Review Indoganic, Skincare Lokal Dengan Konsep Clean Beauty

23 comments
review indoganic rosehip oil, brightening vitamin c serum, rose quartz roller, indoganic lip and cheek crayon review and swatch

Belakangan saya sering banget ya, share soal Indoganic skincare di instagram story @racunwarnawarni? Saya memang lagi excited banget! Beneran lho! Saya udah lama banget kayaknya nggak kulik-kulik skincare lokal baru lagi, karena memang belum ada yang menarik hati.

Lalu, apa yang bikin Indoganic menarik? Kalau buat saya sih konsep clean beauty-nya. Maksudnya clean di sini bukan semua ingredient menggunakan "bahan alami" seperti yang sering digembor-gemborkan produk zaman now ya. Alami gimana sih? Wong air (H20) saja kimia kok wkwkwk. Clean beauty di sini maksudnya menggunakan bahan-bahan yang non toksin, eco-friendly, sustainable, dan cruelty free. Jadi tidak membahayakan tubuh, hewan, dan lingkungan.

Ini semacam step awal saya kenalan sama clean beauty. Plis, cukup otak saya yang kothor. Skincare jangan...

Ada beberapa produk skincare, tools, dan makeup dari Indoganic yang sudah saya cobain sebulan belakangan ini. Nah, kita akan bedah satu persatu ya. Seperti biasa, jangan khawatir saya tetap mempertahankan kejujuran dalam review. Masing-masing produk ada kelebihan dan kekurangannya, dan semua tetap akan saya tulis di sini agar bisa dijadikan referensi barangkali ada yang jenis kulitnya sama kayak saya.


Indoganic Brightening Vitamin C Serum
with Gluthatione

indoganic brightening vitamin c serum with glutathione

Yang pertama saya bahas adalah brightening serum-nya. Buat saya, produk ini primadonanya sih! Serum ini menggabungkan vitamin C dengan Glutathione, yang merupakan dua antioksidan yang powerfull. Favorit saya dari semua active ingredient skincare adalah vitamin C. Serum vitamin C yang bagus, bikin kulit saya terlihat radiant, cerah dan glowing (tapi nggak pucet kayak kalau pakai Arbutin). Nah, yang saya rasakan saat pakai serum ini juga begitu. Kulit saya kelihatan cerah dan merona. Nggak kelihatan kucel dan lusuh kalau pas bangun pagi atau di tengah hari. Lalu noda-noda bekas jerawat juga jadi samar.


Kandungan Ascorbic Acid (vitamin C) dan Glutathione-nya ada di urutan kedua dan ketiga ingredient list, yang mana berarti cukup tinggi. Sedang pada urutan pertama adalah Galactomyces Ferment Filtrate yang berfungsi sebagai humectant, yang biasanya bisa temui di essence-essence high-end itu lho!

Selain Vitamin C dan Glutathione, ada tambahan Niacinamide juga sebagai agen pencerah, meskipun ada di bagian bawah ingredient list. Lalu juga ada Tocopherol (vitamin E) dan Gluconolactone yang terkenal fungsinya sebagai anti-aging.

Serum ini juga relatif aman untuk kulit sensitif karena kandungannya cukup simpel (minimal ingredient), paraben free, sulfate free, dan alcohol free. Mungkin ada yang bertanya-tanya karena ada Benzyl Alcohol di ingredient list. Benzyl Alcohol ini bukan alcohol denat yang sifatnya mengeringkan kulit ya. Benzyl Alcohol ini adalah jenis yang halal, ramah di kulit, dan berfungsi sebagai penganti paraben. Dia menghalau kuman dan bakteri, sehingga produk bisa bertahan lebih lama.

tekstur serum indoganic review skincare lokal

Tekstur serum ini cenderung watery dan agak sedikit licin, warnanya bening. Tapi begitu di-blend ke kulit langsung meresap tanpa rasa lengket sedikitpun. Di kulit kering saya sih, tidak ada layer lembap yang ditinggalkan oleh serum ini. Jadi rasanya kayak nggak pakai apa-apa sama sekali.

Serum ini dikemas dalam botol kaca gelap, dengan aplikator berbentuk pipet. Sekali pemakaian saya biasanya pakai 3-4 drops. Dan saya pakai di pagi hari saja (boleh dipakai pagi dan malam kok, cuma saya memilih pakai pagi saja agar skincare routine saya tidak terlalu panjang). Serum ini bekerja dengan SANGAT BAIK di kulit saya. Kulit terlihat banget lebih cerah dan radiant. Bahkan bikini lines di leher yang saya dapat pas traveling benar-benar memudar dengan sangat signifikan. Ajaib dan lumayan cepat sih di saya, kerja serum ini.

Kekurangannya ada samar-samar bau bawang di serum ini. Kalau kata pihak Indoganic sih ini aroma dari fermentasi ragi-nya. Jangan khawatir, aromanya menghilang kok setelah di-blend.
Harga: Rp.209.000 / 15 ml.

Untuk review yang lebih lengkap bisa membaca update terbaru Review Indoganic Brightening Vitamin C Serum yaaaa.

Indoganic Rosehip Oil

review indoganic rosehip oil

Sori tida fotoin ingredient-nya karena saya malas~~ 

wkwkwkwk...nggak ding! Tidak saya foto karena ini adalah single ingredient facial oil. Jadi ingredient-nya ya 100% Rosa Canina Seed Oil.

Saya itu semacam punya love and hate relationship sama Rosehip Oil. Jadi, Rosehip Oil adalah minyak yang sangat bagus. Kandungannya kaya antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E dan asam lemak essensial. Bagus buat melembapkan, mencerahkan, sekaligus anti-aging. Anehnya, beberapa kali saya mencoba rosehip oil selalu berakhir breakout atau jerawatan, kecuali Trilogy Rosehip Oil. Cuma, Trilogy itu....mahal!

Makanya pas disuruh milih produk dari Indoganic, Rosehip Oil jadi pilihan pertama saya. Siapa tahu Rosehip Oil ini nggak bikin saya breakout, dengan harga yang tentunya jauh lebih terjangkau. Dan, yes! Udah saya pakai sebulan, dan nggak breakout. Tapiiii....

indoganic oil rosehip oil face oil review

Tapi tekstur Indoganic Rosehip Oil ini saya berasanya sih lebih rich, lebih "tebal" dan greasy gitu lho daripada punya Trilogy. Tapi ya masih nggak begitu masalah sih, karena saya cuma pakai Rosehip Oil di malam hari. Dan masih banyak cara untuk ngakalin biar oil ini terasa nyaman. Di antaranya, saya campur dengan hydrating serum, atau saya pakai dalam kondisi wajah basah setelah disemprot face mist.

Saya juga suka campur 2 drops di body lotion saya, karena kulit badan saya kering sekali, dan Rosehip Oil efektif mencegah dan memudarkan gurat kulit jeruk (selulit/ stretch mark). Tapi untuk selulit ini, belum begitu terasa ya. Ini jangka panjang sekali efeknya. Semacam investasi.

Saya cukup senang nemu Indoganic Rosehip Oil, karena ini adalah opsi Rosehip Oil dengan harga yang lebih terjangkau dan nggak bikin kulit saya breakout.

Harga: Rp.189.000 / 30 ml (ini ukurannya gede lho untuk face oil!)



