Review Avoskin Hydrating Treatment Essence, Face Mist Formula Baru Dari Avoskin

19 comments
Review Avoskin Hydrating Treatment Essence New Formula

Dear sobat lenjehku,
tau tidak, sayatu suka banget sama face mist dan setting spray. Bahkan bisa dibilang udah level ketergantungan. Kalau kamu punya kesempatan nggeratakin laci makeup saya, kamu akan nemu 14 face mist dan setting spray. Iya, 14 botol! Saya barusan ngitungin. Lebay banget yungalah, sayatu, kalau udah kecintaan sama sesuatu T.T.

Satu face mist yang saya suka adalah Avoskin Hydrating Treatment Essence. Pasti ada yang mbatin, halah produk lawasan! Bukan, sahabat! Memang Avoskin HTE ini produknya udah ada sejak zaman purbakala. Tapi yang saya suka dan saya mau bahas ini adalah yang new formula. Kalau yang lama itu dia mengandung Vitamin C kan, sedikit mirip dengan Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence atau PHTE, namun dengan konsentrasi bahan aktif yang lebih rendah dan ringan. Nah, kalau yang baru ini, ingredient-nya juga diperbaharui.

Baca juga: Review Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence

Lalu selain ingredient-nya baru, Avoskin HTE New Formula ini juga ditambah fungsinya. Dia jadi multifungsi, bisa sebagai skincare face mist, dan bisa juga digunakan sebagai makeup setting spray untuk nge-lock makeup, biar makeup lebih awet.

Soal klaim sebagai makeup setting spray ini, saya juga lumayan takjub. Karena ya memang jarang ada skincare yang sekaligus bisa digunakan sebagai makeup. Kalau ngikutin instagram @racunwarnawarni, pasti tahu saya tiga mingguan ini sering banget ngetes makeup. Saya tes ketahanan makeup saya, dengan dan tanpa di-set dengan Avoskin HTE. Hasilnya? Duh, pasti tau sih kalau nontonin IG story saya. Kamu sih, nggak nonton, ketinggalan deh, sukurin wkwk.. 

Tapi ya udah, hasilnya akan saya rangkum di sini. Sekalian saya mau review produknya secara keseluruhan ya. Soalnya kan ini itungannya produk baru, secara ingredient-nya juga baru.


Ingredient

Ingredient Avoskin HTE New Formula

Ingredient face mist ini cukup minimalis. Dan saya akan bahas beberapa kandungan yang menarik perhatian saya saja ya:
  • 5% Niacinamide: mencerahkan, memudarkan noda hitam, melembapkan, mengatasi jerawat, mengontrol sebum.
  • Centella Asiatica Extract: menenangkan kulit, meredakan kemerahan dan peradangan, menghidrasi.
  • Forsythia Suspensa Fruit Extract: sebagai antioksidan dan juga mencerahkan kulit.
  • Peppermint Oil: mencerahkan dan mencegah jerawat
Dengan kandungan Niacinamide yang sangat tinggi, produk ini mampu mencerahkan kulit bila digunakan secara kontinyu. Selain 4 kandungan tersebut, dalam produk ini juga ditambahkan Glycerin dan Butylene Glycol yang merupakan humectant, untuk lebih menghidrasi kulit. Namun harap diperhatikan juga, mungkin akan ada yang sensitif terhadap kandungan Peppermint Oil dan alkohol. Saya sendiri dari dulu tidak pernah bermasalah dengan dua kandungan tersebut.

Baca Juga: Avoskin Miraculous Retinol Series


Tekstur & Formula

Teksturnya seperti face mist pada umumnya, yaitu cair seperti air, dan warnanya bening. Saat pertama disemprotkan ke kulit, ada sedikit feeling lembap/ oily, tapi beberapa saat kemudian menghilang. Reaksi ini mungkin akan berbeda di masing-masing orang ya. Saya kebetulan punya jenis kulit kering, dan terbiasa dengan tekstur skincare yang lebih oily dan berat daripada produk ini. Tapi mengingat produk ini dimaksudkan sebagai setting spray juga, bukan hanya face mist, jadi menurut saya wajar bila produknya tidak terlalu terasa oily.

Aroma Peppermint-nya lumayan kuat, pedes-pedes gitu. Aroma ini berasal dari Peppermint Oil yang terkandung di dalamnya. Tapi di kulit saya sih tidak ada sensasi pedas. Sensasi yang saya rasakan di kulit saat menyemprot produk ini adalah adem dan segar. Yang pedes cuma aromanya. Dan komentar netizen.

Formula baru Avoskin HTE ini juga jauh lebih stabil dari formula lamanya. Yang lama, saya ngerasa lama-lama dia berubah warna. Jadi saya akhirnya selalu simpan di kulkas. Sementara yang baru ini, udah tiga mingguan selalu saya bawa di tas saya, nggak pernah saya masukin kulkas, warna dan aromanya masih ajeg.


Kemasan dan Sprayer

Kemasan Avoskin HTE New Formula

Seperti seri sebelumnya, Avoskin HTE ini dikemas dalam botol sprayer dari kaca tebal berwarna hijau. Desainnya bagus sih, nggak neko-neko dan terasa kesan "seger"-nya. Sprayer-nya juga alus banget dan partikel airnya nyebar. Jadi nggak (( NGGRUJUG )) begitu lho. Sprayer yang halus dan menyebar ini penting kalau mau dipakai setelah makeup, agar makeup nggak malah hilang karena kegrujukan aer.

Botol kacanya sendiri cukup kokoh, materialnya sama seperti botol versi lamanya. Punya saya dulu pas masih versi lama, udah pernah jatuh, dan nggak pecah. Tapi ya karena ini kaca, jadinya agak berat ya. Padahal face mist begini paling enak dibawa kemana-mana, untuk disemprot kapanpun dibutuhkan. Saya sih berharap Avoskin ngeluarin HTE versi mini dengan packaging plastik begitu, biar enak buat dibawa-bawa.

1 Oktober 2019:
Maaf saya mau ralat pendapat saya soal kemasan kaca ya. Kemasan kaca lebih ramah lingkungan daripada kemasan plastik. Tidak semua kemasan plastik bisa didaur ulang, namun botol kaca bisa 100% didaur ulang tanpa residu. Botol kaca juga lebih mampu melindungi produk dari udara di luar, sehingga produk akan lebih stabil dan aman. Saya rasa dengan segala kelebihan botol kaca dibandingkan plastik, tidak pantas saya (( NGGRESULO )) hanya karena persoalan beratnya.

Sekali lagi maaf dengan adanya ralat. Bukannya saya plin-plan, tapi saya juga masih belajar dalam hal ini. Lebih baik saya mengakui kesalahan dan memperbaiki daripada diam dan tutup kuping, ya kan. Sama-sama belajar yuk. Tegur saya kalau saya ada salah-salah lagi ya ;).


Penggunaan

Review Face Mist Avoskin New Formula

Mungkin masih banyak yang bingung ya, kalau di step skincare routine, face mist itu diletakkan di slot yang mana? Sebenarnya face mist adalah produk skincare yang multifungsi dan paling bebas digunakan. Bisa digunakan kapan saja dimana saja, untuk mendapatkan kesegaran dan hidrasi instan. Dan kalau formulanya cukup melembapkan, face mist bisa saja dipakai sebagai pengganti hydrating toner.


