Rekomendasi Body Care Untuk Kulit Badan Kering Sensitif (Eksim)

22 comments
rekomendasi body care kulit kering sensitif eksim

Buat rakyat @racunwarnawarni cabang instagram, pasti sudah sering banget denger saya sambat soal kondisi kulit saya yang kering dan sensitif. Kulit saya, terutama kulit badan, memang sangat kering dan sensitif karena saya punya eksim (eczema), atau bahasa medisnya Dermatitis Atopik.

Nah, karena kondisi ini, saya biasanya picky banget kalau pilih produk perawatan kulit badan atau body care. Dan sensitifitas kulit yang disebabkan oleh eksim ini memang akan semakin parah seiring berjalannya usia. Jadi makin tua, seleksi produk saya semakin ribet. Saya jadi lebiihhh memperhatikan ingredient.

Tapi sebelum menuju rekomendasi produk, saya ingin menjelaskan sedikit apa itu eksim, buat yang belum tahu. Biar postingannya kelihatan keren gitu lho, bukan cuma pamer produk.


Apa itu eksim atau Dermatitis Atopik?
Dermatitis Atopik atau eksim adalah kondisi turunan yang menyebapkan kulit jadi sangat sensitif. Kulit eksim pada umumnya tidak punya kemampuan untuk melembapkan dirinya sendiri, jadi ya penderita eksim biasanya punya kulit yang sangat kering. Kalau pas kumat atau terpicu oleh sesuatu, biasanya yang terjadi adalah kulit merah meradang, gatal-gatal, lecet atau luka-luka, bersisik, pecah-pecah, dan berkerak. Dan semakin tua, biasanya gejala-gejala ini akan lebih sering muncul dan terpicu.

Biasanya, gejala-gejala eksim ini muncul di lipatan-lipatan dan area kulit yang sering tergesek. Misalnya: leher, sela jari, bagian dalam siku, area di balik lutut, bawah tete, selangkangan, daerah dada dan punggung yang tergesek tali beha, area pinggang yang terkena karet shempak, lekukan wajah, dan lain sebagainya. Tapi tiap orang  beda-beda ya. Eksim yang saya alami, (( UNTUNGNYA )) hanya di sekujur badan, muka saya sampai hari ini tidak pernah diserang. Mungkin eksimnya juga shayank dan tidak mau menodai kecantikan saya.

foto kulit dengan eksim
Eksim di leher. Biasanya pas kumat di leher saya jarang selfie, tapi entah kenapa saat itu lagi pengen.

Kalau kamu mengalami gejala-gejala yang saya tuliskan di atas, bisa jadi kamu eksim, tapi jangan geer dulu. Untuk tahu kamu menderita eksim (dermatitis atopik) atau bukan, kamu harus ke dokter kulit. Jangan self diagnose. Karena masih ada kemungkinan penyakit kulit lain selain eksim, misalnya psoriasis, hanya sekedar sentitit dan tidak cocot produk saja, atau disantet kompetitor. Dan beda penyakit penanganannya juga beda.


Penyebab Eksim
Kalau penyebab awalnya ya turunan itu tadi. Coba saja cari buapakmu atau mbuahmu atau siapamu, pasti ada yang mengalami gejala yang sama. Tapi kalau "penyebab gejala" atau pemicunya bisa berbeda-beda di masing-masing orang. Dan pada tulisan ini, saya hanya akan menyebutkan pemicu saya saja.

Ini dia pemicu yang biasanya bikin kulit saya kumat:
  1. Stres. 
  2. Pergantian cuaca
  3. Keringat
  4. Sulfate
  5. Alkohol
  6. Gesekan
  7. Mandi air panas
  8. Segala hal yang bikin kulit kering

Cara Mengobati Eksim
Tidak ada obat eksim. Jadi bukan cuma kecantikan saya yang no cure, eksim juga. Sekali orang terkena eksim, dia harus deal dengan itu seumur hidupnya. Yang harus dilakukan, bukan mengobati, tapi menghindari trigger atau pemicu alerginya sebisa mungkin agar tidak kumat.

