Thursday, May 12, 2016

[Buku & Film] Tentang AADC2


Apa kabar, gais? Saya masih sakit nih. Tapi rasanya kangen sekali ngeblog. Ya sud saya ngeblog yang ringan-ringan aja yah. Yang nggak perlu foto-foto dan mikirin swatch atau tekstur. Saya ikut arus aja nulis soal AADC2

Ngomong-ngomong soal AADC2, akan ada dua pendapat soal film ini. Pendapat pertama bakalan bilang "Bagusss bikin baper". Dan pendapat kedua adalah, "cemen ah! Kayak FTV". Karena memang menurut saya film ini bukan untuk semua orang. Kamu bakalan ngasih pendapat pertama, kalau kamu itu:
  1. Ikutan heboh 14 tahun yang lalu, pas AADC pertama diputer.
  2. Ngefans abis sama Nicholas Saputra
  3. Ngefans abis sama Dian Sastro
Kebetulan saya memenuhi kriteria pertama dan kedua. Bahkan pada kriteria kedua itu, saya sendiri (serta suami saya dan jajaran teman-teman dekat saya) mengakui kalau udah sampai taraf mengkhawatirkan. Saya bisa loh seharian ngenet cuma buat nontonin video klip atau iklan-iklan yang ada Nicsap-nya. Mengkhawatirkan ya? Kayaknya saya perlu di rehab -_-.

Okelah, jadi bisa dipastikan saya adalah tim yang terbaper-baper sama AADC2. Jujur aja saya keinget ketika saya nonton AADC 14 tahun yang lalu. Sepanjang film saya terbawa suasana banget. Ikutan kesel, sedih, terharu, marah, kecewa, seneng, pengen dicipok. Padahal yah, menurut beberapa ibu-ibu, Utaran bahkan lebih mengogrok-ogrok sukma dibanding AADC2. Duh, pakabar kalau saya nonton Utaran ya? FYI aja, saya belum pernah satu kalipun nonton Utaran. Mungkin kapan-kapan saya harus nyetel tipi lokal dan nonton Utaran. Siapa tau kemudian saya tergerak untuk bikin blogpost berjudul "#kekinian Mengurai Simpul Bombastis Alur Utaran". Ada yang mau baca?

Oke, kita tinggalkan Utaran. Balik lagi ke AADC2. Saya sebenernya udah gatel pengen nulis soal AADC2 kemarin-kemarin, tapi khawatir spoiler. Sekarang sudah setengah purnama sejak pemutaran perdananya. Saya rasa semua kumpulan buibu baper Indonesia sudah nonton. Belum lagi spoiler AADC2 sudah beredar dimana-mana, bahkan di blog dan website yang jauh lebih popular dari Racun Warna-Warni. Jadi saya nggak takut spoiler lagi. Kalaupun saya spoiler, ini spoilernya untuk kamu-kamu yang masih suka donlot film Indonesia gratisan aja. Biar nggak jadi nonton. Nggak usah nonton, bray! Percuma. Kamu nggak akan bisa menghargai! 

Oh iya, ngomong-ngomong, sejak film AADC 14 tahun yang lalu, satu purnama itu kemudian menjadi satuan waktu. Iyain aja deh.


Film cinta-cintaan cemen tanpa pesan moral apapun.

Pendapat ini pernah saya baca di suatu blog. Penulisnya bilang begitu, ini film cemen dan overated. Nggak ada gunanya ditonton. 

Tanggapan saya: Kalau nonton Captain America ataupun Utaran apakah ada gunanya? 

Buat saya, menonton film itu kegunaannya ya untuk refreshing. Saya sih suka ya nonton film berat penuh persoalan politik #guayamu atau film-film yang menyentuh dan mengajarkan kita apa artinya hidup #tsah. Tapi saya juga suka nonton film yang cuma bertujuan untuk menghibur.

