Thursday, July 12, 2018

Body Oil Yang Nggak Licin, Nggak Lengket, dan Nyaman di Kulit


Beberapa waktu yang lalu, saya sharing-sharing soal body oil di instagram story saya. Dan ternyata banyak banget pertanyaan yang masuk. Terus saya keidean gitu untuk nulis dan jawab semua pertanyaan soal body oil di blog. Biar terdokumentasi, ringkas, dan jelas begitu lho. Karena blog ini kan akurat, tajam, dan terpercaya. Iyain aja.

Jadi sudah satu tahun lebih ini saya pakai body oil setiap habis mandi, dan jarang menyentuh body lotion atau body butter lagi. Karena saya ngerasa body oil itu lebih efektif, nyaman, dan praktis. Perlu diketahui juga, pelembap tubuh itu hal wajib yang harus saya pakai tiap habis kena air. Soalnya kulit saya itu gampang kering. Dan kalau sudah kering, biasanya bakalan gatel-gatel, muncul ruam, dan lecet. Itulah kenapa di kaki saya banyak bekas lecet. Soale kulit kaki saya memang merupakan bagian terkering dari seluruh badan. Kalau udah gitu sih nggak enak banget rasanya, perih. Apalagi kalau kena keringet, beuh! Parah nggak enak. Biar nggak lecet-lecet, ya harus dijaga kelembapannya.


Buat yang kulitnya normal-normal aja dan nggak ngalamin lecet kalau kering, mungkin nggak begitu paham, kenapa saya tu kayak bener-bener harus pakai pelembap tubuh. Ya kalau kalian begitu sih bersyukur sambil ngejekin saya saja punya kulit bagus dan nggak rewel. Saya bisa lho skip skincare muka, tapi kalau buat skincare badan, bener-bener nggak bisa, daripada susah belakangan. Dulu saya sih selalu pakai body lotion dan body butter, sekarang saya lebih suka pakai body oil.


Kenapa ganti pakai body oil, nggak pakai body lotion lagi?

Jadiii, kulit saya itu nggak mempan sama kebanyakan body lotion yang biasa ada di pasaran. Ya sebut aja deh body lotion yang bisa dibeli di maret indo atau alpha. Biasanya baru beberapa menit setelah dioles, kulit saya udah kering lagi. Gimana caranya tahu kalau kulit saya mengering? Pertama, kalau digaruk keluar guratan putihnya (alias mbekisik). Lama-lama, gatel! Dah, itu aja gejalanya. Kalau dibiarin lama, mlicet.

Jadi pilihan saya dulu adalah body lotion yang formulanya extra thick, seperti Jergens, Carmed, Palmer's, dan Bioderma. Atau body butter sekalian, favorit saya The Body Shop Body Butter, itu ampuh. Saya pernah nyobain Viva Body Butter, tapi kentel doang, 10 menit kemudian kulit saya mbekisik lagi. Nah, mengoles dan meratakan lotion atau butter yang teksturnya kuentel itu malesin, beb. Capek gosok-gosoknya dan makan waktu. Belum muales sama lengketnya. Akhirnya saya jadi sering skip deh, dan alhasil kulit saya boleng-boleng karena bekas luka.

Jadi akhirnya saya reko-reko aja pakai oil. Oil ini enak banget pakainya cepet. Ngeratain ke kulit badannya nggak perlu diguosok suampek ngotot. Gampang banget spreading-nya keseluruh tubuh. Terus juga saya jadi nggak males pakai oil ini ke seluruh tubuh, bukan cuma tangan dan kaki seperti kalau pakai body lotion. Tapi juga area bahu, perut, pantat, payudara, dll. Jadi terawat semua kulitnya dan mencegah selulit/ kulit jeruk.

Dan kalau pakainya bener, body oil ini nggak lengket dan licin sama sekali. Bahkan rasanya nyaris kayak nggak pakai apa-apa, tapi kulit tetep kelihatan halus dan nggak mbekisik.


Gimana sih cara pakai yang bener?

Kalau ala saya sih, saya pakai habis mandi, pas badan masih basah, sebelum handukan. Pas badan masih basah air gitu, oles aja body oil-nya ke seluruh tubuh. Air ini bikin oil lebih cepat dibaur ke kulit, nggak lengket, dan cepat meresapnya. Kalau udah dioles minyak begitu, badan juga terasa nggak sebasah tadinya. Oil-nya juga mungkin terasa "menghilang" gitu. Tapi nggak kok. Oil-nya tetap bekerja melembapkan kulit seharian. Terbukti ya, kulit saya kalau digaruk nggak ada gurat putihnya dan nggak terasa gatelen seharian atau semaleman.

