Wednesday, May 18, 2016

Personal Make Up Lesson with Arty Ardiwinata MUA (Part 1: Basic Make Up)


Bulan lalu, saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke studio Arty Ardiwinata MUA, sekaligus belajar make up secara privat langsung dari Arty MUA. Wow! Tentunya saya nggak mau dong menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Kapan lagi coba ada kesempatan belajar make up secara privat, langsung bersama ahlinya?

Saya sejujurnya sudah beberapa kali mengikuti Make Up Workshop. Terus saya juga merasa sudah katham tuh belajar tehnik-tehnik make up dari blog dan youtube. Jadi awalnya saya mikir banget, perlu nggak sih saya ikutan Personal Make Up Lesson? Tapi karena super penasaran, dan selagi ada kesempatan, ya udah deh, saya memutuskan untuk mencoba.

Dan setelah mengalami sendiri, ternyata memang Pesonal Make Up Lesson ini penting banget kalau kita memang mau belajar make up dengan benar. Yang saya rasakan adalah:

  1. Lebih Privat
    Sesuai dengan namanya, Personal Make Up Lesson tentu saja lebih privat daripada Make Up Workshop yang pesertanya banyak. Jadi saya bisa puas bertanya dan nggak harus malu karena dandan di tengah banyak orang. Selain itu, perhatian pengajar juga tertuju sepenuhnya ke saya. Jadi berasa nggak rugi deh!

  2. Fokus ke bentuk wajah dan jenis kulit saya
    Kebutuhan make up untuk masing-masing orang tuh beda-beda. Misalnya nih, wajah saya bentuknya kotak dan chuby. Tentunya membutuhkan tehnik contouring, bentuk alis, dan teknik menyapukan blush on yang berbeda dari orang kebanyakan. Nah, tehnik-tehnik khusus yang spesifik itulah yang tidak bisa saya temukan ketika saya mengikuti sebuah workshop make up, atau belajar make up via youtube.

  3. Lebih detail
    Karena pengajar hanya mengajarkan pada satu atau dua siswa, tentunya apa yang diajarkan lebih detail. Step-step ketika berdandan tidak akan ada yang terlewat atau terbalik, dan ketika ada kesalahan, bisa ketahuan dan langsung segera dikoreksi.

  4. Hal-hal yang tidak bisa diajarkan secara visual
    Saya selama ini belajar make up hanya dari youtube dan blog saja dan sesekali ikut workshop make up. Tapi ternyata ada beberapa hal yang membutuhkan pertemuan langsung untuk mempelajarinya. Misalnya: tehnik aplikasi foundation. Selama ini saya mengira tehnik saya udah bener. Ternyata setelah dikoreksi oleh Arty, saya baru tahu kalau tekanan saya dalam mengaplikasikan foundation kurang ringan dan kurang stabil. Pssstt...aplikator yang saya pakai selama ini ternyata juga kurang tepat loh! Hihihi...pantesan selama ini kok saya ngerasa foundation saya nggak pernah bisa awet gitu.

Intinya sih, ada hal-hal yang memang nggak bisa kita dapat dengan hanya membaca blog atau menonton youtube. Pernah kan ngerasain, walau sudah bisa dandan, tapi kenapa ya kalau didandanin MUA hasilnya lebih awet dan manglingi? Padahal produk-produknya udah kita contek habis. Ya itulah, karena memang ada tehnik-tehnik khusus yang kita nggak tau. 

Langsung aja yah, kita masuk ke kelas saya.


Hal pertama yang dilakukan adalah kita membuka dan melihat alat make up saya. Lalu, saya disuruh menjajarkan semua alat make up saya. Dimulai dari yang pertama dipakai, termasuk aplikatornya, sampai dengan produk terakhir.

Dari situ, Arty bisa menilai, mana step saya yang kira-kira kurang tepat dan dikoreksi dulu di awal. Saya juga diberitahu, apa yang masih kurang dari peralatan saya. Dan bila ada step atau alat yang dirasa tidak diperlukan untuk saya, juga akan dihilangkan. Karena make up itu bukan tentang menumpukkan sebanyak mungkin produk ke kulit yah. Dan ternyata nih, untuk kulit saya, saya nggak perlu pakai corector sebelum concealer. Beberapa brush yang saya pilih ternyata juga kurang sesuai untuk saya.


