Thursday, August 1, 2013

Review: Inez TWC (Two Way Cake) Powder

FYI aja yah, namanya bukan Inez TWC. Nama aslinya adalah Inez Active White Precious Powdery Cake. Saya kasih judul TWC biar gampang. Soalnya ya, biasanya kalau ada produk dengan nama nganeh-nganehi gitu, tetep google keyword yang me-link-kan ke blog saya ini biasanya malah nama simpelnya aja. Jadi ada baiknya kalau saya mempermudah kehidupan.

Ini dia penampakan si Inez Active Yadda Yadda Tralala:


Dulu saya pernah pakai Inez TWC ini dan suka-enggak suka. Maksudnya ada sisi bagusnya, tapi ada beberapa sisi jelek yang nggak bisa ditoleransi juga. Makanya dulu kemudian saya pindah ke Pixy TWC dan Revlon TWC.

Tapi beberapa waktu yang lalu, saya nggak sengaja baca sebuah blog. Sungguh saya lupa blog apa dan punya siapa. Pada post yang saya baca, blogger tersebut me-review paket kosmetik Inez. Di post tersebut ditulis kalau Inez TWC bikin penampilan kayak sinden. Nah, berhubung sinden itu menurut saya keren banget, dan saya juga pernah pada suatu masa bercita-cita menjadi sinden, makanya saya langsung tertarik untuk coba lagi :D. Ya siapa tau aja kalau sering pakai ini saya bisa dapet tawaran jadi sinden OVJ gitu ^^.

Saya mau ngomong dulu kalau saya kurang suka produk ini. Jadi saya nggak merekomendasikan produk ini yah. Tapi berhubung banyak banget yang minta ini di-review (sekitar seribu delapan ratusan orang), jadi saya rreview aja:

Update: Saya nggak merekomendasikan produk ini untuk sehari-hari, bagi yang suka natural look. Tapi produk ini akan oke kalau situnya suka penampilan yang "berat" dan full coverage. Dan sepertinya sih, produk ini oke buat makeup panggung, asal nggak lama-lama.

Kemasan


Bentuknya ya kayak case TWC lokalan pada umumnya. Memanjang tapi ramping. Materialnya tampak kuat. Dilengkapi dengan kaca yang cukupan lebarnya dan juga sponge untuk aplikatornya. Cukup keren lah sampai disini.

Yang saya suka lagi, Inez TWC ini tersedia juga dalam bentuk refill. Jadi kalau habis dan suka, boleh lah beli refill aja. Biar nggak kebanyakan sampah. Jadi agak nyesel gitu saya beli case, soalnya saya nggak bakalan repurchase nih.

Tapi sebenernya saya agak nggak suka sama dos-nya. Saya memang kurang demen sama produk yang dibuntel dos lagi. Buat apa sih ya? Toh pada akhirnya dos itu nggak guna. Menurut saya malah bikin sampah. Iya sih, kebanyakan produk kosmetik memang ada dos-nya. Yang saya tanya itu, buat apa? Mbok ya nggak usah pakai aja kenapa? Selain menurangi sampah, kan juga menghemat ongkos produksi kan?


Menurut saya, design keseluruhan produk Inez itu jelek, nggak indah gitu. Warnanya yang biru dongker itu menurut saya kurang bercita rasa set dah bahasa saya ahay --". Tapi ternyata, itu nggak berlaku untuk TWC-nya. Tahu kenapa? Soalnya walau warnanya biru dongker, tapi dia permukaannya dove.

Selama ini saya kan cuma punya lipstik, eyeshadow, dan blush-on-nya, yang mana kemasannya biru dongker gilap-gilap. Ternyata kalau si biru ini tampil pada permukaan yang dove alias tanpa kilap, kelihatan bagus dan mewah lho. Kesan kurang bercita rasanya hilang seketika. Makanya saya memutuskan beli se-case-nya.