Di kulit saya yang kering ini, saya belum menemukan produk face mist yang mampu menggantikan performa hydrating toner sih. Avoskin HTE ini juga di kulit saya belum bisa menggantikan fungsi hydrating toner. Apalagi menurut saya, efek lembap hydrating toner itu lebih terasa kalau pemakaiannya dibantu dengan panas dari telapak tangan. Jadi buat saya, hydrating toner pakainya memang enak yang dituang ke tangan lalu dipuk-puk ke muka begitu, bukan disemprot.

Avoskin HTE Face Mist  New Formula

Tapi Avoskin HTE ini tetap banyak banget fungsinya sih kalau buat saya,

Sebagai skincare:
  • Dipakai sebagai face mist.
    Bisa digunakan kapan saja saat butuh kesegaran. Paling enak memang selalu bawa Avoskin HTE ini kalau pergi siang-siang. Kalau sumuk atau kepanasan tinggal semprot, pasti seger lagi.
  • Dipakai sebelum reaply sunscreen.
    Ngasih sedikit hidrasi instant di kulit, biar sunscreen lebih enak di-blend.
  • Dipakai sebelum memakai face oil.
    Kalau buat saya ini wajib. Saya kalau pakai face oil dalam kondisi muka kering, pasti besokannya muncul jerawat. Jadi saya selalu basahi muka saya dulu pakai Avoskin HTE sebelum memakai face oil. Avoskin HTE ini membantu oil-nya jadi lebih cepet diserap oleh kulit. Jadi walau pakai face oil, kulit wajah nggak terasa greasy dan demek-demek amat.
Sebagai makeup:
  • Untuk mengunci makeup agar lebih awet.
    Caranya tinggal disemprotkan saja ke seluruh wajah, setelah selesai ber-makeup. Avoskin HTE ini akan mengunci makeup dan bikin minyak nggak gampang keluar, jadi mukamu awet seharian gitu-gitu aja walau nggak touch-up
  • Bikin makeup terlihat lebih nge-blend dan nggak powdery.
    Pakai setting spray setelah selesai makeup, memang bisa bikin makeup kelihatan lebih natural. Nggak kayak bedakkan banget dan i woke up like this gitu lho penampakannya.
  • Bikin highlighter lebih blinding.
    Caranya, semprotkan ke wajah sebelum memakai highlighter powder. Saat muka masih agak basah, aplikasikan segera highlighter-nya. Dijamin silau!


Tes Performa

Tes Avoskin HTE Makeup Setting Spray

Ini salah satu tes yang saya lakukan. Kalau di muka saya, memang yang paling kelihatan adalah area under eye dan alis. Under eye saya itu banyak garis halusnya, dan suka bikin concealer creasing di area situ. Terus untuk alis, karena saya cuma pakai pensil alis (saya pakai Fanbo), jadi memang nggak begitu awet.

Foto yang atas, saya makeup-an seperti biasa. Setelah 3 jam, terlihat concealer mulai menggumpal di area garis bawah mata. Bagian arch alis juga kroak.

Sementara foto bawah, saya menggunakan adonan makeup yang sama persis seperti foto di atasnya. Hanya bedanya, setelah selesai makeup, saya menyemprotkan Avoskin HTE sebagai setting spray. Hasilnya setelah 3 jam, nggak ada concealer yang creasing, dan alis saya juga nggak kroak.

Kalau set makeup pakai Avoskin HTE ini, yang saya rasakan memang makeup jadi lebih awet, nggak gampang geser dan cakey. Blush on, shading, dan bronzer yang saya pakai juga warnanya nggak cepet turun. Lalu area sekitar hidung dan dagu yang biasanya mengeluarkan minyak, jadi nggak begitu minyakan.


FOTD Avoskin HTE

Kesimpulan

+ Multifungsi! sebagai skincare dan juga sebagai makeup setting spray. Jadi nggak perlu bawa produk terpisah.
+ BIKIN MAKEUP AWET!
+ Sprayer-nya super halus dan nyebar
+ Bikin face oil lebih enak diterima oleh kulit
+ Bikin highlighter powder lebih blinding
+ Rasanya segar dan bikin kulit kalem
+ Mengandung bahan-bahan yang efektif mencerahkan kulit
+ Membantu mencegah jerawat
+ Botolnya kaca, lumayan berat, tapi lebih menjaga kualitas produk dan lebih ramah lingkungan dibandingkan botol plastik.
- Beberapa orang mungkin sensitif terhadap Peppermint Oil dan alkohol
- Aroma Peppermint-nya lumayan kuat saat awal disemprotkan

Saya sih suka ya dengan Avoskin Hydrating Treatment Essence formula barunya ini. Dia face mist, menyegarkan, menghidrasi dan juga mengandung berbagai nutrisi lainnya. Tapi juga sekaligus bisa bikin makeup lebih awet. Sekalian nyegerin kulit dimana saja, sekalian juga bikin makeup lebih awet!

Bisa dipakai sebelum reaply sunscreen, trus pakai lagi juga sebagai setting spray setelah beres touch up. Praktis dan multifungsi!


Harga

Rp 99 000 / 100ml


Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website official avoskin beauty, atau instagram @avoskinbeauty.

Review Evete Naturals x Lippielust MELT-IT Lipstick Eraser, Cara Effortless Hapus Matte lipstick

2 comments
Tips Cara Hapus Matte Lipstick Effortless

Tren matte liquid lipstick ini belum juga berakhir, dan kayaknya nggak bakalan berakhir dalam waktu dekat deh. Setiap tahunnya ada aja brand yang ngeluarin matte liquid lipstick. Matte liquid lipstick akan selalu punya pasar. Matte liquid lipstick adalah lifestyle. Aku hanya 20% tanpa matte liquid lipstick #eaaa.

Tapi yang nggak disadari, matte liquid lipstick ini perlahan bisa merusak bibir bila tidak dibarengi dengan perawatan yang tepat. Yang pertama, jelas matte liquid lipstick lebih mengeringkan bibir dibanding creamy lipstick konvensional. Yang kedua, pigmen warna matte liquid lipstick lebih pekat dan lebih menempel di bibir, jadi resiko untuk membuat bibir menggelap lebih tinggi bila tidak dibersihkan dengan maksimal. Terakhir, tahu sendiri kan bagaimana susahnya matte liquid lipstick dibersihkan? Kita harus menggosok bibir dengan cukup kuat. Nggak jarang bibir malah jadi tambah kering, terasa panas, atau bahkan lecet saat proses pembersihan.

Itu baru kamu-kamu yang rakyat jelata. Bayangin nggak repotnya lipstick swatcher seperti Rissa @lippielust, yang setiap hari harus me-review dan melakukan swatch lipstik dalam jumlah banyak?

Ingredient Evete Naturals x Lippielust MELT-IT Lipstick Eraser

Itulah mengapa Evete Naturals x Lippielust MELT-IT Lipstick Eraser akhirnya diciptakan. @evete_naturals, yang memang sudah terkenal ahlinya dalam membuat produk perawatan bibir berkualitas tinggi (saya penggemar lipbalm-lipbalm-nya!), menggandeng Lippielust untuk meng-create suatu produk yang bisa menghapus lipstik dengan bersih dan effortless. Produk ini diklaim mampu melelehkan lipstik dengan mudah, sehingga bisa dengan gampang dihapus dari bibir tanpa gesekan yang terlalu keras.


