Thursday, June 28, 2012

Beauty on budget



Post kali ini terinspirasi dari challenge "beauty on budget" yang di lontarkan oleh Sarah Azhezha di IBB facebook group. Tapi saya sepertinya nggak memenuhi syarat untuk ikutan tantangan itu deh, soalnya produk-produk yang akan saya post-kan, nggak saya beli saat ini, tapi sudah saya punya jauh sebelum challenge ini dilontarkan. Saya pikir akan mubazir sekali kalau saya membeli lagi produk yang sama untuk ikutan challenge ini. Jadi ya sudah, post kali ini hanya dimaksudkan untuk memberi inspirasi bagi siapapun yang kepingin mendapatkan produk makeup berkualitas dengan budget yang sangat rendah.

Dan judul dari post ini, terinspirasi dari blognya Mada, White Lotus: Beauty on Budget :).

post semacam ini sudah pernah di buat oleh Rani Pinkyrose disini. Jadi si Rani ini beauty blogger pelopor "beauty on budget" donk ya. Hehehe...

Awalnya, Sarah Azhezha menawarkan "under 50k for all your face". Tapi di protes banyak blogger, dengan alasan nanti produknya jelek dan nggak worth. Belum tau aja mereka :)))). Bahkan ada yg mengusulkan untuk bikin 150 atau 200k. Jadi sampai sekarang masih belum ada kepastian, tantangannya mau dibikin seberapa besar.

Tapi seperti yang saya bilang tadi, kayaknya post ini nggak pantes deh kalau dibilang jawaban dari tantangan Sarah Azhezha, soalnya saya nggak membeli produk-produk ini sesaat sebelum posting, dan saya nggak memberi batasan harus habis berapa. Jadi lebih tepatnya, post ini hanya untuk memberi inspirasi bagi yang mencari makeup berkualitas dengan budget rendah.

  1. Foundation: Inez Satin Liquid Foundation
    Harga: Rp 30 000

    Tips: Untuk foundation, kalau boleh bilang sih mendingan cari yang bagus, karena foundation adalah dasar makeup kita. Kalau ada budgetnya, akan bagus kalau kita mencari foundation yang benar-benar sesuai untuk kulit kita. Kalau dasar makeup kita sudah bagus, warna-warni yang akan kita torehkan selanjutnya pun bakalan kelihatan lebih cantik. Jadi untuk produk dekoratif seperti eyeshadow dan blush on, malah nggak perlu yang mahal-mahal.

    Tapi saya juga punya foundation andalan dengan harga terjangkau, Yaitu Inez Satin Foundie. Harganya murah, tapi hasilnya bisa di samakan deh dengan foundie yang harganya 5 kali lipatnya. Finishnya glowy dan halus banget. Coveragenya medium bisa di build jadi full. Tapi sayangnya staying powernya jelek banget. Tapi nggak masalah juga sih asal kita selalu sedia kertas minyak di tas, tinggal di blot, cakep lagi deh.

    Saya sedang nggak punya foundation ini. Saya nggak repurchase bukan karena saya nggak suka, tapi karena tergoda oleh foundation lain. Dan saya nggak mau menyimpan terlalu banyak foundation di makeup case.

    Tips
    : Jangan pernah menyimpan alias "nyetok" foundation (kecuali kamu MUA)  karena tekstur foundation yang lembab, membuatnya gampang di tumbuhi bakteri.
  2. Loose Powder: Marck's
    Harga: Rp 9000


    Marck's Loose Powder ini andalan saya banget deh untuk anti shine atau oil control powder. Coveragenya emang nggak ada, tapi menurut saya, cover itu tugasnya foundation dan concealer. Loose Powder tugasnya cuma untuk menge-set Foundie biar lebih awet dan nggak geser. Karena Marck's udah oke banget oil controlnya, makanya saya nggak pernah tergoda sama segala anti shine powder yang harganya mahal. Cukup pakai marck's

    Tips: Kenakan Loose Powder tipis-tipis (aply dengan kuas), setelah menggunakan foundation. Nggak perlu tebel-tebel karena tujuannya cuma untuk "mengunci" foundie agar nggak bergeser. Tebel-tebel pun percuma karena yang akan bertahan lama cuma lapisan pertama yang menempel langsung pada foundie.
  3. Two Way Cake: Pixy UV Whitening TWC
    Harga: Rp 16 000


    untuk TWC bagus dengan harga terjangkau, saya memilih pixy. Saya paling suka dengan TWC pixy dibandingkan dengan TWC lain yang sekelasnya (Inez, Sariayu, caring, mirabella, fanbo), karena hasilnya yang tampak menyatu dengan kulit wajah dan nggak cakey. Wanginya juga sangat enak. Kekurangannya cuma satu, yaitu staying powernya kurang. Saya biasanya menggunakan seri yang ultimate, karena lebih awet dan coveragenya lebih bagus.

    Saya memang sengaja membeli reffil saja, karena saya nggak suka case bedak yang panjang dan memakan banyak tempat.

    Tips: Saya dapat tips ini dari Puput. Setelah memakai Foundie dan l/p tipis-tipis, pakai TWC tipis-tipis. Gunanya agar dasar riasan menjadi lebih awet.
  4. Blush-on: Viva Blush-on Duo
    Harga: Rp 12 600



    Untuk blush murah, saya suka Viva blush on duo. Saya punya yang nomor 4 orange-coklat, dan kebetulan saya suka sekali warnanya. Blush viva ini sekarang menjadi salah satu blush favorit saya, berjajar dengan blush-blush yang harganya bahkan 30 kali lipat diatasnya.