Yang saya lakukan:
  • berusaha hidup bahagia agar tidak stres. Jadi tolong puji-puji saya terus di kolom komen ya, jangan nanya yang sudah ditulis biar saya nggak stres.
  • memakai produk-produk perawatan kulit badan yang gentle bagi saya (karena gentle bagi saya belum tentu gentle bagi orang lain. Ingat, trigger eksim setiap orang bisa saja berbeda.) 
  • memakai handuk yang lembut
  • sebisa mungkin tidak mandi pakai air hangat. 
  • pakai sabun yang sulfate-free. Cara tahu kalau produk tersebut tidak mengandung sulfate bagaimana? Ya dibaca ingredient-nya dong, Bambang! Saya biasanya menghindari kandungan Sodium Lauryl Sulfate (SLS), Ammonium Lauryl Sulfate (ALS), dan Sodium Laureth Sulfate (SLES).
  • untuk fragrance, saya juga sudah mulai menghindari. Karena beberapa kali kulit saya perih dan berakhir gatal-gatal ketika memakai produk-produk dengan parfum yang kuat. Padahal tadinya nggak papa. Tapi ya memang eksim itu begini sih, bisa jadi trigger-nya berubah atau bertambah. Kitanya yang harus peka. Nggak ada akhlak u emang, Sim!
  • Lalu yang paling penting juga: selalu jaga kulitmu dalam keadaan bersih dan LEMBAP! Jangan pernah skip atau males pakai body moisturizer.

Ya sesekali saya masih nyobain sabun kekinian yang berbusa-busa dan wangi dan pakai SLES, atau mandi air hangat. Tapi paling cuma seminggu sekali. Tidak menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

Tapi kalau faktor pemicu yang nggak bisa saya kendalikan, seperti cuaca, ya saya sih pasrah saja karena saya bukan avatar the last airbender sang pengendali cuaca dengan tatto bison terbang.


Apakah Penderita Eksim Perlu Ke Dokter Kulit?
Perlu nggak perlu. Kalau menurut saya, sebenarnya nggak perlu kok ketergantungan harus ke dokter kulit setiap bulan dan menebus resep racikan yang lebih mahal dari harga dirimu itu. Asalkan kita bisa tertib selalu melembapkan kulit, dan sebisa mungkin menghindari pemicu, seharusnya sih aman.

twitwar trending twitter bekal makan suami
cuplikan twitwar bekal suami se-RT. Diambil dari instagram story @racunwarnawarni

Tapi pada kondisi tertentu, misal pas kumat kebangetan dan sampai mengganggu kehidupan dan mengganggu aktivitas twitwar soal bekal makan siang suami, ya mau nggak mau harus ke dokter. Nggak mau kan, ketinggalan twitwar-bekal-makan-suami cuma gara-gara (( GATHEL )) yang (( LITERALLY GATHEL ))?

Saya pun kalau kondisi pas tidak bisa di atasi, ya ke dokter juga. Tapi kalau pas nggak kambuh, ya saya hanya perlu melanjutkan gaya hidup sehat, menghindari pemicu, dan pakai produk yang tepat saja.


Rekomendasi Body Care Untuk Kulit Eksim
Tadinya, saya hanya pakai produk-produk yang direkomendasikan dan diresepkan oleh dokter kulit saya. Di antaranya adalah Noroid Lotion, almond oil/ coconut oil (merek apa aja), dan Aveeno Baby Soothing Relief Creamy Wash. Tiga produk itu manteb tenan dan mungkin sobat-sobat eksim yang sedang kumat bisa pakai. Saya rekomend abis bagus banget mau meninggal pokoknya.

Cuma ya kalau dipakai terus-menerus, saya merasa kehilangan jati diri saya sebagai princess. Soalnya, saya suka banget sama aroma wangi. Saya sedih, gundah, kecewa, kesal pakai body care nggada bau terus-terusan. Hal itu bikin saya stres dan males mandi serta males pakai lotion yang semuanya adalah pemicu eksim. Cry T.T.

