Tuesday, February 5, 2013

Review: The History of Whoo Jinyul Set

Setelah saya berbagi tentang ritual skincare dan makeup saya kalau pagi, sekarang giliran ritual malam. Tentu saja cuma skincare, ya kali saya bobok pakai makeup. Saat ini, saya menggunakan set The History of Whoo line Jinyul. Jadi ritual malam saya, semuanya menggunakan skincare dari line ini. Makanya saya mau sekalian review.

Awalnya Peni dari Yahnda Beauty menghubungi saya, dan menawarkan saya untuk mereview produk yang dijualnya. Yahnda Beauty ini menjual berbagai macam merk Korea, terutama sih merk premium atau kelas atas kaya The History of Whoo, Sulwhasoo, O Hui, Su:m37, dan Hera. Saya boleh memilih set apa saja dari merk-merk diatas. Karena saya termasuk buta soal produk-produk Korea, saya meminta Peni milihin saja line anti aging yang bagus, dan Peni milihin Whoo line Jinyul ini untuk saya.

Saya nggak mau menjelaskan apa itu The History of Whoo, karena penjelasannya bisa dilihat di web resminya dan pasti sudah berceceran dimana-mana. Saya hanya akan menjelaskan pengalaman saya memakai produk ini, dan kenapa saya memilih line ini. Oh iya, saya sudah memakai produk ini sejak bulan November tahun lalu. 

Kenapa anti aging? Kan umur saya masih 26 tahun?

Menurut saya, nggak papa menjaga kulit dengan antioksidan sejak dini. Apalagi buat yang kulitnya sering terpapar sinar matahari, dengan polusi yang jaman sekarang udah nggak bisa dihindari, dan juga yang punya gaya hidup yang kurang sehat (begadang, merokok, gonta-ganti pacar, dll).





The History of Whoo Jinyul Set ini terdiri dari:
  1. The History of Whoo Essetial Foam
  2. The History of Whoo Jinyul Balancer
  3. The History of Whoo Jinyul Essence
  4. The History of Whoo Jinyul Eye Cream
  5. The History of Whoo Jinyul Lotion
  6. The History of Whoo Jinyul Balm
Sebelum saya bahas cara/urutan pemakaian dan review-nya, saya akan menampilkan muka polos saya:


Kodisi kulit saya:
  • habis cuci muka cenderung kering, tapi akan keluar minyak beberapa jam setelah aplikasi makeup (oily but dehidrated skin)
  • jarang berjerawat 
  • ada komedo di area dagu, hidung dan sekitarnya
  • tekstur kulit masih cenderung bagus dan belum ada tanda-tanda kerutan
  • lingkaran hitam dibawah mata yang cukup tebal, karena keseringan begadang dan mikirin negara
  • kantong mata tipis
  • beberapa noda bekas jerawat
  • warna kulit nggak rata di beberapa tempat
Tapi menurut saya, kondisi kulit saya sih masih cenderung baik.  Nggak semulus mbak-mbak pemain sinetron yang kalau tidur pun masih pakai foundie, mascara, dan shading ringan tentu saja. Tapi nggak membuat saya minder juga kalau harus keluar rumah tanpa makeup.

Bagaimana perawatan malam saya?


Langkah 1
The History of Whoo Essetial Foam

 


Setelah muka dibersihkan dari makeup dengan remover dan milk cleanser, saya mencuci muka dengan The History of Whoo Essetial Foam. Fungsinya untuk mengangkat sisa minyak dan kotoran dari milk cleanser, sehingga pori-pori nggak tersumbat.

 

Ini dek Bubu maksa minta ikutan foto pas saya foto-foto di depan kamar mandi. Ya sudahlah -_-
Facial Foam ini baunya enak, kaya jejamuan. Dan saya sukaaa banget teksturnya. Lembut, nggak terlalu banyak busa, mampu mengangkat minyak di muka saya tanpa membuat kulit muka saya terasa kering dan ditarik. Pendek kata, rasanya nyaman setelah pakai ini.

 
Langkah 2
The History of Whoo Jinyul Balancer

 

Setelah cuci muka, tuangkan beberapa tetes balancer ke kapas, dan tepuk-tepukan ke muka dengan lembut. Fungsinya untuk mempersiapkan kulit kita, agar kulit dapat menerima tahapan skincare selanjutnya dengan baik, sehingga skincare bekerja maksimal.