Setelah paham benar, apa yang saya butuhkan, dan mengapa saya membutuhkan ini dan tidak membutuhkan itu, barulah dimulai step make up. Tapi sebelumnya, Arty menekankan mengenai pentingnya penggunaan skincare sebelum make up. Istilahnya, nggak usah coba-coba pakai make up deh kalau skincare aja nggak mau pakai! Karena kasian kulitnya didempul-dempul tapi nggak dirawat. Dan yes, saya setuju banget!

Seperti biasa, make up saya awali dengan penggunaan primer. Untuk jenis kulit seperti saya, cukup menggunakan primer di area T. Setelah itu masuk ke foundation. Nah ini menarik. Di sini, saya diajari bagaimana cara memilih warna foundation yang benar-benar tepat untuk warna kulit saya. Dan karena ternyata nggak ada foundation saya yang warnanya tepat, jadi saya harus mencampurkan dua macam foundation. Tenang aja, nanti cara mencampur sampai mendapat warna yang tepat juga di ajarin kok. 

Soal foundation ini, Arty juga memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis foundation. "Ah, jenis foundation kan banyak artikelnya!" Eits...jangan salah. Bahkan saya pun takjub loh, ada beberapa pengetahuan baru soal foundation. Tau nggak sih, kita bisa mengetahui tekstur foundation dengan hanya melihat kemasan produknya? :D


Lalu masuk ke aplikasi. Saya diminta mengaplikasikan foundation ke wajah saya, dengan cara saya sendiri. Dan ternyata cara saya kurang tepat loh. Cara yang selama ini saya pakai cenderung boros produk dan kurang bisa memaksimalkan coverage sebuah foundation. Jadi, Arty kemudian memberi contoh cara aplikasi yang benar untuk saya, beserta tekanan kuas yang tepat untuk aplikasi foundation ke kulit. Yang ini tidak bisa saya bagikan, karena tentunya cara untuk masing-masing orang akan berbeda, tergantung dari jenis kulit dan produk foundation-nya. Hmm...sekarang saya tahu rahasia agar foundation bisa lebih awet dan "nutup" tapi tetep kelihatan natural.

Pas saya cerita soal ini di Instagram @sekararumw, ada beberapa yang minta saya untuk bikin tutorial aplikasi foundation yang tepat ini. Tapi nggak bisa yah. Seperti yang saya bilang di atas, ada beberapa hal yang nggak bisa dipelajari secara visual aja. Gimana coba cara saya menjelaskan tekanan yang kuas yang tepat ke kulit wajah? Itulah mengapa saya ikut Personal Make Up Lesson ini.


Hal selanjutnya yang menarik bagi saya adalah sesi contouring. Kenapa menarik? Karena.....saya buta sekali perihal contouring. Karena selama ini saya cuma belajar contouring dari youtube. Dan yang selama ini banyak saya lihat di youtube, tidak begitu sesuai untuk bentuk wajah saya. Jadi, bentuk wajah saya memang unik. Square dengan tulang rahang yang tajam, yang butuh perlakuan khusus saat contouring

Di sini juga Arty memberitahu apa yang selama ini sudah saya yakini, bahwa bentuk wajah saya bagus-bagus saja, nggak ada yang salah, dan bukan untuk 100% diubah/ ditutupi. Make up disini tidak bertujuan untuk 100% mengubah bentuk wajah saya, tetapi mempercantik dan memaksimalkan yang sudah cantik. Jadiiii, bukan berarti saya harus tirus seperti yang selama ini sering pada komen di instagram yah: "mbak kok rahangnya kotak? Jelek ah. Di shading dong biar ketutupan." Bukan itu :D. Di-shading pun bentuk rahang saya tetap akan kotak. Cuma yang dicari adalah, bagaimana menampilkan rahang kotak yang terlihat cantik.

Saya suka sekali dengan konsep ini!

