Thursday, January 29, 2015

Kucing dan Tokso


Sejak saya menikah plus pelihara kucing, banyak banget yang ngomongin soal Tokso sama saya. Dari yang sekedar nanya, sampai yang bernada memerintah, "jangan pelihara kucing kalau belum punya anak!" Lah, siapa elu? :D.

Awalnya saya selalu menjawab dengan sabar. Saya kasih beberapa alasan logis, saya jelaskan mengenai tokso (sebatas pengetahuan saya), pendapat dokter dan orang-orang yang ahli dalam bidangnya, bahkan nggak jarang saya kasih link ke artikel-artikel yang sekiranya berhubungan. Tapi tetep ya, yang namanya orang, cuma mau mendengar apa yang mereka mau dengar. Terkadang saya berpikir mereka lebih sakit hati karena saya nggak nurutin mereka kok, bukan karena persoalan tokso-nya. Segala alasan logis dan artikel yang saya kasih mental dengan kata-kata: "tapi katanya bapakku/ibukku/tetanggaku nggak gitu!"

Waduh, kalau udah masuk ke "katanya mbah-ku" begitu bakalan jadinya debat kusir. Karena bagi masing-masing orang, mbah-nya sendiri-sendirilah yang paling benar (alasan yang sama juga berlaku kenapa saya nggak mau debat soal agama). Dan karena debat kusir nggak bakalan sampai kemana-mana, baiklah saya diam saja.


Awalnya saya bete, beneran bete sampai ke ubun-ubun. Dalam pikiran saya, ini orang-orang punya akses internet cuma dipakai buat mainan instagram sama facebook ya? Masa persoalan tokso aja nggak bisa sih baca-baca di internet? Tapi lambat laun saya mengerti, ya memang belum banyak yang mau mencari tahu. Bahkan pernah saya membaca komentar di salah satu group facebook yang anggotanya perempuan-perempuan gitu deh, "aku sebenernya suka kucing. Tapi nggak mau pelihara karena takut nggak bisa punya anak." Dan member yang lain sama sekali nggak ada yang meluruskan pendapat itu. Ehm...termasuk saya sih :D.

Maka sebagai penebusan dosa, saya meluangkan waktu untuk menuliskan mengenai tokso, efeknya pada kandungan, bagaimana penyebarannya, dan bagaimana pencegahannya. Sebelumnya, saya bukan dokter dan bukan orang yang ahli dalam bidang ini. Jadi kalau ada diantara temen-temen yang lebih tahu, boleh menambahkan info atau menyanggah pendapat saya di kolom komen. Tapi ingat, yang logis! Jangan menyanggah karena katanya mbah-mu.

Menganai apa itu toxoplasma, silahkan baca sendiri di sini.


Apa bahayanya toxoplasma bagi perempuan?
Bila perempuan hamil, terinfeksi toxoplasma akan berdampak pada janinnya. Dampaknya yaitu:
  • keguguran
  • lahir mati
  • cacat dan gangguan syaraf pada bayi yang dilahirkan
  • hidrocephalus (ukuran kepala bayi besar karena berisi cairan)

Lalu bener nggak sih infeksi toxoplasma menyebabkan perempuan mandul
Kalau infeksi berlangsung terus menerus, dan menginfeksi saluran telur wanita, saluran ini akan menyempit. Sehingga sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur nggak bisa sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma.

Ah...serem ah. Mulai sekarang nggak usah deket-deket kucing ah :D.


Sebelum nendangin kucing-kucing dijalanan yang SKSD sama kita, ada baiknya kita tahu dulu, apa sih penyebabnya sampai perempuan bisa terinfeksi toxoplasma?