Jadi, akhirnya saya berusaha mencari produk-produk yang wangi, namun nggak bikin alergi saya kambuh. Salah satu cara saya menyiasatinya adalah cari produk yang gentle tapi wangi. Ini bisa saja masih mengandung fragrance, tapi jumlahnya sedikit. Atau wanginya berasal dari ingredient yang dipakai (bukan sintetic fragrance) seperti kopi atau essential oil. Tapi tentu setiap orang nggak sama ya. Bisa jadi, kulitmu juga sensitif sama essential oil. Harus dites sendiri.

Ini dia produk-produk yang wanginya enak, yang saya pakai akhir-akhir ini:

Sabun Mandi


review dr. bronner's pure castile soap

Untuk sabun mandi, saya pakai Dr. Bronner's 18-in-1 Lavender Pure-Castile Soap. Castile soap adalah sabun minyak nabati yang serbaguna, yang tidak menggunakan lemak hewani dan bahan-bahan sintetik. Castile soap ini pada dasarnya adalah sabun yang natural, non-toxic, dan ramah lingkungan.

Nah, Dr. Bronner's ini ibarat (( BIANG SABUN )) begitu lho! Jadi produk ini bisa dipakai untuk apa aja dan pakainya harus di-dilute atau diencerkan dengan air. Dosis pengencerannya tergantung mau dipakai buat apa. Sabun ini selain dipakai buat mandi, juga bisa dipakai untuk keramas, mencuci muka, mencuci baju, mencuci piring, mencuci kocheng, mencuci anjing, dll. Tapi saya sendiri cuma pakai untuk mandi dan cuci tangan. Saya dilute dengan takaran sabun : air = 1 : 3. Lalu saya tempatkan di foam botle atau botol pembuat busa. Jadi kalau di pumping, yang keluar udah langsung busa.

Review Dr. Bronner's 18-in-1 Lavender Pure-Castile Soap:
  • Nggak ada busanya, kecuali mau pakai foam botle kayak saya. Kalau pakai shower puff juga bakalan berbusa tapi nggak sebanyak busa sabun biasa. Saya sih nggak masalah tapi kalian rakyat jelata yang biasa pakai sabun supermarket pasti iyik.
  • Wangi lavender-nya enak, lumayan kuat tapi nggak menyengat dan bener-bener kayak lavender essential oil.
  • Mudah dibilas dan nggak meninggalkan rasa licin!
  • Nggak bikin kulit kering. 
  • Eksim di sela-sela jari saya udah nggak pernah kambuh walau saya sering cuci tangan. Beberapa teman saya yang kulitnya normal nggak perlu pakai body lotion setelah beralih ke sabun ini.
  • Harga Dr. Bronner's 18-in-1 Lavender Pure-Castile Soap Rp.149.000/ 237 ml. Agak mahal, tapi awet banget dah karena pakainya dikit-dikit.

Body Lotion

review sensatia botanicals, eucalie, dan nature republic

Kayak yang udah saya bilang, saya tadinya selalu pakai unscented body lotion. Tapi lama-lama males yha! Jadi sekarang saya berusaha mencari body lotion yang wangi namun eczema friendly. Ini dia yang lagi saya pakai:
  1. Sensatia Botanicals Calming Body Lotion
    Saya selalu suka sama produk-produk Sensatia Botanicals karena memang ingredient-nya aman buat saya. Kalau ada teman yang hamil atau punya bayi, saya juga suka kasih kado produk Sensatia Botanicals, karena memang cenderung aman untuk ibu hamil dan menyusui.
    Review Sensatia Botanicals Calming Body Lotion: Aromanya memang sesuai namanya, calming, menenangkan. Sedikit herbal, di hidung saya terasa seperti perpaduan antara lavender, jasmine, dan sedikiiiiit aroma citrus. Memang nggak semerbak seperti body lotion supermarket, tapi cukup menyenangkan.
    Teksturnya juga enak. Cukup mudah dibaurkan, melembapkan, dan nge-blend dengan baik ke kulit tanpa rasa licin. Harga Sensatia Botanicals Calming Body Lotion Rp.180.000/ 300 ml dan Rp.240.000/ 500 ml.