    Tips: Beberapa orang mengeluh kalau blush viva ini warnanya nggak keluar. Tapi entah kenapa, punya saya warnanya keluar. Tips dari Viya: coba kerik lapisan atas dari pan blush. Setelah di kerik, lapisan bawahnya yang teksturnya lebih creamy akan muncul dan siap digunakan, warnanya akan lebih pigmented daripada sebelum blush di kerik.

    Saya juga punya blush Red-A warna pink hasil jarahan dari ses Tintaz. Kalau beli, harganya Rp 14 000. Tapi saya lebih suka Viva kalau dari segi packagingnya.
  5. Eyeshadow: Red-A Eyeshadow
    Harga: Rp 15 000


    Saya juga pernah mencoba Eyeshadow Viva, tapi saya lebih suka eyeshadow Red-A. Eyeshadow Red-A ini murah tapi teksturnya bagus. Pigmented dan mudah dibaurkan.

    Tips: Kalau mau membeli satu eyeshadow saja, beli warna gradasi coklat. Karena selain netral dan bisa dipadu-padankan dengan outfit apapun, eyeshadow warna coklat tua matte juga bisa digunakan untuk mengisi alis dan juga untuk shading.

    Mirabella Eyeshadow Kit
    Harga: Rp 40 000



    Tapi kalau kepingin membeli beberapa warna sekaligus dengan harga terjangkau, saya merekomendasikan palette Mirabella Eyeshadow Kit, yang harganya Rp 40 000, untuk 16 warna. Cukup terjangkau, kan? Jenganten Lady memakai eyeshadow ini untuk pertunjukan Tari Bali-nya. Katanya eyeshadow ini cukup bagus untuk makeup panggung. Pigmented dan awet.

    Tips: Gunakan foundation tipis-tipis di kelopak mata sebelum memakai eyeshadow. Gunanya agar eyeshadow warnanya lebih keluar dan lebih tahan lama.
  6. Lipstick: Fanbo Lipstick & Pixy Silky Fit lipstick
    Harga: Fanbo Rp 12 000 & pixy Rp 16 000



    Saya paling nggak bisa sembarangan dalam memilih lipstick, karena bibir saya sangat kering. Tapi syukurlah, saya menemukan lipstick super murah yang nggak membuat bibir saya kering. Favorit saya adalah Fanbo lipstick No 13. Warnanya nude pink, pigmented dan nggak bikin bibir kering. Favorit saya yang kedua adalah Pixy Silky Fit lipstick warna Brown Sugar. Sayangnya untuk Pixy, pigmentasi masing-masing warna lipsticknya nggak konsisten. Kebetulan warna brown sugar yang saya suka pigmented. Tapi saya beberapa kali memilih warna lain dan ternyata nggak pigmented.
  7. Eyeliner: My Darling
    Harga: Rp 15 000



    Tadinya saya takut memakai eyeliner ini, soalnya nggak meyakinkan. Di jualnya aja di toko pernak-pernik dan kosmetik "mainan" semacam strawberry. Tapi beberapa blogger meyakinkan saya kalau ini aman, buatan indonesia, dan ada nomor BPOM-nya.


    Saya suka banget eyeliner ini karena hasilnya hitam dan matte, tahan lama, tapi membersihkannya gampang. Selain itu kuasnya juga kecil dan tipis, jadi memudahkan kita untuk membuat garis yang tipis dan rapih. Cocok deh untuk pemula kaya saya :).

    Saya nggak berani merekomendasikan eyeliner pencil, karenaeyeliner pencil yang harganya dibawah 50rb, biasanya sih smudge. Saya pernah mereview tentang viva dan lyra eyeliner pencil. Di lid saya viva dan lyra oke-oke saja, nggak smudge. Tapi ternyata banyak yang protes. Banyak yang bermata panda setelah mengenakan eyeliner pencil viva dan Lyra.
  8. Eyebrow Pencil: Skiva, Fanbo, Viva
    Harga: Rp 10 000, Rp 11 000, Rp 19 000



    Diantara ketiganya, saya paling suka eyeliner pencil skiva karena selain murah, juga ada sikat di tutupnya yang bisa digunakan untuk merapikan alis. Tapi sayangnya eyebrow Skiva ini susah banget dicari dimana-mana sekarang. Makanya saya beralih ke Fanbo. Fanbo ini teksturnya nggak seempuk Viva, tapi saya suka. Menurut saya sih pensil alis nggak perlu yang empuk atau terlalu kereng, karena hasilnya malah akan terlalu tebal dan membuat keseluruhan muka kita terkesan galak. Dan lagi yang saya suka dari Fanbo, warnanya coklat tua dan tampak natural di muka saya, nggak seperti Viva yang coklatnya terlalu muda dan kemerah-merahan.


    Tapi bagi yang menyukai pensil alis yang empuk dan tebal, Viva bisa menjadi pilihan. Karena harganya juga masih sangat-sangat terjangkau.

    Tips: Sebenarnya, pensil alis ini opsional saja kok. Mengisi alis dengan eyeshadow warna coklat matte juga bisa, nggak perlu pakai pensil alis. Malahan hasilnya akan lebih natural.
  9. Mascara: Pixy
    Harga: Rp 30 000



    Yang ini juga opsional. Saya jarang banget pakai maskara untuk sehari-hari. Cukup eyeliner saja sudah membuat mata saya tampak lebih tajam. Eyeliner dari brand lokal yang paling saya suka adalah Pixy, karena warnanya nyata dan bisa menahan curl bulu mata saya. Selain itu juga nggak smudge dan mudah di bersihkan,



Sekarang saatnya berhitung. Ini penampakan saya mengenakan perlengkapan lenongan cheap but great diatas. Dan saya memakainya bukan sekedar untuk keperluan pemotretan lho. Dandanan ini langsung bablas saya bawa ke kantor, tanpa mengganti apapun.





