Wednesday, November 11, 2015

[Blogging Talk] Sebuah Saran Hangat Untuk Anonim

Maaf yha fotonya nggak nyambung. Habis bingung mau dikasih gambar apa. Kata Sabrina, foto saya yang ini tuh kayak lagi ngelirik sinis ke hater yang suka komen ngejek-ngejekin fisik tapi pas ditengok akunnya ternyata mukanya lebih abstrak :))

Akhirnya saya ada ide juga untuk melanjutkan rubik Blogging Talk di blog ini. Bagi yang belum tahu, saya memang punya rubik khusus yang namanya Blogging Talk. Bukan tips soal blogging sih, cuma berbagi pendapat dan curhat-curhat alay aja soal dunia blogging. Awalnya saya optimis mau nulis setiap bulan. Tapi kemudian saya mati gaya, karena bingung apa yang sekiranya bermanfaat untuk saya bagi dari kehidupan saya sebagai blogger yang biasa banget ini.

Tapi beberapa waktu lalu saya mendapat ide, gara-gara ada seorang teman blogger yang curhat ke saya dengan riang gembira bahwa akhirnya ada yang komentar nyinyir dan kasar di blognya. Tentang nama si blogger nggak usahlah saya tulis. Nggak penting. Saya nggak rela juga kalau dia makin nge-hitz :)). Pas diceritain itu, jujur aja yang pertama saya lakukan adalah pergi ke blognya, cek post yang dimaksud, dan lihat profil si komentator. Dan yak, benar tebakan saya, komentar tersebut dari anonim alias akun kosong. Maka saya pun menyarankan kepada teman saya tersebut: "ya kalau si komentator anonim mah cuekin aja, hapus aja komentarnya." Tapi teman saya tersebut terlanjur kegirangan karena punya hater, jadi itu komen nggak dihapus deh :|.

Untuk selanjutnya, komentar nyinyir yang nggak sopan dari akun kosong ini akan saya sebut "komen tai".

sumber gambar: khuznu.blogspot.com

Kenapa tai? Tai adalah kotoran yang harus dikeluarkan dari tubuh manusia. Orang yang normal, baik-baik, waras, dan tau etika akan mengeluarkannya pada tempat dan dengan cara yang tepat. Kalau ada yang membuang tai di ruang tamu rumah orang atau di pelataran kantor kecamatan? Bisa dipastikan orang itu abnormal, atau jahat, atau gila, atau tidak tahu etika. Mmm...atau mungkin bukan orang. Kadang suka ada kucing atau anjing liar yang poop sembarangan di teras rumah saya.

Saya juga sering sih nerima komen tai, baik di blog maupun di instagram @sekararumw, tapi lebih sering di blog. Dulu awal-awal sih saya juga sempat galau ya nerima komen tai kayak gitu. Tapi lama-lama saya mulai belajar untuk mengabaikan baunya. Ya disentor aja lah pakai tombol delete, anggep nggak ada, beres!

Jadi sebenernya sebelum ini saya nggak ada niat menulis untuk anonim, karena saya sama sekali nggak memikirkan. Tapi saya jadi terpikirkan bikin post ini karena curhatan temen saya tersebut. Dan lumayan lah ya buat tambah-tambah post di rubik blogging talk yang sempet mandek. Hehe..

Post ini sebenernya bukan tips untuk blogger bagaimana caranya agar blog kita bebas dari komen anon. Tapi justru tips ini saya bagi untuk anon atau calon anon. Buat kamu-kamu yang suka berkomentar kasar dengan akun klonengan, atau sedang berniat bikin akun klonengan untuk melampiaskan hasrat memaki, ini ada beberapa hal yang akan saya bagi, yang mungkin bisa kamu jadikan pertimbangan kenapa kamu harus segera menghentikan/mengurungkan aksi/niat kamu tersebut.


1. Nggak ada Anonimitas 100%

sumber gambar: www.goldenfrog.com

Ini alasan paling penting dan yang bener-bener harus kamu perhatikan! Jadi saya pernah ngobrol-ngobrol dengan beberapa kawan yang berkecimpung di dunia IT. Dari mereka saya tahu, kalau komentar-komentar dengan akun palsu di blog itu gampang banget ditelusuri. Semudah kamu bikin akun palsu. Semudah itu! Jadi jangan harap bahwa dengan menggunakan akun palsu, lalu kamu bebas berkomentar kayak tai.

Pun di instagram, juga sangat mudah ditelusur. Terutama kalau kamu pakai satu smartphone saja, untuk mengoprasikan dua akun instagram. Jadi saran saya sih kalau mau berkomentar tai di instagram pakai akun instagram klonengan, ada baiknya kamu modal dikit lah pakai smartphone terpisah. Jadi satu smartphone untuk instagram asli kamu yang pencitraan abis itu, dan smartphone yang satu lagi khusus untuk akun tai kamu. Tapiiii, hal itupun bukan jaminan bahwa identitasmu nggak akan terkuak yhaaaa. 