Ini sama juga rumusnya kalau saya pakai facial oil. Biasanya saya semprot muka dulu pakai face mist, atau pakai toner. Trus pas kulit muka masih basah, facial oil saya tetesin di tangan, gosok-gosok kedua tangan, lalu tap-tap ke muka.

kulit basah dioles oil. Diemin sebentar juga kering. Atau mau langsung di-tap handuk juga nggak masalah.

Habis itu handukan nggak? Ya handukan aja, ditap-tap gitu lho kayak biasanya. Kalau mau didiemin dulu boleh, disambi sikat gigi atau cuci muka misalnya. Tapi langsung di-tap handuk juga nggak masalah.

Sampai di sini sih, pas di instagram, saya menerima banyak pertanyaan menyebalkan. Menyebalkan karena belum nyoba tapi udah iyik, "tapi kan, tapi kan... gagal paham deh!" gitu. Ya kalau nggak dicoba, gimana mau paham? Gagal aja terus dong. Saya nggak tahu apa yang dikhawatirkan. Handuk saya juga nggak pernah nge-stain minyak gitu kok pakai cara ini. Terus saya juga masih sehat walafiat dengan kulit sehat indah mempesona, paling kelakuan doang yang rusaq.

Saya udah jelasin caranya. Praktekin saja kalau mau. Kalau merasa guagal puaham juga nggak ada yang maksa pakai body oil kok. Kasian kaaannn, gagal paham cuma gara-gara beginian. Jadi nggak usah dipikirin saja, dah pakai bodi lonyo kayak biasanya saja!


Takaran minyak sekali pakai, seberapa?

Wah, bingung jelasinnya. Saya sih suka pakai buanyak ya, dibanjur gitu :)). Boros pokoknya. Saya kan orangnya lebay. Tapi sebenarnya pakai secukupnya dan senyamannya aja sih. Tenang aja, mau pakai banyak juga, kalau dipakai pas badan masih basah, nggak akan lengket dan licin kok.


Dipakai malam saja?

Terserah sih. Kalau saya pakai pagi dan malam. Dan kalau habis berenang atau keceh. Atau kapanpun saya suka. Soale enak dan nggak lengket.


Kalau ditumpuk sunblock, berat dong?!

Hmm...saya udah jelasin di atas. Salah satu alasan saya pakai body oil adalah karena teksturnya ringan, meresap, nyaris kayak nggak pakai apa-apa. Kalau body lotion itu berat, capek nge-blend-nya, dan lengket. Jadi bisa disimpulkan sendiri lah yaaa.. 


Rekomendasi body oil dong!

Mustika Ratu Minyak Cendana - Bio Oil - Original Source Vanila & Raspberry body Oil - Milia VCO

Saya sih nggak banyak coba produk body oil. Bahkan belum pernah nyobain yang mahal seperti L'occitane atau Nuxe gitu. Saya sih coba oil merek-merek lokal dan drugstore, yang gampang dicari di pasaran saja. Atau bahkan pakai natural oil kayak EVOO (Extra Virgin Olive Oil) atau VCO (Virgin Coconut Oil), yang memang kebetulan selalu ada di dapur buat bahan masakan.

Buat saya, secara fungsi dan kualitas semua oil sama saja sih (meskipun yhua sebenarnya enggak ya. Ada alesannya kan kenapa Argan Oil lebih mahal dari Grapeseed Oil?). Sejauh yang saya coba sih, semua efektif menjaga kelembapan kulit saya di ruangan ber-AC, dari sehabis mandi sore sampai pagi saya bangun tidur dan mandi lagi. Jadi kalau ditanya favorit, ya pertimbangan saya mah soal nggak penting kayak aroma dan kemasan aja.

Current favorite body oil saya sih Mustika Ratu Minyak Cendana. Karena selain harganya murah biyanget, kemasannya juga lucu. Trus terutama nih, aromanya uenaaakk banget. Ini aromanya bukan kayak aroma pak Tommy Soeharto ya. Tapi aroma kayu cendana yang soft, menenangkan, dan agak powdery gitu. Susah dijabarkan lah, pokoknya saya lagi kedanan sama aroma Mustika Ratu Minyak Cendana ini.

All time favorite saya sih Bio Oil. Karena dia tuh lumayan ngebantu memudarkan bekas lecet baru di kaki saya. Aromanya juga enak, tipikal aroma manis. Tapi saya saat ini sedang terkintil-kintil sama si Cendana sih.