  2. Eucalie Organic Anti-Aging Hand and Body Cream
    Ini penemuan terbaru saya! Tapi saya langsung jatuh cinta. Review Eucalie Organic Anti-Aging Hand and Body Cream: Teksturnya enak banget. Ala-ala tekstur hand cream mahal, yang creamy tapi nggak lengket berminyak, tapi melembapkan. Selama ini saya selalu berpikir, bakalan enak banget kalau ada body lotion yang teksturnya kayak hand cream. Mau pakai hand cream ke seluruh badan kan sayang ya. EH INI KESAMPAIAN!
    Kalau temen-temen biasa cium essential oil, pasti langsung familier sama aromanya. Aromanya herbal, green, dan menenangkan. Harganya Eucalie Organic Anti-Aging Hand and Body Cream Rp.139.000/ 90 ml, menurut saya terjangkau untuk teksturnya yang enak.

  3. Nature Republic Green Derma Mild Cream
    Saya sebenernya nggak suka body butter dengan kemasannya yang dicolek-colek, karena menurut saya nggak higienis. Saya kan soq bersih anaknya. Tapi cream ini bener-bener ampuh meredakan kegathelan saya kalau pas kumat, jadi ya udah saya shayank.
    Ini memang aromanya lembut banget, tapi seger. Nggak bau apek kayak unscented body lotion. Pokoknya nyenengin kalau pas dipakai. Harga Nature Republic Green Derma Mild Cream Rp.450.000/ 190 ml (free cica serum), agak pricey memang. Tapi yaudah lah ini ampuh dan guede banget nggak abis-abis!

Body Oil


Kalau mandi malam, saya selalu pakai body oil sesudahnya. Pakainya pas kondisi badan masih basah sebelum handukan. Nggak lengket dan cepat meresap kok. Bahkan lebih enak nge-blend-nya daripada pakai body lotion. Kalau lagi males pakai body lotion, saya cuma pakai body oil saja. Kalau lagi lebay saya pakai body oil terus ditumpuk lagi pakai body lotion.

Nah, dulu sih saya bisa pakai sembarang oil. Tapi kalau sekarang, saya harus pilih-pilih. Saya udah nggak bisa pakai Mustika Ratu Sandalwood Oil kesayangan saya, soalnya ingredient utamanya adalah mineral oil. Itu nggak cukup melembapkan kulit saya sekarang. Huhu sad, padahal baunya enak banget.


Saya sekarang lagi pakai Utama Spice Lavender Body Oil. Ingredient-nya soya oil, coconut oil, dan lavender oil. Oil-nya cukup ringan dan nggak greasy berlebihan, trus aromanya tuh lavender banget! Duh cinta! Saya suka pakai ini sore/ malem biar boboknya lebih nyenyak. Harga Utama Spice Lavender Body Oil Rp.95.000/ 100 ml.

Oh iya, ini kemasannya kaca dan bagian atasnya lubangnya kekecilan jadi susah di tuang. Jadi kalau saya sih, saya cabut dan buang aja seal atau pembatas tutup botolnya. Trus kalau lagi pengen aroma lavender yang lebih-lebih lagi, biasanya saya tetesin lavender essential oil lagi, baru saya pakai.

Body Scrub

review evt evete naturals coffee body scrub

Lho, katanya sensitif gesekan? Ehm...saya jaraaaang banget sih pakai scrub. Tapi kadang-kadang ya pengen juga. Cuma saya pastikan kalau:
  1. Pakainya nggak perlu digosok keras-keras. Ala-ala aja.
  2. Jangan terlalu sering. Dua minggu sekali masih oke lah.
  3. Pakai dalam kondisi kulit basah oleh air dan licin oleh minyak
  4. Sebaiknya sih pilih natural scrub, jangan scrub yang pakai microbeads (walau kadang sesekali saya pengen juga pakai cream scrub yang wangi. Nggak papa. Asal jangan sering-sering.)

Saya lagi pakai Evete Naturals Coffee Body Scrub. Scrub ini bentuknya bubuk, terbuat dari biji robusta dan brown sugar. Aromanya kopiiii banget, enak dan nyaman banget luluran sambil hirup aromanya. Nah, untuk pakai, saya biasanya campur dengan Mustika Ratu Minyak Cendana. Jadi saya tetep pakai si minyak cendana kesayangan saya dulu itu. Cuma nggak saya pakai sebagai body oil, sekarang saya pakai buat campuran scrub aja. Harga Evete Naturals Coffee Body Scrub Rp.54.000/ 80 gram.