2. Punya akun klonengan itu bikin hidup ribet

sumber gambar: http://exploregram.com/user/dagelan

Jadi gaes, selain memelihara akun-akun sosial media pribadi dengan nama dan avatar berupa foto wajah saya sendiri, saya ini juga salah satu admin sosial media dari dua akun yang lebih hits dari akun pribadi saya #halahbelibet. Pokoknya ada hari-hari tertentu dimana saya harus switch akun, dari akun pribadi saya ke akun lain tersebut. Dan itu lumayan butuh effort yha. Pernah loh saya salah, maunya nge-twit atau posting di instagram ono, eh keposting di akun pribadi. Itu masih mending lah. Kalau maunya nge-twit jayus dan saru di akun pribadi, tapi keposting di akun twitter sebelah? Kan ajur. Saya bisa di kewer-kewer sama kakak-kakak bos.

Itu cuma admin yah. Yang mana bukan saya yang bikin akun tersebut. Saya terima jadi tinggal posting-posting cantik aja di hari-hari yang sudah ditentukan, dengan materi yang sudah ditentukan. Itupun terkadang cukup ribet. Nggak kebayang kalau harus bikin akun klonengan sendiri. Kita harus bikin email khusus, ngapalin password. Lalu bikin instagram/ twitter/ profil blogger ID khusus, dan ngapalin password juga. Belum lagi kita harus punya satu handphone lagi, merujuk pada saran saya yang nomer 1.

Belum lagi kita harus hati-hati agar pasangan/keluarga/teman kita nggak melihat handphone kita. Kan tengsin ya ketahuan punya akun bodong yang suka memaki? Kalau saya punya pacar yang ketahuan punya akun bodong, saya sih langsung ilfeel. Kalau adik saya ketahuan begitu? Wah bakalan saya marahin habis-habisan. Terus saya laporin ke bapak saya biar smartphone-nya disita.


3. Alih-alih sedih dan marah, blogger/instagrammer kayak saya biasanya malah terharu, seneng, dan bahagia kalau sesekali ada komen tai.

Karena hidup itu butuh drama kadang-kadang. Ya nggak? :D. Jujur aja deh, kamu yang berkomentar anonim itu tujuannya kepingin bikin blogger/instagrammer yang kamu komentarin sedih, marah, dan kemudian kapok berkarya kan? Atau setidaknya terpancing untuk marah-marah dan comment-war. Gitu kan? 

Tapi pada kenyataannya (seenggaknya ini sih saya dan kalangan teman-teman saya aja ya) enggak tuh. Justru kami-kami kadang terharu. Kok ya ada ya, orang yang sampai merelakan waktunya beribet-ribet bikin akun baru, demi kami-kami yang ah...cuma blogger cek-ecek ini :'). Sejenak kami merasa menjadi....AgnezMo.

sumber gambar: seleb.tempo.co

Apalagi buat blogger-blogger yang udah lama menjomblo tuh, nggak kebayang terharunya kayak apa tiba-tiba ada yang perhatian. Wong saya yang udah punya suami dan ditaksir Nicholas Saputra (?) ini aja masih suka blushing kalau mbayangin ada seseorang yang mendedikasikan waktunya untuk bikin akun palsu dan mengomentari saya.

Bahkan ada joke dikalangan kawan-kawan blogger saya, bahwa semakin terkenal seorang blogger, semakin banyak hater-nya. Jadi jumlah haters itu kayak berbanding lurus dengan popularitas. Hmm...saya agak nggak setuju sih part ini. Karena kalau pemikiran sableng para blogger itu benar, logikanya sekarang saya udah jadi salah satu pemain sinetron Gantheng-Gantheng Serigala dan nolak Fedi Nuril dong? Kok bisa? Ya iyalah saya tolak. Kan saya maunya sama Nicholas Saputra.

Intinya sih, percuma ya, gaes. Dengan komentar pakai akun anonim, kamu nggak bikin sese-blogger/instagrammer jadi merana. Tapi malah bikin mereka itu jadi merasa tambah beken dan juga jadi punya bahan buat ocip-ocip dengan kawan sesama blogger. Masih mau dijadiin bahan ketawaan?


4. Blogger/Instagrammer pada umumnya sih nggak akan terpengaruh oleh isi komentar dari akun bodong. Tapi kalau yang menyampaikan adalah akun real, yang bisa dibayangkan manusianya, barulah komen tersebut mengena.

Saya dan beberapa teman saya sesama blogger nggak pernah tuh sampai menganalisa dan merenungkan sebuah komentar tai dari akun kosong. Maksudnya memikirkannya sebagai kritik ya, kalau cuma buat diketawain mah sering. 