Untuk itu saya sih mengiyakan, bahwa film ini memang film cinta-cintaan cemen doang. Komedi yang cerdas? Aksi keren ala superhero? Pelajaran moral? Suasana mencekam dan menakutkan? Suasana seru penuh kejar-kejaran dan tembak-tembakan? Kalau kamu mengharapkan semua itu, ya kamu salah masuk studio.

Ini film cemen yang saya sukai dan kebetulan disukai juga oleh banyak orang seumuran saya. AADC2 adalah cerita cinta yang simpel tentang seorang gadis kaya-dan-gaul-metropolitan-ketua-genk-kumpulan-cewek-cewek-keren-sejak-jaman-SMA, dengan seorang laki-laki sok-pujangga-dompet-pas-pasan-yang-selalu-resah-dan-nggak-gaul-tapi-nggak-bisa-juga-dibilang-cupu-karena-saking-ganthengnya.

Itu saja! Jangan berharap lebih!


Yogyakarta

Yang ini saya yakin nggak spoiler ya. Karena sejak belum tayang pun, timnya AADC2 udah gembor-gembor kalau film ini setengahnya mau dibikin di Jogja, seperempat di Jakarta, dan seperempat di New York. Nah, saya kebetulan bukan sosok seorang gadis kaya-dan-gaul-metropolitan-ketua-genk-kumpulan-cewek-cewek-keren-sejak-jaman-SMA. Jadi sosok Cinta nggak bisa bikin saya baper dan bilang: "guwe banget tuh!". Saya juga nggak akan bilang hal yang serupa untuk genk Cinta. Soalnya saya sama sekali bukan gadis gaul, apalagi kaya dan punya genk. Saya bahkan nggak pernah ciuman klomoh pas jaman SMA #prek. Jadi kalau banyak yang baper sama AADC karena karakter-karakter dan jalan ceritanya tuh "guwe banget!", saya enggak.

Butuh Yogyakarta untuk bikin kebaperan saya meningkat tajam. Soalnya seperti juga 99% orang yang pernah setidaknya satu tahun berada di Jogja, tiga perempat hati saya masih tertinggal di Jogja. Saya 10 tahun, loh, di Jogja!


Adegan yang bikin deg-deg sir!

Dan ini banyak terjadi di Jogja. Pandang-pandangan malu-malu di dalam mobil, makan sate klatak bareng, ngobrol malem-malem di bangunan kosong di tengah hutan (?), lari-larian di ratu boko, duduk mpet-mpetan sambil nonton Papermoon.

Adegan ciuman ala film korea di New York yang dijadikan puncak acara malah nggak bikin saya terlalu deg-deg-an sih.


Cameo

Banyak cameo-cameo lucu di film ini. Yang saya soroti bukan yang semacam seniman Eko Nugroho, Kill The DJ, atau mas Pepenk dari Klinik Kopi. Tapi malah figuran-figuran nggak penting seperti ibu-ibu norak di Bandara atau bapak-bapak yang bulak-balik naik sepeda di depan teras rumah tempat Cinta dan Rangga ngobrol lalu menampar dan ditampar. Yang sudah nonton, inget nggak sama bapak-bapak bersepeda ini?

Psssttt...ternyata bapak-bapak bersepeda ini bukan sekedar orang iseng yang lewat. Cameo yang satu ini ternyata punya tugas yang lebih dalam dari sekedar wira-wiri bikin lucu. Mau tau siapa sebenarnya bapak-bapak tersebut? Baca terus tulisan saya yah!


Lagu

Banyak (yang ngakunya) penikmat music yang menilai lagu-lagunya Melly Goeslaw itu cemen dan gitu-gitu doang. Tapi menurut saya, AADC memang paling pas sama lagu-lagunya Melly. Ya cobaklah kau bayangkan menonton AADC diiringi 'Why Don't You Do Right' serta 'Sakitnya Tuh Di Sini'.


Kissing Scene

Dan saya iri setengah modyar sama Dian Sastro!

