari tangan agar optimal ya!

Tips & Tutorial: Makeup Transferproof dan Awet Seharian!

3 comments

tips make up awet dan transferproof seharian

H-1 Lebaran nih!

Kayaknya lagi pada sibuk ya, masak-masak atau pesan-pesan makanan. Karena tahun ini nggak boleh mudik, untuk para perantau jangan bersedih hati ya. Masih bisa kok video call sama keluarga. Di zaman internet cepat dan murah begini, harusnya jarak nggak bisa memutuskan tali silaturahmi.

Nah, saya ada tips dan tutorial makeup untuk yang butuh makeup super awet nih! Jadi kalau dipakai seharian, tetep stay dan nggak nyeplak di masker. Tenang aja, makeup yang ini tetep dry skin friendly dan hasilnya dewy finish (tapi awet dan transferproof!). Percaya deh, udah saya tes beberapa kali tips ini. Memang tahan seharian dan minimal transfer banget. Pokoknya lebih awet dari cinta pertamamu wkwkwk...

Tutorial ini saya bikin dalam bentuk IG TV di instagram @racunwarnawarni. Buat kalian sobat-juragan-kuota, bisa lihat videonya di sini: https://www.instagram.com/tv/COxBb1kArIa/

Tapi untuk sobat mager liat video, ini saya rangkumkan beberapa tips penting yang harus kita lakukan untuk makeup super awet ini:

  1. Sebelum foundation, wajib pakai primer sesuai dengan jenis kulit masing-masing! 
  2. Setelah mengaplikasikan foundation, concealer, dan makeup lain yang bentuknya cream (misalnya mau pakai cream contour dan cream blush), sebelum di-set dengan powder, semprotkan dulu dengan menggunakan setting spray.
  3. Setelah setting spray nge-set, aplikasikan loose powder tipis-tipis ke seluruh wajah. Untuk kulit berminyak, bisa melakukan teknik baking di area-area yang butuh dikunci lebih. Misalnya, brankas isi perhiasan.
  4. Kalau mau finish makeup yang glowy, pakai shimmery blush on dan pakai highlighter yang blinding.
  5. Terakhir dan terpenting: set dengan setting spray yang super mengunci makeup, dengan Jamsu teknik. Jamsu teknik ini adalah teknik memakai setting spray di akhir makeup sebanyak 35 kali spray. Tapi saya sendiri  nggak ngitung sih pakai sebanyak apa. Pokoknya sampai bener-bener klomoh dan netes-netes airnya. Lalu diemin sampai kering.
Udah! Memang teknik ini boros setting spray, tapi beneran bakalan awet sampai akhir hayat. No more touch up-touch up terus kayak orang kemayu.

make up lokal yang awet dipakai seharian

Untuk produk yang dipakai, sebenernya nggak masalah sih pakai produk apa saja. Dengan teknik yang tepat, tetep bisa bekerja dengan baik kok. Tapi kalau mau didukung dengan produk-produk yang tepat, hasilnya bakalan lebih ho'oh lagi. 

Saya akan kasih lihat beberapa produk kuncian yang saya pakai untuk makeup ini. Tapi saya fokus ke complexion saja ya, karena memang teknik ini lebih ke complexion. Dan lipstik, karena kan kita mau yang transferproof.


1. Luxcrime Hydro Blur Canvas Primer

Beli di sini 

Primer ini adalah kuncian biar makeup halus dan nggak nge-crack. Luxcrime ini cara kerjanya adalah melembapkan kulit sekaligus ngisi pori dan garis-garis halus di wajah, dan menghasilkan canvas yang lebih halus dan rata. Jadi kalau pakai foundation, makeupnya bisa lebih nempel, halus, dan awet.

Tapi perlu diingat untuk pilih primer sesuai jenis kulit ya. Luxcrime ini ngeluarin dua primer yang bisa dipilih sesuai jenis kulit kita. Luxcrime Hydro Blur Canvas Primer dan Luxcrime Mattifying Poreless Primer. Karena kulit saya kering, saya pakai yang Luxcrime Hydro Blur Canvas Primer. Kadang kalau lagi on period dan kulit saya lebih agak berminyak, saya kombinasiin aja. Luxcrime Hydro Blur Canvas Primer untuk seluruh wajah, terus tambah Luxcrime Mattifying Poreless Primer di T-zone.


