Pixy Colors of Delight

19 comments

Dulu sebenernya pixy ini kemasannya bukan pink, tapi abu-abu. Udah agak lama sih dia ganti kemasan. Setelah ganti kemasan, pixy ini tambah popular, tambah banyak yang review. Banyak yang bilang kalau kemasan pixy yang sekarang bagus. Tapi kok selera saya beda ya? Saya malah lebih suka kemasan pixy yang lama, yang warna abu-abu. Terutama untuk kemasan lipsticknya itu, kemasan yang baru lebih bulky, dan (menurut saya loh ini) terkesan seperti lipstick mainan.

Tapi secara kualitas, produk-produk dari pixy boleh lah di adu dengan brand-brand lain. Bahkan lipstick 503 Brown Sugar, Liquid Eyeliner, dan Mascara-nya adalah produk-produk andalan saya. TWC dan Make-up removernya juga lumayan bagus. Tapi kali ini saya cuma mau bahas produk pixy yang kemasannya pink ya. Biar nggak kebanyakan. Capek boo ngereviewnya kalo kebanyakan :D.


Red-A Eyeshadow C

9 comments
Red-A Eyeshadow C
Maafkan penampilannya yang sudah buluk ^^
Red-A ini adalah sister brand Viva, tapi pasarnya lebih untuk ABG. Iyaaa..saya tau saya udah bukan ABG lagi. Saya ini tante-tante yang suka kecentilan nyobain make-up untuk ABG   X))). Dan seperti saudaranya, Viva, Red-A ini range harga produknya juga murah-meriah-ceria.

Packagingnya, untuk harga semurah itu, menurut saya sih sudah lumayan. Warnanya putih, nggak terlalu bagus sih, tapi juga nggak jelek. Ada kacanya, jadi memudahkan kita untuk touch-up di sembarang tempat (sound wrong -___-). Dan seperti kebanyakan eyeshadow lokal lainnya, kuasnya enggak banget deh! Nggak bakalan kepakai. Dibuang juga nggak apa-apa.



L'oreal Base Magique Transforming Smoothing primer

10 comments

L'oreal Base Magique adalah primer atau make-up base kedua saya, makeup base pertama saya adalah Moor's Radiant Glow Makeup Base.

Karena saya banci packaging, yang saya lihat jelas packagingnya dulu :D. Packagingnya bagus dan tampak mewah. Ukurannya kecil, lebih kecil dari Moor's Radiant  Glow, jadi lebih praktis untuk di bawa-bawa traveling.

Saya cukup beruntung waktu membeli L'oreal Base Magique, karena untuk percobaan awal ini, saya nggak perlu beli satu jar penuh. Saya beli satu jar untu share bertiga dengan Arummmanis & Fanti. Awalnya saya pikir, "aihhh...cuma dapet dikit donk", karena full jar nya aja kecil begitu. Ternyata nggak abis-abis juga lho, karena makainya juga sedikit-sedikit. Cukup seujung jari aja udah cukup untuk semuka-muka. Dan saya biasanya cuma pakai di T-zone.

PAC Loose Powder No. 3

8 comments

Yang bikin saya tertarik pada loose powder PAC ini adalah packagingnya. Unik dan tampak elegan. Dan brand PAC, yang merupakan line profesional dari Sariayu, juga merupakan brand yang saya percaya kualitasnya. Tapi pada akhirnya, yang bikin saya ilfeel dengan loose powder ini adalah packagingnya juga. Ribet dan nggak praktis.

Karena ini pertama kalinya saya beli loose powder dari brand PAC, jadi saya bener-bener mantengin tester bedaknya. Sampe jereng. Tetep kok perasaan nggak ada yang pas untuk kulit saya ya? Yang nomor 2 pinkies sekali. Yang nomor 3 apalagi nomor 4 terlalu gelap. Dan yang lebih aneh, ternyata kata SA-nya, nomor 1 memang nggak ada. Saya sempat tanya: "maksudnya nggak ada stoknya, atau nggak ada karena memang nggak diproduksi, mbak?" Mbaknya jawab, kalau memang nggak ada dari pabriknya. Memang nomor loose powder PAC di mulai dari angka 2. Entahlah ini bener atau cuma akal-akalan SA-nya aja biar saya tetap beli meski nomor yang saya mau nggak ada.