 

 

Seperti toner pada umumnya, teksturnya cair kaya air. Ada bau jejamuan yang enak dan menenangkan. Setelah diaplikasikan ke muka, nggak ada rasa perih kalau kaya kita pakai toner dengan kandungan yang ada alkoholnya, dan nggak ada rasa greasy dan berat kaya kalau kita pakai toner yang terlalu melembabkan. Pas aja rasanya di kulit, segar dan nyaman.

 
Langkah 3
The History of Whoo Jinyul Essence

 

 

Keluarkan satu atau dua pump Essence di tangan, usapkan dua tangan untuk meratakan, lalu tepuk-tepukan ke wajah. Tangkupkan tangan ke wajah beberapa saat, karena panas dari kulit akan membantu penyerapan Essence.

Serum atau essence itu biasanya cepat rusak. Makanya essence Jinyul ini dikemas dalam bentuk pump, biar lebih higienis dan nggak perlu bersentuhan dengan tangan ataupun udara luar.


 

Teksturnya lengket dan kental seperti madu, warnanya juga kaya madu, tapi baunya enak banget, bau jejamuan yang menenangkan. Setelah dipakai,  kulit rasanya lembab, tapi lengket dan berat. Agak susah menyerap. Jadi menurut saya, Essence ini kurang cocok dipakai di siang hari di udara Indonesia yang panas seperti ini. Enaknya dipakai malam-malam aja pas mau bobok, biar kulit ternutrisi selama tidur.


Langkah 4
The History of Whoo Jinyul Eye Cream
 


Setelah essence, lanjutkan dengan mengoleskan eye cream ke area seputar mata. Tepukkan sedikit dan ringan saja cream ini ke kelopak mata dan juga bagian bawah mata, dari arah dalam keluar. Fungsinya untuk melembabkan dan menutrisi area mata, dan pencegahan dini agar area mata terhindar dari kerutan. Kulit di sekitar mata itu sensitif, sehingga sebaiknya nggak menggunakan pelembab muka, tapi menggunakan pelembab khusus untuk area sekitar mata.

 

Cream ini juga bau jejamuan yang enak banget, dan teksturnya kental tapi cenderung cepat meresap untuk ukuran eye cream. Ini eye cream favorit saya sejauh ini, karena mampu membuat concealer saya terbaur dengan lebih baik dan nggak masuk ke lipatan-lipatan mata, nggak bikin area sekitar mata perih, nggak bikin mata merah, dan nggak bikin lid berminyak.

Tapi kalau untuk menghilangan lingkaran hitam dan kantung mata, nggak bisa sih. Menurut saya kalau mau menghilangan lingkaran hitam dan kantung mata, solusinya ya cuma tidur yang cukup dan gaya hidup yang sehat, bukan eye cream.


Langkah 5
The History of Whoo Jinyul Lotion

 

 

Langkah selanjutnya adalah mengoleskan lotion atau pelembab. Kalau pelembab, pasti sudah pada pakai kan ya? Saya pun. Nggak pernah absen pakai pelembab. Cara pakainya seperti biasa, oleskan lotion ini keseluruh wajah dan leher, biarkan meresap. Lewati area sekitar mata ya, area sekitar mata cukup dilembabkan dengan eye cream.


 

Baunya masih sama, bau jejamuan yang saya demen banget. Tekstur lotion ini encer dan ringan, cukup melembabkan tapi nggak bikin kulit berminyak. Cocok banget untuk pemakaian sehari-hari, baik siang, under makeup, maupun malam.Tapi untuk siang hari, harus ditimpa sunblock lagi karena produk ini nggak mengandung tabir surya.


Langkah 6
The History of Whoo Jinyul Balm

 

Jar-nya sama persis seperti jar eye cream-nya, cuma lebih besar.  Fungsi dari balm ini adalah untuk "mengunci" nutrisi dan kelembaban dari produk-produk sebelumnya. Iya ini produk penutup. Dipakai paling akhir. Caranya ambil sedikit aja, gosok-gosokkan di jari untuk mengencerkan teksturnya, lalu ratakan ke wajah.