Pernah mengalami udah susah-susah shading hidung, tapi hasilnya entah itu nggak ngefek, atau bentuk hidung terlihat aneh, atau malah kelihatan fake? Saya banget! Di sini, saya diajarkan bagaimana cara yang tepat untuk shading. Garis mana dulu yang perlu di buat, bagaimana tekanan kuas terhadap kulit, dan yang paling penting adalah memilih warna produk yang tepat untuk kulit kita. Soale kalau warna shading-nya salah, hasilnya malah muka kelihatan kotor. 

Ah...akhirnya saya punya hidung :D.


Oh iya, saya lumayan bangga nih! Untuk eye make up, kata Arty, eye make up saya sudah bagus. Mwehehehe...nggak sia-sia dong yah saya suka koleksi eyeshadow :D. 

Terus untuk alis juga katanya sudah oke, tapi Arty memberikan alternatif lain untuk bentuk alis saya, yang dirasa lebih pas untuk bentuk muka saya. Dan saya suka!

Oh iya, dari tadi kan saya bilang kalau "cara saya salah". Sebenernya sih make up itu kan "seni", penilaiannya tentu nggak mutlak seperti 1 + 1 = 2, di luar itu adalah salah. Yang dimaksudkan salah dari tadi adalah tehnik aplikasi yang nggak sesuai dengan yang saya mau yah. Jadi misalnya nih, saya mau foundation saya lebih cover dan menutup noda-noda di wajah. Untuk mendapatkan hasil yang seperti itu, tentu ada tehniknya sendiri, dan tehnik yang selama ini saya pakai, tidak bisa memberikan hasil tersebut. Jadi salah di sini bukan berarti nggak boleh digunakan sama sekali yah, hanya saja kurang tepat untuk kebutuhan saya.

Termasuk soal alis ini. Sebenarnya bentuk alis itu kan masalah selera. Kalau saya nyaman dan pede dengan bentuk alis lama saya, itu nggak papa. Hanya saja, Arty memberikan alternatif lain yang dirasa lebih pas untuk bentuk wajah saya secara keseluruhan. Dan itu hanya alternatif, pilihan tetap di tangan saya, mau pakai alis saya yang lama, atau lebih suka dengan alis yang coba digambarkan oleh Arty.

Menurut saya hal ini penting sih saya ungkapkan. Karena banyak banget yang masih nanya ke saya: "alis saya udah bener belum sih?", "warna blush on saya salah ya?". Nggak ada yang salah dan bener. Semuanya soal selera. Dan Arty akan memberikan masukan dari sudut pandang profesional MUA.


Untuk tahapan make up selanjutnya sih tidak perlu saya ceritakan. Intinya sama saja. Akan dilihat dulu bagaimana saya memperlakukan wajah saya, baru kemudian dikoreksi kalau ada yang salah. Dan saya sendiri banyak mendapat ilmu baru sih di sini. Jujur aja, saya tadinya agak sombong, saya pikir yah saya udah pinter lah make up, paling tambahannya dikit gitu-gitu doang. Ternyata enggak gitu juga. Banyak hal yang saya nggak tahu. Banyak ilmu baru yang nggak mungkin saya dapat kalau cuma dari ikutan Workshop Make Up rame-rame atau nongkrongin youtube. Dan ilmu baru yang saya dapetin itu malah ilmu-ilmu basic lho!


Oh iya, kalau pengen belajar bagaimana menata rambut yang simpel tapi cantik, dan tentunya sesuai dengan bentuk wajah, bisa juga request ke Arty untuk mengajarkan sedikit. Saya tadinya paling nggak pede kalau rambut saya di curly, karena muka saya langsung kelihatan jauh lebih mature. Tapi ternyata dengan tehnik tertentu, saya cocok juga pakai rambut curly.


Selesai deh Personal Make Up Lesson saya sesi pertama. Nanti saya akan tuliskan juga sesi keduanya yah. Memang akan ada dua sesi bila kamu ikut Personal Make Up Lesson ini.