Indoganic Rose Quartz Facial Roller

review indoganic rose quartz facial roller

Ngerol muka dengan gemstone semacam ini lagi ngetren abis lho! Saya juga sempet keranjingan roller dulu. Dan saya seneng juga dikirimi facial roller lagi sama Indoganic, mayan buat koleksi.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, harus banget ya, facial roller-nya pakai batu mulia? Begini sih, banyak yang percaya bahwa masing-masing jenis gemstone, bisa menyalurkan energi-energi positif ke pemakainya. Nah, jenis batu Rose Quartz ini memang peruntukannya lebih ke kecantikan dan aura. Coba saja googling atau tanyakan saja ke om kamu yang koleksi akik. Pasti lebih ngerti. Saya sendiri nggak terlalu percaya perihal itu.

Tapi, saya percaya facial roller memang ngasih manfaat ke wajah. Dan harus pakai batu mulia, karena batu mulia itu menyerap dingin, dan memang relaxing sekali saat digunakan. Coba saja pakai roller yang materialnya bukan dari gemstone (banyak dijual murah di marketplace), pasti sensasinya beda banget. Nggak seadem dan serileks kalau pakai Rose Quartz atau Jade roller.

Beberapa manfaat pakai facial roller:
  • melancarkan peredaran darah
  • mengencangkan dan mengenyalkan kulit
  • membantu skincare lebih menyerap
  • mengurangi pembengkakan pas bangun tidur
Jujur, untuk poin 1-3 saya belum bisa bilang apa-apa. Karena sama seperti anti-aging skincare, face roller adalah investasi. Pakai sekarang, dan kamu akan berterima kasih nanti kalau sudah (( TUA )). Yang bisa saya rasakan saat ini adalah: efek relaksasi dan efek tirus pas bangun tidur.

Ini bukan tirus yang litteraly tirus ya. Tapi wajah jadi nggak bengep-bengep dan melembung pas bangun tidur gitu lho kalau malemnya pakai ini. Jadi ini bagus dipakai kalau paginya kita ada acara. 

review penggunaan indoganic rose quartz roller di wajah

Indoganic Rose Quartz Facial Roller ini sendiri penampakannya cantik banget. Cakep kalau dikoleksi. Ya khas Rose Quartz lah ya warna batunya, pink dan ada aksen marble-nya. Ada dua roller, bagian yang besar untuk muka dan leher secara keseluruhan, yang kecil saya pakai untuk area bawah mata dan cuping hidung.

Batunya halus dan bener-bener menangkap "dingin". Saya nggak pernah taruh di kulkas, tapi setiap dipakai rasanya nyesss di kulit, enak banget. Roller-nya juga mulus nggak macet-macet dan nggak bunyi-bunyi.

bundle rose quarts roller indoganic rosehip oil

Saya suka pakai di akhir ritual night skincare, saya roll ke wajah dan leher dengan gerakan ke luar dan ke atas. Kalau pas mau roller-an, saya biasanya banyakin pakai facial oil-nya, biar tambah enak. Untuk perawatan tools-nya, biasanya sih saya lap pakai alcohol swab aja setelah digunakan, kemudian simpan lagi di kotaknya.

Harga: Rp 259 000 (Ada bundle lebih murah kalau beli barengan sama Rosehip Oil)

 Baca Juga: Essential Oils


Indoganic Lip & Cheek Crayon

review indoganic lip & cheek crayon

Produk terakhir yang akan saya bahas adalah Indoganic Lip & Cheek Crayon-nya. Terakhir bukan berarti nggak bagus ya. Justru ini adalah produk kedua yang bikin saya sukak banget setelah Indoganic Brightening Serum-nya. Untuk produk ini, saya nggak akan bicara banyak soal ingredient, karena ini lebih ke makeup, bukan skincare.

Walaupun ini lebih ke makeup, tapi dia sangat melembapkan bibir. Rasanya moisturizing banget, kayak pakai tinted lipbalm, tapi lebih pigmented. Memang nggak se-pigmented matte lipstick ya. Tapi untuk ukuran lipstik yang super creamy dan melembapkan, pigmentasi lipstik ini boleh juga lho!

review indoganic lip & cheek crayon lokal untuk di pipi dan bibir

Lipstik ini jenisnya stik konvensional, dengan bentuk kemasan seperti crayon yang retracktable (nggak perlu diraut). Ujungnya meruncing, jadi bisa bener-bener presisi dan rapi gitu lho kalau dipakai. Memang akhir-akhir ini juga lagi ngehits banget kan ya, lipstik bentuk crayon begini.

Sesuai namanya, Lip & Cheek Crayon, jadi produk ini bisa dipakai di pipi juga. Tapi to be honest, saya nggak pakai di pipi karena saya pribadi nggak terlalu suka pakai lipstik yang tidak matte untuk dipakai sebagai cream blush. Tapi kalau sebagai lipstik, saya suka banget. Saya memang jenuh sama matte lipstick yang lama-lama terasa nggak sehat aja di bibir kalau dipakai setiap hari.


Kekurangan lipstik ini menurut saya sih terlalu runcing bentuk awalnya. Karena saya clumsy, ujungnya jadi penyok-penyok deh kesenggol-senggol melulu sama tutupnya. Harusnya nggak perlu sepanjang itu juga sih ujungnya...

indoganic lip & cheek crayon shade lip swatch coral crush naturally nude rosy red

Lipstik ini tersedia dalam 3 pilihan warna. Favorit saya dari ketiganya adalah Coral Crush (nude pinky mauve). IRL warna ini mauve-nya pas dan cantik banget. Saya berkali-kali ditanya pakai lipstik apa kalau pas (( beredar )) pakai lipstik ini. Secantik itu memang, saya :). Cuma saya agak terganggu dengan penamaan Coral Crush, sebab warna ini nggak ada coral-coral-nya sama sekali. Mungkin buat kalian nggak penting ya nama doang. Tapi ini lumayan bikin saya agak kzl.

Warna Naturaly Nude (nude peach) juga bagus dan cakep buat daily. Seger gitu jatuhnya. Nah, kalau Rosy Red ini saya nggak suka, warnanya pink tua hampir merah, tapi belum merah, alias merah tapi nanggung. Ah nggak taulah. Selera ya. mungkin kalian ada yang suka warna bold begini, silahkan dicicip.

Harga: Rp 129 000 / 200 gr (Ini worth the price karena memang lembut, creamy, dan enak banget di bibir).


Nah, itu dia review Indoganic Skincare dan Makeup dari saya. Kalau kalian penasaran dan pengen cobain salah satu dulu skincare-nya, saya rekomend cobain indoganic Brightening vitamin C Serum with Glutathione-nya dulu deh! Di saya serum itu cepet kerjanya dalam mencerahkan wajah dan memudarkan bikini lines di leher. 

Untuk info lebih lengkap silahkan cek website indoganic  atau instagram @indoganic_official.

10 Eye Makeup Favorit 2019

6 comments

Ini sudah bulan Maret, heiiii, 2020 sudah hampir selesai kenapa baru update eye makeup favorit 2019? YHA BIAR THO! Selow aja ya, guis. Sesempetnya aja saya tu. Biar nulisnya juga enak tanpa tekanan wkwkwk..

Saya itu sebenarnya punya banyak project buat blog ini. Selain pengen update favorit makeup, saya juga pengen nulis tentang Vaginismus. Yang follow instagram @racunwarnawarni pasti tahu kan, saya adalah seorang Vaginismus Survivor? Dan tanggapan ketika saya tuliskan di IG story lumayan bikin saya sadar bahwa penyakit ini tuh belum banyak yang tahu. Tapi ya saya perlu siapkan waktu dan mental ya untuk menuliskan di blog. Karena bagaimanapun juga, blog ini jangkauannya lebih luas dari instagram saya. Sayakan selebblog. Bukan selebgram wkwkwk...