Sudahlah cukup kau cantik sekali, dipuji anggun, dikatai cerdas, diidolai para perempuan, digilai para laki-laki, jadi brand ambasador merk kosmetik kenamaan yang ngendorse saya sekalipun belum pernah, dan punya suami yang kaya sejak lahir ala-ala Trian. Harus kah kau tambah lagi bahan keirianku padamu, wahai mbak Disas?

Di AADC pertama, iri saya belum modyar-modyar amat karena hati sayapun masih belum begitu terpikat pada Rangga. Tapi setelah ratusan purnama kulalui bersama film-filmnya dan ngelus posternya... T.T.


Antara Rangga dan Trian

Kalau baca-baca banyak blog yang mengulas soal AADC2, yang seru malah pembahasan soal: "seharusnya Cinta memilih Rangga atau Trian?". Dan sejauh yang saya baca, entah blogger-nya agan-agan ataupun bu-ibu, mereka (mengaku) realistis aja dengan memilih Trian. Kenapa? Karena Rangga jahat! 9 tahun Rangga menghilang dan membuat hati Cinta remuk redam bagai ditikam sembilu. Pada tahun keempat setelah tragedi diputusin Rangga, datanglah seorang Trian, pengusaha yang kaya sejak lahir yang akhirnya sanggup memacari Cinta. 

Apakah Trian gantheng? Oh, tentu saja! Bayangkan wajah macho Ario Bayu lengkap dengan bulu dadanya, ditambah dengan label "kaya sejak lahir". Sosok seperti itu tentu saja sanggup mengembalikan senyum Cinta, atau siapapun wanita yang diputusin pacarnya cuma pakai surat.

Alangkah kurang ajarnya Cinta meninggalkan Trian yang sudah begitu berjasa dan kaya sejak lahir? Cinta itu sudah 30 ples ples loh usianya! Apakah pantas meninggalkan tunangan mapan yang sudah dipacarinya selama 6 tahun, demi mengejar cinta masa SMA yang sudah 9 tahun tidak berkabar? Lalu impulsif sekali meninggalkan Trian yang mapan? Bukankah pernikahan itu nggak melulu tentang cinta? Pernikahan adalah tentang cicilan KPR, cicilan mobil, tabungan pendidikan anak, asuransi kesehatan, serta susahnya memilih furnitur dan merk kulkas yang tepat?

Tapi maaf, kalau saya sendiri adalah #TimRangga. Bukan karena semata-mata Rangga itu segantheng Nicolas Saputra, tapi karena:
  1. Bukankah cinta itu tidak melulu soal balas budi? Kemana harga dirinya Trian kalau tetep mau aja jalan sama Cinta, padahal dia tahu hati Cinta hanya untuk Rangga, dan yang tersisa untuk dirinya adalah rasa balas budi belaka?
  2. Bukankah artis-artis yang menikahi pengusaha kaya itu sering dihujat-hujat ya sama masyarakat? Dibilang apaan tuh...menjual diri demi harta? Saya rasa kehidupan pernikahan memang butuh uang, tapi uang juga bukan segalanya. Apalagi neng Cinta ini digambarkan sebagai perempuan yang cerdas dan anak orang kaya. Apalagi apalagi apalagi bang Rangga punya warung Kopi di nyu yok. Perkara rumah dan tabungan pendidikan anak, pasti woles ajalah mereka.
  3. Kebayang nggak sih rasanya harus hidup bersama seseorang, padahal hati kita sebenernya terpaut untuk orang lain? Hidup macam apa itu? Apa iya bakalan bisa bahagia? Ah...saya ngeri. Mungkin jauh di dasar hati saya, saya ini orangnya romantis melankolis juga. Walau sering nggak ngaku biar dianggap #kekinian.
  4. Kalau sudah nonton film-nya, pasti ngerti banget kenapa Cinta nggak akan nyambung sama Trian. Sementara Cinta adalah gadis yang suka membaca puisi dan menikmati kopi di sudut eksotis kota Jogja, Trian adalah laki-laki realistis yang suka menerima telpon bisnis. Mana nyambung? Jangan-jangan dialog mereka lama-lama akan selalu mentok di: "loe nggak ngertiin guweh!" Dimana letak bahagianya?
  5. Akan ada jauuuhhh lebih banyak yang protes kalau Cinta pada akhirnya tidak dipersatukan dengan Rangga. Termasuk kamu, yang saat ini protes karena Cinta mutusin Trian. Ngaku wae wis to, Mblo!