Sponge Bawaan


Produk ini dilengkapi juga dengan sponge. Pas dipegang sponge-nya kelihatan bagus, padat, pori-porinya nggak terlalu besar, dan agak bau karet ^^. Tapi setelah diuji coba ke muka, saya nggak suka. Kasar dan bikin bedaknya kesannya nggak rata.


Warna


Inez TWC ini tersedia dalam 4 eh 6 eh..4, ah mbuh lali, sekian shade lah, pokoknya jumlahnya genap. Dari sekian shade itu sekilas pandang ada satu yang untuk pink undertone, lainnya kuning. Saya sendiri pilih shade No. 1 Natural.


Warnanya medium menjurus ke terang, dengan tone kuning yang lumayan kerasa. Cocok buat kulit saya deh pokoknya. Nggak tau kalau buat kulit situnya.


Tekstur


Teksturnya sangat-sangat-sangat mbubuk. Terbang-terbang gitu partikel bedaknya pas saya cocol pakai kuas. Tapi pas dicolek, terasa buttery di jari saya. Setelah di aplikasikan ke muka, hasilnya matte dan terasa berat di kulit. 

Aplikator terbaik untuk Inez TWC menurut saya adalah blush brush. Seriusan, pakai blush brush atau powder brush yang bulunya nggak terlalu flufy dan rapat. Cari yang bulunya lembut dan ringan aja, soalnya bedak ini gampang banget cakey. Aplikasi dengan kuas yang ringan membantu meratakan TWC ini secara tipis-tipis aja, jadi lebih nggak gampang cakey.

Seperti umumnya TWC, dia bisa dipakai basah ataupun kering. Tapi saya nggak cobain basahnya. Wong kering aja udah horor apalagi basah. Ogah ah.

Terkadang, TWC juga digunakan untuk set makeup. Jadi foundie - loose powder, kemudian di tepuk-tepuk dengan TWC biar lebih awet. Tapi saya nggak deh kalau pakai Inez TWC lah. Malah cakey nggak karuan entar kalau udah pakai foundie terud pakai ini lagi. Ini cocoknya dipakai tanpa foundie aja. Atau boleh pakai loose powder dulu, baru pakai ini. Kecuali memang pengen dandan yang berat dan pengen dapetin coverage yang super, enggak papa lah pakai foundie, tapi aplikasinya hati-hati yah.

Terus juga menurut saya TWC ini kurang cocok kalau untuk touch up, soalnya ya itu tadi, gampang cakey.

Satu lagi, walau hanya memakai TWC ini tanpa foundie/BB Cream, tetep harus double cleansing ya. Soalnya TWC ini berat banget, nutup pori banget, dan menurut saya kandungan foundienya lumayan banyak. Jadi harus bener-bener dibersihkan biar nggak bikin jerawatan.


Coverage

 

 Atas: Bare Face
Tengah: Inez TWC diaplikasikan dengan kuas ringan
Bawah: Inez TWC diaplikasikan dengan sponge bawaan

Bisa dilihat kan kalau Inez TWC ini punya coverage yang super mantab? Cocok banget buat orang yang punya banyak noda di mukanya, tapi pemales sampai pakai foundie-pun males. Kalau aplikasinya bener dan hati-hati, Inez TWC jatohnya bagus banget, halus bener dan bikin kulit kelihatan mulus. Tapi kalau aplikasinya geradakan ya susah rata dan belonteng-belonteng jadinya.


Staying Power & Oil Control

Oil Control-nya sumpah payah banget. kulit saya sih kering ya, agak minyakan cuma di area-T. Hitungan 2 jam, bedak ini udah bubar jalan, cakey di cuping hidung dan daerah sandaran kacamata. Terus setelah bubar itu, kalau di muka saya, entah kenapa jadinya kayak nggak rata lagi. Kumus-kumus banget deh.

Padahal ini bukan bedak yang touch-up-able. Jadi ya saya touch-up pakai bedak lain yang ringan aja. Si Inez cuma bagus pada pemakaian 2 jam pertama.