Untuk sementara yang mau lihat pembahasan mengenai Vaginismus dari saya, bisa ke highlight story di instagram saya yang judulnya "Vaginismus" ya.

Nah, sekarang masuk ke makeup favorit. Kemarin saya sudah menuliskan mengenai "10 Lipstik Favorit 2019". Nah ini lanjutannya, yaitu "10 Eye Makeup Favorit 2019". 


1. Fanbo Perfect Brow Natural Gray

Saya sering ditanya, "kamu masih suka pensil alis Fanbo nggak sih?" MASIH DONG! Sampai saat ini saya masih pakai kok. Fanbo menurut saya adalah pensil alis terenak dengan harga yang sangat terjangkau. Cuma kalau dulu saya suka yang kemasannya merah dan shade-nya Black, sekarang saya lebih suka yang kemasan putih dengan shade Natural Gray ini. Soalnya rambut saya udah nggak hitam.

Untuk tekstur, menurut saya masih seenak yang lama. Nggak waxy, nggak terlalu lunak, tapi juga nggak terlalu keras, dan cukup pigmented. Warna yang Natural Gray ini nggak literally gray kok. Warnanya malah cenderung coklat taupe gitu, walau pigmen abu-abunya lumayan kuat. Saya pakai sih hasilnya natural sekali di alis saya.


2. Somethinc Brow Wiz Dark Brown

Selain Fanbo, saya menemukan satu pensil alis lagi yang jadi andalan saya yaitu Somethinc. Tapi ini retractable pencil ya, jadi dia nggak diraut tapi diputer. Saya suka banget sama bentuk micro pencil-nya, pas banget kalau untuk membentuk alis biar presisi. Saya tuh paling nggak suka pensil alis yang shape-nya segitiga. Terus Somethinc ini juga praktis, karena dilengkapi dengan spooly brush di bagian belakang.

Saya biasanya pakai Somethinc ini untuk touch up atau dibawa traveling. Karena kan ya, harganya kalau dibanding Fanbo lebih mahal dengan isi yang lebih sedikit, jadi saya hemat-hemat aja gitu. Meskipun sebenernya, untuk ukuran retractable brow pencil, Somethinc ini yang termurah ya. Dan terenak. Warnanya juga bagus, coklatnya cenderung taupe, nggak kemerahan. Warna kesukaan saya sebenernya Dark Brown, tapi punya saya yang Dark Brown habis jadi yang difoto yang Dark Chocolate.

Oh iya, kalau mau beli produk-produk Somethinc bisa ke @mei_kho ya.



3. Colourpop So Jaded Palette

Untuk palette, akhir-akhir ini saya lagi suka dengan Colourpop So Jaded Palette. Soal tekstur, nggak usah diragukan lagi lah ya, Colourpop gitu lho! Kalau soal warna, sebenernya saya awalnya nggak suka sama So Jaded. Selera warna saya tuh lebih ke warna yang neon ala Juvias. Si Colourpop ini warnanya mendam gitu. Nah, berhubung saya anaknya mirasantika noway, jadi saya nggak suka.

Tapi setelah dikulik-kulik lebih lanjut, saya nemu cara biar suka palette ini. Yaitu dipakai di atas base warna hitam. Warnanya tuh jadi ala-ala smokey palette-nya Morphe 12, tapi lebih banyak pilihannya. Suka sayatuuu.


4. Wet and Wild Rose In The Air Palette

Wet and Wild Rose In The Air Palette ini juga akhir-akhir ini jadi andalan saya. Pokoknya kalau butuh makeup cepet mau kondangan begitu, palette yang gercep kecandak pasti palette ini. Nggak mungkin salah kalau pakai palette ini soalnya. Pigmentasinya bagus banget dan enak dibaur, walau dia agak cenderung powdery ya. Jadi pastikan pakai eyeshadow dulu aja sebelum pakai complexion makeup.

Warnanya cantik sih. Ada warna transisi coklat yang cenderung warm, dan ada coklat yang netral juga. Lalu ada warna maroon dan fucshia-nya, jadi palette-nya nggak membosankan. Untuk palette sekecil ini, rentang warnanya lengkap dari warna muda, medium, dan dark. Lalu ada beberapa warna shimmer yang peletakannya di warna yang pas. Dan satu lagi, ada warna highlight dengan matte finish, yang menurut saya penting banget dan selalu kepake, untuk ngerapihin blending-an dan untuk bersihin area browbone. Untuk warna, palette ini adalah dupe dari Anastasia Baverly Hills Modern Renaissance Palette, tapi kalau untuk tekstur dan pigmentasi menurut saya sih Wet and Wild bahkan lebih bagus.


sumber: beautyandcosmetics.net/

5. Juvia's Place Afrique Palette

Pembaca lama pasti tahu banget kan ya, saya suka banget banget banget sama Juvias Eyeshadow? Menurut saya ini adalah eyeshadow palette ter-pigmented yang masih bisa didapat dengan harga terjangkau. Pilihan warnanya juga saya banget sih ya. Saya punya banyak palette Juvias, tapi tahun 2019 kemarin saya lagi seneng-senengnya main-main sama Afrique. Perpaduan warnanya saya lagi suka banget, dan favorit saya di palette ini adalah Cameroon.

Tapi sayangnya, Januari kemaren palette ini ilang dan sampai sekarang belum ketemu. Saya juga heran kenapa bisa begitu, padahal ya nggak mungkin palette ini hilang, paling keselip dimana gitu di rumah. Udah saya cari kemana-mana belum ketemu. Sedih banget saya tu :(. 



6. Lavie Lash Fleur

Untuk bulu mata favorit, saya masih kepada Lavie Lash yang Fleur. Ini di mata saya jadinya cantik banget dan natural. Saya sampai nyetok beberapa lho.


7. Peripera Sugar Twinkle Liquid Eyeshadow

Tahun lalu memang tahunnya liquid glitter eyeshadow banget ya? Dan saya termasuk salah satu yang "terjerat" hits-nya produk ini. Liquid glitter tuh ngasih efek yang langsung beda banget ke eye makeup, dengan pemakaian yang super mudah.

Dan sebenernya saya bingung mau mention Peripera atau Holika Holika, karena keduanya sama menurut saya. Untuk liquid glitter, saya memang kepada brand Korea. Liquid glitter brand lokal juga bagus kok, tapi untuk harga yang sama, Korea masih menang menurut saya. Kalau lokal tuh seringkali harus pakai trik biar glitter-nya bisa rata. Kalau brand Korea, tap asal-asalan aja udah rata dan bagus. Ini kritik yes, semoga kedepannya brand lokal bisa bikin liquid glitter yang lebih bagus lagi.



8 Maybelline Hypersharp Super Black

Berhubung saya nggak bisa pakai eyeliner, eyeliner pen dari Maybelline ini menurut saya adalah yang terbaik. Dia hitam pekat, tapi nggak over pigmented gitu lho. Saya nggak bisa pakai eyeliner pen yang disenggol dikit aja langsung tintanya keluar banyak kayak punya Somethinc (Somethinc bagus ya, saya aja yang ble'e nggak bisa pakai). Untuk eyeliner pen, saya lebih suka Maybelline karena lebih mudah dikontrol keluarnya tinta.