Cinta memang sudah selayaknya untuk Rangga. Bersama mereka bisa menghabiskan malam sambil saling membacakan puisi. Atau bergenggaman tangan sambil minum kopi. Saya rasa Cinta-pun rela tak lagi shoping Manolo Blahnik, asalkan puisi mereka tetap abadi. Tenang saja Cinta, akan kuberi tahu kepadamu brand-brand sepatu lokal yang bagus, trendy, dan tidak semahal Manolo Blahnik.


Tentang cameo tadi piye?

Oh...iya, hampir saya lupa! Ternyata bapak-bapak itu adalah seorang.... Ah, bacalah sendiri ya di Surat Terbuka Trian Untuk Cinta: https://abdul-hamid.com/2016/05/09/surat-dari-trian/

Pada surat terbuka itu, terungkap siapa sebenarnya bapak-bapak bersepeda tersebut. Dan surat terbuka tersebut mengalirkan perasaan lega di dada saya. Karena walau saya ini tim Rangga, tapi saya juga cemas akan nasib Trian. Bagaimana nasibnya setelah diputusin Cinta? Bunuh dirikah? Masuk RSJ-kah?

Ternyata tidak. Trian cuma melampiaskan sakit hatinya dalam sebuah Surat Terbuka. 


AADC3?

Saya sih berharap ada. Tapi bukan cerita soal lamaran dan kemudian bapaknya cinta masang tratag dan janur di depan rumah loh! Saya sih pengen ada adegan pertemuan antara Rangga yang legendaris dengan Trian yang kaya sejak lahir. Di Jogja kalau bisa. Lebih baik lagi di cafe "Rangga Jahat" pada AADC2. Jangan di kepala Gereja Ayam yah. Bisa-bisa nanti Rangga atau Trian dipojokkan lalu didorong.

Adegannya nggak perlu tonjok-tonjokan atau pisuh-pisuhan. Cukuplah dua pria itu berhadapan di suatu meja, dengan Cinta ditengah-tengahnya, saling memandang dengan mata nyalang, dan membicarakan semuanya dengan kepala dingin. Ya pakai emosi dikit juga nggak papa, tapi nggak usah sampai tonjok-tonjokan, apalagi nangis-nangisan. 

Apa yang mereka bicarakan? Nggak tau juga sik. Saya nggak kebayang. Soal perpanjangan sewa gedung galery Cinta mungkin? Atau bahwa ternyata Rangga bisnis MLM Sophie Martin dan menawari Trian untuk jadi downline? Itupun nggak papa. Yang penting ada AADC3.


Sekian dan jangan terlalu serius.

36 comments:

  1. pas aadece pertama aku masih nonton petualangan sherina, jadi begitu aadece 2 heboh, ga begitu ngikut euforianya. *ampuni aku kaka
    tapi kalo udah ngomongin nicsap sama disas mah, ya udah lah ya, pasti hebring

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh AADC sama Petualangan Serina kan beda bulan tayang?

