Friday, May 22, 2015

[FoodPorn] Resep: Firewing


Tau Richeese Factory nggak? Kalau yang tinggal di Jakarta dan Bandung pasti tau lah ya. Tapi saya belum pernah nemu Richeese di Jogja, Solo dan sekitarnya. Richeese Factory ini adalah restoran cepat saji, semacem KFC gitu, tapi menu-menunya khas karena berkeju-keju. Saya lumayan suka keju, tapi jujur aja kurang suka kejunya Richeese Factory. Berasa kurang nendang ajah getoh.

Tapi ada satu menu yang selalu bikin saya dan suami selalu pengen kesono-sono mulu, yaitu Richeese Firewing. Ini adalah sayap ayam yang digoreng tepung, dibalur saus barbeque super pedas yang rasanya khas banget. Makannya dicocol sama saus keju. Tapi saya biasanya nggak pernah menyentuh si saus keju. Habes, agak nggak nyambung aja di lidah saya ayam goreng pedes manis dicocol keju.


Tapi diluar cocolan kejunya yang saya nggak demen, firewing ini sendiri tuh uenak. Saya sukak banget gadoin ini. Iya digado, soalnya saya nggak bisa makan ini pakai nasi, berasa eneq. Paling pakai french fries dikit. Karena digado itulah habisnya jadi banyak. Dan boleh dibilang, untuk ukuran fast food, Richeese Factory ini mahal. Saya dan suami selalu habis diatas Rp.150.000 tiap kesini --". Tapi mau mahal juga ya namanya enaaakkk. Gimana lagi, dong? :') .

Ya udah deh, saya akhirnya cobak-cobak bikin nih firewing KW. Eh...ternyata enak loh! Memang nggak sama lah sama yang di Richeese Factory, tapi tetep enak dan bisa jadi pengganti kalau lagi kepengen Richeese Firewing. Dan yang penting, juauuuuhhh lebih murah #kipaskipasduit.

Okeh, ini resepnya:


Bahan Utama:
  • 10 sayap ayam 
  • Minyak goreng

Bahan marinasi ayam:
  • 1 butir lemon
  • 2 siung bawang putih
  • garam
  • lada

Bahan pelapis ayam:
  • 5 sdm tepung terigu (sebenernya ini nyisa sih..)
  • 1 sdm tepung maizena
  • 1/2 sdt bubuk pala
  • garam
  • lada
  • 2 butir putih telur

Bahan saus:
  • 2 sing bawang putih
  • 1 butir bawang bombay
  • 7 buah cabai rawit merah (boleh ditambah atau dikurangi)
  • 3 sdm saus barbeque (saya pakai Del Monte)
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm saus tomat pedas
  • gula pasir
  • garam
  • lada

Cara membuat ayam tepungnya:
  1. Kucuri ayam dengan perasan lemon, diamkan 10 menit, lalu cuci bersih
  2. Uleg bawang putih sampek halus, campurkan dengan garam dan lada
  3. Balurkan bumbu uleg ke sayap ayam, diamkan 1 jam (saya diemin semaleman sih, taruh kulkas)
  4. Panaskan minyak banyak-banyak (sampe bisa bikin sayap ayam tenggelam)
  5. Goreng sayap ayam dengan api kecil, sampai warnanya agak kuning aja, nggak usah coklat-coklat lah.
  6. Angkat sayap ayamnya, biarkan mendingin.
  7. Campurkan tepung terigu, maizena, bubuk pala, garem dan lada dalam satu wadah
  8. Kocok putih telur dalam wadah yang lain
  9. Gulingkan sayap ayam ke campuran tepung sampai merata
  10. Celup sayap ayam ke putih telur
  11. Gulingkan lagi ke campuran tepung sambil ditekan-tekan.
  12. Lalu goreng dalam api sedang sampai matang dan tepungnya keras serta kecoklatan (sampe sini ayamnya dimakan juga udah enak sih).
  13. Sisihkan

Cara membuat sausnya:
  1. Keprek dan cincang bawang putih, iris tipis bawang bombay, cincang halus cabai rawitnya.
  2. Panaskan 3 sdm minyak, lalu tumis bawang bombay dan bawang putih sampek harum
  3. Kecilkan api, lalu masukan saus barbeque, kecap, saus tomat pedas, dan cabe rawit. Aduk-aduk.
  4. Kalau dirasa terlalu kentel, boleh ditambah sedikiiittt air.
  5. Tambahkan gula, garem, dan lada sesuai slera. Ladanya yang banyak aja nggak papa
  6. Matikan api

Langkah terakhir:
  1. Masukan sayap-sayap goreng tepung tadi kedalam sausnya, lalu aduk aduk sampai saus membalut sempurna.
  2. Sajikan!