Terus kalau di Milia VCO ini juga enak. Dia super melembapkan dan aromanya juga enak kayak biskuit kelapa, bikin laper. Terus karena dia natural oil, jadi multifungsi deh. Selain untuk body oil, bisa juga untuk makeup remover, facial oil, campuran untuk DIY scrub, atau untuk masker rambut sebelum keramas. Karena multifungsi, si VCO jadinya yang paling sering saya bawa traveling.

Kalau Original Source jujur saya nggak terlalu suka sih. Yang Raspberry Vanilla ini aromanya saya nggak suka, manis tapi kayak ada kecut-kecutnya khas berry gitu. Entah ya kalau Original Source aroma lain, mungkin saya suka, saya belum cobain.

Selain yang saya foto di atas, saya juga pernah nyobain Wardah Olive Oil, Herborist Lavender Massage Oil, dan Gulaco Rub-Rub. Itu bertigaan juga ena menurut saya.



Kalau body oil yang ringan apa ya?

Wah, nggak tahu sih. Sama aja berasanya di kulit saya. Asalkan dipakai pas badan masih basah habis mandi, jatuhnya ya ringan-ringan aja, kayak nggak pakai apa-apa gitu. Tapi sebagai referensi, Momon pernah bilang ke saya, kalau menurut dia Olive Oil merek Mustika Ratu itu lebih ringan daripada Olive Oil merek Wardah. 

Tapi kalau menurut saya yha, sama aja sih.


Lho, tak kira itu minyak pijet!

Gini lho, Mbuak! Minyak pijet itu buat mijetin apa? Body, bukan? Terus bentuknya minyak, kan, ya? Bukan batu bata? Jadi minyak pijet itu ya namanya body oil. Gitu. Kecuali yang kamu punya itu minyak buat mijetin wajan, nah itu baru namanya wajan oil, bukan body oil. Tsk.

Sejauh bisa dipakai di badan, dan bisa bekerja melembapkan kulit dengan baik, ya pakai aja. Seperti yang saya bilang, saya bahkan pakai natural oil di dapur kayak EVOO dan VCO kok. Kalau mau pakai baby oil juga bisa. Cuma kalau saya sih nggak mau. Soalnya baby oil di rumah saya itu dipakai untuk bersihin kulit Alexa. Alexa adalah seekor kiriks, sepupunya Jimbeam. Saya nggak mau bau saya disama-samain kayak Alexa. Kalau kamu mau, ya silahkan. 

Kenapa harus terpaku diatur-atur harus pakai ini untuk inu sih kalau kita bisa bereksprimen? Saya juga kadang pakai lipstik buat dijadiin cream blush. Jangan-jangan kamu belum pernah pakai cawet buat tutup kepala yha? Kehidupan membosankan semacam apa yang telah kalian jalani? Untung kalian menemukan blog ini!

sumber: brilio.net

Kalau minyak kayu putih dan minyak tawon? Puanas dan bauknya kayak mbuah-mbuah. Jadi yhua saya muales kalau minyak begituan mah! Kamu aja sama pak RT sana pakai minyak tawon.


Bau nggak sih, pakai natural oil kayak EVOO?

Kalau EVOO agak-agak ada bau minyak pas awal oles doang. Setelah itu udah sih, nggak ada bau-bau aneh dan mengganggu apapun. Tapi saya sendiri juga jarang pakai EVOO. Lebih pilih minyak lain yang aromanya lebih enak. Kalau tetep mau natural oil, mendingan VCO karena aromanya enak kayak biskuit kelapa.

Enaknya pakai oil juga tuh, kalau yang ada aromanya, biasanya aromanya soft dan nggak ngganggu orang lain atau tabrakan sama parfum. Dan untuk beberapa oil, walau soft, masih cukup menenangkan untuk diendus-endus sendiri di badan pas mau bobo (ini misalnya Mustika Ratu Minyak Cendana favorit akuh).


Body oil apakah bisa dipakai di muka?

Jangan sih, takutnya clog pores dan bikin jerawatan. Terus kalau natural oil, bisa aja kalau cocok dipakai di muka. Tapi ya mohon tes patch dan cari-cari referensi dulu, kenali jenis kulit muka sendiri dan karakter oil-nya. Sebagai contoh, ada lho beberapa orang yang nggak cocok pakai VCO, jadi jerawatan dan komedoan gitu, padahal cuma untuk makeup remover. Tapi ada juga yang cocok biyanget dipakai sebagai facial oil dan kulit mukanya jadi glowing dan sehat.