Dan produk ini, bukan cuma dibutuhkan oleh lipstick swatcher. Kamu dan saya yang adalah makeup enthusiast, yang sehari-harinya kemayu pakai lipstik padahal cuma di rumah aja, juga butuh produk ini. Bayangin deh, lipstik yang kamu pakai ternyata pembersihannya nggak maksimal, pigmen warnanya masih tertinggal ketika kamu tidur. Lalu menumpuk dan menumpuk setiap harinya, akhirnya bikin bibir semakin mengering, kasar, dan warnanya juga semakin menggelap. Hiiyyy!

Saya udah pakai produk ini 3 mingguan ini, setiap hari, setiap kali diperlukan. Dan memang menurut saya produk ini membantu banget hapus lipstik saya sehari-hari. Saya akan ceritakan pengalaman saya, dan juga kekurangan dan kelebihan produk ini selengkapnya ya.


Kandungan


Key ingredient: Shea Butter, Mango Butter, dan Jojoba Oil

Bisa dilihat dari ingredient-nya, produk ini menggunakan base mentega dan minyak, yang tentu selain efektif melelehkan lipstik dan menghapusnya tanpa perlu menggosok dengan kasar, juga tidak akan membuat bibir jadi kering dan iritasi.


Tekstur dan Aroma

Packaging Evete Naturals x Lippielust MELT-IT Lipstick Eraser

Produk ini punya tekstur yang padat, dalam artian tidak mengalir. Namun cukup mudah untuk diratakan ke seluruh permukaan bibir. Teksturnya sangat halus seperti mentega, tanpa ada aksen gritty atau berpasir. FYI, beberapa produk lipstick eraser yang saya coba itu teksturnya gritty dan malah bikin bibir saya panas dan nggak nyaman. 

Ketika pertama kali dioleskan, rasanya balmy, seperti mengoleskan balsem geliga tapi tanpa rasa panas yhua! Lalu ketika diratakan, perlahan produknya ini melting menjadi cairan minyak tebal. Tapi setelah di-swipe lembut dengan kapas atau tisu, segera rasa berminyaknya hilang. Bibir jadi terasa bersih sih dan nyaman. Sensasi ini saya rasakan seperti kalau membersihkan muka dengan menggunakan cleansing balm, cuma ini untuk versi bibirnya.

Produk ini punya aroma manis samar-samar, agak seperti bubblegum. Saya nggak suka aroma manis pada produk bibir. Syukurnya produk ini aromanya sangat soft, jadi aroma manis tadi nggak terlalu mengganggu. Tapi jujur aja sih, menurut saya akan lebih baik kalau produk ini dibuat dengan aroma yang lebih segar, bukan aroma yang manis. Tapi kalau kamu suka aroma manis, kamu bakalan suka banget sama aromanya.


Kemasan



Ukurannya bisa dilihat pada foto di atas, kira-kira segitu kalau dipegang. Maaf produk yang satu udah butek banget, karena saya bawa kemana-mana dan sering banget saya pakai. Ukurannya kecil, slim, gampang banget dibawa-bawa tanpa memakan tempat di pouch. Tutupnya model ulir dan sangat secure, produk nggak mungkin tumpah atau mecetet dan mengotori pouch makeup

Saya juga suka dengan pilihan warna dan desain gambar bunga yang girly namun elegan. Hanya saja, saya kurang suka dengan material kertas yang nggelubetin tube produk ini. Bahannya kertas dove tebal dan warnanya putih, jadinya gampang berkerut dan dekil deh. Apalagi produk ini sering saya bawa kemana-mana kan, masuk ke pouch barengan makeup-makeup lain.

Aplikator Evete Naturals x Lippielust MELT-IT Lipstick Eraser

Aplikator atau mulut botolnya itu kecil dan meruncing, dan untuk mengeluarkan produknya harus dipencet dulu. Ini bagus banget karena produk yang mau dikeluarkan jadi mudah banget dikontrol. Saya belum ada pengalaman kebanyakan mengambil produk ketika memakai produk ini. 


Cara Pemakaian

Cara Pakai Evete Naturals x Lippielust MELT-IT Lipstick Eraser

1. Bibir memakai matte liquid lipstick yang sudah nge-set.
2. Oleskan Evete x Lippielust MELT-IT pada sepanjang garis bibir.
3. Ratakan dengan jari tangan, lalu diamkan 30 detik, atau lebih juga boleh.
4. Swipe lembut dengan tisu atau kapas.

Karena kemasannya yang travel friendly dan juga tekstur produknya yang padat, produk ini jadi convenient banget untuk dipakai dimana saja kapan saja. Lagi di mobil dan mendadak galau pengen ganti warna lipstik? Langsung dipakai saja. Produk ini bisa dipakai dengan presisi di bibir tanpa belepotan, jadi nggak usah khawatir sekitar bibir akan cemong seperti yang sering terjadi kalau menghapus lipstik pakai cleansing oil biasa.

Terus juga produk ini nggak lengeket! Kamu lagi nggosip sama teman, tapi pengen hapus lipstik? Pakai aja! Selama waktu mendiamkan 30 detik ini, kamu bisa tetep bergosip dengan nyaman kok. Produknya nggak bikin bibir lengket dan nggak nyaman, nggak beleberan kemana-mana juga, jadi tidak akan menghalangi aktifitas ghibah nasionalmu itu.

Intinya sih, produk ini praktis ya. Nyaman banget bisa hapus dan ganti lipstik di mana saja dengan mudah.


Tes Performa

Tes Performa Evete Naturals x Lippielust MELT-IT Lipstick Eraser

  1. Saya mengetes produk ini dengan menggunakan tiga produk lipstik:
    - Mulai dari bawah adalah Dear Me Perfect Coat Matte Lipstick, mewakili comfortable matte lipstick yang biasa saya gunakan sehari-hari.
    - Lalu yang tengah adalah Maybelline Superstay Matte Ink, yang merupakan lipstik paling bandel yang saya punya.
    - Dan terakhir adalah Goban Glow Tint, mewakili jenis lip tint yang memang sekarang juga sedang ngeksis-ngeksisnya.
  2. Oleskan Evete Evete x Lippielust MELT-IT
  3. Ratakan dengan menggunakan jari tangan. Saat di ratakan ini langsung terlihat Dear Me langsung bisa melt tanpa harus menunggu. Maybelline Superstay hanya bergerak sedikit, dan Goban Glow Tint mulai lumer sedikit juga. Kita diamkan 30 detik.
  4. Lap dengan menggunakan kapas. 

Hasilnya:
  • Evete x Lippielust MELT-IT ini efektif sekali untuk membersihkan matte llipstick jenis kebanyakan.
  • Untuk tipe-tipe matte lipstick bandel seperti Maybelline, perlu sedikit ditekan saat swipe ya. Tapi bila nggak mau ada penekanan berlebihan, bisa kok tetap dipakai dengan lembut sebanyak 2 kali.
  • Untuk lip tint, masih ada sisa tint yang meresap pada kulit. (Tapi soal lip tint ini memang sampai sekarang saya masih bingung sih bagaimana cara efektif untuk membersihkan T.T.)