Bukan cuma kucing loh; tapi tikus, ayam, burung, sapi, kambing, babi, dan kawan-kawannya yang berdarah panas juga bisa menularkan toxoplasma kepada manusia. Tapi memang dalam tubuh kucing, toxoplasma ini bisa berkembang biak (saya jelaskan dengan bahasa awam aja ya. Sebenernya penjelasannya lebih rumit dan banyak bahasa anu-nya). Kucing yang terinfeksi toxoplasma, akan mengeluarkan kista toxoplasma melalui kotoran atau pup-nya. Nah, kalau kotoran kucing ini nggak sengaja kita makan, kita akan tertular. #mamamtuhpupkucing.

Tapi ingat, nggak semua kucing terinfeksi toxoplasma. Dan nggak semua orang itu jorok! Saya misalnya, selalu cuci tangan pakai sabun sebelum pegang makanan atau pakaian bersih! Saya juga nggak penah iseng emut-emut jari. 


Marilah kita rangkum penyebap manusia bisa tertular tokso:
  1. Dari hewan berdarah panas.
    Misalkan kita pelihara/ mainan kucing. Bisa aja kan si kucing terinfeksi, lalu pup-nya nggak sengaja menempel di bulunya, lalu kita elus, dan setelah elus kucing kita makan tanpa cuci tangan. Nah siapa yang salah? Saya bilang sih salahnya kamu yah. Kan udah dibilangin dari kecil kalau sebelum makan harus cuci tangan dulu? :D.
  2. Memakan daging mentah/ daging yang kurang mateng.
    Kista toxoplasma ini bisa mati dalam suhu 70 derajat celcius dalam waktu sepuluh menit. Jadi selalu makanlah makanan yang mateng ya! Saya kalau makan steak, selalu minta yang well done.
  3. Makan sayuran mentah yang kurang bersih nyucinya.
    Sayuran ini bisa aja sudah pernah kontak dengan hewan/ kista toxoplasma. Kalau saya memang kurang begitu suka sayuran mentah ya, nggak tau kenapa, saya nggak demen lalapan. Nggak cocok ya jadi orang sunda? :D. Tapi kalau kamu suka lalapan, usahakan disiapkan sendiri. Jadi bener-bener tahu kalau sayur-sayuran mentah yang kita konsumsi itu sudah dicuci bersih.
  4. Nggak sengaja menelan tanah saat bercocok tanam.
    Sekali lagi, plis, cuci tangan sebelum makan!
Bahkan, penularan tokso yang terjadi kebanyakan bukan disebabkan oleh kucing loh! Penyebab terbesarnya adalah: Mengonsumsi makanan yang nggak matang sempurna.

Saya sendiri suka banget sama binatang. Saya pelihara kucing tuh udah dari kecil. Apakah saya terkena toxoplasma?


hasil tes TORCH saya. Mengenai TORCH silahkan baca sendiri di sini. Kita fokus ke bagian Anti Toxoplasma-nya.

Singkatnya, bila tubuh kita terpapar virus, secara otomatis akan membentuk antibodi sebagai mekanisme perlindungan diri, dalam hal ini Anti Toxoplasma. IgM menunjukan antibodi yang dihasilkan pada saat terpapar penyakit, sedangkan IgG menunjukan respon kedepannya. IgG umumnya memberi kekebalan tubuh terhadap penyakit terkait. Jadi, IgM menunjukan apakah saat ini kita terinfeksi atau tidak, sedangkan IgG menunjukan apakah kita pernah terinfeksi atau tidak di masa lalu. 

Lebih gampangnya, berikut cara membaca:
  1. IgG positif dan IgM negatif
    Berarti setahunan yang lalu, tubuh pernah terkena infeksi. Saat ini tubuh sudah mengembangkan sistem kekebalan terhadap toxoplasma.
  2. IgG negatif dan IgM positif
    Saat ini tubuh sedang terinfeksi
  3. IgG negatif dan IgM negatif
    Tubuh dalam kondisi sehat.