      Delete
  2. This is the craziest fan story I've ever read about an Indonesian movie character! XD
    Mbak, kamu patut dikasih award fans Nicsap tersetia #ceileh

    Betewe, si pacar tak aja nonton iki ndak mau. Maunya nonton si Capt, aku disuruh nonton di TV aja. Lah tapi nonton TVku ki kapan wong TV nyala aja jarang kalau aku di rumah ^^; Tapi akhirnya aku iyo aja, mayan liat Chris Evans dgn bulky abs-nya mihihihihi

    Tapi pengen sih nonton seandainya ada yang ngajakin (masalahe sopo?), apalagi denger cerita temen yang semeja kalau dia nonton sama istrinya. Dalam hati aku iri :|

    Nice post gan! :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa...ajaklah temen kantor atau temen blogger atau tama atau siapapun Nind. Apik wis huhuhu.. Kaw harus menonton :D

      Delete
  3. Kita emg lmyn sepantaran kali ya ses, aq termasuk yg heboh sm AADC pertama hahaha. Dan aq tetep suka jg sm yg ke2, trs aq baper pgn ke tmpt2 d jogja yg ada d film itu. Aq sedih sih Alya di "bunuh", whyyyy kan bs blg dia kawin sm bule trs pindah ke Zimbabwe kek.... Nicsap, mnrtku jg ganteng bgt seh tp aq gak ngefans sm dia, tapiiii aq mengerti kok obsesimu sm dia coz i do the same thing (sm aktor lain hahaha).

    Aq salut sih sm suaminya Disas, open minded juga ya utk membiarkan istrinya di cium berkali2 sm lawan mainnya, krn ini Indonesia gt kan ga byk laki2 yg mau mengizinkan istrinya di kiss sm cogan bgt. Aq setuju ses, yg blg ini crt cinta cemen... Lha emg! Kayaknya semua romance movie ya cemen lah, kalo kagak mana bisa jd romantic SMH

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kayaknya sess. Soale yang ikut heboh ya buibu seumuran kita ajaaa. Hahaha...

      Soal Alya ya Ses, aku malah setuju dia mati aja. Soalnya lebih romantis gitu. Mati gitu loh. Apalagi sejak AADC1 kan udah diperlihatkan kalau Alya ini rapuh dan gampang mati :D. Kalau dibikin jauh gitu kok kesannya malah maksa :D :D

      Terus soal Indraguna Sutowo yang juga kaya sejak lahir (haha..), harusnya sih, sebelum memperistri seorang bintang felem kenamaan, dia udah tau duluan resikonya. Soale kalau nggak dibolehin cipokan malah aneh juga ses. Masa jaman SMA ciuman klomoh di bandara, udah 30++ malah cuma berpegangan tangan :D. Oh iya, selain sama Nicsap, Dian juga pernah adegan ciuman sama Lukman Sardi. Lukman Sardi menurutku sih juga gantheng. Tapi entah kenapa jaman film sama Lukman, nggak ada yg komen soal "suaminya nggak cemburu ya?" :D.

      HIDUP FILM CEMEN!!!!

      Delete
  4. nayahahaaaa.. ga kebayang deh kak kalo Rangga sama Trian malah bahas MLM MLMan uwuwuwu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa...bakalan seru gais!!! Apalagi kalau dikisahkan bahwa Rangga sudah dapet kapal pesiar gegara MLM.

      Delete
  5. Hahaaha.. aku tu bingung mba arum ki beauty blogger, pelawak, apa seorang screenwriter, soale jelas tetep kece, keren n gokil banget tulisanmu mba.. * btw bikin tutorial makeup ala cinta atawa look aadc donk mbak sai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak bisa saii. Makeupnya gitu2 doang. Naturale naturale ajah, selebihnya adalah perkara muka.