9. Zoeva Eye Blending Brush

Soal eyeshadow, menurut saya blending adalah yang utama! Wajib! Mau eyeshadow kelihatan bagus, ya blending-nya harus bener. Makanya saya kalau sama blending brush jor-joran. Merk mahal nggak papa, kan investasi, nggak mungkin kadaluarsa. Dan memang ngaruh banget kok pakai brush yang bagus itu.

Saat ini sih saya paling suka kuasnya Zoeva. Saya beli set eye brush gitu, dan semua kuas blending-nya kepakai. Saya bingung sih mau fotoin yang mana. Pokoknya kuasnya awet, nggak gampang njeprak, dan bulunya halusss. Hasil blending eyeshadow juga jadi lebih maksimal.


10. Masami Shouko 219

Yang ini tuh pointed blending brush. Ini enak banget kalau mau ngasih warna gelap di crease area tapi nggak mau garisnya terlalu besar. Presisi tapi masih tetep nge-blend dengan baik gitu lho!

Tapi sayangnya, punya saya ini seri lama. Baru-baru ini saya beli lagi si 219 buat back up, dan kualitasnya beda. Bulunya jadi kasar dan nusuk, terus sekalinya dicuci jadi ngejeprak gitu lho. Kecewa banget saya kenapa kualitasnya turun sih? Sementara 219 yang saya udah punya bertahun-tahun ini sampai sekarang masih bagus dan bisa diandalkan.


Nah, udah selesai. Saya lagi nggak punya eyeshadow base, lem bulu mata, dan mascara (dan lain-lain yang nggak saya tulis) yang bisa dijadikan andalan. Jadi nggak saya tulis. Dan berikut bonus FOTD saya, karena apalah artinya blogpost tanpa mempertontonkan kecantikan saya :).


Detail eye makeup
- Colourpop So Jaded Palette
- Maybelline Hypersharp Eyeliner
- Somethinc Brow Wiz Dark Chocolate
- Catrice Camouflage Cream Concealer (untuk base)
- Lavie Lash lupa yang seri apa wkwk
- Lem bulu mata Lavie Lash juga

Selamat tiru-tiru!

3 Salon Rambut Murah Untuk Keramas di Jogja (+ Price List)

12 comments
Salon Noto

Kalian pernah ngerasa nggak sih, bahwa kegiatan mandi adalah kegiatan yang sangat membosankan? Ya bayangin aja, kita melakukan kegiatan tersebut rata-rata sehari dua kali. Dengan aktivitas yang itu-itu aja. Tapi, dari rangkaian kegiatan yang dilakukan saat mandi buat saya pribadi, aktivitas keramas adalah yang paling menyenangkan, sakral, tapi juga yang paling malas dilakukan. 

Ritual keramas saya kurang lebih seperti ini: 
  • biasanya sejam sebelum masuk kamar mandi saya membalurkan minyak cem-ceman atau minyak zaitun di rambut. 
  • Kemudian setelah di kamar mandi baru proses mencuci rambutnya dimulai. Keramas pertama menggunakan shampo yang berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa minyak yang tadi saya pakai. 
  • Lalu keramas lagi memakai shampo yang sama. 
  • Kemudian step selanjutnya adalah memakai masker rambut atau krim creambath yang 3 menit bisa dibilas,
  • dan ditutup dengan pemakaian kondisioner. 
Jadi jika dihitung-hitung, kegiatan keramas ini terdiri dari 4 proses. 4 kali keramas.

Namun, jika sedang tidak punya cukup waktu atau malas keramas, biasanya saya datang ke salon favorit. 


Noto Salon

Salon yang menjadi langganan saya untuk permasalahan keramas singkat ini adalah Noto Salon. Salon ini cabangnya banyak, jadi saya tidak harus mengeluarkan usaha terlalu besar untuk datang ke sini. Masyarakat Jogja bagian utara kebagian Noto di daerah Condong Catur, kemudian di sekitaran kampus ada di Mrican dan Sagan. Nah, buat masyarakat kota Jogja yang beneran di tengah kota bisa datang ke Noto cabang Gayam. 

Salon-salon Noto ini tidak ada yang luas, bangunannya cenderung sempit yang menyebabkan desain interiornya sangat praktis dan fungsional. Rata-rata, di setiap cabangnya hanya menyediakan 4 kursi dan kaca untuk melakukan perawatan. Tapi nggak usah bingung juga, pemiliknya cukup sadar bahwa usahanya ramai dan sibuk, oleh karena itu kursi tunggunya juga tidak kalah banyak.

Noto Condongcatur

Salon ini menerima perawatan untuk laki-laki juga. Jadi jangan khawatir pacarmu tidak boleh masuk untuk menungguimu, bahkan kalian bisa creambath berdua, eh, beramai-ramai bersama pengunjung yang lain juga lahhh. Kemudian, yang membuat Noto menjadi pilihan utama saya adalah kapsternya yang tidak banyak bicara. Jadi kapster-kapsternya ini sebenarnya ramah, tetapi mereka menyesuaikan diri dengan pelanggannya. Kalau pelanggannya tidak suka diajak melakukan pembicaraan panjang, seperti saya, maka mereka akan berbicara secukupnya.

Untuk proses keramasnya sendiri tidak memakan waktu lama. Rata-rata menghabiskan 20 menit saja dan itu sudah termasuk kegiatan mengantre. Pun ketika sedang sangat ramai (ramai versi Noto adalah antre 4 orang) tidak sampai mengganggu kegiatan sehari-harimu, karena yaitu tadi, kapsternya cukup banyak. Mereka melaksanakan pekerjaannya dengan efisien, jadi bisa dibilang manajemen waktu mereka juga cukup bagus. 

Kursi salonnya empuk dan cukup nyaman. Kan percuma juga sudah cantik paripurna maksimal tapi keluar dari salon malah boyoken. Jika kalian ingin merasakan sensasi masuk salon dengan rambut lepek dan keluar-keluar cantik datanglah ke Noto dan bayar Rp 15.000 saja.

Daftar Harga Perawatan Noto Salon


Honey Daily Salon

Salon langganan saya berikutnya adalah Honey Daily Salon yang ada di distrik Pogung. Jam bukanya mulai dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Jika dilihat dari luar, bangunannya terlihat seperti toko dengan kaca-kaca yang besar. 

Desain interior di dalamnya sangat berbeda dengan Noto. Ruangan pertama setelah pintu masuk diisi dengan kursi-kursi tunggu untuk pelanggan, meja kasir, dan juga display toko makeup milik Honey Daily. Sembari mengantre pelanggan diberikan kesempatan untuk window shopping atau belanja produk-produk yang tersedia. 

Jika masuk lebih dalam, di ruangan kedua terdapat tempat melakukan treatment yang terdiri atas kursi keramas dan 4 meja dengan kaca yang sangat besar. Dibandingkan dengan salon sebelumnya, suasana di Honey Daily lebih terasa nyaman. Seingat saya selama datang ke sini, saya belum pernah mengantre. Saya pikir karena letaknya ada di perumahan sepi dan sedikit nyempil, jadi tidak terlalu banyak orang mengetahui keberadaan Honey Daily. Ya, kecuali mahasiswi-mahasiswi UGM yang menjadi mayoritas penghuni kos-kosan di daerah ini atau pengunjung tetap kafe-kafe di sekitaran salon.