Oh iya, saya sangat merekomendasikan Personal Make Up Lesson dengan Arty MUA. Ini mungkin bisa juga dijadikan pertimbangan bila temen-temen tertarik
  1. Seperti yang sudah saya tuliskan, kita akan mendapatkan banyak ilmu dan tehnik yang nggak bisa kita dapatkan hanya dengan ikutan Workshop Make Up atau nonton youtube.

  2. Belajar make up itu, menurut saya ya harus sama MUA!
    Setiap orang mempunyai kebutuhan make up-nya sendiri-sendiri, sesuai dengan bentuk wajah dan jenis kulitnya. Nah, MUA kan biasanya menangani berbagai macam karakter wajah, jadi MUA bisa dengan cepat mengenali berbagai bentuk wajah, dan menganalisa apa saja kebutuhan kita. Arty sudah berkecimpung dalam dunia Make Up Artist Profesional selama 9 tahun. Jadi sudah kebayang dong, pengalamannya sebanyak apa?

  3. Arty adalah MUA yang berpengalaman.
    Selain sudah menjalani profesi sebagai make up artist selama 9 tahun, Arty juga pernah sekolah make up di Kuala Lumpur, dan juga mengikuti beberapa short courses di Singapure dan Jakarta. Tapi menurut saya pribadi sih, yang priceless adalah pengalamannya selama 9 tahun ini. Selama 9 tahun Arty sudah menangani klien dengan berbagai macam karakteristik wajah. Ciri khas hasil make up Arty ini adalah elegan dan tidak menor. Oh iya, Arty ini juga suka sekali melukis dan pernah mendalami seni lukis. Saya selalu memberi poin plus pada Make Up Artist yang juga bisa melukis di kanvas lain selain wajah manusia. Karena biasanya hasil make up mereka juga lebih bagus dan proporsional.

  4. Pengajar yang baik dan kelas yang fun
    Banyak sekali MUA profesional di luar sana, tapi saya merasa Arty adalah pengajar yang baik. Dia mampu mentransfer dan mengkomunikasikan ilmu dan tehnik-tehnik make up-nya dengan baik dan mudah dimengerti. Saya juga merasa kelas yang saya ikuti sangat menyenangkan. Sama sekali tidak tegang dan banyak diselingi obrolan santai. Arty sudah membuka kelas Personal Make Up Lesson ini selama 8 tahun, bahkan sebelum MUA-MUA yang lain ikut membuka kelas serupa.

  5. Waktu yang bisa disesuaikan


    Karena privat, kita bisa mengatur jadwal kita dengan Arty. Buat janji saja, kapan kita ada waktu luang dan nyaman melakukan kelas make up.

  6. Akan sangat membantu sekali loh buat kita sebagai perempuan, kalau kita bisa dandan. Saya tahu banyak sekali MUA yang bisa kita pakai jasa make up-nya saat ini. Tapi bisa dandan sendiri tentunya akan lebih praktis, hemat, dan puas :D. 

Itu sih pertimbangan-pertimbangan saya, kenapa saya merekomendasikan kelas Personal Make Up Lesson oleh Arty Ardiwinata ini.

Oh iya, ini hasil make up saya:


Untuk part 1 ini memang lebih ditekankan ke beberapa tehnik-tehnik basic make up. Hasil make up saya pun cenderung natural. Kelas selanjutnya akan ada lebih banyak ilmu lagi.

Bila ingin mengenal Arty lebih dekat atau sekedar melihat portofolionya, bisa loh main ke blog-nya atau ke instagramnya.



Dan bila tertarik untuk langsung mendaftar Personal Make Up Lesson-nya, silahkan langsung menghubungi Arty di:


25 comments:

  1. daku kangen dirimu mbak Arum..pengen banget bisa belajar make up langsung dari MUA, di Batam daku nggak tau MUA yang buka les make up mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kangen nulis2 huhuhu... :3
      Kapan2 main dong ke Jakarta. Biar bisa les di Arty MUA

      Delete
  2. waaaa, enak banget ya mbak bisa belajar langsung gitu. Saya masih newbie banget, disuruh jejerin alat makeup saya cuma punya kuas powder sama sponge masami shouko HAHA

    Sharing terus ya mbak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa aku ngerasa beruntung banget!!!
      Nggak papa. Justru harus les dari awal. Jadi tahu nanti misal mau beli alat-alat selanjutnya. Nggak kayak aku, telat. Alat-alat yang kubeli banyak yang nggak tepat.