Inez TWC ini agak rempong menurut saya. Kalau dipakai untuk kulit kering, susah rata dan gampang cakey. Tapi kalau dipakai untuk kulit berminyak, oil control-nya payah banget.

Saran saya untuk pemakaian Inez TWC:
  • Pastikan pelembap sudah menyerap dulu dengan sempurna. Kalau perlu, tepuk-tepuk pakai tissu sebelum pakai Inez TWC
  • Gunakan aplikator kuas yang ringan. Jangan pakai sponge.
  • Setelah kuas di cocol, ketuk-ketuk kuas untuk membuang sisa produk 
  • Untuk kulit berminyak, sebaiknya penggunaan TWC ini didahului dengan face primer
  • Opsional: pakai loose powder dulu tipis-tipis sebelum mengaplikasikan Inez TWC. Biar TWC-nya nggak gampang cakey.
  • Selalu bawa kertas minyak saat memakai TWC ini, dan kalau mau touch-up, sebaiknya menggunakan compact powder yang lebih ringan saja.

     Kandungan Produk


    Eh, Inez ada Costumer Care-nya juga ^^:



    Kesimpulan

    Pada akhirnya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Inez TWC ini lebih kepakai untuk foto-foto singkat di blog, atau untuk bikin makeup look gitu. Karena coverage dan finish yang bagus dan flawless, tapi kurang bagus kalau dipakai lama-lama. Dan enggak, saya nggak mau repurchase.

    (+) Kemasannya bagus
    (+) Daya tutupnya sangat baik
    (+) Saya suka aromanya
    (+) Matte & Flawless Finish
    (+) Tersedia isi ulang
    (+) Bagus untuk makeup panggung, atau makeup yang berat (karena full coverage)
    (- ) Kurang bagus untuk makeup natural sehari-hari
    (-) powdery parah
    (-) Sponge nggak bisa dipakai, aplikasi terbaik adalah dengan kuas
    (-) Agak susah dicari, cuma ada di toko kosmetik lokal, jarang dijual di mall
    (-) Terasa berat di kulit, menutup pori, dan kalau pembersihannya nggak maksimal gampang bikin jerawat
    (-) Staying power dan oil control-nya jelek
    (-) Menurut saya harganya mahal untuk TWC lokal dengan kualitas seperti ini

    Harga: Rp 50 000

     

    Inez TWC
    Fanbo Eyebrow Pencil
    Rivera Automatic Eyeliner Pencil
    NYX Powder Blush: Taupe
    W 'n W Megalast Lipstick: Rose Bud

    53 comments:

    1. Naksir lipsticknya mba :))
      btw itu dibawah alis sebelah kanan yang garis item apaan mba??eyeliner?
      *jeuhhh salah fokus*

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya cakeup warnanya :D
        Eh apa yak itu? Baru ngeh aku. Eyeliner kayaknya ya? njeplak gitu.

        Delete
    2. Replies
      1. TWC lokal aku masih megang Pxy Ultimate, Miz :D

        Delete
      2. Sama, aku juga suka Pixy Ultimate. Hasilnya awet terus mampu nutupin dona-dona juga. Tapii, kulitku lebih bersahabat sama yang Pixy Acnebrite, meski baunya agak2 kaya bau obat gitu.. >.<

        Delete
      3. Untung kulitku pernah menang kontes ratu persahabatan gitu deh. Bersahabat sama semua bedak >'<

        Delete
    3. aku selalu breakout pake twc ini.. *sedih*

      ReplyDelete
      Replies
      1. bersihinnya yang bener, dear. Pakek bimoli.