Rangkuman

+ Mampu membersihkan matte lipstick dengan mudah tanpa harus digosok kasar.
+ Mampu membersihkan matte lipstick sampai ke sela-sela lipatan bibir.
+ Travel friendly.
+ Kemasan rapat dan kokoh, produk tidak akan tumpah.
+ Aplikatornya mempermudah penggunaan.
+ Gampang dipakai di mana saja.
+ Nggak belepotan.
+ Nyaman di bibir, nggak berminyak, lengket, tapi juga nggak keset.
- Nggak bisa ngilangin stain lip tint.
- Aromanya manis bubblegum.
- Kemasannya gampang buluk.

Skincare Bibir Terbaik

Rekomen nggak?

Tergantung, Bambang. Kamu kan nggak pernah pakai lipstik ya, Mbang, jadi nggosah pakai ginian!

Produk ini akan sangat berguna untuk kamu yang:
  1. Lipstick swatcher atau reviewer, kamu akan terbantu sekali ketika harus nge-swatch sekodi lipstik dalam satu hari.
  2. Setiap hari pakai matte lipstick, wajib sekali pakai ini dan lipbalm untuk perawatan, biar bibir nggak kasar dan menghitam.
  3. Suka gonta-ganti lipstik dalam satu hari. Pakai ini aja! Praktis. Bisa hapus lipstik tanpa belepotan di manapun kamu suka.
  4. Ingin merawat bibir. Walau nggak pakai lipstik jenis matte setiap hari, tapi kan saya kadang ingin make sure bibir sudah bersih sempurna, dan di sela-sela lipatan bibir nggak ada pigmen yang tertinggal yang bisa bikin bibir menggelap.
Buat saya sendiri yang adalah blogger yang sesekali nge-review lipstik, hampir setiap hari pakai lipstik, dan anaknya labil suka galau pengen ganti-ganti lipstik dalam sehari, produk ini jelas bener-bener penting buat saya.


Harga

Rp 86 000 / 20gr

20 gram ini banyak ya, guis, karena sekali pakai cukup sedikit aja. Saya pakai 3 minggu setiap hari, sehari entah berapa kali. Produknya masih seperti tidak berkurang begini.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan cek ke:

Review Jafra Long Lasting Cream Blush, & Swatch All Shades

7 comments

Jafra Long Lasting Cream Blush ini adalah cream blush yang paliiiiinggg banyak dielu-elukan tidak digue-guekan. Iya nggak sih? Soalnya memang ada salah satu MUA ternama Indonesia yang pakai cream blush Jafra sebagai blush on andalan untuk klien. Terus juga, pas saya ngomong di instagram @racunwarnawarni kalau saya nggak suka cream blush, teman-teman follower langsung ramai-ramai komen dan DM: "cobain Jafra dulu sebelum ngomong nggak suka woy." :).

Saya kan jadi penasaran yak.

Untunglah rejeki anak seksi, saya tidak diperkenankan berlama-lama penasaran. Saya langsung dikirimin semua shades Jafra Long Wear Cream Blush ini oleh salah satu Jafra Consultant di instagram. Sebenernya saya ditawarin skincare juga, tapi entar dulu ya. Saya kayaknya terlalu sering review skincare, nggak sih? Tapi kalau ada yang pengen saya review skincare Jafra, boleh komen di bawah ya.


Kemasan

Kalau beli produk makeup baru yang dilihat pertama apanya?

"Muka mbak-mbak BA-nyaaaa!"

Yak betoolll T.T. Tapi kali ini saya nggak mau ghibahin muka orang ya. Niat saya tulus mau me-review tidak ghibah. Jadi, kalau kita skip muka beauty advisor-nya, yang kita lihat pertama adalah kemasannya.


Blush on ini dikemas dalam kemasan pan gitu, kayak powder blush. Tidak di tube seperti odol. Saya awalnya agak khawatir sih karena teksturnya krim-kan, kalau kemasannya pan begini apakah tidak cepat kering? Tapi berdasarkan kesaksian dari sahabat-sahabat follower di instagram, blush ini tahan sampai 2 tahunan, nggak gampang kering seperti dompetmu itu. Pan-nya cukup lebar dan nyaman buat dioser-oser menggunakan jari, kuas, atapun spons.

Desain kemasannya sendiri bagus ya. Warnanya hitam, kelihatan pro dan sleek. Tapi agak susah dibuka. Kuku saya patah nih pas pertama buka. Pembukaan selanjutnya juga menurut saya agak-agak susah walau  nggak sampai bikin kuku patah. Tapi ya apalah saya mah princess ya. Buka botol Aqua saja minta tolong mas Dani.


Formula


Teksturnya itu seperti satin lipstick, tapi nggak pliket. Jadi pas dioser pakai jari di pan-nya rasanya creamy, tapi nanti setelah set di pipi dia nggak ada rasa lengketnya. Finish-nya juga satin, ada glow-nya tapi kalau dipegang pipi enggak kerasa berminyak. Aduh finish-nya ini bagus alami kayak kelihatan sehat dan merona dari dalam gitu lho! Saya pernah dituduh temen saya pakai complexion no-makeup-makeup-look super kompleks, padahal saya pakai blush on ini doang nggak pakai foundie.

Jafra Long Lasting Cream Blush ini diformulasikan untuk bisa dipakai di pipi, kelopak mata, dan bibir. Untuk di pakai di kelopak mata dan pipi saya suka sekali. Gampang banget tinggal dipukpuk langsung ter-blending seperti saya ini MUA pro. Tapi kalau dipakai di bibir saya nggak suka, karena rasanya kering dan hasilnya di bibir sama sekali nggak awet.

Produk ini nggak ada aromanya, yang mana berarti bagus banget nggak petingsing wkwk.


Pigmentasi

Awalnya saya takut sekali sama blush on ini soalnya banyak yang bilang dia pigmented. Saya kan anaknya necurel alami anti menor kekinian gitu yah, jadi saya nggak suka sama blush on yang pigmented kebangetan. Tapi karena musrik ya, masa ketakutan sama benda mati, jadi saya coba sendiri saja. Ternyata pigmentasinya pas kok. Nggak yang sekali pakai langsung kayak ditampar Afifah. Tapi bener-bener pas pas pas gitu. Merona bersemu indah seperti cinta pertama tanpa orang ketiga.


Tapi bukan berarti warnanya nggak keluar loh! Keluar banget! Tapi asalkan nyoleknya biasa aja nggak sumringgah banget sampai permukaannya dekok, pigmentasinya masih dalam taraf lucu-lucu nggemesin kok.


Saran Aplikasi

Pertama, saya menyarankan untuk dipakai di pipi dan di kelopak mata saja, karena hasilnya indah dan merona. Saya tidak rekomend ini dipakai di bibir, apalagi dileletin di tembok seperti upil.

Aplikator terbaik adalah dengan menggunakan jari tangan. Jari tangan kamu sendiri ya, tidak usah modus menggunakan jari tangan mas Aris. Cukup ambil sedikit, oleskan ke bagian pipi yang ingin dibikin merona, lalu di-pukpukpuk sampai menyatu dengan kulit.


Pakai kuas juga bagus sih hasilnya, tapi lebih cepet kebaur kalau pakai jari tangan saja. Halah, kayak kamu rajin cuci kuas saja lagian! Kalau pakai beauty sponge menurut saya kok warnanya lumayan turun ya. Jadi ambil produknya harus bener-bener banyak kalau mau produknya warnanya masih kelihatan setelah dibaur pakai spons.