Sudah cukup sekian ya ocehan saya soal eksim. Sebenarnya ini cuma mau pamer aja body care saya yang mahal-mahal itu. Tapi kalau ternyata postingan ini bermanfaat, ya syukurlah. Riya saya berfaedah.

22 comments

  1. Jujur punya eksim tuh serba salah kak... keringatan karena kepanasan salah... kulit kering akibat dingin ac salah... syukur kk nggak sampai di muka... aku udah kambuh 3 kali 2020 ini... hiks... T_T

    Ngomong2 nih kak... selain skincare, gaya hidup, dan menjaga pola pikir untuk mencegah eksim kambuh... kakak konsumsi multivitamin yang mengandung collagen nggak kk...? kalau iya, apakah ngaruh untuk mencegah eksim kambuh?

    Sempat tidak sempat dibalas yah kak... hahahaha... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke dokter aku biasanya diresepin asthin b-one. Dan ya cukup membantu sih buat memulihkan. Tapi karena pandemi aku nggak ke dokter dan aku agak takut sama segala obat/ vitamin telan kalau nggak atas pengawasan dokter jadi ya nggak minum dulu wkwkwk. Berusaha makan seimbang aja.

      Delete
  2. Selalu menginspirasi spt biasa

    ReplyDelete
  3. Mantap Mbak, sungguh keriyaannya informatif sekali! udh sy bookmark.
    Tapi daku masih mau nanya tntng ingredients yg big NO NO (selain sulfate) bagi kelembapan kulit penderita eksim. Dr kecil saya udh berurusan sama eksim ,sampe skrg udh d titik lets enjoy the pain (k dokter mahal bgt, ga cocok utk kaum papa sperti saya). maap sebelumnya nih aku msh newbie bgt soal body care. aku udah baca bolak balik g nemu jawabannya di artikel yg ini. Soalnya sy tau mbak ga suka ngomong berulang kali tntng hal yg sama. Plus kalo ada rekomendasi produk yg lebih merakyat boleh mbak di share, maklum saya bukan elit global kayak mbaknya :). Kalo ga ada jg rapopo mbak. Matur nuwun sanget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini susah dijawab, karena seperti yang udah aku tuliskan, trigger masing-masing orang bisa berbeda. Tapi ya biasanya bahan2 yang irritant sih termasuk beberapa active ingredient skincare (aha bha vit c retinol), alkohol, parfum yang terlalu keras, dll. Tapi nggak selalu. Ya memang harus mengenali sendiri kulitnya.

      Wkwkwk belum nemu produk yang merakyat. Nanti kalau sudah nemu aku akan tuliskan ya.

      Delete
  4. Luka eksim yg mengering kan bikin gatel tuh mb.. biasanya tetep dilotionnin g?

    Mb/mas silumanapi terima kasih sudah mewakili isi hatiku ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah mengering tetep aku lotionin (atau kalau bisa kedokter sih ya dikasih salep dokter aja). Justru kalau lembap, kondisi cepat membaik. Tapi kalau masih luka perih-perih aku nggak berani

      Delete
  5. Ah senangnya ada yang cerita dengan kondisi mirip-mirip diriku. Share aja Bund, dari kecil aku suka disuruh pake Oilum sama dokter. Belakangan sih dikirku pake Aveeno buat sabun. Biasa yang gak pake wangi sama yang oat. Tapi lagi tergoda sama yang wangi lavender nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, aku pernah coba oilum nggak cocok bund. Aku coba karena netizen banyak rekomend. Ternyata guatel T.T. Tapi mungkin oilum banyak jenis ya? Aku pakai yang sabun cair.

      Aveeno aku cuma bisa yang Aveeno Baby Soothing Relief Creamy Wash kalau buat harian. Lainnya pakek SLES.

      Delete
    2. Kalau yang cair emang kacau, Bund. Akupun gatel. Itu kayaknya varian agak baru, paling baru 10 tahunan.