Pixy TWC -- Rp 16 000
Red-A blush-on Pink -- Rp 14 000
Fanbo eyebrow pencil brown -- Rp 11 000
My Darling eyeliner -- Rp 15 000
Fanbo lipstick No. 13 - Rp 12 000
TOTAL : Rp 68 000


(ket: Pada FOTD diatas saya memakai eyeshadow warna putih dari Mirabella Eyeshadow Kit untuk highlight. Tapi itu sepertinya nggak perlu dilakukan untuk natural look setiap hari. Saya mengenakannya agar wajah saya terlihat lebih berdimensi saat di foto)

Friday, June 22, 2012

Cheap but Great Body Care Products

Hai Semuaaa....

Akhirnya kegalauan saya yang pernah saya post disini berakhir. Kemarin adalah hari terakhir presentasi saya. Sekarang saya punya sedikit waktu sebelum saya bersibuk-sibuk mempersiapkan acara keluarga pada tanggal 24 nanti.

Saya termasuk orang yang seneng banget coba-coba body produk, mulai dari lulur, lotion, body butter, sabun mandi, dan lain-lain. Biasanya yang bikin saya "melirik" untuk pertama kali sih aromanya. Jadi, saya termasuk yang sering banget berganti-ganti bodycare. Tapi, walau sering ganti, saya punya beberapa produk andalan, yang selalu saya repurchase kalau lagi nggak ada ide coba-coba. Pokoknya beberapa kali icip sono sini, ujung-ujungnya balik lagi kesini. Dan pastinya, produk-produk favorit saya ini masih on budget. Kulit jadi cantik, tapi nggak bikin kantong jebol.

Ini produk-produk andalan saya:



Maaf ya, kualitas gambarnya jelek bet (bet?). Itu karena camdig kesayangan saya lagi dipinjem sama Kanjeng Mami. Dan karena saya sudah teramat-sangat kanget ngeblog, jadi saya nekad posting dengan gambar yang diambil dengan kamera BB. Dimaafkan, kan?


  1. Johnson & Johnson Baby Milk Bath

    Walau saya suka gonta-ganti sabun mandi, tapi pilihannya terbatas karena kulit badan saya kering. Kalau keseringan memakai sabun dengan kandungan detergent tinggi, kulit saya langsung kering, bersisik, dan nggak jarang lecet karena iritasi. Dokter kulit saya juga menyarankan saya selalu memakai sabun yang kandungan detergent-nya rendah, yang konsekuensinya, busanya juga nggak banyak.
    Awalnya saya nggak demen sih, karena rasanya licin-licin dan berasa habis mandi pakai oli. Tapi kanjeng mami bilang, perasaan kesat setelah memakai sabun itu bukan berarti bersih lho. Itu cuma sugesti aja kalau kita ngerasa kesat sama dengan bersih. Kesat sama dengan bersih cuma berlaku untuk sabun pencuci piring *sektoral dapur*.
    Lama-lama saya malah demen sama sabun-sabun model beginian. Rasanya lembab dan tekstur kulit bener-bener jadi tambah lebih baik.
    Saya sudah mencoba Dove, Leivy, Vienna, Cusson, Palmolive, dan lain-lain. Saya suka semua, tapi Johnson milk Bath ini yang paling saya suka. Karena selain baunya yang heavenly banget, teksturnya lembut, melembabkan, juga tersedia dalam ukuran yang super besar dan ada reffilnya.
    Oh...iya, beberapa bulan yang lalu, saya sempat sok-sokan pakai sabun extraderm karena pengen ngeratain warna kulit badan saya yang belang-belang. Tapi itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya T.T. Kulit saya kering dan iritasi parah. Saya hanya tahan memakainya selama seminggu. Sayang ya :(.

  2. Johnson & Johnson Baby Powder Nourishing with Milk

    Secara tekstur, bedak bayi ini ya sama lah dengan body powder-body powder yang lain. Tapi saya suka aromanya. Aromanya mirip sama Baby milk Bath-nya, lembut dan nggak menyengat, tapi enaaakkk banget. Saya suka pakai di seluruh badan kalau mau tidur malam. Saya juga suka pakai di leher biar leher saya enak baunya kalau dicium. Dicium siapa? Ya siapa tau ada yang mau nyium. Anyone? :D
    Selain untuk bedak badan, baby powder ini banyak juga fungsinya lho. Diantaranya:
    - Ditaburkan di kaki sebelum memakai sepatu.
    Gunanya untuk menyerap keringat kaki selama tertutup sepatu, sehingga kaki nggak bau >'<
    - Ditaburkan sedikit dirambut kalau rambut berminyak dan nggak sempet (baca: males) keramas.
    Gunanya untuk menyerap minyak di rambut agar rambut nggak terlalu lepek. Tapi setelah itu jangan lupa dibersihkan, biar nggak dikira ketombe :p
    - Ditaburkan di pipi bagian bawah mata saat memakai eyeshadow.
    Gunanya untuk meng-alasi kulit kita, agar bila eyeshadownya rontok berjatuhan, nggak mengotori kulit muka kita dan merusak riasan kita. Saya suka memakai bedak bayi untuk hal ini, karena warnanya transparan. Setelah selesai memakai eyeshadow, kita tinggal menyapu bedak (bersama dengan eyeshadow yang berjatuhan) dengan fan brush. Sreeettt...bersih lagi deh :)
    - Kadang kalau kehabisan loose powder, yang mana akhir-akhir ini jarang ada kejadian seperti itu karena stock loose powder saya saat ini bejibun, saya juga memakai Baby powder untuk muka.
    - Ditaburkan di bulu kucing atau anjing saya biar wangi dan unyu-nyuuuuu :)))