Lalu tips kedua, pakainya sedikit-sedikit saja. Kurang-kurangilah dulu sifat serakahmu itu. Ambil sedikit, dibaur, lalu kalau kurang baru di-build sedikit-sedikit lagi. Kenapa? Karena orang sabar disayang Tuhan.

Tips ketiga, kalau mau di-set pakai bedak (yang sangat saya sarankan), pakai blush on-nya agak tebel sedikiiiiiiiit ya. Karena kalau pakainya tipis, pas dikasih bedak nanti warnanya turun. Terus pilih bedaknya yang translucent atau setting powder aja biar warna blush-on-nya nggak mendem.

Kalau kamu penggemar makeup ekstra, ekstra pigmennya dan ekstra awetnya, cream blush ini bisa dipakai sebagai base atau dasaran sebelum memakai powder blush warna senada. Hasilnya? Ugh, ciamik. Sangat nampol, zheyenk.


Daya Tahan

Di bibir skip ya. Dipakai bergosip sebentar saja sudah hilang :(.

Kalau di pipi (dan kelopak mata), di kulit saya, dia awet seharian kalau di-set pakai setting powder atau powder blush on (atau powder eyeshadow) warna senada. Saya sih biasanya set pakai bedak saja ya. Yang biasa saya pakai antara Milani Prep Set Go atau bedak tabur Marck's. Dipakai dengan atau tanpa foundation sebelumnya, sama awetnya kok.

Tapi kalau nggak di-set pakai bedak, warnanya kalau sudah dipakai seharian tetap akan ada kok di kulit. Hanya saja akan lebih banyak turun atau faded dibanding kalau di set pakai bedak. Jadi ya saran saya, set pakai bedak atau powder blush on warna senada tipis-tipis. Apakah kamu merasa ribet? Sudah kamu tidur saja seharian seperti kucing disuruh pakai bedak saja mengeluh :).


Shades

Atas ke bawah: Peony - Mauve - Peach

Waini! Ini yang bikin bingung memilih. Apik-apik, guis, sungguhlah! Semuanya masuk banget ke kulit saya yang fair to medium with yellow undertone. Nggak ada yang cemplang. Kayaknya semua pilihan warnanya dibuat dengan unsur warna warm yang cukup, jadi nggak bikin cemplang kalau diaplikasikan di kulit khas Indonesia yang rata-rata kuning.

Pilihan shades-nya ada tiga, langsung saya swatch aja ya semua, di pipi, kelopak mata, dan bibir, sambil setor tampang ayu.

Cashmere Peony


Warna barbie pink, tapi kalau dipakai di pipi, masuk banget deh untuk kulit yang yellowtone! Ini personal favorit saya, karena bikin pipi warnanya jadi gemez merona imoet. Tapi sayangnya kurang cantik kalau dipakai di bibir dan mata, terlalu pucat.


Cashmere Mauve


Warna reddish mauve yang kalem. Ini konon best seller, banyak banget yang suka karena masuk di semua skintone. Terus warna ini tuh cakep dipakai di pipi, bibir, maupun kelopak mata. Bahkan menurutku ini dipakai di bibir warnanya bagus banget sih. Coba kalau awet pasti bakalan sering kupakai jadi lipstik.


Cashmere Peach


Warna peach oranye yang lembut. Ini jelas warna yang pasti akan masuk di kulit yang yellowtone. Penggemar warna peach wajib punya!


Awalnya saya bingung memilih warna favorit. Tapi setelah duduk merenung menghadap tembok, akhirnya hati saya mantap memilih Cashmere Peony yang bikin saya jadi merasa seperti Barbie. Warna ini bikin muka saya kelihatan segar manja seharian.

Tapi tebakan saya sih, Cashmere Peony ini bakalan pucet kalau dipakai sama yang warna kulitnya lebih gelap atau tan. Jadi kalau kulitmu lebih gelap, paling aman sih ambil yang Cashmere Mauve atau Cashmere Peach.


Harga

Rp 158 000/ 3,5 g


Kesimpulan

Nggak salah ya ini dibilang blush on favorit. Memang kok saya saja langsung jadiin favorit. Berikut saya rangkum kekurangan dan kelebihannya biar kamu lebih mudeng:

+ Pilihan shade-nya cantik-cantik dan masuk ke kulit yellowtone.
+ Pigmented tapi pas nggak menor.
+ Teksturnya lembut dan creamy, gampang banget dibaur pakai jari.
+ Nggak kerasa lengket dan berminyak.
+ Awet di pipi dan kelopak mata (tapi harus di-set dengan powder ya).
+ Kemasannya sleek, travel friendly, dan sudah ada kacanya.
- Warnanya paling oke dibaur pakai jari.
- Kalau dipakai di bibir nggak awet dan bikin bibir kering.
- Wadahnya agak susah dibuka.
- Nge-set-nya harus pakai powder yang translucent atau powder blush warna senada, karena kalau bedak yang tebel gitu bikin warnanya turun.
- Belinya harus online, tapi kamu bisa order di @quenby_cosmetics ya.

Sebenernya kelebihan kekurangan ini relatif ya. Misal soal harus aply pakai jari. Buat anak simple dan kemproh mah pasti suka karena capcus. Tapi buat yang soq jyjyque pasti kesal kan harus mencolek makeup yang suci dengan jarimu yang berlumur hawa nafsu duniawi? Tapi ya saya berusaha aja nulisin pros & cons sebab kalau tidak saya takut di luck nut pembaca.


Oke sudah ya. Kepanjangan.

Tapi sebelum kita akhiri, mari teriakan bersama. BELI DI MANAAAAAA?????


Rangkaian Skincare Lokal Bhumi Untuk Brightening & Dehydrated Skin

2 comments
Review Skincare Bhumi 4 Core Step for Brightening & Dehydrated SkinReview Skincare Bhumi 4 Core Step for Brightening & Dehydrated Skin

Di usia saya yang ke-17 ini, ehm...ditambah 15, saya memang udah nggak bisa lagi main-main sama skincare. Bahkan permintaan review skincare yang masuk pun, saya seleksi bener-bener. Saya mau yang benar-benar aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit. Nggak bisa lagi kayak pas zaman ABG, nemplokin skincare apa aja kulit tetep oke. Sekarang salah dikit, kulit saya bisa bermasalah.

Dan pas lihat Bhumi ini, saya langsung ngerasa kalau rangkaian skincare ini akan cocok buat saya, karena menargetkan permasalahan kulit yang sedang saya alami. Untuk brand Bhumi sendiri, saya sudah nggak asing, karena pernah menggunakan Bhumi Multi Targeted Facial Oil yang kebetulan cocok di kulit saya.

Baca juga: Fungsi, Khasiat, dan Rekomendasi Face Oil

Video Tutorial: Brown Eye Makeup

No comments

Sahabat, maaf saya lama tida posting blog. Sayatu sedang belajar edit video. Masih nggak banget sih hasilnyaaa, ya namanya juga video pertama kan ya.

Untuk video pertama ini, saya memutuskan untuk bikin makeup tutorial warna coklat, karena cocok untuk semua outfit dan acara. Seriusan deh, ini mau dipakai kondangan, wisudaan, atau cuma jalan santuy sambil yank-yank-an juga nggak masalah. Tinggal outfit dan rambutnya ada disesuaikan. Terus juga lipstik ngaruh banget kok. Tinggal ganti lipstik merah jadi nude, voila! Necyurel. Gitu aja sih.