        Delete
    4. Iya Bra, sinden itu keren lho Braaa.... Sumpahhh, keren bangettt... Aku mbok didandanin kaya sinden Braaa... >.<

      ReplyDelete
      Replies
      1. Keren puol, braaaa. Mantap pokmen. Sini tak dandani ala ala sinden ^^

        Delete
      2. Jengg, aku kok tertarik TWC ini untuk makeup panggung yak? Ada saran ga ses, apakah kira-kira ini cocok jika makeupnya semacam foundie tuwebel kayak Kryolan + TWC begini? Hasil yang diharapkan = makeup cetar dan "kelihatan" walau dilihat dari kursi pojok belakang. *macak reader bawel*

        Delete
      3. Kayaknya oke jeng, kalau makeup panggung gitu. Dengan catatan makeup panggung, dilihat dari bangku penonton lho yaa, buakn dilihat dari dekat. Aplikasinya pakai kabuki ajah biar tebel, tapi tetep minim cakey. Terus setelah foundie, lebih okenya pakai bedak tabur dulu, baru ini.

        Delete
      4. Iya Jeng, emang tujuannya bukan buat diliat dari deket. :D..
        Eh, ini ada SPFnya nggak yak? Pengen yang minim whitecast, kan kalau di panggung banyak lightingnya... :D

        Delete
      5. Kayaknya juga ga ada. Tapi kalau namanya udah pakek white white gitu kok aku curiga whitecast ya --"

        Delete
    5. Two way cake? Kue dua jalan? -__-... wah bibirmu eksotis mba, kayak angelina jolie gitu model modelnya ihik.. Btw kamera barukah? gambarnya lebih jelas :D *salah fokus*

      ReplyDelete
      Replies
      1. Haaa...jadinya gitu ya kalau diterjemahin? -_-
        Asiikk.. Brad Pitt mana, Brad Pitt???

        Sayangnya kamera pinjaman :|

        Delete
    6. aku juga pakai ini, tapi reffil nya aja
      emang daya tutup nya bagus banget ,
      tapi di mukak ku yang bermminyak , oil controlnya bagus looooo
      hehehehe
      beda muka beda hasilnya yaa...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iye, beda. Mungkin tergantung base-nya juga jeng. Skincarenya pakai apa, suhu/uadaranya gimana, dll

        Delete
      2. awal pake sempet breakout mbak, tapi pas kedua ketiga dst, nggak break out, nahh looo
        hahahaha
        gak jadi kebuang deh akhirnya :D

        iya mbak, mungkin tergantung base nya juga ya,, hehe
        aku biarpun twc ttp aja pakai bb cream, hahaha
        maruk bgt

        Delete
      3. Wah buset, pakai BB cream jugak? Nggak berat banget tuh jeng?

        Delete
    7. Sukaaa sama TWC ini, walaupun sebel sama oil controlnya, dan yang paling paraahh, bikin brekooottttt... aaaaaa T_T

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah, banyak yang brekottt. Hahahaa...
        Vani MUA kan? Ini oke ndak sih buat photoshoot? Whitecast ndak?

        Delete
    8. lipstiknya pake apa mbak ? ♥♥

      ReplyDelete
    9. hadeh warna lipstiknyaaa~~ (kenapa selalu ngiler tiap liat lipstik di blog orang deh) *pusing*

      ReplyDelete
    10. mbak sekar aku kalo baca blogmu pasti ngakak kejengkang. hahahaa dirimu kocak banget,gemes pengen aku kekepin :D semoga cepet sakseis jadi sinden yaak.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Makasih dukungannya ya :') *kemudian les vocal*

        Delete
    11. Hai mbak arum,,,
      Dlu waktu SMA aq pernah pakai ini. Coverage nya bagus mnrt aq, bkin noda2 di wajah gak kliatan. Sayangnya oil control nya kurang bagus. Tapi klo dipakai rutin tiap hari bisa bkin kulit wajah lebih putih,, klo g slh mengandung ekstrak mullberry yg bs memutihkan. Tapi skrg sdh g pakai lg, g suka oil controlnya,,

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya, oil controlnya dadah babay dah :D

        Woh, memutihkan? Jadi tambah yakin ga pake ini sering2 --"

