#LooxChallenge: N vs BOLD

10 comments
Setoran LooxChallenge

Udah lama saya absen nggak ikutan setor look buat #looxchallenge. Ya gimana dwong, selain sibuk saya juga breakout. Selama beberapa waktu saya nggak bisa dandan. Liat aja postingan-postingan terakhir saya, nggak ada FOTD ala-ala model majalah kecantikan lagi.

Selain itu saya kan habis potong rambut juga. Nah, saya belum nemu pose foto yang cute yet elegant gitu buat rambut baru ini. Saya sampek buka-buka instagram BCL buat cari inspirasi pose. Tapi mau dimirip-miripin apapun pose-nya, tetep aja kok nggak bisa se-gorjes BCL, ya? Padahal banyak yang bilang saya ini mirip BCL, cuma beda nasib. Sama kelakuan. Sama body. Sama muke.

Beklah, bagi yang belum tau #looxchallenge (serius nggak tau?), itu adalah tantangan dandan, mix 'n match outfit, serta ngecat kuku, yang diadakan oleh Looxperiments. Biasanya tantangan dandannya dibikin di twitter @looxperiments, dan tiap bulan temanya ganti-ganti. Yang mau ikut boleh submit hasil kreasi make up/fashion/nail art via twitter, mention ke @looxperiments dan kemudian dikasih hashtag #looxchallenge. Ya lumayan lah buat ajang selfie yang lebih berkualitas (menurut banyak standar, ahey!) daripada sekedar selfie pose muka manyun dan di-hashtag #nomakeup #nofilter #tapingeblur.


Selfie Blog

34 comments

FOTD Racun Warni Warni
Just 5 minutes of selfie a day keeps the doctor away! #ngok

Berawal Dari Ngeliat Obrolan di Suatu Forum Keren

Beberapa waktu yang lalu saya nggak sengaja main ke suatu forum di dunia maya, yang kebetulan lagi bahas-bahas soal beauty blogger. Ya misal saya blogger A itu cantik, blogger B kontennya menarik, blogger C judes (ini ngomongin saya, hah?), blogger D eye make up-nya keren, dll. Di forum itu juga ada banyak beauty blogger maupun potensial sebagai calon beauty blogger karena suka nulis dan dandan.

Tentunya yang dibahas nggak yang baik-baik aja ya. Ada juga kritik terhadap beauty blogger masa kini. Pada umumnya, kritik yang ada ini nggak menyasar satu orang beauty blogger secara personal, tapi menyoroti mayoritas beauty blogger masa kini. Kalau dijembrengin satu-satu, saran, kritik, dan pujian itu buanyak banget. Tapi ada beberapa kritik dari temen-temen di forum tersebut (yang mungkin beberapa adalah pembaca blog ini) yang saya highlight, yaitu:
  1. "Aku kagum sih sama orang yang bisa fantasy make up. Tapi apa sih maksudnya kalau blogger tiap saat posting fantasy make up? Emangnya itu berguna ya? Enggak kan? Lalu kenapa terus-terusan posting begituan?"
  2. "Paling nggak suka sama blog yang isinya selfie doang. Kalau nge-review produk nggak pakai before-after. Maunya kelihatan cantik terus (after-nya aja yang di-post)."
  3. "Lebih nggak suka lagi sama blog yang isinya cuma selfie-selfie blogger-nya. Kita kan pengen liat konten berguna, bukan pengen liat orang selfie."
Ada beauty blogger di sini? Piye perasaanmu, ses? :D

Kalau saya sih biasa ajah. Wong saya kalau nulis juga suka seenak jidat kok. Jadinya saya sih terima-terima aja dikomen seenak jidat. Tapi ada hal lain yang bikin saya pengen menyoroti komentar tersebut. Bukan semata-mata masalah perasaan saya. Karena soal ginian mah saya nggak ngerasain pakai hati, tapi lebih ke memikirkan, pakai otak ya, bukan pakai hati. Dan saya mau mengajak kita semua berpikir #nunjuknunjukdengkul :D.

***


Review: Cathy Doll L-Glutathione Magic Cream

5 comments
Review Magic Cream Cathy Doll

Produk-produk Cathy Doll dari Thailand sekarang memang lagi booming banget. Saya awalnya nggak tertarik sama sekali loh! Bahkan sempat ngira kalau ini produk gajebo. Soalnya jujur aja, saya memang cenderung memandang sebelah mata sama skincare-skincare whitening beginian. Selain saya nggak tertarik sama whitening product. Juga yaaa kayak makin lama makin ngeri aja ngeliat perkembangan skincare yang pesat banget, banyak produk baru yang bermunculan, yang saya sampai nggak bisa bedain mana yang asli, mana yang palsu, mana yang aman, dan mana yang gajebo.