Terus ya, saya juga masih belum bisa ngemeng di video, wagu gitu hasilnya kalau sambil ngoceh. Jadi saya kasih subtitle deh kayak film bajakan. 

Akhir kata, saya kapok bikin video panjang lagi. Gini doang ngeditnya setengah mati, dan saya nggak begitu menikmati. Nggak kayak aktivitas nulis yang memang saya cintai jiwa dan raga. Kayaknya kalau butuh video, saya bakalan bikin video satu menitan aja di Instagram deh. Nggak youtube-an. Jadi mungkin ini akan jadi video youtube pertama dan terakhir. Tapi ya, siapa yang tau.

Baik, silahkan menikmati video tutorial makeup super simpel ini: https://www.youtube.com/watch?v=gagd0_Z75Po&t=91s


(( SIMPEL MBAHMU ))

Review Focallure Endless Possibilities 30 Eyeshadow Palette

4 comments
Review Focallure Endless possibilities 30 Eyeshadow Palette

Eyeshadow ini reviewnya sudah lama tak mbu di bagian draft. Bingung gitu saya tu. Mau diterbitin kok basi amat. Tapi mau dihapus kok sayang ya, FOTD-ku ayu-ayu banget T.T. Ya sudah akhirnya ku publish saja agar kecantikanku tidak tersia-siakan.

Sebagai bukan-penggemar-eyeshadow-Focallure, saya sebenernya nggak terlalu antusias pas tahu Focallure ngeluarin palet ini. Ya palet apapun dari Focallure, saya nggak antusias sih. Udah cukup saya nyobain Twilight palette dan saya nggak suka. Pikir saya, kalaupun beli, kayaknya ya nggak bakalan terjamah juga.

Review Film Parasite (2019)

14 comments

Beberapa hari yang lalu, saya nanya ke Momon, "apakah aku terlalu banyak nonton film?"

Saya memang lagi keranjingan banget nonton film. Aslinya ya memang suka sih, cuma selama ini menahan diri. Terus (( nggak sengaja )) hobi lama ini dimulai lagi gara-gara Game of Thrones season 8. Jadi pas GOT S08 ini rilis, saya memutuskan untuk mbaleni nonton GOT dari season 01 sampai 07, biar lebih merasuk sukma gitu. Secara saya sebenernya agak nggak rela GOT tamat.

Nah, gara-gara maraton nonton itu, saya jadi kecentok hobi lama, yaitu keranjingan nonton film. Sekarang jam tidur saya berkurang sekitar 2-3 jam setiap harinya, karena sebelum tidur saya selalu meluangkan nonton satu film.

Daripada hobi baru ini mubazir, dan cuma berakhir dengan review tidak serius di IG story, mendingan saya jadiin konten di blog saja. Toh sebenernya saya ini punya rubik film kok, bisa di baca lho review film saya yang sebelumnya.

Baca juga: Review Buku dan Film Lainnya

Kemarin, saya nonton film Parasite sama Momon.



Percaya  nggak? Ini film Asia pertama (selain Indonesia) yang saya tonton di bioskop. Saya nggak pernah bisa sreg sama film-film asia selain Indonesia. Antara nggak masuk guyonannya, terlalu slapstick, kadang sok aethestic tapi malah bikin bosen, atau seringkali malah terlalu cheezy. Mon maap nih buat penggemar film Korea, Jepang, China, Thailand. Ini soal selera aja. Tapi Parasite ini memang bikin penasaran banget, karena banyak yang merekomendasikan. Bahkan Joko Anwar bilang ini film wajib ditonton!

Oke, boss! Tak tontone! Mumpung sugih!


Film Tentang Kesenjangan Sosial

Alkisah Ki-Woo adalah anak dari keluarga miskin, mendapat kesempatan untuk jadi guru les privat bahasa Inggris untuk anak keluarga Park yang kaya raya. Ki-Woo menyamar menjadi mahasiswa bernama Kevin. Segera setelah masuk rumah tersebut, Kevin menyadari bahwa si nyonya rumah alias Mrs. Park ini agak bego, gampang ditipu. Jadi Kevin pun menyusun rencana dan tipu muslihat, agar semua keluarganya bisa masuk dan bekerja di rumah tersebut.

Pertama adiknya, Ki-Jung, menyamar menjadi Jessica, guru les menggambar dan ahli psikologi seni untuk anak keluarga Park yang paling kecil. Lalu mereka menyusun rencana jahat, agar sopir dan pengurus rumah tangga di situ dipecat, biar bapak dan ibuknya juga bisa masuk ke rumah dan bekerja di sana.

Rencana berhasil. Ki-Taek sekeluarga berhasil masuk ke rumah keluarga Park yang mewah. Mereka bekerja di sana dan berpura-pura tidak saling mengenal satu sama lain.

Keseluruhan cerita di film ini menggambarkan soal kesenjangan sosial. Sendari awal kita udah langsung disuguhi perbedaan kehidupan keluarga Ki-Taek yang sangat miskin, dengan kehidupan glamour super kaya keluarga Park. Kesenjangan ini juga disimbolkan dengan arah anak tangga. Kalau mau masuk rumah keluarga Park, tokoh harus naik ke atas. Sementara kalau pulang ke rumah keluarga Ki-Taek, arahnya turun ke bawah.


Mengapa judulnya Parasite?

Yang akan lebih bikin perasaan penonton diaduk-aduk, karakter dalam keluarga Ki-Taek ini pintar-pintar. Bahkan bisa dibilang sih, keluarga Park bego-bego ya, bisa-bisanya ditipu mentah-mentah sama keluarga Ki-Taek. Padahal keluarga Ki-Taek jelas diperlihatkan sebagai keluarga yang amat sangat miskin, dan keluarga Park adalah keluarga kaya. Jadi orang miskin bukan selamanya karena mereka bodoh, dan orang kaya nggak selamanya pintar. Kadang di dunia ini, ada situasi kejam yang namanya privilege. Orang bisa kaya walau bego, karena ya punya privilege terlahir dari keluarga kaya.

Tapi walau pintar, saya sih tetap merasa ada yang kurang dari keluarga Ki-Taek. Ada pola pikir yang salah, sehingga si bapak selaku kepala keluarga malah bangga (bahkan akhirnya terlibat) ketika anak-anaknya mendapat pekerjaan dengan cara menipu. Keluarga Ki-Taek dengan segala kecerdasannya memilih menjadi parasit bagi keluarga Park. Keluarga Ki-Taek ini cerdas, tapi tidak berpendidikan. Saya merasa, mereka hidup untuk hari itu saja, tidak memikirkan resiko dan bagaimana masa depan anak-anaknya nanti.

Di sisi lain, karena begonya, keluarga Park ini nggak sadar kalau selama bertahun-tahun dirinya ketempelan parasit, yang nebeng hidup dan menghisap darah mereka pelan-pelan. Nggak cuma keluarga Ki-Taek yang menipu dan memanfaatkan kebegoan keluarga Park. Asisten rumah tangga sebelum keluarga Ki-Taek pun juga.

keluarga Ki-Taek, tinggal berdesakan di rumah kecil dan kumuh

Tragedi hidup tanpa penjahat

Sebenarnya, kesenjangan yang ditampilkan dalam film ini adalah realita yang bisa kita temukan di kehidupan sehari-hari. Tapi rasanya memang dibutuhkan sebuah media seperti film, agar kita semakin menyadari realita yang ada.