FYI aja, tes TORCH ini penting loh! Bukan cuma buat yang lagi program hamil ya, tapi kan ada baiknya kita tahu dengan benar apa yang terjadi dalam tubuh kita. Sekedar cerita nih, mbak ipar saya (kakak perempuannya mas suami), pernah tes TORCH pada saat kuliah dulu. Karena dia merasa tubuhnya nggak fit, dan oleh dokter disarankan tes TORCH. Pada saat itu memang babeh mertua saya pelihara unggas banyak sih (bukan kucing, catet!). Dan bener dong, mbak saya itu terinfeksi.

Malah beruntung banget kan dia udah tahu dari awal?! Jadi bisa melakukan terapi dan pengobatan sejak dani. Dan saat menikah, mbak saya sudah bersih. Sekarang anaknya tiga sehat semua tapi nakal-nakal banget dan tukang ngompol deh sumpah! :D

Memang tes ini relatif mahal yah. Sebelum tes saya udah googling-googling dan tanya-tanya dulu. Pokoknya saya lihat ada lah yang bilang harganya dari sejuta sampai empat juta rupiah. Lalu saya mulai cari dokter obgyn yang baik. Setelah konsultasi, dokter saya bikin surat pengantar buat tes ke laboratorium yang ditunjuk. Biaya yang saya habiskan (untuk lab) adalah Rp.2.500.000. Awalnya saya bayar Rp.3.000.000. Tapi ternyata saya ditelpon untuk mengambil yang Rp.500.000, karena hasil tes tokso saya negatif. Uang yang Rp.500.000 itu memang tadinya mau digunakan untuk tes lanjutan seandainya tokso saya positif.

Mahal ya? Iya, saya pun mengakui. Tapi saya pun harus sadar kalau tes ini adalah investasi yang lebih penting daripada kuas make up, parfum, tas, atau apapun yang tadinya niatnya mau saya beli pakai duit itu.


Oke, kembali ke hasil tes. Hasil tes saya adalah IgG negatif dan IgM negatif. Yang artinya saya tidak sedang terinfeksi dan belum pernah terinfeksi. Loh, kok bisa, Rum? Kan elu dari kecil suka mainan kucing?

Nah, ini nih. Balik lagi saya mau menjelaskan kalau pelihara kucing nggak selalu harus dikaitkan dengan tokso. Yang menyarankan untuk pelihara kucing ini malah suami saya loh! Jadi saya ini kan orangnya penuh kasih sayang banget #pret! Gemesan banget kalau sama hewan yang lucu-lucu. Kayaknya saya tipe yang harus menyayang-nyayang hewan. Melihat kecenderungan ini, suami saya khawatir dong! Bayangin aja kucing garong dan anjing buduk liar diluar sana saya elus-elus, saya ajak main, saya suapin. Akhirnya suami saya memilih pelihara aja, biar yang saya sayang-sayang jelas terjamin kebersihan dan kesehatannya. 

Berkali-kali juga orang-orang ngomong ke suami saya, "kok dibolehin sih istrinya pelihara kucing? Nanti nggak bisa punya anak loh!" Tapi suami saya mah tipenya males menjelaskan. Jadi kalau ditanya gitu ya cuma dijawab: "yo ben lah, karepe." :))