Sampai suatu saat saya ngeliat konter Cathy Doll di Mall Kota Kasablanka. Terus saya bilang sama suami saya: "ih, ternyata itu produknya beneran ya. Padahal aku sempet nolak mau di endorse itu." Hahahaa... Saya juga nemu website resmi Cathy Doll, http://www.cathydolls.com/. Tapi sampai disitu saya belum tertarik juga, soalnya selain review-nya masih sedikit banget, juga kabarnya produk ini banyak palsunya. Takut aja kan saya, saya nggak ngerti cara bedainnya.


Review: Quick 'n Clean Brush Cleanser by Gratefulbeauty

5 comments

Review Brush Cleanser
 
Siapa di sini yang lagi jerawatan? Kayak saya. Hiks! Saya juga lagi jerawatan karena period. Tapi jerawat kali ini terbilang lumayan parah. Awalnya ada satu di pelipis, satu di pipi, dan satu di hidung deket mata. Yang itu udah sembuh, eh sekarang muncul lagi dua biji di dagu. Salah makan deh saya kayaknya. Akhir-akhir ini memang kurang menjaga makanan, kurang makan sayur-sayuran karena memang lagi nggak sempet masak, dan tau sendiri lah menu makanan diluar yang nggak sehat itu lebih menggoda. Kayak semacam rugi gitu kalau makan diluar milihnya salad atau bayem. Rrrrr...

Kalau kamu juga jerawatan, saran saya, hal yang harus kamu lakukan adalah:
  1. Memperbaiki pola makan. Stop goreng-gorengan dan lemak-lemakan, trus perbanyak sayur dan buah.
  2. Liat-liat skincare dan make up kamu. Kalau sekiranya ada bahan yang terlalu rich atau menyumbat pori, bisa diistirahatkan dulu. Oh, scrub juga harus distop dulu yah. Salah-salah malah iritasi.
  3. Pakai obat jerawat dan masker. Saya sih pakai obat jerawat Sariayu dan masker tradisional aja.
  4. Ini yang paling penting tapi malah sering dilupakan: perhatikan kebersihan alat-alat make-up kamu!

Saya sebenernya termasuk orang yang menjaga banget-bangetan sama kebersihan alat make-up. Saya sering nyuci brush dan tempat penyimpanan make-up saya. Dan bahkan untuk kuas/sponge foundation dan concealer, selalu saya cuci setiap kali habis dipakai. Sekali pakai langsung cuci! Kaya celana dalem. Dan saya bilang saya termasuk yang menjaga banget-bangetan karena ternyata setelah saya survey kecil-kecilan, kebanyakan teman-teman saya (baik beauty blogger maupun bukan) nggak mencuci kuas foundie-nya setiap sekali pakai. Ada yang tiga kali pakai, seminggu sekali, bahkan ada yang sebulan sekali.

Alesannya? Repot ah! Lho, berarti celana dalam kamu juga nggak dicuci setiap kali pakai? Kan repot? Hakhak... Bagi saya sih nggak repot ya, karena sudah terbiasa. Saya malah jijay kalau mau pakai foundie tapi kuas/sponge-nya masih ketempelan foundie kemaren. Mendingan pakai tangan bersih atau sekalian deh nggak usah pakai foundie. Dan saya juga sebenernya jarang jerawatan. Entah ini kenapa lagi jerawatan parah T.T.

Saya biasanya nyuci kuas atau sponge nggak pernah pakai sabun khusus. Pakai sabun/shampo yang ada di kamar mandi aja, dan biar bersih nyucinya memang saya ulang-ulang. Soalnya biasanya saya lihat Cleanser atau sabun kusus untuk kuas itu mahal. Waktu itu saya lihat disalah satu online shop harganya sembilan puluh ribu per botol kecil. Duh, mak!

Nah, terus saya ditawarin nge-review Quick 'n Clean Brush Cleanser sama Luci, owner-nya Gratefulbeauty Shop. Brush Cleanser ini membantu banget buat bersihin kuas-kuas saya secara lebih cepat bersihnya, dan harganya nggak mahal. Ihiy!