  3. Vaseline Total Moisture Nourishing Lotion

    Nominasi Favorit lotion saya ada tiga sih: Vaseline ini, Johnson Baby milk, dan Jergens Aloe. Tapi setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memilih Vaseline, karena teksturnya paling enak, cepat menyerap tetapi tetep melembabkan kulit. Aromanya juga netral. Saya sebenernya lebih suka aromanya pas jaman-jaman belum di tambah "oat extract + stratys" sih. Tapi ya sudah lah, gappapa deh adanya ini ya dipakai aja --".
    Tapi kalau ini habis, saya kepingin nyobain lotion keluaran Dove.
    Beberapa bulan yang lalu, bebarengan dengan saya memakau sabun Extraderm, saya juga mencoba memakai Nivea extra whitening lotion dan night lotion. Tapi lagi-lagi, saya nggak betah, cuma sekitaran dua minggu saya memakai nivea. Bukan karena niveanya sih. Tapi entah kenapa, saya nggak pernah suka dengan aroma whitening lotion, apapun merknya. Walau mengandung aroma ini dan itu, bagi saya kok tetep ada aroma khas whitening lotion yang saya enggak suka.
    Oh iya, FYI saja sih, bu Lady menyebut lotion dengan "henbodilonyo". :D

  4. Lulur Mandi Susu Purbasari

    Sebenernya ini bukan lulur, tapi body scrub. dari pengalaman perluluran saya selama ini, menurut saya teksrtur lulur purbasari ini adalah yang paling yahud diantara lulur-lulur lain (yang pernah saya coba). Krimnya nggak terlalu pekat. Scrubnya juga pas, nggak terlalu kasar dan nggak terlalu lembut, dan scrubnya banyak :). Pokoknya acara luluran jadi asik deh. Makanya walau icip lulur sana dan sini, ujung-ujungnya tetep deh balik ke purbasari. Dan diantara berbagai merk lulur yang pernah saya punya, purbasari ini adalah lulur yang waktu habisnya biasanya paling cepet. Yang artinya kalau pakai purbasari, saya jadi rajin luluran.
    Tapi sayangnya saya nggak suka aroma lulur-lulur purbasari kecuali yang Gingseng, soalnya baunya floral menyengat. Kalau yang gingseng saya suka karena baunya jamu.
    Saya memakai varian Susu karena varian ini yang paling terasa efek halus dan lembabnya setelah acara berlulur. Apalagi kalau setelah mandi lulur, dihandukin, kulit masih lembab-lembab gitu ditiban lotion. Pasti lembab dan rasa halusnya lama. Tapi tetep saya biasanya ganti-ganti antara varian Susu dengan Gingseng.

    Tekstur Lulur Mandi Susu Purbasari

  5. Taman Sari royal Heritage Spa: Papaya Enzime Body Polish

    Kalau lagi nggak luluran, saya memakai Taman Sari Body Polish ini setelah memakai sabun mandi. Teksturnya enak deh, licin dan gampang di gosok, nggak sekentel lulur atau body scrub. Scrubnya juga lembut, jadi masih oke lah untuk penggunaan sehari-hari. Dan saya juga suka banget aromanya yang kaya jamu. Walau aromanya nggak bertahan lama di badan, tapi paling nggak bikin acara mandi lebih menyenangkan.
    Taman Sari ini adalah brand yang dikeluarkan oleh Mustika Ratu, khusus untuk body produk dan spa. Produknya lumayan banyak dan lengkap. Saya tertarik untuk mencoba body lotion, body scrub, dan body washnya juga kapan-kapan :).
    Kayaknya produk body polish yang harganya murah dan gampang dicari dimana-mana ya cuma merk Taman Sari ini. Makanya saya nggak pernah mencoba Body polish merk lain. Tapi kalau ada brand lokal lain yang mengeluarkan produk body polish dengan harga terjangkau dan aroma enak, saya akan mencobanya juga.

    Tekstur Taman Sari Body polish

  6. Taman Sari royal Heritage Spa: Hand & Food Spray

    Item kecil selalu ada di tas tangan saya. Soalnya suka saya pakai dalam kondisi darurat kalau kaki saya kerasa capek banget habis jalan jauh atau kepanasan karena sepatu. Rasanya adem saat disemprot dan kemudian hangat-hangat semriwing, bikin kaki rasanya rileks.
    Selain untuk foot spray, juga bisa untuk hand spray karena mengandung anti bakteri. Semacam hand sanitizer gitu. Tapi saya nggak suka pakai di tangan, soalnya saya nggak suka baunya yang campuran jahe dengan mint (eh..bener nggak sih baunya jahe campur mint?).
    Untuk produk ini, saya selalu memilih kemasan kecil karena sering saya bawa kemana-mana. biar nggak berat dan menuh-menuhin tas. Sebenernya hand & foot spray ini udah repackaging, tapi saya masih memakai yang lama karena saya dulu terlanjur menimbun kemasan lama sesaat sebelum kemasan baru muncul ^^.
Wah, capek juga ya ngeriview produk segini banyak. Tapi lumayan lah untuk pemanasan setelah saya istirahat ngeblog selama...berapa tahun, ya?