Honey Daily Salon Pogung

Yang saya suka ketika keramas di sini, kapsternya akan mencuci rambut 2 kali menggunakan shampo kemudian baru dipakaikan kondisioner. Sama persis dengan cara saya keramas di rumah. Tapi tapi tapi, kursi keramasnya sungguhan tidak nyaman. Agak pegel juga menahan badan untuk duduk selama proses pencucian rambut. Dengan harga cuci blow yang hanya Rp 5.000 sepertinya tidak elok juga jika saya harus mengeluh tentang kursi keramasnya. 

Oh iya, kebetulan saat ini rambut saya sedang bondol jadi tidak butuh catokan di salon. Makanya, kalau kalian ingin rambut yang catokan baday harganya juga beda.

Daftar Harga Honey Daily Salon


Ady Brendly Salon

Salon terakhir yang menjadi andalan saya untuk keramas adanya di Wahid Hasyim, Ady Brendly namanya. Lokasi salonnya cukup strategis karena ada di pusat keramaian mahasiswa Yogyakarta. Mungkin ini bisa menjadi salah satu pilihan jika domisili atau mobilitas sehari-harinya berpusat di Seturan. 

Jika melihat daftar harganya, keramas di Ady Brendly dimulai dari kisaran harga Rp 10.000 sampai Rp 20.000 tergantung dari panjang pendeknya rambut. Tapi dari pengalaman saya dengan rambut yang super pendek ini, keramas cuma bayar Rp 5.000. Mungkin kasirnya salah hitung. Atau saya yang salah ingat. Tapi kayaknya bener kok.

Harga Perawatan Ady Brendly

Ketika masuk ke Ady Brendly, bisa dirasakan suasana seperti salon yang ada di mall-mall besar di wilayah DIY. Ruangannya luas, terdiri dari 8 kursi dengan kaca-kaca yang tinggi. Ruang tunggu pelanggannya juga cukup nyaman menggunakan sofa besar. Keramas di salon ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena proses cuci rambutnya sangat simpel. Cukup membantu untuk pelanggan yang terburu-buru atau memiliki waktu luang yang sedikit.

Tampak Luar Ady Brendly Wahid Hasyim


Sejauh ini, untuk tiga salon yang menyediakan keramas murah versi saya, juaranya dipegang oleh Honey Daily Salon. 

Pertimbangan pribadi saya adalah jaraknya dekat dari rumah. Kemudian keramasnya enak banget karena lama dan kapsternya mengeluarkan tenaga untuk memijat kepala, serasa lagi creambath. Dan faktor terakhir yang membuat saya selalu kembali ke Honey Daily adalah kapsternya tidak berusaha keras mengajak pelanggannya ngobrol. Tetapi jika pelanggannya mau diajak ngobrol kapsternya akan menanggapi dengan fokus dan berusaha untuk tetap nyambung ke pelanggan.

Kalian juga suka keramas di salon nggak sih?

[Review] Naked Origin Lip by Alifah Ratu - All Shades

15 comments

Sebelumnya, selamat dulu buat si eneng Alifah Ratu, yang sudah berhasil meluncurkan brand makeup-nya sendiri! Aku bangga T.T. Nah, yang begini nih boleh ditanya: "kapan nyusul?" Jangan pas orang kawinan, orang lairan, atau orang layatan.

Sebenernya, berdasakan hasil kepo ke instagram @nakedorigin, lelipstikan ini bukanlah produk pertamanya. Tapi, ini adalah produk makeup pertama, karena sebelumnya Naked Origin cuma main di skincare *CMIIW. Dan saya merasa beruntung banget bisa cobain semua shades-nya. Saya tu selalu pengen nyicip dah, hasil karya dari teman-teman influencer. Karena kan mereka terbiasa (( NYACAT )) produk lain tuh. Jadi harusnya mereka paham betul bagaimana seharusnya idealnya sebuah produk. Meskipun, tentunya ideal di mata masing-masing orang bisa berbeda ya. Bisa jadi, ini yang terbaik bagi Ratu, namun belum tentu bagi saya.

Jadi inilah review produk Naked Origin dari sisi saya. Kalau ada kekurangan, mohon dimaklumi ya. Karena ini kan pendapat saya. Dan saya seleranya sering nganeh-nganehi wkwkwk..


Kemasan & Aplikator


Bentuk kemasannya biasa aja sih, seperti pada umumnya liquid lip product. Desainnya juga simpel, dengan tulisan Naked Origin kecil aja di satu sudutnya. Nggak neko-neko, nggak norak. Saya suka karena body botolnya bening, jadi kelihatan dalemnya isinya warna apa dan udah habis seberapa. Lalu ini kan produknya ada dua jenis, yaitu Naked Origin Matte Liquid Lip Color dan Naked Origin Lip Gloss Luminizer. Tapi kemasannya nggak dibedakan sama sekali. Nggak masalah sih, karena body-nya bening jadi kita juga langsung ngeh, mana lip gloss dan mana lip cream. Cuma kalau mau dikasih pembeda sedikit, mungkin akan lebih oke.

Material kemasannya terasa enteng bobotnya, dan yang penting, dia berfungsi dengan baik untuk melindungi isi produknya. Tutupnya model ulir yang rapet, produknya nggak bocor-bocor tapi masih gampang dibuka. Terus saya suka ukurannya yang slim dan kecil, enak dibawa-bawa. Aplikatornya doe foot, enak biat pick up dan meratakan produk.


Aroma

Semua lipstik ini punya samar-samar aroma gourmand (coklat atau vanila) yang manis dan lembut. Tapi khusus untuk dua warna merahnya, aroma gourmand-nya lebih samar dan sedikit terasa aroma kimia "lipsticky" gitu, walau tidak mengganggu sama sekali kok.


Formula

Kita bahas yang matte dulu ya. Jadi, matte liquid lipstik begini tuh teksturnya ada yang creamy atau kental dan ada yang cair atau encer. Nah, Naked Origin ini memilih tekstur yang encer untuk produk pertamanya.


Tekstur yang liquid begini sih ada positif negatifnya ya. Positifnya:
  1. ketika dipakai terasa ringan, kayak nggak pakai apa-apa. Nggak berat, nggak nggedibel. 
  2. Kalau mau touch-up pun, nggak usah dihapus dulu lipstik sebelumnya juga nggak masalah, karena memang seenteng itu. 
  3. Selain itu juga, dia enak banget kalau mau di-layer, misalnya mau dicampur warnanya atau mau dipakai dengan tehnik ombre. Saya udah coba layer empat warna dan rasanya tetep nyaman banget di bibir.
  4. Tekstur cairnya ini bikin dia enak banget kalau mau dipakai seperti lip tint. Jadi pakai setitit di tengah bibir, lalu ratakan dengan jari ke luar bibir. Saya lov banget pakai warna 03. Hot Blossom dengan teknik ini.

Tapi negatifnya:
  1. karena cair, warna nude-nya jadi nggak begitu pigmented. Si warna 01. Nude Peach ini juga begitu, kurang pigmented, jadi kalau pakai ini doang warna kehitaman bibir saya masih ngintip. 
  2. Untuk warna bold, pas pakai harus beneran hati-hati sekali karena biasanya gampang (( nglecepret )). Ngakalinnya sih bisa pakai kuas lipstik yang flat, atau pakai lip pencil dulu. Tapi kalau kamu kayak saya, sudah ahli dan sangat berbakat, sebenernya ya nggak ada masalah sih. Ini saya ngomongin buat kamu-kamu yang newbie atau yang kurang berbakat saja.
Untuk lip gloss-nya, ini SAYA SUKA BANGET. Saya beneran semacam nemu holly grail lip gloss baru sejak nemu Naked Origin Lip Gloss Luminizer ini. Beneran ini lip gloss PW banget! Teksturnya cair, nyaris seperti lip oil, sangat ringan, nggak lengket, tapi dia juga lumayan awet di bibir dan mampu mengikat warna lipstik di bawahnya dengan baik. Pokoke beneran deh, ini lip gloss-nya rasa highend wkwk. Cinta sayatu..

