Tuesday, December 20, 2016

[Skincare Routine] Part 2: Day & Night Routine


Di blogpost sebelumnya, saya udah berbagi tentang cara saya membersihkan muka dan deep cleansing mingguan. Sekarang lanjutannya ya, saya mau share soal day & night skincare, di luar pembersih. Jadi post ini saya mulai dari toner. Untuk yang mau tau sebelum toner saya pakai apa, silahkan klik: [Skincare Routine] Part 1 Cleanse, Exfoliate, Mask

Rule-nya masih sama yah. Nggak ada konsultasi-konsultasian. Saya kekeuh nggak mau jawab kalau ada yang konsultasi, coz saya bukan dokter dan nggak mau tanggung jawab kalau rekomendasi saya salah. Di sini saya cuma mau share aja sebagai sesama orang awam. Saya mau cerita-cerita aja step-step skincare dan quick review produk yang saya pakai. Apa yang cocok buat kulit situ? Eug nggak tau. 

Jenis kulit saya kering, tapi gampang berjerawat. Ini agak susah, soale skincare anti jerawat biasanya diperuntukkan bagi kulit berminyak. Tapi kalau pas lagi PMS atau pas menstruasi, kulit saya biasanya lebih minyakan di area-T. Tapi luarnya doang sih yang minyakan. Rasanya tetep kering, kerasa tertarik, dan bahkan kadang sampai ngelupas gitu. Bingung nggak sih, kering tapi minyakan? Kalau baca-baca artikel sana-sini, kondisi kulit saya ini namanya dehidrasi.

Saturday, December 17, 2016

[Skincare Routine] Part 1: Cleanse, Exfoliate, Mask


Saya sebenernya paling malas nulis soal skincare routine. Alasan pertama adalah saya belum punya skincare yang bener-bener tetap. Kondisi kulit saya masih sering berubah-ubah. Normalnya sih kulit saya kering. Tapi kalau PMS dan saat menstruasi, area T saya berminyak. Dan apa yang saya pakai di muka jelas harus menyesuaikan kondisi kulit saat itu.

Alasan lain dan sebenarnya adalah alasan utama adalah: saya males karena setelah saya share begini, jadi banyak yang konsultasi. Seriusan! Kalau ditanya suka duka menjadi blogger, kayaknya duka paling nggak enak buat saya adalah dijadiin tempat konsultasi. Entahlah, saya eneq dan nggak suka banget. Kalau ada yang konsultasi ke saya, dijamin saya cuekin. Kalaupun saya jawab ya paling basa-basi doang ujung-ujungnya saya suruh coba sendiri soale saya nggak tau. Wong skincare buat saya perbadi aja masih gonta-ganti dan belum nemu yang tepat, masa disuruh mikirin kulit orang lain?

Saya pernah ditanya begini: "Mbak Arum, skincare X itu aman atau tidak buat saya yang sedang hamil?" Kamu serius mempercayakan kesehatan janin kamu kepada saya, yang nggak punya background apa-apa dibidang kesehatan dan kecantikan? Wow! Ya jelas saya nggak mau jawab lah. Saya nggak mau disuruh tanggung jawab kalau ternyata jawaban saya salah dan berakibat ke kandungan. Mending yang begitu-begitu tanya ke dokter ya, ses-ses cantik. Serem oi, kalau sembarangan konsultasi.

Friday, December 16, 2016

Paint Your Little Canvas


Buat orang yang kesehariannya menulis atau di depan laptop, mempercantik jari-jemari tangan itu penting banget. Setiap hari yang sering saya lihat, selain layar laptop, adalah jari tangan saya sendiri. Kalau tangan saya kelihatan kulitnya halus, lembap, dengan kuku yang bersih dan dihias dengan cantik, jelas bisa meningkatkan mood dan kreatifitas. Itulah alasan kenapa saya koleksi banyak kuteks, walau jarang nge-review kuteks. Kuteks buat saya memang lebih seperti kebutuhan pribadi.

Untuk menghias kuku, selama ini saya sih terbatas hanya mewarnai dengan kuteks saja. Saya belum pernah nyobain nail art yang macem-mecem. Bukannya nggak suka, tapi nggak ada yang ngajarin aja :D. Saya buta banget soal nail art. Event Face2Face "Paint Your Little Canvas" ini kebetulan adalah nail art talkshow bersama Sovi @sovisnailjournal. Ini first time saya datang ke nail art talkshow. Pertama kalinya juga saya nyobain nail art dengan alat-alat yang lumayan lengkap dan melihat Sovi secara langsung, yang memang expert, membuat nail art di depan saya.