Dan karena saya sangat sibuukkk dan sering lembur belakangan ini, jadinya saya selalu pulang malem, dan akibatnya nggak sempat (baca: males) mandi. Masa iya sih beauty blogger mandinya sehari sekali? :D. Makanya saya membeli sesuatu untuk mendongkrak mood mandi saya. Yaitu:


 


Ini Soft Scrub dan Body Butter baru keluaran Wardah. Saya memilih ini diantara merk dan varian lain karena saya suka banget aromanya: Passion Fruit. Aromanya manis dan bikin semangat. Kebetulan saya suka aroma manis-manis fruity seperti ini. Soalnya cocok dengan pribadi saya yang manis, sexy, elegant, menyenangkan, ramah, feminin, baik hati, lemah lembut, pengertian, ceria, keibuan, dan lain-lain yang akan terlalu panjang kalau di bahas disini >'<

Review Soft Scrub & Body Butter Wardah menyusul X)

Tuesday, June 12, 2012

Curhat : My Hectic Life

Oke...posting kali ini khusus sesi curhat + izin nggak nongol untuk sementara waktu x)

Beberapa hari belakangan ini, saya sedang superb-duperb sibuk dengan pekerjaan saya. Dan semuanya bertumpuk dan mendekati deadline. Sebenarnya deadline pekerjaan masih akhir bulan ini. Tapi karena ada acara keluarga yang bagi generasi tua pentingnya setaraf hidup dan mati, keluarga saya mendesak agar sebelum tanggal 23 saya sudah harus bisa meluangkan waktu dan pikiran saya sepenuhnya untuk mereka X_x. Jadilah saya berkebut-kebutan dengan segala aktivitas saya. Teman-teman saya bahkan bilang, segala tindakan saya akhir-akhir ini begitu melelahkan untuk dilihat. Lari kesana, lari kesini, mengerjakan ini, mengerjakan itu, kadang bahkan mengerjakan ini dan itu secara bersamaan. Kepala saya terasa mau pecah.

Di tengah situasi yang sudah cukup semrawut tersebut, mendadak ibu saya menelphon, dan meminta saya mencari baju untuk acara keluarga di akhir bulan, yang HARUS sepasang dengan pacar saya. ~Kalau Ibu saya bilang "tolong" itu artinya " HARUS". Kalau ibu saya bilang "HARUS" itu artinya "Lakukan atau nggak usah pulang selamanya" Ohh..saya cinta sekali ibu saya yang menurunkan sifat judes dan keras kepalanya ke saya x)))~ Bukan cuma saya yang stres, tapi juga pacar saya. Sementara dia juga berkebut-kebutan dengan pekerjaannya di Jakarta, ini malah di haruskan pulang untuk acara ukur baju ^^. Akhirnya saya mengusulkan, sudah deh, beli batik sarimbit aja yang sudah jadi. Saya yang carikan, pacar nggak perlu pulang. Pacar senang, ibu saya senang, semua senang, saya masuk surga.

Masalah terselesaikan? Belum. Saya baru sadar saya nggak bisa mengira-ngira ukuran baju pacar saya, dan saya juga nggak punya waktu untuk mencari-cari batik sarimbit yang cocok dan masuk di selera kami berdua. Sampai saat ini, saya bahkan belum ada gambaran kapan saya bisa membeli baju untuk kami berdua :(.

Seolah-olah segalanya belum cukup memusingkan, saya harus mengalami kecelakaan. Motor yang saya naiki dipepet orang dan nyaris jatuh ke Selokan Mataran (sejenis sungai kecil di pinggiran jalan Jogja). Beruntung motor saya terhalang tanaman rambat sehingga nggak masuk ke sungai. Tapi tas tangan saya terlempar dan masuk ke sungai bersama dengan hape, dompet, kamera, makeup pouch, flashdisk, dan file-file pekerjaan.Saya juga beruntung karena penduduk di sekitar kejadian menolong saya dan ada bapak-bapak yang berbaik hati masuk ke sungai dan mengambilkan barang-barang saya yang belum hanyut. "Terimakasih semua," :).


Kaki saya terkilir dan selama tiga hari saya tidak bisa mengendarai motor maupun mobil sendiri, sehingga untuk kemana-mana (bahkan ke tempat kerja) saya harus naik Taxi seperti anak pejabat. Handphone dan kamera saya jelas rusak, tapi yang paling membuat frustasi adalah, file-file pekerjaan saya hancur total sehingga di waktu yang semakin menyempit ini saya harus mengulang segala pekerjaan saya dari awal.

~jujur saja, kalau sudah begini saya kangen masa sekolah. Sakit menjelang ujian? Surat dokter donk, minta ujian susulan. Kalau sekarang minta mundur tanggal jatuh tempo laporan, saya bisa dimeja hijaukan X_x~

Situasi yang super serabutan ini terus terang membuat emosi saya naik turun. Orang-orang terdekat saya mungkin sudah paham, dan hanya akan memutar bola mata ketika saya mulai marah-marah nggak  jelas. Tapi bagi orang yang belum begitu mengenal saya, dan kebetulan entah kenapa bersinggungan dan memunculkan sisi frustasi saya akan situasi saat ini, bisa saja shock dan mengalami trauma berkepanjangan. Total sudah 4 email yang saya terima yang isinya permintaan maaf karena membuat saya marah. Dua diantaranya adalah follower blog saya :) "Maaf, Dear. Bukan kamuh yang salah tapi akuh yang lagi #selo" :'(.

Dan saya jadi nggak enak hati sendiri. Ini kondisi saya yang sedang nggak enak, tapi kenapa saya harus membawa serta orang-orang di sekitar saya?

Dan salah seorang yang saya follow di twitter pernah ngetweet: "kalau mood sedang nggak enak, mending jauh-jauh deh dari twitter" (hai kamu, yang suka ngetwit begitcu :*).  Dan saya rasa itu berlaku juga untuk media sosial yang lain. Dari pada saya mengguncang kedamaian sosial yang sudah ada, akan lebih baik kalau saya menyelesaikan dulu semua pekerjaan saya dan mendinginkan kepala saya sebelum saya ngider dan bersosialisasi lagi :D.

Semoga pekerjaan saya bisa selesai cepat bahkan sebelum tanggal 22, sehingga saya masih sempat posting sebelum bersibuk-sibuk dengan keluarga :).