Bawah ke atas: Nude Peach - Choco Sunset - Hot Blossom - Red Wine - Clear Radiance

Langsung saja kita bahas per-shade-nya ya:


Naked Origin Lip Gloss Luminizer
Clear Radiance


Lip gloss bening dengan sedikit sentuhan partikel shimmer warna champagne. Ini cantik banget dijadiin lip topper. Formulanya juga the best dah! Super ringan, nggak berat, nggak lengket, dan lumayan awet. Ini favorit saya dalam keseluruhan koleksinya. Bahkan, ini adalah lip gloss favorit saya saat ini.



Naked Origin Matte Liquid Lip Colour
01. Nude Peach


Nah, ini dia warna nude-nya. Warnanya peachy pucat dengan sedikit bias pink. Ratu mendeskripsikannya sebagai warna terbaik untuk base ombre. Kalau saya sendiri jujur nggak suka dengan warna ini. Jatuhnya terlalu neon kalau di saya, soalnya selera saya untuk warna nude memang lebih condong ke warna-warna yang greyish.

Sebagai base ombre, saya setuju ini cocok banget. Sayangnya saya nggak terlalu suka ombre style, jadi ya tetep aja. Warna ini bukan pilihan saya.


Naked Origin Matte Liquid Lip Colour
02. Choco Sunset


Ini warna aman saya, otomatis adalah warna yang paling sering saya pakai dari koleksi ini. Warnanya coklat medium dengan warm tone. Warna ini menurut saya sih bakalan cocok di semua warna kulit. Formula warna ini juga terbaik kalau dibandingkan warna-warna lain. Dia pigmented, ringan, dan gampang dipakai dengan rapi tanpa belepotan pinggirannya.


Naked Origin Matte Liquid Lip Colour
03. Hot Blossom


True red! INI WARNA FAVORIT SAYA walau bukan warna yang sering saya pakai, karena saya bukan tipe mbak-mbak yang pakai lipen merah buat daily. Warnanya, merah aja! Dan jarang banget saya bisa nemu warna seperti ini di brand lokal. Beneran ini merahnya super cantik, nggak bikin gigi kuning, tapi nggak njomplang juga sama kulit saya yang yellow tone.


Naked Origin Matte Liquid Lip Colour
04. Red Wine


Yang ini merah gelap dengan bias keunguan atau cool tone. Warna ini bikin gigi dan kulit terlihat lebih bersih, dan stunning banget. Cocok sekali buat kamu-kamu yang caper wkwk.. Kalau dipakai tipis-tipis atau dijadiin area tengah teknik ombre, warnanya jadi pink keunguan. Saya sih yakin banyak yang bakalan suka sama warna ini.


Oh iya, saya nggak terlalu pinter bikin ombre lips karena (( males )) nge-blend di area lambe, tapi ini saya mencoba membuat ombre lips dengan Nude Peach + Red Wine + Clear Radiance.



Daya Tahan

Untuk matte lip cream-nya ya, dia standar sih. Nggak yang ketat mencengkram bibir sampai susah ilang, tapi juga bukan tipe yang gampang ilang. Kalau kena-kena benda dalam keadaan bibir kering, nggak bakalan nyeplak. Tapi kalau dipakai makan gorengan atau ciuman hardcore, ya bakalan klomoh.

Lagian siapa sih yang mau ciuman hardcore pake lipstik dulu?


Ingredients


Untuk ingredient, saya fotokan saja ya. Saya nggak akan bahas panjang lebar karena ini makeup, bukan skincare. Bagi saya sih yang penting dia aman saja, udah. Dan Naked Origin jelas aman, sudah teregristasi di BPOM.


Dan sebagai tambahan buat yang parno-an, formulanya juga dibuat tanpa paraben, mengandung vitamin E dan UV protection, vegan, serta cruelty free.


Kesimpulan saya, lip series dari Naked Origin ini punya kualitas yang cukup bagus. Terutama lip gloss-nya. Untuk penggemar lip gloss, kayaknya harus banget deh punya ini. Untuk yang nggak suka lip gloss karena lengket atau terasa berat atau karena hal-hal nggak nyaman lainnya, juga saya menyarankan coba dulu Naked Origin Lip Gloss ini. Saya kok yakin, pendapatmu tentang lip gloss bakalan berubah setelahnya karena ini sangat nyaman.

Untuk lip matte-nya, juga bagus kok. Formulanya ringan dan sangat nyaman digunakan. Kalau disuruh milih favorit, warna kesukaan saya adalah Hot Blossom, dan menyusul Choco Sunset.


Harga: Rp 88 000/ 4 ml.
Tapi kalau beli kelimanya sekaligus, dia ada bundle yang harganya Rp.390.000 saja dan free pouch transparan dari This! by Alifah Ratu.

Beli di:

Demikianlah review Naked Origin Lipstick dari saya, dek Arum. Bila ada fans kak Ratu yang nyasar kemari dan tidak terima karena produknya ada kurangnya, percayalah, kesempurnaan hanya milik Nicolas Saputra. Bila review saya dirasa kurang lengkap dan ada kurang-kurangnya, mohon dimaafkan saja dan saya jangan di-bully karena saya orangnya ringkih, kagetan, punya asam lambung, darah rendah dan gampang sakit-sakitan.

Trims :).

Misuh-Misuhi Si Doel, Bukan Review

12 comments

"Zaenab apa-apaan, sih? Katanya mau pergi, biar Doel sama Sarah aja. Tapi kok begitu..."

Begitu komentar suami saya ketika menonton film "Akhir Kisah Cinta Si Doel".

Wooo...belum tahu kamu, Su. Suami! Sebenarnya, perempuan-perempuan di rentetan sinetron dan film-film Si Doel ini berstrategi. Baik Sarah maupun Zaenab, menurut saya karakternya nggak sesimpel yang mereka tampilkan dalam perilakunya. Semua tindakan yang mereka lakukan sudah dipikirkan secara mendalam dan sistematis, dengan perencanaan matang dan jangka panjang demi mencapai tujuan.

10 Lipstik Favorit 2019

11 comments

Selamat tahun saru 2020!

Seperti biasa, kalau tahun saru buat blogger hits adalah waktunya posting (( BEST-BEST-AN )) atau best makeup 2019 atau makeup terbaik tahun lalu gitu-gitu deh. Tapi karena saya tahun 2019 kemarin sangat famous sehingga bisa mencoba banyak makeup brand, saya sampai bingung milihnya. Tapi ya sudah. Resiko jadi mbak-mbak IG slash blogger terkenal.

Biar postingan saya nggak sepanjang catatan molekat Atid tentangmu, maka postingan best product ini akan saya bagi menjadi 4 bagian:
  1. Lipstick Terbaik 2019
  2. Eye Makeup Terbaik 2019
  3. Face Makeup Terbaik 2019
  4. Skincare Terbaik 2019
Dan nanti kalau nggak mager, saya bikinin juga Body Care Terbaik. Mantab, bukan? Tentu saja mantab. Ha wong saya!
Nah, untuk lipstik terbaik ini, saya pilih 10. Kesannya memang banyak. Padahal...ya memang banyak. Tapi ya tulung diperhatikan dan dibaca tulisannya, jangan cuma memandangi FOTD saya yang kece banget itu. Karena masing-masing lipstik di sini punya karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang saya kepicut karena tekstur, ada yang karena warna, dan lain sebagainya. pokoknya iqro.