Di film ini ditampilkan bagaimana secara natural, Mr. Park yang kaya, bersikap terhadap pekerja-pekerjanya. Nggak ada yang salah kok. Mr. Park ya bersikap selayaknya seseorang terhadap pembantu rumah tangga, sopir, dan guru les anaknya. Nggak kejam, nggak merendahkan, tapi juga nggak bisa dibilang ramah. Cuma karena film ini mengambil sudut pandang keluarga Ki-Taek, sikap Mr. Park jadi "terkesan" kejam.

Segala yang dilakukan Mr. Park di film ini, ya memang sudah sesuai porsinya sebagai seorang kepala keluarga yang harus melindungi keluarganya. Dia harus memecat sopir pribadinya, yang kedapatan berbuat mesum di mobilnya. Pada adegan ini, kita melihat dari sudut pandang keluarga Ki-Taek, jadi kita tahu kejadian yang sebenarnya bahwa si sopir nggak berbuat salah. Tapi Mr. Park kan tidak tahu, dan dia hanya berusaha melindungi diri dan keluarganya.

Lalu adegan-adegan terakhir, ketika terjadi pembunuhan di pesta ulang tahun anaknya, dan Jessica menjadi korban, lalu anak Mr. Park pingsan. Banyak yang menilai bahwa Mr. Park bersikap dingin mengabaikan Jessica yang sekarat, dan meminta Ki-Taek segera mengantarkan anaknya ke rumah sakit. Padahal Ki-Taek sedang bingung juga karena Jesica (yang adalah anak Ki-Taek) mau mati. Tapi ya sekali lagi, kita melihat dari sudut pandang keluarga Ki-Taek. Harap diingat bahwa Mr. park tidak tahu kalau Jesica ini adalah anak Ki-Taek, karena mereka kan menyamar. Dan Mr. Park tentu saja lebih mengutamakan keselamatan anaknya sendiri dong, daripada orang lain.

Intinya sih, di film ini saya merasa, penonton diminta untuk melihat keseluruhan adegan dari satu sudut pandang. Kalau terbawa perasaan dan tidak teliti, penonton pasti akan merasa bahwa Mr. Park adalah seorang yang jahat. Padahal sesungguhnya, nggak ada yang jahat di film ini. Yang ada hanya orang-orang yang terhimpit keadaan.

Tapi ya ini cuma pendapat saya. Mungkin kamu punya pendapat lain?


Film yang bikin perasaan nggak enak

Saya harus jujur, sepanjang menonton fillm ini perasaan saya nggak enak. Tahu kan, perasaan nggak pengen nerusin nonton filmnya, tapi penasaran, tapi nggak nyaman, tapi penasaran, tapi nggak nyaman... Tapi ya akhirnya tetap saya tonton lah wong udah beli toket 35k. 

Semua sifat, ucapan, tindak-tanduk, dan segala keputusan yang harus diambil masing-masing tokoh di film ini benar-benar bikin perasaan nggak enak. Dan ini terjadi di sepanjang film. Semua tokoh bertindak hampir melewati batas, tapi nggak jadi. Begitu terus sepanjang film. Bikin kesel dan deg-degan yang nggak enak deh pokoknya.

Bahkan adegan simpel, pas Ki-Taek nyopirin Mr. Park, dan mereka ngobrol. Padahal Ki-Taek lagi nyopir, tapi tiap jawab pertanyaan Mr. Park, dia noleh ke belakang. Begitu terus sepanjang percakapan, sampai akhirnya mobilnya hampir nabrak, dan Mr. Park jadi harus nyantlap Ki-Taek: "PERHATIKAN JALAN!" Sepanjang percakapan itu pun saya udah mbatin, "Ngapain sih pak u negok-negok ke belakang mulu lagi nyetir juga, ngomong sambil liat depan kan bisa. Bos u juga pasti ngerti lah wong u lagi nyetir!"

Itu cuma contoh kecil. Dan sepanjang film, dengan berbagai macam adegan, saya harus melawan perasaan nggak nyaman semacam itu.


Rekomended?

Mmm...ini film yang sangat bagus. Tapi jujur, saya rasanya nggak akan menonton film semacam ini lagi deh di bioskop. Menurut saya ini film yang ketika nonton, saya butuh privacy. Saya mau ketika saya nonton dan perasaan saya sudah sangat nggak nyaman, saya bisa berhenti sejenak dan melanjutkan lagi kalau saya sudah siap. Kalau di bioskop kan 2,5 jam saya harus madep layar. T.T.

Review Evete Naturals Tinted Lip Balm, Favorit Buat Sehari-hari.

3 comments
Review Evete Tinted Lip Balm

Saya memasuki masa-masa: nggak pakai lipstik kelihatan pucet kayak orang sakit, tapi pakai lipstik kayak banci :|.

Saya sehari-hari memang nggak pernah makeup banyak-banyak. Kalau ketemu saya di jalan atau di mall atau di mana kek gitu yang bukan tempat kondangan, ya ketemunya saya pakai bedak Marck's sama pensil alis Fanbo doang. Jangan ngarep ketemu saya dandan metal (menor total) ala-ala FOTD di instagram @racunwarnawarni.

Karena polosan begitu, jadi kalau mau pakai lipstik rasanya agak aneh. Seperti warna lipstiknya itu tidak pada tempatnya gitu lho. Kadang saya pakai liptint, tapi tau sendiri lah liptint kan warnanya ngejedor semua. Padahal saya anaknya tipe nude-nude-an kalau soal bibir. Liptint yang punya warna nude kayaknya cuma Dior Lip Tatto yang tidak akan saya beli karena saya takut misqueen T.T.

Tapi permasalahan saya ini selesai pas saya ketemu Evete Tinted Lip Balm. Seriusan! Ini tinted lip balm-nya beda deh dari tinted lip balm kebanyakan yang bisa kita temukan di pasaran. Sebenernya produk ini tuh saya dapet dari Evete sebagai PR Gift rrrr....berapa bulan yang lalu ya? Nggak ada kerjasama untuk review. Tapi karena saya suka banget-banget-banget sama produknya, jadi menurut saya sih produk ini harus banget saya review di blog.

Tekstur Evete Tinted Lip Balm

Sesuai namanya, Evete Tinted Lip Balm adalah lip balm yang ada warnanya, keluaran Evete. Evete ini adalah brand lokal asli Jogja. Kayaknya dia spesialisasi ke produk-produk perawatan bibir, tapi juga tetep ada face skincare kayak masker bubuk dan face mist gitu. Cuma ya kalau saya lihat-lihat, skala industrinya masih kecil begitu. Bukan mass brand yang sekali produksi bisa ribuan dan langsung masuk ke drugstore atau supermarket. Tapi tetep, Evete ini brand yang terpercaya kok. Saya dulu juga pernah nge-review lip balm Evete, yang kolaborasi sama Rissa Lippielust.



Formula

Tekstur produknya pas, nggak terlalu keras tapi juga nggak lembek-lembek amat. Enak banget di oles ke bibir, glides smoothly kayak ngolesin butter gitu. Terus biasanya kan lip balm kalau ada warnanya, daya lembapnya nggak begitu bagus ya? Nah, Evete ini enggak! Walau dia tinted, tapi dia sangat ampuh melembapkan bibir.