Salam hangat dan maaf untuk yang pernah terkena badai emosi saya :)) *celupin kepala ke sumur*

Saturday, June 9, 2012

Makeupnista Challenge: Batik Metal










~saya mengambil foto di kamar adik saya. Berantakan ^^ ~

Sejujurnya saya belum siap untuk posting makeupnista challenge: BATIK. Tapi ya sudah lah. Berhubung selama ini saya yang paling galak nagih-nagih ke tante-tante Makeupnista untuk segera post, jadi saya pun harus post ^^

Awalnya saya mau Face Art. Lucu aja liat muka saya di gambar-gambarin macem-macem. Tapi gagal melulu. Ya iya lah, saya nggambar di bidang datar aja nggak bisa apalagi di bidang abstrak kaya muka saya (__"). Jadi ya sudah saya harus cukup puas dengan FOTD dan OOTD dengan batik.

kita mulai yak ^^

Di jaman sekarang, batik semakin variatif dari segi corak dan warnanya. Nggak melulu satu warna yang membosankan. Satu kain batik bisa sangat kaya akan warnanya. Contohnya dress batik yang saya punya ini:

 

Sangat kaya warna tanpa meninggalkan kesan etniknya. Motif batik yang rumit dan njlimet juga menjadi daya tarik

Dulunya batik merupakan kain eksklusif yang dibuat di dalam kraton, dan hanya untuk dikenakan oleh Raja dan para abdi dalemnya. Jadi bisa dikatakan, batik adalah kain yang mewah. Bayangkan saja pengerjaan batik tulis bermotif rumit yang menggunakan canting dan malam, pastinya sangat lama, membutuhkan keahlian dan ketelitian tinggi, dan jelas dihargai sangat mahal.

Tapi pada jaman sekarang, motif batik ini mulai diproduksi dengan cara yang lebih praktis dan modern, diantaranya dengan cara di cap atau di print. Tentu saja secara "nilai" dan kualitas, batik print dan cap tidak setinggi batik tulis. Bahkan pada jaman sekarang, motif batik ini sudah bisa kita temui pada bermacam-macam pakaian. Mulai dari dress, hem, daster, bahkan celana santai pun ada. Walau begitu, saya masih menangkap kesan "mewah" pada saat saya melihat sehelai kain batik.

Menurut saya, kain batik dengan warna apapun, akan tampak tambah memukau bila di padukan dengan perhiasan atau aksesori berwarna prada (emas) yang sudah tua.



 

Dan karena batik yang saya kenakan dominan warna hijaunya, jadi saya tambahkan juga aksesori berwarna hijau.

 


Karena saya mengambil sisi mewah dari kain batik, jadi FOTD saya kali ini adalah untuk melengkapi pemakaian dress batik untuk acara resmi, misalnya kondangan. Dan saya kasih judul: Metal. Yang artinya Menor Total :))). *bebas kan ya saya kasih judul apapun?*

Dan ini FOTD saya.





FACE
LT Pro Shade & Tint Kit
Sleek Flamingo Blush


 

EYE
Caring Luxurious Perfecting Shadow in Pink Wave
Oriflame Liquid Eyeliner - Black
Max Factor Pencil Eyeliner - Black
PAC Pencil Eyeliner - White
Inez Eyebrow Pencil


LIP
Sariayu Duo lip Colour Denting Kecapi
 
Karena rambut saya sudah pendek dan bingung juga mau saya apakan, akhirnya satu sisinya saya tarik ke atas dan saya jepit:

Cukup tentang saya :)

Saya sangat-sangat senang karena sekarang minimal sebulan sekali, beauty blogger Jogja-Solo dipaksa untuk mengupdate blognya :). Jadi blog-blog kami akan tetap eksis dan nggak mati walau kami dalam kondisi yang sangat malas dan penuh beban hidup sekalipun. 

Tentang apa itu makeupnista dan link-link blog mereka yang telah bersedia meluangkan waktu mereka untuk berkreasi dengan Batik, bisa dilihat di post saya sebelum ini. Yang jelas, saya bangga dan senang sekali bisa menjadi bagian dari mereka. Lihat saja, dengan segala keterbatasan properti *eyeshadow jadi lipstick, blush jadi eyeshadow, dll* mereka tetap bisa eksis dan hasilnya cantik. Boleh donk di adu dengan yang alat makeupnya lengkap dan super mahal ^^.

Tunggu Makeupnista Challenge bulan Jully yah.. ;)

Tuesday, June 5, 2012

Tentang "Makeup-Nista" :)



 Logo Makeupnista di desain sepenuh hati sepenuh jiwa oleh desainer profesional kami:
Monika Agustami Kristy

Dan bisa diambil dengan bebas di My Art Documentation


Jadi, tolong hargai designernya yak.Tinggalin sekedar "hai" atau ucapan terimakasih untuk Designer-nya bila mengambil Logonya :)

 

Apa keuntungan utama menjadi seorang beauty blogger?

Diundang ke event-event produk kosmetik?
Mendapat free product dari perusahaan kosmetik?
Mendapat makeover gratis dari MUA terkenal?
Jadi popular, bisa bikin album rekaman, pacaran sama artis, dan kemudian main sinetron?

Sayangnya, nggak semua beauty blogger seberuntung itu. Terutama bagi kami-kami yang di "daerah", atau di luar Jakarta. Event-event untuk beauty blogger kebanyakan diadakan di kota besar semacam Jakarta, bukan di kota kecil seperti jogja atau Solo :).

Tapi sebenernya itu nggak masalah bagi kami, beauty blogger wilayah Jogja dan Solo. Karena memang tujuan kami membuat blog bukan itu. Ada yang menggunakan blog ini sebagai sarana untuk belajar makeup, ada yang ingin menjadi makeup artist suatu hari nanti, ada yang ingin menularkan kecintaannya terhadap makeup, ada yang ingin mendokumentasikan karyanya, bahkan ada yang sekedar pingin beken dan pingin foto-foto narsisnya eksis.