Tuesday, December 13, 2016

Unboxing Hermo Indonesia Haul (Part 2)


Udah beberapa lama ini saya kecintaan sama produk skincare Korea. Karena produk-produk Korea itu mild dan kemasannya suka bikin lupa diri :D. Harganya juga masuk akal lah dibandingkan dengan harga western skincare product yang rata-rata formulanya harsSkincare saya mostly Korea dan ada satu brand lokal yang saya pakai.

Makanya kalau nemu e-commerce produk korea terpercaya yang service-nya memuaskan, langsung saya jadiin langganan. Itulah kenapa saya kasih judul part 2 pada postingan ini, karena sebelumnya saya pernah belanja juga di Hermo Indonesia dan puas!

Baca juga: Unboxing Hermo Indonesia (part 1)

Sebenernya ini bukan kali kedua saya belanja di Hermo. Sejak unboxing yang part 1, saya udah beberapa kali bolak-balik kok. Tapi ya belinya pritilan-pritilan gitu, sebiji-sebiji atau mask sheet-mask sheet doang. Kurang nendang kalau dibikin unboxing post.

Oh iya, baca post ini sampai habis ya! Karena di akhir nanti saya bakalan kasih kode diskon untuk Harbolnas.

Friday, December 9, 2016

Greenery


Saya hampir melonjak kegirangan malam-malam, pas ngintip instagram, dan lihat Pantone sudah merilis Pantone Color of The Year 2017. It's Greenery! Hijau adalah warna kegemaran saya dari saya kecil. Selalu suka lihat warna hijau yang fresh dan somehow bikin pikiran rileks.

Waktu kecil, ya namanya anak-anak lah ya, jelaslah saya selalu memilih barang-barang yang warnanya menurut saya menarik. Makanya outfit dan mainan-mainan saya banyak yang warnanya hijau. Menginjak saya remaja, waktu itu sedang ngetrend celana jeans dengan warna-warna neon. Dan tentu saja saya punya beberapa neon jeans yang mewakili beberapa gradasi warna hijau.

Tapi makin tua, saya merasa saya jadi semakin membosankan. Saya jadi takut berekspresi. Baju-baju saya didominasi oleh warna-warna "membosankan" seperti hitam, abu-abu, navy, dan beige. Saya nggak lagi punya spontanitas untuk memilih outfit atau benda-benda lain mengikuti kata hati. Kalau mau milih baju misalnya, mikirnya panjang. "Baju ini bakalan cocok sama bawahan apa ya? Tasnya apa? Sepatunya?" Yang berakhir dengan pilihan warna netral saja, karena simpel dan mudah dipadankan. 

Tuesday, December 6, 2016

[Haul & Freebies] November 2016


Saya ngerasa kalau barang saya terlalu banyak. Perintilan nggak penting semacam makeup, skincare, baju, tas dan lain-lain, rasanya makin hari makin numpuuukkk aja. Makanya beberapa hari yang lalu saya bikin preloved baju dan tas di @racunwarnawarni.

Banyak yang bilang kalau saya jual-jualin karena saya mau beli yang baru. Rrrr...nggak juga sih. Saya ngadain garage sale bener-bener tujuannya buat ngosongin rumah. Biar agak lega gitu lho. Dan setelahnya ya nggak saya belanjain lagi. Rasanya plong gitu ketika liat rak penyimpanan tas saya nggak bejubelan. Isinya memang tas-tas yang bener-bener saya suka atau yang sering saya pakai.

Kalau saya bikin post pamer beberapa fashion item kayak tas atau sepatu favorit, kira-kira bakalan menarik nggak?

Makanya saya menahan diri untuk nggak belanja-belanja terlalu banyak lagi. Walaupun kalau akhir tahun begini, rasanya godaan sale dimana-mana. Belum lagi saya dapet banyak voucher buat belanja di beberapa e-commerce. Tapi ya sudah lah. Karena #2017goals saya adalah rumah yang rapi dan clean.

Thursday, December 1, 2016

[Empty Jar] Juli sampai November


Beberapa waktu yang lalu, ada beberapa temen yang komen di instagram saya
"Posting 'empty jar' lagi dong!"
Nggak banyak sih. Tapi lumayan juga bikin saya berpikir:
Wuih, rubik nggak pake mikir gini ternyata ada yang nunggu juga ya!

Katanya, nafas dari blog itu bukan cuma penulis dan kontennya, tapi juga pembacanya. Dan ya bener sih, saya jadi semangat nulis kalau yang baca dan yang mau ikut berinteraksi di kolom komen banyak. Itulah mengapa saya banyak nge-review lipstik all shade akhir-akhir ini. Bukan karena saya banci lipen sebenernya, tapi karena your wish is my command :D. Kalau saya nge-swatch lipen sekebon, banyak temen-temen yang suka dan terbantu. Jadi saya juga tambah semangat.

Meskipun swatch all shade ini mulai agak ngebosenin juga sih...


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...