Jadi fungsinya sebagai lip balm tetep jalan kok. Kalau mau dipakai sebelum pakai lipstik sebagai pelembap bibir, juga bisa banget. Bahkan saya pernah baca di kolom komentar instagram Evete, produk ini nggak papa dipakai sebelum tidur. Tapi kalau saya sendiri sih nggak mau ada warna apapun di bibir saya pas mau tidur. Sayang sprei :(.


Shade

Swatch Evete Tinted Lip Balm
Atas: Scarlet Skye, Bawah: Dusty Dawn

Evete Tinted Lip Balm punya dua shades, yaitu Dusty Dawn dan Scarlet Skye. Dan ini nih faktor utama yang bikin saya cinta mati sama lip balm ini: warnanya tuh KELAS banget! Warnanya tetap keluar, tapi ada unsur nude atau kecoklatannya. Jarang-jarang lho tinted lip balm punya warna kayak begini. Biasanya kan, pink atau merah nyeter nggak nguwatin gitu.

Pokoknya jangan bayangin warna-warna pink nanggung ala lipstik arab atau ala-ala lipstik sheer color yang suka dipakai anak SMA yang pengen gincuan tapi takut sama guru BK begitu ya. Evete ini warnanya nggak norak sama sekali! Ya memang formulanya nggak yang coverage tinggi sampai nutupin bibir kayak matte lip cream lah, tapi dia juga nggak konyol jatuhnya di bibir saya yang warna pinggirannya item.

Di bibir saya sih warna ini jatuhnya natural, bikin penampilan kelihatan nggak pucet tapi juga nggak yang kelihatan dandan banget gitu.


Dusty Dawn
a natural warm pink that will complement any complexion. Perfect for a daily understated look

FOTD Evete Tinted Lip Balm Dusty Dawn

Warna Dusty Dawn adalah FAVORIT saya. Warnanya natural dusty pink gitu. Kalem dan nude banget jatuhnya. FOTD di atas nggak begitu gambarin IRL-nya ya. Warna aslinya tuh lebih kalem nge-pink seolah warna bibir asli cuma lebih kecupable. Punya saya warna ini udah mau habis saking seringnya saya pakai, hampir setiap hari.


Scarlet Skye
a medium red, not too dark nor too bright, complements most skin tones

FOTD Evete Tinted Lip Balm Scarlet Skye

Scarlet Skye ini katanya best seller. Tapi saya sendiri lebih suka Dusty Dawn. Tapi bukan berarti saya nggak suka Skye ya, suka banget juga saya tu! Warnanya merah bata kecoklatan gitu. Merah tapi nggak norak dan nggak ngejreng. Ini versi lebih glossy dari Dear Me Dear Vera.



Daya tahan

Untuk finish-nya, kelihatan ya di foto, dia agak glossy gitu. Tapi nggak yang gilap-gilap sampai nyeplak kemana-mana kok. Pas aja gitu, bikin bibir lembap dan kelihatan juicy. Tapi tentunya ya nggak akan tahan lama kayak matte lipstik.

Saya sih nggak masalah sama sekali. Ilang ya retouch toh, urip kok le diangil-angil men. Toh ini retouch-nya gampang, nggak usah dihapus-hapus dulu warna sebelumnya, tinggal tumpuk aja. Makin sering dipakai bibir juga makin lembap. Terus nggak perlu kaca juga sih, oles berantakan ngasal di bibir jatuhnya tetep cakep.


Packaging

Packaging Evete Tinted Lip Balm

Mon maaf nih, untuk packaging sih saya belum bisa bilang bagus ya. Pertama, batang lip balm-nya ini kalau udah diputer keluar, nggak bisa dimasukin lagi. Jadi ya pastikan nggak usah diputer panjang. Terus yang kedua soal desain, memang masih sangat sederhana. Itu merek yang ditempel di badan tabung lipstik juga cuma kertas biasa yang di-print dan ditempel, jadi jangan berharap akan tahan lama. Label Mfg (manufacturing date atau tanggal pembuatan) juga masih ditulis tangan.

Tapi ya kayak yang sudah saya jelaskan, Evete ini masih skala industri kecil. Dan saya berusaha nggak mau nyinyir sama packaging-nya, karena walaupun banyak kekurangan, namun secara fungsi nggak ada masalah. Packaging-nya bisa melindungi produk dengan sangat baik, nggak mempersulit proses aplikasi, mudah disimpan dan dibawa-bawa juga.


Harga dan Tempat Beli

Harganya Rp.52.000 / 2,5 gr. Kalau mau beli ya paling gampang ke website-nya aja evetenaturals. Atau bisa ke instagramnya @evete_naturals. Atau searching aja di marketplace pasti banyak.

Saya pernah liat tester produk ini dipajang di Mediterranea Restaurant, di Jogja Selatan sana. Jadi, di dalam Mediterranea resto itu ada toko yang jual bahan makanan sehat dan beberapa skincare organik. Kalau pas makan di sana, saya selalu nyempetin diri mampir ke tokonya, nyetok sabun-sabun homemade, skincare Sensatia Botanicals, minyak kelapa, muesli, mie-mie-an instan tapi alami (?), dan bumbu-bumbuan gitu. Nah, ada beberapa produk Evete Naturals juga dijual di sana. Cuma pas saya nanya si Dusty Dawn, pas kosong. Kata mbak kasirnya sih, Evete Tinted Lip Balm ini sekali nyetok biasanya langsung habis dibeli. Rrrrr...


Kesimpulan

Menurut saya produk ini bagus banget sih. Ini tinted lip balm yang warnanya berkelas banget, tapi fungsi melembapkan bibirnya juga tetep bagus. Harganya 50 ribuan aja dan ini produk lokal. Kemasannya jelek, tapi ya sudah lah produknya bagus ini. Saya sih bakalan nyetok, semoga Evete konsisten ngeluarin produk ini terus, nggak discontinue kayak maskara alis ber-fibber-nya Maybelline yang ngiklannya gila-gilaan itu, nggak berubah warna, dan nggak berubah formula. Kalau mau warna baru, nambah shade aja ya, Vet, jangan diubah warna yang sudah ada.

Luv u, Vet.

Review dan Rekomendasi Sunscreen Yang Nyaman Dan Nggak Berminyak

32 comments
Review dan Rekomendasi Sunscreen

Saya sebenernya belum nemuin pola tentang postingan apa yang disukai di instagram saya @racunwarnawarni. Dulu, kalau saya foto FOTD, pasti yang like dan komen banyak banget. Tapi sekarang, lebih banyak yang komen kalau saya foto produk skincare/ makeup banyak dijejer-jejer begitu. Heran saya tu. Apa kecantikan saya sudah berkurang?

Tapi ya sudah, segala sesuatu harus dimanfaatkan. Kebetulan salah satu yang banyak peminatnya adalah review skincare. Dan sunscreen merupakan salah satu skincare yang juga banyak peminatnya. Terbukti sih saya pernah me-review: Sunplay High UV Deffense SPF 99+ PA++++, Biore UV Aqua Rich SPF 50+ PA++++, Ristra Suncare SPF 17, dan Skinaqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++, Lumayan banyak peminatnya.