Saya jabarkan dengan tidak urut ya. Jadi, ditulis pertama bukan berarti dia yang paling saya suka. Biar apa kok tidak urut? Biar kamu bingung.



1. Maybelline Superstay Matte Ink 135 Globetrotter


Ini satu-satunya warna bold menyala yang jadi favorit saya. Dan saya memang suka karena warnanya. Warnanya itu merah oranye ada coklatnya dikit, cantik banget. Secara tekstur, Maybelline ini sebenarnya saya nggak suka. Lengket dan susah dihapus sampai bersih, tapi gampang copel di area-area tertentu. Beuh, ngrepoti pokoknya! Tapi pujian orang-orang setiap aku pakai lipstik ini membuat saya lupa diri.

Oh iya, lipstik ini cakep juga kalau di-mix sama lipstik warna coklat seperti Emina Chocolava. Jadi tetep dapet ala-ala warna bata, tapi lebih tone down. Cobain deh.


2. Looke Holy Lip Creme Hebe


Nah, kalau Looke, sebenarnya secara warna B aja. Tapi pigmentasinya, beuh...jos gandos! Ini lipstik paling pigmented sedunia akherat. Bahkan warna paling nude-nya pun, si Hebe, pigmented. Untuk yang punya warna bibir yang pinggirannya hitam kebangetan, cobain Looke deh. Hitam nasibmu akan tertutupi.

Saking pigmented-nya, saya biasanya cuma pakai setitit saja di tengah-tengah bibir atas dan bawah, lalu blend pakai jari. Oh iya, selain pigmented, lipstik ini juga awet dan nggak lengket. Hampir seawet Maybelline Superstay, tapi nggak ada lengket-lengketnya. Meskipun sedikit kering di bibir, tapi masih bisa ditolerir kok, lip balm-in aja banyak-banyak sebelum lipenan.

Sungguh saya berharap Looke ngeluarin warna baru yang lebih ho'oh.



3. Pixy Crayonttention


Yang ini lagi-lagi pilihan warnanya B aja, tapi formulanya seperti SURGA. Kayaknya ini lipstik yang bentuknya stick, yang terbaik yang pernah saya cobain deh. Teksturnya itu lembut pol di bibir, dan warnanya langsung keluar dengan pigmentasi yang bagus. Saya sampai ketagihan oles-oles.

Bentuknya yang ramping juga bikin lipstik ini gampang banget dipakai dan dimanuver kesela-sela bibir. Buat yang nggak pernah bisa rapi kalau pakai lipstik warna bold, cobain Pixy ini, cari aja yang warna bold. Dijamin gampang banget pakainya dan pasti rapi.

Fyi, saya di atas paka 09 Chocolicious. Warna ter-nude yang jatuhnya nggak nude di saya. Plis Pixy bikin shade yang lebih banyak lagi dong.


4. Emina Creamatte 01 Chocolava


Yang ini sungguh istimewa. Saya suka semua aspeknya dari formulanya yang nyaman banget di bibir, packaging-nya yang kecil, dan aplikatornya yang empuk. Enak wis, enak. Terus khusus shade Chocolava ini kecintaan saya. Warnanya coklat medium agak gelap tapi ada bias kekuningan. Bukan merah, bukan oranye, tapi kuning agak greyish. Ini warnanya mahal banget sih. Nggak pernah-pernahnya saya nemu warna lipstik coklat tua yang sebagus ini.

Saya setiap pakai lipstik ini juga selalu ditanyain bu Sri, "lipstiknya apa, jeng?" Begitu. Hah! Tidak kuberitahu kau bu Sri. Biar kau mengira ini lipstik mahal! Salah sendiri tidak follow @racunwarnawarni.


5. Wardah Intense Matte Lipstick 04 Mauve Mellow


Warnah Intense Matte Lipstick ini teksturnya juga enak, walau masih menang Pixy Crayontensi. Tapi secara warna, Wardah lebih menang. Banyak warna-warna nude, greyish, dan mauvy yang kesekarangan begitu lho! Khusus untuk warna Mauve Mellow ini adalah all time favorit saya untuk warna yang MLBB. Saya kalau pakai ini berasa nggak menor. Jadi suka saya pakai kalau lagi nggak full makeup tapi pengen warna bibirnya rata.

Nggak papa kan? Yang bisa rata bukan cuma sakumu kan?

Terus saya suka pakai ini kalau mau swatch lip gloss. Soalnya kalau langsung di-swatch ke bibir telanjang saya, jadinya kan huelik secara bibir saya pinggirannya item. Jadi pakai ini dulu, baru lip gloss-nya.




6. Naked Origin Lip Gloss Clear Radiance


Saya memang baru sebulanan nyoba Naked Origin. Tapi saya jujur lho kalau saya langsung jatuh cinta sama formulanya. Lipstiknya juga bagus dan nyaman, tipikal yang ringan gitu. Tapi yang paling bikin saya kecantol mati adalah lip gloss-nya. Saya udah lama banget cari lip gloss dengan formula seringan ini. Ini mah brand lokal rasa high end.

Jadi lip gloss-nya superrr ringan dan nggak lengket sama sekali, tapi tetep nempel di bibir. Kalau dipakai setelah lipstik juga masih bisa mengikat lipstik dengan baik. Serius klean semua harus coba deh. Apalagi buat yang selama ini anti sama lip gloss karena lengket. Beuh! Coba dulu yang satu ini.


7. Catrice Prisma Lip Glaze 030 Dazzling Starboy


Lip gloss dari brand nasi kucing seri Prisma Lip Glaze ini warnanya buagus dah! Kayak 3D gitu loh! Di kamera nggak begitu keliatan, tapi percayalah ini 3D dan ada butiran-butiran metalic-nya. Kalau nggak percaya, ngapain baca blog saya? Kalau mingernya beda, bias warna yang terpantul juga beda. Kalau lagi pakai ini di depan kaca dan lighting-nya lagi bagus, cobalah minger ke kanan lalu minger ke kiri lalu ke kanan lalu ke kiri lalu ke kanan pasti kelihatan ke-3D-annya.

Formulanya juga tergolong ringan dan nyaman, meskipun nggak seringan Naked Origin. Enak lah dipakai. Saya sebenernya punya 3 warna, tapi si Dazzling Starboy ini yang paling baru dan paling sering saya pakai. Seperti bang Jali ya, ada yang baru yang lama dilupain. Padahal anaknya udah empat cucunya udah tiga.


8. Evete Tinted Lip Balm Dusty Dawn


Ini adalah lipstik tersering saya pakai tahun lalu. Eh, lip balm ding! Tapi ada warnanya dan warnanya nggak abal-abal. Formulanya juga nggak abal-abal. Tetep lembap dan tetep bisa lho difungsikan sebagai lip balm under lipstick begitu.

Evete ini punya tiga warna, tapi favorit saya yang Dusty Dawn. Warnanya nude pink seger, tapi kalem, nggak neon norak....kamu. Udah banyak banget yang keracunan ikutan pakai lip balm ini dan semuanya nggak ada yang bilang kecewa.

Mantab-mantab lah, pokmen!