2. BLP Beauty Face Concealer Medium

Beli di sini

Jujur ya, awalnya saya nggak suka concealer ini. Karena thick banget kayak Tarte Shape Tape. Tapi lama-lama saya malah suka karena ya itu, pimentasinya bagus dan awet banget. Nyengkrem banget di kulit, nggak geser dan nggak faded.

Saya biasanya pakai BLP Concealer dulu sebelum pakai foundation atau cushion, biar hasilnya terlihat lebih seamless. 


3. Looke Holy Flawless BB Cushion Clio

Beli di sini

Salah satu base makeup lokal terawet yang saya punya! Hasilnya memang nggak terlalu glowy, satin dan lebih condong ke matte finish, tapi masih oke kok di kulit kering saya. Nggak nge-crack dan nggak accentuate dry area. Dan yang paling penting, cushion ini awet seharian.

Baca juga: Review Looke Holy Flawless BB Cushion


4. Studio Tropik Balance Priming Water

Beli di sini

Lalu untuk setting spray di tengah-tengah makeup, saya pilih pakai Studio Tropik Balance Priming Water. Ini sebenernya primer, tapi bisa kok dipakai nge-set makeup juga. Sebenernya Priming Water-nya Studio Tropik ini ada 3 jenis. Tapi yang paling manteb buat ngunci makeup adalah yang Studio Tropik Balance Priming Water botol kuning ini.

Saya sengaja nggak pakai Studio Tropik Dream Setter untuk step ini, karena yang Dream Setter ini ngasih lapisan film di wajah. Memang awet banget, tapi menurut saya kurang pas kalau ditaruh di tengah-tengah makeup. Karena jadi nggak enak aplikasi makeup selanjutnya.


5. Looke Holy Smooth & Blur Loose Powder Freya

Beli di sini

Untuk loose powder, saya pakai Looke yang memang ngunci makeup dan bikin complexion tambah halus. Ini salah satu loose powder bagus dari brand lokal sih menurut saya. Kapan-kapan saya akan bikin post comparation loose powder Looke dengan BLP ya.


6. Studio Tropik Dream Setter Setting Spray Glowy

Beli di sini

Nah, ini nih yang saya bilang tadi, setting spray yang ngunci makeup banget dan ngasih kayak lapisan film gitu. Ada dua varian, yang biasa dan yang Glowy. Sama-sama dasyat ngunci makeup, tapi yang glowy ini ada partikel shimmer lembut warna keemasan yang bikin makeup-nya lebih glowing.


7. Looke Holy Lip Creme Hebe

Beli di sini

Looke kayaknya memang jagoannya bikin produk-produk untuk makeup yang tahan lama dan transferproof. Lip cream-nya Looke ini juga adalah lip cream lokal paling transferproof yang saya punya. Pigmentasinya juga luwar biyasa. Kalau kalian cari lip cream yang bener-bener mencengkram bibir dan nggak nyeplak kemana-mana, bisa pilih Looke ini. Meskipun yah, pilihan warnanya belum banyak. Tapi Hebe ini warna manis dan aman, favorit banyak orang.

Teknik yang saya paparkan di atas nggak cuma bisa dipakai untuk lebaran kok. Kalau kamu butuh makeup yang transferproof dan nggak perlu  touch up seharian, teknik ini bisa dipraktekkan. Buat sehari-hari juga boleh, kalau memang pekerjaanmu membutuhkan penampilan mentel sepanjang hari.

Untuk praktek cara pemakaian dan juga bocoran semua produk yang saya pakai selengkapnya, silahkan ke IG TV yang ini ya.

Akhir kata Selamat Idul Fitri, ya. Mohon maaf kalau saya dan tim Racun Warna-Warni ada salah-salah kata selama ini, karena kami semua hanya manusia biasa walau tampang kami kayak princess. Luv!