Oke, dua yang terakhir itu saya (__").

Intinya kami disini bener-bener murni kepingin berbagi wajah cantik kami dan kecintaan kami terhadap makeup.

Dan kami semua bener-bener nggak menyangka sama sekali kalau ternyata ada keuntungan yang lebih besar dari pada sekedar diundang event ataupun sekedar mendapat free produk. Kami mendapat teman-teman baru yang langsung klik dan dengan minat yang sama. Teman-teman disini bukan hanya sesama beauty blogger, tetapi juga follower-follower (non beauty blogger) yang bersedia berbagi dengan kami.

Salah satu keuntungannya adalah mendapat teman hangout yang menyenangkan :)
*Beauty Blogger kok makannya banyak amat, yak?*


Awal pertemuan saya dengan beauty blogger yang berdomisili di Jogja dan Solo adalah di Gathering IBB Joglo yang pernah saya post disini. Awal-awal mau datang gathering, seperti semua orang yang mau mencoba sesuatu yang baru, perasaan saya juga campur aduk. Antara bersemangat dan sedikit takut. Iya, jujur saya sedikit takut. Bagaimana kalau ternyata saya nggak diterima oleh mereka? Bagaimana kalau ternyata saya dianggap nggak selevel dengan mereka? Bagaimana ini? Bagaimana itu?

Saya sudah parno memikirkan akan bertemu dengan serombongan mbak-mbak yang super rempong & jaga image. 

Tapi ya sudah lah, saya nekad saja datang. Apalagi sebelum acara gathering besar itu, saya sudah bertemu duluan dengan Monika dan Ephong, dan kesan pertama saya terhadap mereka baik banget, mereka nggak tampak seperti geng Nero ataupun bertingkah sok artis. Jadi saya pikir, kalaupun yang lain nanti ternyata nggak welcome dan bertingkah aneh, saya masih bisa ngumpet di ketiaknya si Ephong dan Monika --".

Ternyata mereka nggak ada jaim-jaimnya dan ramah-ramah :'). Saya langsung cocok dan merasa nyaman bersama mereka. Berteman dengan ceweq-ceweq yang hobi makeup itu menyenangkan sekali lho. Bagi yang berpendapat: "temenan sama ceweq nggak enak, enakan sama cowoq". Saya berpendapat: "Pasti temen-temen cewek kalian nggak asik. Makanya cari temen yang asik donk".

Maaf, saya bercanda :D


Setelah merasakan enaknya punya temen pecinta make-up, saya jadi ketagihan nih *Bapak kalian Pil Koplo, ya? Habis kalian bikin saya nagih berat..*. Dan saya berpikir, kenapa nggak gathering lagi dengan orang yang lebih banyak? Soalnya belum semua beauty blogger Jogja-Solo bisa terkumpul waktu itu. Saya sih pinginnya semua kumpul.

Bukan cuma beauty blogger, tapi semua pecinta makeup yang ada di Jogja dan sekitarnya, atau berada dimanapun dan ingin bermain bersama kami di jogja. Pasti asik banget.

Jadi kami menggunakan nama "Makeup-nista". Namanya jijay unik amat? Siapa yang kasih nama, ya? Yang kasih nama, mamanya Putri. Kebetulan mamanya Putri itu fashionista alias pecinta fashion. Ketika melihat sekumpulan bencong makeup ngumpul, si Tante bilang, "Makeup-nista". :D Yang artinya: Pecinta Makeup :))). Siapa saja yang cinta makeup boleh ikutan. 

~Tentunya kami para beauty blogger, akan terus belajar untuk memperbaiki "artikel-artikel" kami. Berkumpul bersama pecinta makeup non blogger bukan berarti kami-kami yang blogger ini berhenti sharing dengan sesama blogger kok. Dan yang bukan-blogger juga bisa mendengarkan kami, siapa tau tertarik untuk jadi blogger.~


Nah, untuk memamerkan kecantikan ke-eksis-an kami, kami membuat semacam tantangan dandan pada minggu pertama setiap bulannya, dengan tema khusus. Di post di blog kami masing-masing saja. Tujuannya agar para beauty blogger Jogja-Solo terpaksa terdorong untuk terus mengupdate blognya dan pastinya sedikit demi sedikit hal ini akan meningkatkan kenarsisan skill makeup kami.

Tema Makeup-nista Challenge bulan Juni sekaligus Makeup-nista Challenge yang pertama adalah:

BATIK

Susah amat tema-nya?

Nah, kalau itu salahin si Merry aja. Dia yang punya ide Batik untuk pertama kali.

:P

Nggak susah kok. Tema Batik ini boleh di interprestasikan dengan bebas sebebas-bebasnya. Bagi yang kreatif, suka rempong, dan kurang kerjaan, bisa bikin face art Batik. Tapi bagi yang suka simple, nggak mau ribet, dan nggak kreatif, boleh kok kalau mau sekedar OOTD batik, dengan ditambah FOTD atau EOTD atau NOTD atau HOTD atau kalau terpaksanya nggak bisa ya LOTD aja, dengan makeup yang cocok bila dikenakan bersama pakaian batik :). Pokoknya bebas. Terserah yang penting ada unsur Batiknya.

Yang sudah menjawab tantangan Makeupnista Challenge adalah:
  1. Puput (Face Art)
  2. Yosin (Face Art)
  3. Putri (OOTD, FOTD)
  4. Dhewie (FOTD)
  5. Dhiny (FOTD)
  6. Dila (Face Art)
  7. Merry (Face Art)
  8. Monica (Face Art)
  9. Tintaz (FOTD, OOTD)
  10.  Saya ^^ (FOTD, OOTD)
     
Eh..ada satu lagi nih yang ikutan. Yang ini spesial banget karena masih 13 tahun. Tapi boleh banget lho makeupnya :))
      Annisa (FOTD)

Daftar akan di edit setiap ada yang posting Makeupnista Challenge.