Catatan:
  • Kayaknya kalau punya cabe bubuk akan lebih enak. Jadi penampakan sausnya nggak horor dengan adanya biji-biji cabe itu. Tapi karena saya nggak punya cabe bubuk, ya udah deh pakai cabe rawit + lada.
  • Awalnya, saya nggak goreng ayamnya sebelum ditepungin. Tapi suami saya ternyata nggak suka, lebih suka digoreng dulu. Kalau saya sih suka semua. Jadi terserah ya, digoreng sekali atau dua kali, sesuai selera ajalah.

Gampang kan bikinnya? Saat ini Firewing ini lagi jadi makanan favorit saya kalau weekend. Jadi nggak perlu lagi deh keluar :D. Oh iya, enaknya masak beginian di rumah tuh kita bisa tambahin side dish sesuai mau kita. Soalnya kan kalau di fast food gitu kan nggak disediain sayur ya. Padahal habis makan daging pedes gini enaknya makan sayur.

Jadi firewing ini bisa disajikan barengan sama brokoli kukus, tumis bayam, atau selada segar. Kalau suka bisa juga dimakan untuk lauk nasi atau kentang goreng. Selamat menikmati ;).

14 comments:

  1. Aku gak bisa gak komen ini sambil gak emosi Mbak Arum..
    Btw Richeese Factory mo buka di Malang dlm minggu ini lho ^^ YES! Firewing! Mwuahahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahak....firewing memang bikin emosiii.
      Wah asih, bisa jajan firewing :D

      Delete
  2. aku juga suka banget sama firewingnya richeese, bikin nagih, tapi harganya ga ramah XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh nagih sangath! Apalagi kalau suka pedes :D.
      Bikin sendiri ajaaaa.... Murahh

      Delete
  3. Nyaaam, liatnya bikin lapeer. Oke fix masukin saus barbeque Del Monte di list belanja bulanan. Huaaa nyesel taun lalu ke jkt n gak coba si Richeese Factory T_T. Semoga di bali segera ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh eh...aku mau nulis di bali nggak ada sempet ragu mbaa...hahahaa... Ternyata ga ada beneran yak :D. Bikin dulu aja sendirii. Hihihi... Ntar kalau main jakarta kita meet up di richeese factory :D

      Delete
  4. Kak, mau tanya! Kalo digoreng sekali ama dua kali bedanya apa? Terus kalo pake cabenya dibanyakin efek jangka panjangnya akan berpengaruh kepada tata perilaku dan sikap gak, kak? Mohon jawabannya, kak! Terima kasih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau digoreng sekali aja rasanya lebih juicy, dek. Tapi beda yang paling menonjol adalah: kalau digoreng sekai suami nggak suka, kalau dua kali suami suka ^^.
      Lalu untuk cabe, walau belum ada penelitian resminya aku kira bisa. Dengan menambah takaran cabe secara konsisten dan terus menerus, kamu akan terus merasakan pedasnya kehidupan walau sebatas di lidah. Jadinya kamu akan berpikir panjang sebelum melontarkan ucapan yang pedes dan menyakiti hati orang laen. Kira-kira demikian. Semoga bisa dipahami.

      Delete
    2. Terima kasih banyak atas jawabannya, Kak! Sangat membantu sekali!

      Delete
    3. Sama-sama. Senang bisa membantu!

      Delete
  5. waaa... resepnya menggoda syekali... top deh mbak. aku padamuh #ehh

    syuka dengan gaya penulisan mbak arum. jujur dan ngocol. keep posting yaaa. salam kenal dari bandung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga padamumumumumu :3
      Makasih yaaa

      Delete
  6. Kak Arum ku coba yaa resepnya buat pacarku yg doyan makan & kebetulan org padang doi suka pedes (loh curhat) :D
    Baru baca resepnya aja udh ngences2 >.<

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...