Saran saya sih, kalau mau pakai untuk wajah, cari face oil saja. Banyak kok merek-merek skincare Bali atau skincare natural yang ngeluarin facial oil.

Kalau face oil mau dipakai di badan? Terserah lah! Apalagi kalau kamu orangnya sugih mblegendu. Sebenernya semua produk muka itu ya boleh-boleh aja dipakai di badan. Kamu mau pakai Clinique Moisture Surge atau Avoskin Day Cream ke seluruh body juga boleh kok. Kalau aman dipakai di wajah, ya apalagi dipakai di dengkul. Tapi yang aman wat dengkulmu, belum tentu aman wat raimu. Begitu logikanya. Cuma ya itu, muahal dan buoros!


Jadi, kamu sama sekali nggak pakai body lotion atau butter?

Masih kok. Tapi juarang sih, selingan aja dan ya...jarang. Biasanya sih saya beli kalau pas tergoda ada produk baru yang aromanya enyak atau teksturnya unik begitu. Atau lagi pengen yang satu set sama parfum yang saya beli biar baunya awet. Kayak sekarang saya lagi pengen nyobain The Body Shop Body Yoghurt yang terbaru itu.

Terus cara pakai body lotion-nya, ya tergantung karakter produknya. Kalau body lotion-nya sudah cukup thick dan melembapkan, ya saya pakai single use. Tapi kalau body lotion-nya nggak melembapkan (biasanya kalau pas pakai body lotion sepaket sama parfum), saya tetep pakai body oil dulu kayak yang saya jelasin di atas, lalu baru ditumpuk pakai body lotion-nya.

Kalau mau, pakai body oil dicampur sama body lotion juga bisa. Campurkan aja di telapak tangan, lalu oles dan ratakan ke seluruh tubuh. Ini juga efektif melembapkan kulit badan kok. Cuma saya udah kayak otomatis pakai body oil setiap selesai mandi je. Kayak sudah sepaket sama ritual mandi saya aja. Jadi ya saya pakai body oil di kamar mandi, lalu kalau pas mau ya tumpuk pakai body lotion pas di kamar.


Udah. Itu aja. Saya nggak inget ada pertanyaan apa lagi ya? Cuma ini yang saya ingat. Intinya cobalah dulu barang seminggu sebelum merasa gagal paham. Atau kalau nggak sreg dengan cara memakai minyak di sekujur body ini, ya nggak usah diikuti. Ini kan cuma cara saya saja untuk deal dengan kemalasan saya memakai body lotion, tapi tetep pengen dapet kulit yang kelihatan sehat dan mulus ala sosialita yang hobi perawatan pakai krim badan cem-macem.

6 comments:

  1. Bener mba Arum. Aku jg pake body oil sehabis mandi gini karena kulit super duper kering gatelen mbekisik gt deh. Nyebelin pokoknya. Setipe sama mba arum deh, kering dan sensitif. Sekarang pake Mustikaratu olive oil dan enak ² aja sih untungnya cocog...

    ReplyDelete
  2. Oh, jadi rahasianya dipakai pas kulit basah,, Soalnya kalau body oil dioles pas kulit kering rasanya kayak greasy gitu. Sudah capek dengan kulit mbekisik nih...

    ReplyDelete
  3. Mba Arum, aku juga rutin pake bioOil.. emang siih.. bikin kulit lembab trus lebut ama mudarin luka.. ampuh luka kena setrika bisa pudar.... Tapi yang gengges (u gua) jadi subur tumbuh bulu halus.. OMG...

    sampean tumbuh bulu halus juga ga?

    ReplyDelete
  4. That "kiriks" line makes me lol, mbak! *humorku receh bat* 😂


    Selalu suka loh sama tulisan mba. Kalo boleh, saya request dong, mba. Share pengalaman mba dalam per-skincare kekoreaan gitu hehehe. Nuwun :)

    ReplyDelete
  5. Klo anakku pas panas ato kemaleman mau mandi biasnya cuman tak lap2 aja pke air anget, nhaa air angetnya tak campurin baby oil gtu, buat ganti sabun, ekekeeee... Dan emang habis diandukin ya biasa aja gak terus yg klomoh berminyak gtu.. Ekekee.. Tak nyoba pke baby oilnya thole aja ah. Ekekeee...

    ReplyDelete
  6. Wkwk lucu sih baca tulisan mbak arum... Baca soalnya mau tau tentang lip palette wardah eh mbaknya sudah jaman kapan pake saya baru kenalan sama make up. Sekarang pakenya the body shop pasti sudah tebal kantongnya :D

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...