      AKu udah loyal sama sabun batangannya dari tahun 90'an. 2 dekade lebih kan tuh. Biasa gonta ganti antara yang moisturizing (kalo ga salah) sama yang scrub, semua oye oye saja..

      Delete
    3. Oh yang batang ya bund? Oke tak catet. Next aku cobain yes.

      Delete
  6. Embaaaaak, aku teracuni Eucalie Organic Anti-Aging Hand and Body Cream 😭😭😭 packagingnya simpel yaa, buat diajak travelling oke juga kayaknya, tutupnya tube gitu. Penasaran sama wanginya nih, suka sama bau bau herb gitu. Masalah utama body lotion, wangi udah cocok jebul teksturnya mblenyek di kulit, huhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya packagingnya enaque, Jeng. Wanginya herbal banget dah. Kalau suka bakalan suka banget, aku suka sih, Tapi ada temenku yang nggak suka.

      Delete
  7. Huft aku jadi inget kena eksim pas sekolah . Pas upacara pilih barisan paling belakang biar pas hormat ,gada yang liat eksim ku di tangan Segede perkedel warteg bahari. Terus kalo masuk kelas pake jaket kek mamang mamang villa. Ga lupa juga donk tentunya di takutin temen soalnya katanya takut nular. Hadeuh. Alhamdulillah sekarang banyak info info kaya gini yang berguna banget buat penderita eksim.. jadi lebih gampang kalo nyari produk yang eksim - friendly.wkwkkw... hatur nuhun mba e. Aku tertarik bgt sama rekomendasi scrubnya. ^^ sangat berguna

    ReplyDelete
  8. Belakangan ini lagi bermasalah banget dengan kulit kaki yg gatal2 tak kunjung henti, searching2 ketemu artikel ini,dan mulai ganti sabun mandi sulfate-free. Setelah 2 minggu, lumayan banget mendingan. Abis ini mau coba rekomendasi mba arum untuk body care lainnya buat kulit eksim. Terima kasih mba :)

    ReplyDelete
  9. Sabun the bath box juga bagus mbk,beneran nggak bikin kering. Kadang malah aku pake di wajah nggak masalah.

    ReplyDelete
  10. Terimakasih mba Arum, saya seperti menemukan hidayah membaca artikel ini. Selalu ngga pede dengan banyak bekas luka padahal ngga kena apa apa. Malah ada yang bilang gudiken T.T

    ReplyDelete
  11. Aku baru tahu banget tentang eksim itu dulu waktu SMA, lipatan belakang lutut ku panas gatel, trus eyangku dengan segala jurus nya nyaranin pakai produknya mustika ratu, dari sabun, lotion, scrub, sampai minyak Cendana itu, tiap mau tidur suruh dioles minyak banyak2, tp bener 2 mingguan udah gak perih panas gatel, tapi bekasnya membekas bagai pantat wajan, dan akhirnya mau gak mau harus rajin luluran, sekarang udah mulai bersih, udah gak sedekil dulu, aku baca produk2 yg mbak Arum pakai, mantap kali harganya ya mbak 😂 tapi emang si Sensatia Botanicals Calming Body Lotion ini lembuuuutt banget di kulit, cuma kalau make jadinya secimit2 pelit medit 😂

    ReplyDelete
  12. Thx for sharing ttg produk buat eksim.. menurut ku sgt mengedukasi tiap tulisan yg mb Arum buat.. Krn aku jg punya eksim di area kaki.. membaca ini pun wawasanku bertambah teruntuk produk body care yg wangi tp ramah utk eksim.. semangat trs menulis dan meracuni ya, mbak ☺

    ReplyDelete
  13. dari dulu nyari selalu bingung cari body srub, pasti setelah ngesrub ada aja masalah kadang jd merah merah gitu, abis nemu. artikel ini langsung cari srub yang di pakek mbak arum semoga di aku juga bagus

    ReplyDelete
  14. Anakku eksim. T.T.
    Skrg aku sadar kalo gatelnya emang ga main².
    Lumayan dapet beberapa insight dari sini meskipun buat bayi 9bln.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.