Saya sendiri tipe yang ogah membeli kucing. Kucing itu bukan barang jualan keles. Mereka mahluk hidup, bukan mainan. Jadi saya pilih mengadopsi. Terus, gimana caranya agar kucing yang saya ambil nggak terinfeksi tokso? Mmm...ini cara memelihara kucing ala saya yah:
  1. Saya selalu adopsi kucing dari kecil/bayi.
    Saya ambilnya kucing terlantar kok, bukan kucing yang masih nyusu ke mamah kucingnya.
  2. Selalu periksakan kondisi kucing yang mau dibawa pulang ke dokter hewan.
  3. Rutin cek kondisi kucing ke dokter hewan
  4. Lakukan vaksinasi lengkap dan sterilisasi untuk kucing di dokter hewan.
  5. Peliharalah kucing di dalam rumah.
    Jadi dia nggak main di tanah, nggak bergaul sama kucing liar, dan nggak makan tikus atau hewan lain entah apa.
  6. Setiap pagi, jemur kucing dibawah matahari pagi secara langsung selama 15 - 30 menit.
    Saya jemurnya pakai kandang biar kucingnya nggak ngiyup dan keluyuran.
  7. Jangan kasih makan kucing daging mentah.
    Saya selalu ngasih Jimbeam dan Lilly makan dry catfood sih. Saya pakai Royal Canin fit 32 untuk Jimbeam, dan Royal Canin Kitten 36 untuk Lilly. Sambil sesekali diselingin kepala ayam yang sudah dipresto sampai empuk. Jimbeam dan Lilly juga nggak boleh makan selain apa yang saya kasih. Mereka sudah terbiasa selalu makan ditempat yang sama pada jam-jam yang sama.
  8. Pakai pasir khusus untuk toilet kucing (saya pakai pasir gumpal yang wangi).
  9. Selalu bersihkan pasir setiap kelihatan ada kotoran kucingnya.
    Jimbeam dan Lilly sih pup-nya terjadwal, karena makannya juga saya jadwal. Jadi nggak capek bulak-balik bersihin pup.
  10. Jemur pasir toilet setiap hari selama kurang lebih 30 menit, ditempat yang terkena matahari secara langsung.
  11. Ganti pasir secara berkala.
    Saya sih 3 hari sekali sudah harus ganti.
  12. Rutin potong kuku kucing seminggu sekali
  13. Rutin memandikan kucing dua minggu sekali.
    Dan jangan lupa, keringkan si kucing sampai bener-bener kering yah, biar nggak bau dan berjamur.

Sedangkan untuk manusia pemeliharanya, juga harus bersih. Bukan cuma pelihara kucing, pelihara apapun tuh harus bersih dong ah. Kalau jorok, nggak usah pelihara hewan daripada membahayakan kesehatan diri sendiri dan keluarga. 

Agar terhindar dari tokso, yang harus manusia lakukan:
  1. Selalu cuci tangan pakai sabun setelah mainan kucing.
  2. Selalu cuci tangan pakai sabun sebelum makan, memasak, memegang alat makan/minum, memegang pakaian, dan sebelum tidur.
  3. Bersihkan rumah setiap hari
  4. Cuci bersih buah, sayur, dan semua bahan makanan yang akan diolah
  5. Masak daging dan telur sampai matang sempurna. Kalau bisa sih, sayur juga dimasak yah.
  6. Intinya hiduplah dengan bersih dan pilih gaya hidup yang sehat.

Saya memang bukan tipe yang suka pakai hand sanitizer atau pembersih tangan tanpa bilas. Kalau mau makan atau habis pegang binatang dan apapun yang kotor, ya cuci tangan dong! Saya lebih pilih jalan jauh ke wastafel deh daripada pakai hand sanitizer dan skip cuci tangan.

Aduuuhhh, repot amat yah?

Mmm...hidup bersih kok dibilang repot sih? Kalau nggak mau repot ya gampang sih. Jangan pelihara hewan, jangan mainan hewan. Itulah makanya kami-kami disebut pecinta hewan. Karena kami rela repot demi bisa hidup berdampingan dengan sehat bersama hewan-hewan kesayangan.


Jadi, sekarang udah tau ya penyebab-penyebab tokso dan cara-cara pencegahannya?! Makanya kalau ada orang belum punya anak, jangan buru-buru nge-judge kalau itu gara-gara kucing. Karena bisa aja ya memang belum pengen punya anak, belum dikasih anak, belum mencoba bikin anak sama sekali :D, atau memang nggak bisa punya anak. Apapun alasannya, sebenernya jangan nge-judge apapun deh, kecuali kamu adalah calon eyang yang bersangkutan dan berbahagia ^^.