      Delete
  6. daku termasuk yang baper mbak..karena ke-3 kriteria itu daku memilikinya hahaha..daku juga nunggu AADC3

    ReplyDelete
  7. Wkwkwkwkwkw Mbak Arum aku ngakak bacanya!Hahahahahahaha :D Btw aku juga #TimRangga lho, kerja 2thn di stasiun TV baru sekali ketemu langsung sama Nicholas Saputra dan aku cuma melongo mupeng bego pas doi lewat, nggak berani ngomong apa-apa atau minta foto kayak yg lain. Wkwkwkwkwkwkwk, salam kenal Mbak Arum aku silent reader blogmu sejak Rangga masih jadi penyair karbitan di New York & belum punya warung kopi. :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi dulu pernah juga pas lagi nongkrong2 gitu, Nicsap mau dateng. Jadi ada temen yang kenal sama dia. Eh aku langsung dipulangkan paksa. Takut norak katanya T.T.

      Salam kenal ya :3

      Delete
  8. Saya ngga pernah nonton AADC1, pdhal waktu itu SMP kinyis2. Bukan apa2, ga pernah dpt tiketnya; giliran antri panjang, tiket habis diborong bapak2 buat anaknya. Ya udin, berakhirlah hari itu dg nonton LOTR, dan dikenalkan dg Mas Orlando Bloom.

    Habis itu, tdk pernah lg tertarik; Mas Bloom sudah cukup aakhi!

    Btw, NicSap aslinya nggantheng tenan :D Konon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dulu juga naksir Orlando Bloom loh. Tapi malah nggak suka sama karakter Legolas. Tapi makin kesini cintaku memudar. Yang bertahan cuma Nicsap.
      Nggak usah asli juga udah gantheng tenan huhuhu...

      Delete
  9. Ah aku belom nonton AADC2! Temenku ada yang sampe nagih nonton 4 kalii. Aku pas 14 tahun lalu nontonannya masih petualangan sherina jadi gak ikut ngerasain euphorianya AADC dulu :')baru nonton pas udah gedhe, baper banget lho liat adegan ciuman di bandara abis itu ditinggalll

    Betewe mba Arum harus cobain nonton Uttaran karena lagunya yang tung tarararatung tarara tung bisa melekat di kepala berhari-hari :'))))

    Ah ya, as usual tulisan mba Arum mau ngulas apapun itu selalu kerennn! Aku ngakakkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciuman di bandara itu memang super bikin bapeeerrr!!!!

      Ah, bapakku juga suka sekali nonton Utarran. Oke terimakasih sarannya, Claren. Nanti aku coba luangkan waktu nonton Utarran :D.

      Makasih Clareeenn :3

      Delete
  10. Hai, mba Arum! salam kenal hehe...
    AADC dari awal sudah bikin aku baper sendiri! sampai yang film keduanya sendiri bisa bikin aku ngayal kalau seandainya aku jadi Cinta tapi ya ga bakal bisa hmm... beda gitu antara Dian Sastro sama Dian Sostro huhuhu... tapi film AADC 2 emang menarik dan layak buat ditonton (ini mungkin efek baper). Aku sampai ingin nonton lagi,apalagi kejadian yang bikin aku baper ya pas Cinta bilang ke Rangga kalau apa yang dilakukan Rangga itu jahat. Jahat sih ya, soalnya mana ada perempuan yang mau nunggu 14 tahun. Kalau ada, perempuan itu sudah mati duluan karena sakit hati ditinggalin. Tapi aku tetep ngefans sama mereka berdua! #masihbaper #waitingforAADC3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh sama samaaaa. Menurutku paling manteb tuh malah pas adegan Cinta & Rangga di cafe Rangga Jahat itu. Tatapan matanya Cinta itu loh. Wuih!!! Menghujam jantung. Nunggunya 9 tahun aja kok, nggak 14 tahun. ((ajaaa?))