        Delete
    12. waa lipstik racunnn >___<

      tapi mau komen tentang box kemasan aja hihihi, dalam produksi suatu barang (?) emang harus dikasih box kemasan mbak, karena banyak fungsinya sebagai pelindung sekunder, informasi produk, mempermudah pendistribusian dll.. ^^

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya, lipennya bagusss :D

        Harus? Wah aku nggak setuju. Produk body shop itu tanpa dos, aku penggemar TBS. Terus ada kok beberapa produk lokal yang tanpa dos. Diantaranya: Bedak tabur & lipstik sariayu; lipstik, bedak, eyeliner, dan eyebrow viva; beberapa produk milk cleanser, toner, sabun muka, body lotion, masker, body mist, sabun cair, dll dll. Banyak deh ^^

        Delete
    13. Jeng Arum, jadi urutannya foundie --> loose powder --> Two way cake ya?
      Wah, selama ini aq pakainya foundie --> TWC --> Loose powder/ setting powder.
      Kadang kalo biz pakai TWC trus pakai Loose Pwdr lg berasa kayak kebanyakan bedak di muka, apa ketebelan ya aq applynya ato aq makenya salah ya? >.< jadi skrg kalo uda pakai TWC (spons kering) uda ga ditimpuk bedak tabur lg.
      ntar takcoba ah dibalik LP duluan br TWC

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya, Jeng Deasy :)
        Habis foundie lebih baiknya memang loose powder dulu. Fungsinya untuk menyerap minyak, untuk base biar twc lebih cepat rata, dan juga membantu TWC nggak gampang cakey. Setelah TWC, boleh kalau mau ditambah setting powder lagi. Setting powder ini bisa loose bisa compact, biasanya teksturnya ringan, no coverage babar blas, dan di beberapa produk ada shimmernya.

        Aplynya pake apa, Jeng? Kalau aku suka pakai powder brush. Kurang demen pakai sponge, suka berasa tebel soalnya.

        Delete
      2. biasanya apply twc pakai spons kering, Jeng, soalnya biasanya ngga punya waktu banyak di pagi hari he he (suka bangun telat si)
        Kadang pakai spons basah tu kalo mau kondangan aja.
        Kalau twc pakai brush, saya pernah nyoba tapi dasarnya saya aja yg ngga pinter, agak susah meratakannya, gampangan meratakan twc pakai spons kl buat saya he he... :) memang si kalau pakai brush hasilnya ngga terlalu tebel.

        Soal loose powder. Oh, begitu ya, wah, makasih infonya, Jeng, bakal saya coba :)

        Delete
      3. kalau udah biasa, kuas lebih cepet, jeung. Tapi ya masalah kebiasaan sih. Hehehe... Kalau udah biasa dan udah enak pakai sponge juga oke. Pastiin spongenya ga digeser, tapi teken-teken aja biar bedaknya awet & foundienya ga geser.

        Aku malah nggak demen sama sekali pakai twc pakai sponge basah. Kalau pengen dapet efek foundie, aku jelas lebih milih pake foundie cair/krem, daripada powder dibasahin :D

        Iya, setahuku begitu jeung. Selamat mencoba ^^

        Delete
    14. Keren review nya mbak, pgn bisa nulis kaya gini, sering-sering nongkrong di sini ah, hehe..

      ReplyDelete
    15. Dear para wanita yang berbahagia, mungkin kalau masalah bedak itu berat aau enggak sesuai dengan jenis kulitnya kali ya.. aku si pemakai inez twc dan sudah berjalan 3 tahun semenjak aku masuk ke dunia kerja, awalnya aku coba beberapa bedak yang menurut aku cukup ringan dikulit seperti yg sist Sekararum bilang, mulai dari pixy, caring, maybeline (yg sebetulnya bukan expert nya bedak), dan ketika aku pake produk tsb aku merasa gak cocok karna menimbulkan bintik2 sperti bekal jerawat di muka aku, sampai pada akhirnya pilihanku jatuh kepada si inez twc ini, to be honest aku menjadikan si inez twc ini menjadi bedak daily ku dan alhamdulillah sampai saat ini wajahku baik2 saja. aku tetap pakai produk ini karena suka banget sama warnanya yg natural dan betul kata sist sekararum, sangat membatu menyembunyikan noda2 yg membandel dan gengges dimuka. Semoga bisa membantu dalam menentukan pilihan make up kalian ya gurls ;))