9. L'Oreal Infalliable Pro Matte Les Chocolats 860 Ginger Bomb


Oke, dua terakhir ini sedikit membikin hati perih karena limited edition. Bahkan si Ginger Bomb ini sudah discontinue. Padahal saya kadung klepek-klepek sama warnanya gimana dong T.T. Ini warnanya coklat nude, nggak terlalu pucet, dengan bias kuning. Sekali lagi kuning ya, bukan oranye apalagi merah. Cantiiikkk pol dan bikin nuansa beda wajah saya. Saya udah cari dupe-nya kemana-mana, dari brand mahal sampai brand ecek-ecek, nggak ada yang menyamai warnanya. Dear L'Oreal, apa salah dan dosaku? T.T.

Secara formula ini sama kok kayak Maybelline Superstay. Berat, lengket, susah dihapus, tapi gampang gopel. Tapi warnanya woy!! Plis, L'Oreal jangan sekejam itu. Produksi lagi dong harganya tiga kali lipat ngga papa paling rakyat jelata saja yang tidak beli aku tetap beli T.T.


10. Dear Me x Yupi Perfect Matte Lip Coat Dear Sweetheart & Dear Berry Kiss


Terakhir ada Dear Me, yang sebenernya kalaupun nggak ada warna ini, secara formula tetep masuk ke dalam lipstik favorit saya. Formula Dear Me nggak usah ditanya lagi ya, enak banget udah! Dari tahun lalu juga udah saya masukin favorit tahun sebelumnya lagi.

Tapi yang warna Sweetheart dan Berry Kiss dari seri kolaborasinya bersama Yupi ini warnanya istimewa. Saya yang biasanya nggak suka sama tehnik ombre panas-dalam-style begini, jadi suka gara-gara dua warna ini kalau dikombo memang ciamik sekali.

Tapi untuk yang Dear Me, saya nggak terlalu khawatir seperti L'Oreal. Karena Dear Me ini warnanya banyak dan banyak yang nyaris mirip-mirip, jadi saya rasa sih kalau mau nyari, bakalan bisa ketemu lah warna ini di seri regular-nya.



Udah ini favorit saya. Ayo dibeli semua!

Trend Makeup Fall Season 2019

2 comments

Yha, saya tu ngerti klean nggak ngikutin fall season. Taunya udah masuk musim hujan sama musim duren aja gitu, khan? Tapi biar nggak ndesit-ndesit amat, saya mau kasih beberapa pilihan look yang bisa kalian contek di fall season kali ini, agar penampilan makeup kalian lebih ho'oh.

Buat yang bertanya-tanya, kenapa fall season selalu heboh dengan tren makeup baru, itu karena fall season di dunia makeup dan fashion biasanya dimulai di bulan September. Dan September biasanya adalah waktunya beauty/ fashion industri memprediksi tren, yang bakalan kita pakai selama satu tahun ke depan.

Fall atau autumn sendiri adalah transisi dari musim panas (summer) ke musim dingin (winter). Warna-warna fall season tentu saja adalah warna-warna di antara summer dan winter. Nggak se-warm tone summer, tapi juga nggak se-icy winter.


Fall season makeup look pada dasarnya sama ya dari tahun ke tahun. Warna yang diadopsi dalam makeup adalah warna-warna tanah dan daun pada musim gugur. Coklat, muted orange, muted yellow, mustard, dan hijau army, pokoknya warna-warna earthy tone yang mbeladus-mbeladus. Tapi tren dari tahun ke tahunnya itu yang beda dan menarik. Tren tersebut kemudian dikombinasikan dengan warna-warna Autumn, dan jadi ciri khas fall season makeup look di tahun tersebut.

Di tahun 2019 ini, yang saya amati tren-nya adalah:


1. Glowing Skin

Biarpun ini musim gugur yang kering dan gersang, tapi rupanya untuk wajah, orang udah muaq kali ya liat penampakan yang matte dan kusem wkwkwk. Jadi untuk tren complexion-nya tetep glowing. Tentu bukan glowing cetar pakai highlighter blinding ya. Tapi penampakan wajah yang kelihatan basah dan sehat.

Produk yang saya rekomendasikan: Studio Tropik Flawless Priming Water, Milani Prime Light Face Primer, Pixy Make It Glow Cushion, Too Face Born This Way Foundation



2. Single tone orange eyeshadow

Yang saya amati lagi, warna oranye pada fall season kali ini lebih berani dan lebih menyala dibandingkan fall season tahun-tahun sebelumnya. Tentu nggak se-neony warna oranye pada summer season ya. Tetep ada mendam-mendamnya karena ini kan fall season begitu lho. 

Warna oranye agak menyala ini bisa diaplikasikan pada eyeshadow atau lipstik. Tapi saya lebih suka di eyeshadow sih. Single tone eyeshadow dengan nuansa oranye bikin penampilan lebih seger dan hidup.

Produk yang saya rekomendasikan: Colourpop Yes Please Palette, Focallure Nine Colours Eyeshadow Palette No 5, Minuet Palette.


4. Glittery Eyes

Untuk eyeshadow, glitter juga sedang banyak dimainkan. Untuk fall season sih saya sendiri lebih suka glitter yang subtle gitu ya di kelopak mata. Jadi bukan tipikal glitter yang blinding dan bikin silau, tapi hanya ngasih kesan kelopak mata basah dan berbinar-binar.

Produk yang saya rekomendasikan: apa aja lah serah. Sekarang udah banyak banget liquid eye glitter gitu, Sampe produk lokal pun ngeluarin. Bingung saya tu mau rekomendasiin yang mana, bagus-bagus semua kok.


5. Muted Red Lips

Yang terakhir, untuk lipstik, warna merah sedang banyak dirilis. Eits, tapi bukan sembarang merah ya. Ini merah yang muted atau redup. Merah kecoklatan gelap yang nggak menyolok dan terlihat flattering di bibir. Warna ini bisa dipakai full lips dengan tehnik snogged atau agak-agak diberantakin di area pinggiran bibir, atau bisa diombre dengan nude greyish beige lipstick.

Produk yang saya rekomendasikan: Dear Me x Yuppi Perfect Matte Lip Coat Berry Kiss, Maybelline Sensational Liquid Matte Made Easy.


Nah, saya mau kasih contoh look yang bisah dibikin fall season ini. Saya ambil satu tema ya, yaitu burnt orange. Oranyenya memang berkesan "hot", karena kayak yang udah saya jelaskan di poin nomer 2, warna oranye di fall season 2019 ini memang cenderung nggak terlalu redup dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Sebelumnya mon maaf nih, tadinya saya mau bikin video tutorial untuk look ini, tapi ternyata ada beberapa part yang nggak kerekam T.T.

Review Acne Lotion Rhein, dari Klinik NMW Skin Care Yogyakarta

1 comment
Review Obat Jerawat NMW

Hari ini saya mau membagikan keajaiban yang pernah terjadi seumur hidup saya yang baru 25 tahun ini. Jadi ceritanya beberapa bulan yang lalu, muka saya jerawatan ra uwis-uwis. Kalo mau dikira-kira, durasinya bisa sampai 2 bulan, sembuh terus muncul lagi, nanti sebentar sembuh terus munculnya juga di area yang nggak jauh-jauh dari sebelumnya. Karena kemana-mana membawa muka yang penuh jerawat, teman-teman saya mulai prihatin dan mereka mulai membanjiri kepala saya dengan tips-tips. Semua omongan mereka tentang cara mengatasi jerawat kemudian saya lakukan tanpa banyak fafifu