Outfit Pick: Jam Tangan 21 Warna

3 comments
Jam Tangan 21 Warna

Asesori apa yang paling sering kamu pakai?

Kalung? Mm...nggak selalu, saya kadang pakai shawl atau malah nggak pakai hiasan leher sama sekali. Gelang? Jarang bingits. Cincin? Hampir nggak pernah. Bahkan cincin kawin saya pun nggak saya pakai. Tapi kalau jam tangan, hampir setiap keluar rumah pasti saya pakai.

Walau suka pakai jam tangan, tapi saya nggak koleksi jam tangan. Jam tangan saya cuma 3 biji, semuanya pemberian, dan semuanya model rantai/logam. Jadi sedikit penasaran waktu Miss Lie nawarin saya jam tangan 21 warna ini. Penasaran gimana penampakan tangan saya pakai jam tangan non-logam :D.

Bedak-kan, Yuk!

38 comments
Membandingkan Bedak Dari Berbagai Merk

Sudah lama saya pengen ngomongin soal bedak. Tapi karena banyaknya artikel tentang "jenis-jenis bedak", "memilih bedak yang tepat", dan semacamnya, saya khawatir tulisan saya jadi pasaran dan boring. Tapi setelah dipikir-pikir, yang saya bikin ini beda kok. Serius, beda! Baca aja deh kalau nggak percaya :D.

Kayaknya sebagian besar perempuan itu pakai bedak ya. Walau nggak demen-demen amat sama make up, kayaknya sih minimal tetep bedakkan. Bahkan banyak yang sejak usia menjelang remaja udah dikasih tau sama ibunya untuk pakai bedak ringan kalau keluar rumah. Ibumu gitu nggak? Ibu saya enggak je. Malah saya yang ngedrel minta bedak jaman SMP --".

Tapi trend pakai bedak saat ini agak-agak surut. Kalau saya amati, penyebabnya ada tiga:
1. Trend make up ala Korea yang glowy-glowy gitu deh. Udah gitu kebanyakan artis-artis Korea pada bilang kalau dese nggak pake bedak, jadi sebagai fans kita (kita?) mengikuti.
2. Bedak disinyalir bikin kulit kering. Dan kulit yang kering itu cepet keriput.
3. Pakai bedak dinilai hasilnya nggak alami dan kelihatan bedakkan (?)

Saya sendiri adalah penggemar riasan yang glowy-glowy natural gitu (bikin girlband). Tapi saya tetep nggak bisa ninggalin bedak. Nggak tau sih ya, kebiasaan aja dari SMP udah selalu pakai bedak, walau bedaknya minta sambil ngesot-ngesot di Samiluwes. Terus saya nggak betah aja pakai produk berbentuk krimi (skincare ataupun foundation), kalau nggak di-set lagi pakai bedak. Berasa becek-becek. Padahal muka saya jenisnya kering.

Terus mengenai bedak bikin kulit kering, saya rasa itu tergantung pemilihan bedaknya yah. Ada bedak yang memang formulanya lembut dan lembap. Lalu soal kelihatan bedakkan itu, ya pilih formula bedak yang oke dong! Bedak yang less-coverage dan translucent biasanya hasilnya nggak medok kok.

Review: Make Over Hydration Serum

2 comments
Review ini pernah ada di Looxperiments.

Make Over Hydration Serum

Karena jenis kulit saya yang kering, saya nggak pernah bermasalah sama make up yang cepet luntur karena minyak. Muka saya tetep berminyak sih kalau dandan dalam jangka waktu lama. Tapi minyaknya nggak yang berlebihan dan juga nggak ngganggu, nggak sampai bikin foundation saya meleleh dan bedak saya cakey. Makanya selama ini saya nggak pernah ribet-ribet cari base make up atau face primer.

Pernah sih saya coba-coba pakai L'oreal BaseMagique Face Primer, kaya yang pernah di-review Vina. Tapi saya nggak terlalu suka, karena kulit saya malah terasa "kesat" dan foundation jadi lebih susah dibaur. 

Pas Looxclass Bandung kemaren kan saya dapet voucher Make Over tuh. Walaupun lagi nggak ada niat belanja make up, tapi sayang dong kalau nggak dibelanjain. Voucher gitu loh, voucher! Saya pun mulai tanya sana-sini, produk-produk andalan Make Over apa aja sih? Katanya Hydration Serum ini adalah salah satu produk andalan Make Over. Kata Vina yang udah duluan nyoba, Hydration Serum ini bagus banget, bisa bikin muka lembap tapi nggak minyakan. Penasaran dong saya.

Oh iya, meskipun namanya "serum", tapi produk ini bukan skincare/ produk perawatan. Make Over Hydration Serum ini adalah face primer atau make up base. Dipakai setelah skincare dan sebelum make up. Gunanya ya seperti make up base. Bikin kulit lebih halus sehingga foundation lebih mudah membaur dan bikin make up lebih awet.


Outfit Pick: Black and Gold

6 comments
OOTD Racun Warna Warni

Statement Necklaces belakangan hips banget yah?

Saya sesungguhnya bukan orang yang suka pakai ataupun koleksi aksesoris. Apapun deh. Paling yang bener-bener saya suka pakai tuh shawl, jam tangan, kacamata, dan belt. Soalnya benda-benda tersebut bukan cuma pemanis penampilan, tapi ada gunanya. Belum lagi saya bukan tipe orang yang telaten ngurusin segala aksesori berbahan logam, apalagi kalau berbentuk rantai dan suka kusut gitu.

Tapi bagaimana pun jarangnya saya pakai, tetep aja yah tergoda sama barisan koleksi statement necklaces yang lucu-lucu dan elegant, kalau lagi jalan di mall atau iseng liat timeline instagram. Bagus-bagus banget! Nggak kuwat kalau nggak belik! Jadilah saya punya beberapa di rumah. Dan karena punya, saya jadi membiasakan diri pakai.
Statement Necklaces ini macem-macem banget harganya, ada yang murah sekitaran lima puluh ribu, dan bahkan ada yang diatas lima ratus ribu. Saya punya beberapa baik yang mahalan ataupun yang murahan. Kebetulan bahan pembuatnya sama. Dan menurut saya, sejauh dari yang saya punya, dari segi kerapihan maupun bahan sama aja sih ya, baik yang mahal maupun murah.

Baru-baru ini saya dikasih statement necklace oleh @verovica untuk nambahin koleksi saya. Koleksi statement necklace di @verovica ini menurut selera saya sih bagus-bagus yah, dan harganya juga tergolong nggak mahal. Buat kamu yang pecinta aksesoris, wajib deh cek akun instagram-nya!