      Delete
  3. Gw sudah becita-cita memang haru les private mba, otodidak sih OK tapi akan lebih nyoosss kalu ketemu ahlinya.
    Karena hal itu lah, kudu siapin Budget yang serius euy.

    mba arti pola pemikiranya gw sependapat, jd gak terkesan menggurui bgt yah.

    buleipotan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Les sama Arty menurutku amat sangat worth it Rif. Banyak banget ilmunya dan orangnya juga enak banget. Sabar banget jelasinnya walau ditanyain segala macem. Ini bukan karena sponsor yak. Udah ngerasain sendiri. Hehe..

      Delete
  4. mbak arum aja yang udh sering latian masih ada yang kurang tepat, gimana aku yang mekapnya gitu2 aja dan belum bisa blending eyeshadow ma kontur ahahaha perlu bgt nih les private gini.


    andiani.net

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Reiii, aku udah sombong awalnya. Paling gitu2 doang. Ternyata banyak juga yang dikoreksi hiks.
      Ayok sih les privat aku mau dah jadi tukang foto. Haahaa...

      Delete
  5. Itu les nya lbh utk meningkatkan kemampuan make up diri sendiri atau utk make up org lain jg? Trus biayanya bepergian ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang aku review ini makeup sendiri. Tapi kalau mau profesional make up juga bisa. Biaya silahkan tanya sendiri yes.

      Delete
  6. Biayanya berapa maksudnya. Sorry typo

    ReplyDelete
  7. Akirnya d post jg, makasi mba arum
    Bulan puasa inii ak jadwalkan private make up dahh 😁

    ReplyDelete
  8. kepengen les lagiii.... jogja sapa ya mbak yu mua joss? kalo ke jakarta saya miskin ongkos ew..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha nek kamu tu haruse ngelesi aku jeeenggg. Hahahaha... Nggak jajal di Martha Tilaar gitu?

      Delete
  9. Duhhh liat post mba arum ini jadi pengen banget les private gtu..kalo boleh tau biayanya berapa sih mba?biasa mentok di biaya karna kebanyakan mahal2 euy kalo les private.. >_<

    www.cleoputri.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biaya langsung nanya ke mb Arty aja yah. Nggak papa kok nanya dulu. Baik banget orangnya :).
      Menurutku sih harganya worth banget. Ilmunya banyaaaakkk dan sesinya menyenangkan.

      Delete
  10. Aku dulu prewed makeup sama Mbak Arty..pernah belajar juga sama Mbak Arty. Setuju banget klo Mbak Arty tuh nyeni banget orangnya. Mau di muka atau kanvas, semuanya oke hehehe Suka sama hasil makeupnya Arum. Can't wait to read part II :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh akhirnya ada testimoni langsung dari klien. Hihihi.. Iyaa aku agak takjub pas masuk studionya. Nyeni banget, artistik, cantik. Banyak lukisan2 karya dia.

      Tunggu ya sesi 2 nya :3

      Delete
  11. sayang banget mb gak ada videonyaa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya saya blogger bukan vlogger :(

      Delete
  12. Waauuwww... Pingin jugak sess.. Jadinya natural tp kece bangeeett.. Setuju, kalo dr liat2 di youtube, yg make up nya bagus2 pada pinter nggambar kayaknya.. =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok ses les jugaaa. Beneran worth it kok!

      Delete
  13. Ya Ampun samaan bentuk wajahnya kotak dan chubby ngerasa ngga pede bgt sumpah. Sampai ngebatin "jarang bgt lihar org dgn muka kotak :')"
    Jd aku cmn bisa siasati dgn rambut panjang potongan layer. Nah kalo make up aku pakai shading yg pixy itu bbrp kali pakai rahangnya ttp kotak sedih :') beda sama di foto pake kamera bawaan tp efek tirus level 8

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku sih pede ajaaa hahhaa.. tetep suka dan tetep ngerasa cakep :D

      Delete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...