Wednesday, April 29, 2015

[Empty Jar] April 2015: Mengapa Saya Ngasih Judul Empty Jar Padahal nggak Semua Produk yang Empty Berbentuk Jar?


Tahu nggak apa yang lucu dengan postingan Empty Jar bulan April ini? Bahwa bahkan produk-produk yang saya habisin nggak ada yang bentuknya Jar :D. Lalu kenapa tetap saya sebut Empty Jar?

Mengenai penamaan Empty Jar sendiri, saya sih ambil gampangnya aja. Ada banyak cara untuk menamai tema postingan ini, diantaranya yang paling terkenal adalah: Empties, Empty Bottle, Product I've Used Up, Hit Pan Products, dll dll. Hit Pan bahkan lebih ambigu lagi karena jarang banget ada skincare dengan pan. Tapi kata Empty Jar dan Hit Pan sebenarnya semacam udah berlaku umum, udah banyak yang tahu lah artinya apa.

Kalau mau menilik lebih jauh, banyak loh penggunaan kata dalam dunia kecantikan yang agak nggak sesuai kalau diterjemakan. Contoh: Liquid lipstick. Jadi ini bentuknya stick atau liquid? Memang sih udah banyak yang menyebut liquid lip colour atau penyebutan-penyebutan dengan nama lain terserah brand yang menamai. Tapi penyebutan liquid lipstick tetap merupakan suatu penyebutan yang paling umum digunakan untuk percakapan.

Mau contoh lagi? FOTD alias Face of The Day. Benarkah kamu dandan hari ini dan langsung di share di blog? Bukannya dandannya pas kondangan tahun kapan, yang sebulan kemudian baru dipindah dari kamera ke laptop, yang dua bulan kemudian baru sempat di edit-edit sikit, dan entah berapa tahun kemudian baru sempat merangkai kata lalu meng-upload ke blog?

Dan masih banyak istilah lain yang bisa kita kritisi. Sebenernya ya bukan cuma dalam dunia kecantikan, tapi bahasa sehari-hari juga banyak yang aneh kok tanpa kita sadari. Apalagi kalau udah ngomongin bahasa slank: seolah-olah, secara, yakaleus, dengkulmu ambyar, mbahmu keeper :D. Tadi pagi aja suami saya ngomong ke saya: "Yank, kamu belum beli odol?" Yang kalau dipikir-pikir, bahkan kami nggak pakai pasta gigi merk Odol, tapi merk Pepsodent. Iya, Odol itu sebenarnya nama merk pasta gigi jaman dulu. Entah kenapa maknanya kemudian bergeser dalam percakapan sehari-hari, odol = pasta gigi. Hal yang sama juga berlaku pada kata Sanyo untuk menyebut pompa air :D.

Tapi apa iya kita harus mikirin semua hal? Bahasa menurut saya adalah hal yang rumit dan bukan ilmu pasti. Jadi selama nggak berhubungan sama kehormatan atau hidup-mati atau kemajuan ilmu pengetahuan atau apalah yang penting-penting gewlak ghetoh, saya memilih memakai bahasa yang mudah saja. Yang penting semua orang ngerti apa yang saya maksudkan. Dari pada saya susah-susah cari bahasa lain yang lebih kelihatan intelek, tapi ternyata nggak ada yang mudeng?

Tapi ya nggak ada salahnya ding kalau misal ada diantara temen-temen yang mau memikirkan persoalan bahasa ini. Yah saya sih malah seneng, ada juga yang mau mikirin, karena kebanyakan orang biasanya nggak sempet. Saya yang nggak sempet dan nggak cerdas dan juga mengkhawatirkan kesehatan saya kalau kebanyakan mikir memilih menunggu saja. Tapi sementara koreksi belum berjalan dan orang-orang masih memakai bahasa yang umum, ya saya ikut pakai bahasa umum dulu.

Ada kok hal-hal yang sedikit saya perbaiki karena ya kalau dipikir-pikir lebih enak. Misalnya nih: kata Feminin. Orang biasanya mengucapkan dengan huruf terakhir M, alias feminim. Padahal itu salah, yang bener feminin. Dan karena kata feminin enak diucap, enak didengar, dan semua orang juga mengerti, ya sudah saya akhirnya pun terbiasa mengucap kata feminin alih-alih feminim. Lalu kata lembap. Kebanyakan orang menuliskan dengan huruf akhir B, lembab. Padahal yang benar adalah lembap dengan P. Silahkan cek sendiri di KBBI. Kalau saya salah mohon dikoreksi.

Saya membiasakan diri menggunakan kata "pasta gigi", "feminin", dan "lembap", tapi sih nggak terlalu ambil pusing dengan kata yang dipakai orang lain, sejauh ketika bercakap-cakap kami mampu menyampaikan dan menerima maksud dengan baik. Mmm...walau kadang agak meringis kalau baca/denger "lebih prefer", "lebih better", ataupun "terlalu over". Nggak sekalian "because karena", sist? Tapi ya saya nggak komen gitu lah, saya kan nggak selalu always ngeselin. Toh mungkin kasusnya sama lah kaya "Empty Jar" dan "Liquid Lipstick". Masalah kebiasaan dan yang penting jamaah mudeng :D.