      Delete
  11. Halo kak ayum.. Aku nonton aadc1 pas masih usia 14 taun.. Nonton dari vcd sewaan karna mbakku yang waktu itu masih sma nonton bareng temen2nya dan aku ikutan nimbrung. Di umur segitu nonton tapi memori2 ceritanya masih nampol di otak.. Menurutku romantis banget pdkt pada jaman2 itu ya tanpa hape pake telpon rumah interaksi juga langsung...ngga macam gombal2in via medsos .. Dan semua tulisan kak ayum di atas bener2 bikin baper juga hahaha.. Yang nggak pernah tau aadc itu apa pasti bilang cuma kaya ftv tp yang ngrasain bapernya sejak taun 2002 pasti ngeh..tiap scene punya arti..bisa bayangin lah nyeseknya galaunya hahaa... Dan point ke 3 di atas tepat bangettt !! Salam kenal dari wencee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa. Yang bikin tambah romantis itu karena SMA banget ya. Jaman aku SMA, anak SMA yg punya handphone ya paling satu dua orang yang anak orang kaya beudh. Jadi telpon ya kerumah. Kalau liat film cinta SMA jaman sekarang udah nggak nges. Yang cetingan lah, sosmed-an lah, sms juga udah gampang. Hihihi..

      Salam kenal :3

      Delete
  12. Aku belum nonton mbak :(
    Tapi mungkinkah di AADC3 ternyata trian dan rangga jadi biutibloger? XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nontonlah. Tapi kayaknya kaw bukan yang baper sama AADC ya? Keliatan dari komennya :))

      Delete
  13. Aku sudah nonton! Dan ini pertama kalinya pengen nonton ulang film di bioskop. Belom puas ngeliatin muka NicSap. hohoho. Btw, pernah nonton Papermoon langsung ses? Baguskah? NGeliat di aadc2, menarik sekalii~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pengen nonton ulang!!!!
      Udah ses, pas dulu di Jogja. Bagus banget! Hidup banget. Padahal cuma boneka kertas.

      Delete
  14. baru aja semalem nonton, BAPER!
    ya pasti lah. pokoknya sebel bgt sama disas, udah cantik, pinter, kaya, aaaaaah.. haha jgn serius lho. ni enak bgt baca reviunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tim BAPER! :D
      Iya, mbah Dian mah.....kzl :))

      Delete
  15. muahaha...Mbak bacanya miris2 lucu wkwkw...ini AADC bikin baper karena nge-datenya di Yogya. Apapun yang ada bikin baper di Yogya saya mesti ikutan baper.
    NicSap emang menggiurkan sih, ga rame kalo Cinta ga nyamber Rangga hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, jogja bikin bapeerrrr. Hahahaa... #TimRangga

      Delete
  16. Aku tetep baper, tapi ga included ke tiga-tiganya. 14 Tahun lalu.. Serius ya. Aku masih 4 mau 5 tahun mbak. x'))
    Jadi boleh ya aku bikin kriteria keempat: ya gampang baper aja. Lol.
    Jangankan mbak Arum yang tinggal 10 tahun di Jogja. Aku liburan di Jogja 4 hari aja nonton itu jadi tambah baper. Huhuhu
    Tulisannya asik mbak, bisa bikin ketawa ketiwi~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah serius masih balitaaa??
      Hahahaha... Baiklah kriteria ku tambah. #timbaper

      Delete
  17. pas AADC 1 aku mah masih ingusan LOL. Dan masih aja gak tertarik buat nonton, hihih. Tapi aku suka baca orang2 yg review dari kocak sampai serius

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...iya, bukan untuk semua org sih filmnya. :D

      Delete
  18. Mbak, review-mu ini gwe banget, pas bagian : "ratusan purnama kulalui bersama film-filmnya dan ngelus posternya..."
    Sebetulnya saya nggak naksir tipe cowok kayak Rangga, tapi Nicsap? Hhh...
    Saking bapernya sampai cemburu sama si pajero yang lampu mobilnya dia puji-puji.
    Dan lupa udah jadi emak-emak dengan 2 buntut. Hihihi.
    Btw, salam kenal ya, silent reader yang akhirnya nggak tahan komen karena ada Nicsap disebut-sebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mau rangga mau nicsap tetep naksir #nggakadaobat :))))
      Salam kenal :D

      Delete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...