Sumber:

34 comments:

  1. Mbak niat pelihara satu kucing lagi nggak mbak? Makasih banget mbak atas informasinya. Mbak Arum tulisan nya selau kece!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak! :D
      Sama-sama. Semoga bermanfaat yah ;)

      Delete
  2. KEREN!!! ;D :D

    Gak cuma kamu. Dulu di rumah orangtuaku kita sering pelihara banyak kucing dan ada aja tetangga yg nakut-nakutin mandul ke ibuku,katanya hati-hati nular tokso ke anak-anak perempuannya. Sempet takut juga sih, apalagi kita sering tidur bareng kucing. Tapi kita lebih percaya kata Vet, kalau bersih, divaksin, gizinya bagus, pasti kucing gak penyakitan.

    alhamdulillah, pas kita lagi banyak2nya pelihara kucing, aku malah punya adik2 baru yg sehat, haha. Trus dulu sebelum program hamil, periksa TORCH juga kan dan IgG - IgM ku negatif. Nah, ketularan aja belum pernah, kan. Menurutku sih mending lebih hati2 sama apa yg masuk ke perut kita deh, hehe (mas hamil total gak makan steak, sate, lalap sama salad)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang sih, kebanyakan orang nggak mau cari tahu. Menyalahkan lebih gampang daripada belajar kan :D,
      Iya setuju, memang penyebap utama tokso itu dari makanan. Hehe..

      Delete
  3. saya share boleh kan ya mbak artikelnya?

    saya juga capek harus ngejelasin ke orang-orang dari awal tentang tokso. mereka pikir semua kucing nularin tokso, padahal kan gak semua kucing terinfeksi, dan juga gak selalu dari kucing juga.

    makasih banyak lo mbak sharingnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh dong :).
      Sama-sama. Senang kalau bermanfaat.

      Delete
  4. Makasih Mba Arum atas informasinya. Izin share yaaa... :D

    ReplyDelete
  5. Jadi emang dari pupnya kan mba.. bukan dari bulunya... kcuali bulunya kena pup trus kita elus2 dan makan gak pake acara cuci tangan dulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bener banget! Jadi kalau mau makan memang wajib cuci tangan pakai sabun. Makan pakai tangan kotor bahayanya bukan cuma tokso :D

      Delete
  6. Bagus banget, mbak. Keren!
    Sebagai penyayang kucing, kasihan juga kenapa selalu kucing yang jadi tertuduh, padahal sumbernya belum tentu dia.
    Suka juga sama foto-fotonya, mbak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih :D
      Iya memang kucing pembawa terbesar sih. Tapi sebenernya yang bikin ketularan ya kita sendiri. Kalau kitanya bersih kan nggak bakalan tertular.

      Delete
  7. akhirnyaaa.. akhirnyaaa... akhirrnyaa ada yang nulis tentang ini juga..
    *slametan sego kuning*

    ReplyDelete
  8. Wah..makasi bgt infonya mbak..
    Bermanfaat sekali ini..
    aku jg pengen bgt pelihara kucing tp ga dibolehin sm org rumah..takut kena penyakit ini lah itu lah..
    Aku sih cuek..pikirku kalo kucingnya divaksin trus makannya bener pasti ga penyakitan..
    mungkin krn dulu adek sempet kena gatel2 pas pelihara kucing..makanya org rmh nyinyir ga bolehin pelihara kucing.. #lohCurcol XD
    pokoknya artikel ini joss gandos lah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya asalkan kitanya orangnya bersih, nggak jorok, dan kucingnya dipelihara secara bener aman banget kok. Malahan jarang banget loh orang yang terinfeksi tokso kalau pelihara kucing indoor. Jadi kucingnya nggak boleh keluar rumah :).

      Delete
  9. saya izin share ya mbak Arum :)

    saya suka banget postingan yang ini.
    semoga baik pecinta dan bukan pecinta kucing yang habis baca ini langsung dapet pencerahan yaa hehehe.

    ReplyDelete
  10. Mba maaf oot ,itu jimbeam ma lili ga pnh brantem kn ?? Kalo aq ntah knpa takut bgt ke kucing . Suka sirik sama temen yg akrab ma kucing tp driku gabisa....