Nguk-nguk <-- bahasa umum kalangan monyet. Artinya Empty Jar :p

Oke, inilah Empties Jar saya bulan April kemarin:



1. L'oreal Revitalift Aqua Milky Toner
Harga: sekitar Rp 90 000,-
Sebenernya nggak ada masalah dengan toner ini. Di saya efeknya hampir kaya Hada Labo Gokujyun Lotion yang pernah saya review di sini. Tapi harganya terlalu mahal dan nggak sesuai ekspektasi awal saya. Pas beli saya pikir ini toner yang aplikasinya pakai kapas, ternyata susah karena terlalu kental. Jadi pakai tangan langsung ditepuk ke muka. Saya kurang suka.
Repurchase? No!

2. Skinlife Facial Foam
Harga: Rp 64 000,- di Nihon Mart
Review di sini
Ini sabun muka langsung berbentuk foam yang pertama saya coba. Agak kurang demen sih karena saya suka ritual bikin busa. Tapi sabun ini lembut, nggak bikin kering, cocok banget buat kulit saya, dan baunya enak. Terus dia juga awet banget, habisnya lama!
Repurchase? Enggak dulu karena masih banyak stok sabun muka di rumah.

3. Bless Acne Cleansing Foam (sample size)
Sabun muka ini saya dapetin dari paket Bless Healthy Glow Foundation yang pernah saya review di sini. Jujur aja, saya kayaknya kurang demen sama sabun mukanya Bless sekarang. Padahal dulu saya pernah pakai lama loh! Rasanya licin-licin greasy gituh ^^.
Repurchase? Enggak

4. Aubeau Eye Make Up Base
Harga: sekitar Rp 30 000,-
Eyeshadow base ini jadi andalan saya bertahun-tahun. Lumayan bikin warna eyeshadow lebih kereng. Dan berasa aman aja gitu kalau pakai eyeshadow base sebelum pakai eyeliner atau undereye concealer, sugesti aja lebih awet. Oh iya, penyebutan yang paling umum memang eyeshadow base. Padahal pada prakteknya juga dipakai sebagai eyeliner base dan undereye-concealer base :D.
Repurchase? Nggak. Susah nyarinya di Jakarta. Saya sekarang pakai La Tulipe eyeshadow base dan lag mikir-mikir pengen beli eyeshadow base yang mahalan dikit. UDPP misalnya. Eh..itu mah mahalan banyak --".

5. Pixi Eye & Lip Make Up Remover
Harga: Rp 21 000,-
Andalan saya nih dari sejak belum ganti kemasan! Canggih banget menghapus waterproof make up, nggak lengket, nggak perih di kulit mata dan bibir, dan murah. Buat yang suka eksprimen sama make up, saya rekomendasiin ini banget deh.
Repurchase? Selalu


6. Enchanteur Perfumed Shower Gel
Harga: sekitar Rp 16 000,-
Ini juga langganan saya beli terus kalau habis sejak dulu. Saya punya lotion dan EDT dengan aroma yang sama juga. Aromanya mawar, powdery, dan feminin (pakai N, hehe..) banget! Enak banget. Tapi buat saya nggak bisa dipakai setiap hari karena pasti akan eneq dan jenuh. Tapi suami saya malah suka banget loh! Bukan suka kalau pas saya pakai, tapi dia suka makai sendiri. Jadi yang lebih sering ngabisin ini malah suami saya #tepokjidat.
Repurchase? selalu

7. Natural Honey Lotion Pure White SPF 30 PA++
Harga: Rp 9000,-
Ini saya beli iseng aja, kebetulan lagi nyari lotion ber-SPF, dan Natural Honey ini pas itu merupakan produk baru. Murah pula! Sayangnya saya kurang suka aroma dan teksturnya. Tapi ya lumayan lah buat alternatif sunscreen murah.
Repurchase? Nggak deh.

8. Listerine Natural Green Tea
Harga: Rp 13 000,-
Saya selalu pakai merk Listerine, variannya saya gilir. Kebetulan belum pernah nyoba yang ini. Dan kata Imelda di sini, Listerine varian ini tuh enak dan nggak pedes. Makanya saya beli dua botol, yang satu udah abis ini. Memang enak sih, nggak pedes dan nggak clekit-clekit tapi rasanya tetep seger.
Repurchase? Iya. Tapi masih punya sebotol sih. Nunggu yang ono juga abis dulu.

9. Pixy Stick Deodorant
Harga: Rp 8000,-
Ini deodorant andalan saya dan suami. Murah, efektif mengendalikan bau badan, dan nggak bikin ketiak baju menguning. 
Repurchase? Yup, buat suami. Saat ini saya lagi nyobain Dove deodorant yang disemprot-semprot itu.


Udah itu doang yang berhasil saya habisin. Apa nguk-nguk kamu bulan April ini? :D.

10 comments:

  1. Aku ngakak baca "dengkulmu ambyar" xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sebenernya udh lama nggak denger kata itu. Hahahaa :))

      Delete
  2. Aubeau Eye Make Up Base banyak kok di pasar baru :D Dulu aku beli disana soalnya.

    ReplyDelete
  3. Btw saya jg pecinta pixy remover , murah soalnya. Salam kenal mbk, I'm your fan.

    ReplyDelete
  4. Dr dulu pengen nyoba skinlife belum kebeli2 juga, hehe..
    Aubeau emang susah banget dicarinya ya ses, tp aku udah berhasil dapet malah gak pernah pake mekap mata.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belik sess. Enak kok, ga bikin kulut kering.
      Iya samaan, aku skrg juga jarang make up ^^

      Delete
  5. Wah ribet yah jadi cewe harus pke ini itu, klo saya sih cuma pake pembersih wajah

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...