      ReplyDelete
      Replies
      1. Yup. Bukan cuma bedak sih. Semua makeup dan skincare itu tergantung sama jenis kulit masing2. Begitu mbak Maya. Thanx sharingnya :)

        Delete
    16. This comment has been removed by a blog administrator.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ini saya hapus karena promosi/jualan. Disini bukan tempat jualan. Kalau memang mau ada kerjasama/promosi, bisa hubungi email saya msekararum@gmail.com

        Thanx :)

        Delete
    17. Love & Hate relationship banget ama twc satu ini!
      Warna, tekstur, finishing, coverage, udah okeeeee banget, oil control ama oxi nya itu yang bikin sebel, tapi kalo udah coba susah berpalingnya :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha...beneerrrr. Tapi kalau aku pakai ini cuma buat foto2 aja, yang langsung hapus setelahnya. Habisnya kalau buat pergi2, belum keluar pintu rumah udah kucel sih ^^

        Delete
    18. TWC inez ku ga pernah pake sehari2, untuk pesta aja, tapi tetep aja ga sukaaa...tiap kali foto, mukaku tampak cemong cemong, entah knp, apa mgkn aku geradakan, apa kulit kombinasiku.... ga sk deh pkknya, udh pke berkali2 kesempatan n dgn berbagai trik menyapukan ke wajah, tetep aja foto2 tiap acara wedding tdk cantik, cemooong huhu

      ReplyDelete
      Replies
      1. Memang cocoknya untuk makeup panggung kayaknya

        Delete
    19. bagus kok warnanya kaka....
      justru lebih keliatan kalo pake make up, kalo mau yg ga keliatan kaya sinden sih tinggal costum sama warna kulitnya aja....
      saya pake produk ini dari 3 tahun yg lalu dan ok2 aja :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Aku sih nggak suka bedak/foundie yang "keliatan kalo pake make up"
        Tebel dan berat ajaaa. Ogah dah pokoknya pakai ini lagi ^^

        Delete
    20. aku setahun pake ini nih waktu sma menuju kuliah sampe 4temen ikutan beli, waktu itu lupa beli warna apa dan cocok bgt di muka sampe temen bilang kayak ga pake tapi alus gitu. nah abis itu beli lagi setahun lalu eh ga tau ya warnanya ga cocok karena lupa warna apaan. dan jatohnya malah jd berat banget dan pecah. apa karena gue udah gede jd tau berat ma enggak ya karena sebelumnya ga ngerti make up sih.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Udah gede :'))).

        Emang si Inez ini katanya dulu teksturnya mayan bagus loh. Nggak tau kenapa makin kesini kaya makin...mmm...ya gitu deh :D. Terus juga memang katanya ada beberapa warna yang berubah/nggak diproduksi lagi. Ada kok blogger yg dulu cocok banget sama warna tertentu, eh sekarang nyari lagi udah ga ada ^^.

        Delete
    21. saya suka banget lho blogwalking disini kalo maui cari2 review kosmetik lokal...
      bagus mbak finishingnya, flawless gitu... *ngiler*, tapi nek berat jadi urung makenya.. horor... =__=

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hihi....makasih yak ;)
        Coba aja, di aply pake kuas biar penampakannya ga terlalu berat

        Delete
    22. Pertama kali aku pakai TWC inez buat wisuda dan hasilnya cetar. Karena coverage nya matte, bagus banget di bawah lighting dan dibawa ke foto studio. Warnanya cocok buat kulitku yg sawo matang (cenderung kuning). Kalau bedak lain susah cari pigment kaya gini, biasanya coklatnya agak merah.

      ReplyDelete

    Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
    Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

    LinkWithin

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...