 


Tekturnya rich banget kaya balsam. Susah meresap, susah dibaurkan, dan meninggalkan lapisan di kulit kita. Nggak cocok untuk pemakaian siang atau under makeup, tapi bagus banget untuk pemakaian malam hari agar kulit lembab dan lembut.


KESIMPULAN

Saya mulai dari negatifnya dulu yak ^^. Produk ini jelas harganya mahal. Dilihat dari kemasannya yang super elegant udah ketahuan. Dan saya sendiri cenderung nggak betah dan nggak ada waktu untuk memakai berlapis-lapis skincare kalau siang. Jadi untuk essence dan balm, saya hanya pakai di malam hari. Menurut saya, produk berlayer-layer seperti ini kurang cocok sih untuk iklim tropis yang panas. Jadi cukuplah pilih beberapa produk yang memang dibutuhkan dan sesuai untuk kulit kamu, nggak perlu semuanya.

Line Jinyul ini kurang nyaman dipakai untuk kamu yang kulitnya berminyak. Tapi bagi yang berkulit kering, pasti bakalan suka banget karena efek lembabnya benar-benar bagus. Kalau kulit kamu normal dan kepingin mencoba, saran saya pakai tipis-tipiiiisss aja tapi merata, dan jangan lupa membersihkan muka.

Positifnya, produk ini jelas bagus kualitasnya. Mulai dari kemasan yang elegant, baunya yang menenangkan, dan kandungannya yang nggak bikin perih dan alergi. Setelah tiga bulan pemakaian (malam hari saja), kulit saya jelas membaik dan jarang bermasalah. Spot-spot sekitar bibir dan cuping hidung saya yang biasanya kering dan mudah iritasi, sekarang sudah nggak kering dan nggak iritasi. Area sekitar mata juga terasa lembab tanpa terlihat berminyak, sehingga concealer dan eyeshadow saya membaur dan menempel dengan baik. Jadi walau harganya mahal, saya pikir produk ini layak untuk dicoba.

Tapi karena saya memilih produk anti aging, jelas hasil sesungguhnya baru bisa dilihat jangka panjang. Jadi saya memang nggak menyediakan foto before after-nya.

Tertarik untuk mencoba? Produk ini bisa dibeli di:


atau SMS ke nomor: 0857.2967.6698 atau 0898.506.2616

14 comments:

  1. Waa, brarti kesimpulannya line Whoo ini bener2 bagus, ya, Jeng, wah saya jadi kepingin coba juga :)
    mo ceki2 brand History of Whoo jg ah, kayaknya menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus sih, jeng. Ya nggak kaget lah, sesuai kok sama harganya :D

      Delete
  2. aku pakenya yang sachetan mba, ga mamu beli yang full size, mehooooong >,< aku baru tau kalo essence gampang rusak, akhirnya aku taruh di botol pump bersih , makasih ilmunya mbakeeee :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nggak suka saset. Kalau buat coba2 sih oke. Tapi kalau memang mau untuk pemakaian lama aku menghindari saset. Bikin polusi tanah soalnya.

      Kalau model saset lebih aman dari pump, soalnya kan sekali pakai buang. Jadi menurutku bagusan di sasetnya ajaa. Nggak usah di depot :D

      Delete
  3. wah kayaknya produk history of whoo ini bagus banget hihiy~
    btw kak coba deh review tentang skin carenya agak dibanyakin ^^ pasti seru deh hihihi~

    kalau gak keberatan tolong visit & followback ya :)
    jsyfl1113.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bagus. Cuma memang mahal sih :)

      Ah..iya itu. Aku sebenernya agak2 nggak suka review skincare, karena kan skincare cocok2an banget. Apa yg cocok di aku blm tentu cocok di org lain.

      Thanx yak :')
      Nggak nyangka ada pembaca cowok juga. Hehe...

      Delete
  4. Wow...kulitmu keren mbak
    ak silent readermu lho
    beda banget sama kulit yang dulu2
    Congrats sis...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama saya Dewi mbak...hehe
      Baru baca di bawah...qiqiqi

      Delete
    2. Halo mbak Dewi :D
      makasih ya *kiss kiss*

      Delete
    3. Sist beli satu set itu harganya brapa?

      Delete
    4. Kurang tau saya :). Coba ditanyakan langsung ke OL shop yang jualan

      Delete
  5. jadi itu 1 set gretongan gt mbak??? buat di review?? #melongo mupeng

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...