    Mezquitta.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berantemnya bercanda-bercanda gituuuu. Berantem-beranteman :D. Kenapa takut? Kalau peliharaan gini biasanya nggak gigit dan nggak keluarin kuku ke manusia kok.

      Delete
  11. mbak, nenek saya miara kucing dan dia punya anak 11 org, gowes mbak rum, cemungudh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nenek ku jugaaa. Anaknya 9, kucingnya 12 :D

      Delete
  12. Mbak, dulu saya sering sumeng2 gak jelas. Diperiksa ini itu hasilnya bagus-bagus aja, kecuali satu pemeriksaan darah ada mengarah ke infeksi, tapi gak ketahuan infeksinya apa. Pas dokternya tanya apa saya pelihara hewan di rumah, saya bilang saya pelihara anjing liar (saya memang suka bawa anjing liar terlantar mbak). Trus diperiksa toksoplasmanya saya, alhasil IgM saya positif tokso. Sudah berobat dan dinyatakan sembuh, tapi saya takut kalau jadi mandul... gimana solusinya. kalau sudah terinfeksi bisa terinfeksi ulang gak? Karena saya masih pelihara 2 anjing lagi??
    Pesan saya, gak cuma kucing yg bisa nularin toxo, anjing juga, apalagi anjing/kucing liar yang suka berburu tikus/bangkai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo, mb Lina.
      Kalau dari artikel yang aku baca-baca sih, kalau IgG positif, tetep harus waspada. Mungkin sebelum program hamil cek lagi aja ke dokter dan lab. Biar tau masih ada virus dan bisa hamil atau enggak. Programnya kalau sudah bener-bener bersih.
      Anjingnya juga dicek coba mb. Terus mending anjingnya dipelihara di dalem rumah aja, yang bersih. Jadi nggak makan bangkai/daging mentah.

      Sukses yak :D

      Delete
  13. keren kak kucingnya, bisa dibawa pulang kah ? hehe :p

    ReplyDelete
  14. Mbak aku ijin share ya?:D
    Btw aku slama ini jadi silent rider disini wkwk suka banget sm blognya:D #btw ini pinjem akun pacar #plak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan ses :D
      Itu mas Alif nggak malu akunya dibuat komen blog lenjeh? :))

      Delete
  15. Aku suka artikel Mbak. Apalagi yang ini berhubungan sama kucing.

    Kadang suka sebel sama orang yang ribut kalo perempuan pelihara kucing itu bahaya bla bla bla endebre ...
    Suka asal njeplak tapi ga tau apa-apa...

    Kebanyakan yang komen ke aku tuh malah sering nakutin aku. Padahal aku sendiri santai aja. Toh selama ini aku juga rutin bawa si meong ke vet dan jaga kebersihan rumah.

    Yakali aku segitu joroknya abis bersihin pup meong ga cuci tangan langsung makan tahu isi.. wew...

    Keep posting mbak. Salam dari si meong hitam peliharaanku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, banyak yang ketakutan tanpa sebab. Hiks..
      Salam buat meong dari Jimbeam :3

      Delete
  16. Tadinya mau minta kontak mbak buat tanya-tanya soal tes TORCH, akhirnya ambil tes langsung di Prodia. Hasilnya toksoku IgG positif IgM negatif, tapi aku ambil tes rubella sama CMV yang IgG dan hasilnya positif semua. Sengaja soalnya kalo tes yang IgM bisa dicover BPJS :-D
    Ya sejauh ini belum ke dokter kandungan, tapi paling gak udah punya bekal duluan sebelum konsultasi. Aku nyadar sih sehari-hari orangnya jorok :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mosok kamu ga ada kontakku ses?? Bukannya kita pernah WA-an ya?
      Lain kali DM aja gapapaaaa. Ntar kukasih nomorku.
      Wah, untuk udah tes dulu ya ses. Jadi bisa terapi dulu buat nyembuhin.
      Semangat ya ses :3

      Delete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...