Dan kami masih menunggu: Ephong, Vicky, Lady, dan Raisa.

~khusus Vicky yang lagi banyak tugas, mungkin nggak bisa minggu ini. Tapi nggak papa deh, Mak. Masih ditunggu. Tapi ini khusus Vicky ya. Buat yang laen: mau banyak tugas, mau banyak syuting, mau banyak pacar, mau beranak, pokoknya minggu ini! *pilih kasih* ~ 

Buat blogger-blogger Jogja lain (yang saya tahu: Fifi, Intan juwita, kurnia Putri), ayok donk ikut tantangan ini, biar seruuu!!! Dan saya berharap banget kalian bisa datang di Gathering kedua kita :).



Oh, dan terakhir saya mau pamer. Buat beauty blogger Jogja, saya ternyata bisa dapet free produk lho! :). Saya mendapat free produk dari.........................TINTAZ. Hahaha.. Lebih tepatnya saya merampas dikasih blush on milik Tintaz. Ini dia free produk saya:




Sekian tentang kami.
Semoga kami semakin besar dan berjaya, dan makin bertambah teman lagi :)


NB: Maaf foto-fotonya cuma saya dan Tintaz. Sebenernya kami ada banyak, dan semua akrab dan sering kelayapan hangout bersama. Cuma kebetulan, itu adalah foto hangout terakhir saya yang belum sempat saya post. Jadi sekalian saja nebeng beken disini :D.

Friday, June 1, 2012

Max Factor Foundation : Elixir Vs Miracle Touch (Part 3 : FOTD Miracle Touch - Finish)

Di dua post sebelumnya saya telah mereview Elixir dan MT, dan juga melakukan pemotretan (pemotretan?) dengan menggunakan Foundie Elixir. Sekarang, giliran MT yang akan kita lihat performanya di wajah saya.


Max Factor Miracle Touch Liquid Illusion Foundation (aply dengan angeled sponge)


1. Sesaat setelah memakai foundie, dan belum di set dengan powder

 


 

 Saya tidak menggunakan sponge bawaan dari MT karena kualitasnya jelek ^^, tapi saya menggunakan angeled sponge atau sponge foundation berbentuk segitiga. Caranya: sponge saya colekkan begitu saja ke pan, lalu tempelkan di wajah. Sedikit di tepuk-tepuk untuk meratakannya.

Shade 45. Warm Almond cocok untuk kulit saya. Dan lihat muka saya tampak lebih "berbubuk" dan matte daripada saat saya memakai foundie Elixir, tapi nggak dead matte juga. Dan yang jelas, jauh lebih natural daripada Revlon Colorstay Liquid Foundation.

Walau bentuknya cream, tapi MT ini coveragenya sedang-sedang saja alias medium. Flek di pipi kanan saya tetap tidak bisa tertutup dengan baik.


2. Setelah di set dengan Makeup

 


 

Ultima The Nakeds Loose Powder L2
Inez Eyebrow Pencil Brown
PAC Eyeliner Pencil Black & White


 3. Setelah tiga Jam

 



Lagi-lagi saya mendapati muka saya tampak berminyak. Oil control MT juga nggak begitu bagus, tetapi mending lah daripada Elixir. Muka saya nggak tampak seperti habis disiram bensin seperti ketika saya memakai Foundie Elixir
 


Max Factor Miracle Touch Liquid Illusion Foundation (dengan base/primer sebelumnya & aply dengan spatula + angeled sponge)


Sejujurnya saya penasaran dengan coverage MT. Bisa nggak sih di build jadi Full Coverage? Jadi saya mencongkel krim ini dengan spatula dan meng-aply banyak-banyak ke muka saya, layer per layer. Karena proses congkel-mencongkel inilah saya jadi sadar kalau Miracle touch Foundie itu isinya sedikit banget. Baru di colek sedikit aja udah mentok ke dasar Jar >'<

hasil colekan saya yang bar-bar


1. Foundie sebelum di set dengan bedak


Saya memakai primer sebelum MT foundie. Ini saya layer sampai tiga kali, dan hasilnya flek saya tetap nggak tertutup, tapi muka saya jadi tampak "dempul" banget kayak tembok. Tapi beberapa saat kemudian dempulnya ilang kok, mungkin karena muka saya mulai berminyak, jadi lebih bercampur dan ngeblend.


2. Set dengan Makeup



 
 
Ultima The Nakeds Loose Powder L2
Inez Eyebrow Pencil Brown
PAC Eyeliner Pencil Black & White


 3. Setelah tiga Setengah Jam

 


 

Sebelumnya maaf, karena kelabilan saya dalam memilih, jadi warna lipstick dan blush pada foto awal dan ini berbeda. Saya memutuskan mengganti warna lipstick dan blush, agar lebih sesuai dengan warna keseluruhan outfit saya, tetapi saya lupa mengambil gambarnya (__").

Pada foto ini saya memakai:
 Inez lipstick Caramel

Bila menggunakan base dan dilayer bertumpuk, MT ini lumayan juga lho oil controlnya. Muka saya nggak tampak begitu mengerikan setelah beberapa jam. :)


Sekian review dan FOTD saya. Panjang banget ya? :D. Kalau disuruh memilih, saya tetap akan memilih Elixir. Alasannya sudah saya tuliskan di part 1.

Saya harap tiga post saya ini bisa memberi gambaran mengenai foundie Max Factor ini. 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...