Mungkin ada yang berpendapat: "kamu nggak mau dikritik? Ada baiknya kalau dikritik begitu kamu introspeksi diri." Tapi hellaaawww, saya bukan nggak mau dikritik yah, gaes. Saya cuma nggak mau mempertimbangkan kritik dan kemudian introspeksi diri berdasarkan komentar tai dari akun anonim. Beda kalau misalnya kamu mengkritik saya dengan akun asli yang resmi, nah, barulah akan saya tanggapi dan saya jadikan bahan perenungan di malam hari saat suami saya tidurnya kecepetan.

sumber gambar: iwyrobi.wordpress.com

Komentar dengan akun real akan lebih mengena daripada komentar dengan akun anonim. Pas dapet komentar anon, saya sama sekali nggak sedih, wong nggak pernah ngereken #jowonemetu. Tapi pas ketahuan identitasnya, saya baru mulai membaca komen-komen dia dengan hati, dan mulai saya jadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki kualitas diri saya #MERDEKA!.


5. Pesan yang disampaikan nggak akan sampai

Ketika kamu berkomentar dengan akun asli, otomatis kamu sadar betul bahwa orang-orang akan langsung tahu bahwa itu adalah komentar dari seorang kamu. Sehingga kamu lebih berhati-hati, beretika, dan menjaga citra ketika berkomentar. Tapi saat kamu berkomentar dengan akun bodong, dan kamu merasa nggak akan dimintai pertanggung jawaban atas komen tersebut, kamu akan cenderung lebih sembrono bahkan mungkin brutal dalam penggunaan tata bahasa :D. Betul?

Contohnya: 
Ketika melihat saya ngepost EOTD, tapi eyeshadow-nya nggak terblending dengan baik.
  • komen dengan akun asli: "Hai Arum, itu eyeshadow-nya kurang deh blending-nya. Kalau lebih di-blending lagi pasti cantik deh :)"
  • komen dengan akun bodong: "Hahaha begok banget sih lu. Masa pakai esedo belepotan gitu. Kaya badut tau nggak! Nggak bisa dandan aja pede banget sok kecakepan." --> komen tai
Nah, lihat kan? Kalau kamu menerima komentar seperti itu, reaksi kamu gimana?

Kalau saya menerima komen pertama, tentu saja akan membalas dan bilang terima kasih atas masukannya. Lalu saya akan melihat lagi, bener nggak sih esedo saya kurang blending? Dan kemudian saya akan berusaha memperbaiki kualitas blending eyeshadow saya. Dengan demikian, pesan yang hendak kamu sampaikan, saya terima dengan baik.

Tapi menanggapi komen kedua, tentu akan saya abaikan. Delete. Blokir akun. Kelar! Atau mungkin kalau blogger lain yang lebih baper dan belum terbiasa dikomentari jahat, setelah menerima komen ini hatinya akan rusuh. Yang ada hanya rasa marah dan defensif. "Ya esedo yang bener tuh gini kali! Kalau yang lebih di blending lagi itu mah adonan kue cobek namanya!" Dengan demikian, pesan yang hendak kamu sampaikan, tidak diterima. Isi pesanmu seolah kosong. Yang sampai hanya kebencian. Yang akan berbalik pada kamu sendiri karena jaman sekarang gampang banget loh nelusur akun bodong.


***


Kenapa dari tadi saya nggak ngasih tips buat blogger, tentang bagaimana menanggapi komentar tai dari anonim? Karena jawabannya cuma satu: CUEKIN!

Ibaratnya gini. Kalau kamu lagi jalan gitu sendirian, terus diteriakin mamang-mamang berkumis yang nggak banget: "Neng... cantik banget sihh sini mampir maen sama abang." Apakah kamu akan menoleh dan menanggapi? Tentu tidak! Karena mamang-mamang tersebut bukan siapa-siapa.

Kalau kamu lagi duduk sendirian di suatu ruangan, apakah kamu akan mengajak ngomong tembok? Tentu tidak! Karena tembok itu bukan orang masa diajak ngomong?

Kalau kamu mau pakai sendal, apakah kamu ngajak ngomong sendalmu terlebih dulu? Tentu tidak! Karena sendal itu benda mati.

Demikan!

Lah ini saya malah lagi bikin post buat tembok. #makansendal -___-

sumber gambar: www.pulsk.com

53 comments:

  1. Yang lebih bikin frustasi daripada komen tai menurut aku itu komen yang nanyain "ini apa?" di post review. Wtf banget hehe. Lalu untuk apa ada review-_-

    Aku belum pernah dapet komen tai, tapi jujur aku penikmat komen tai. Suka main ke ig artis yg hateful abis dan bacain komennya sambil berdoa biar si empunya komen tai cepet insyaf.

    Blacksugar by Adhelia Fa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa...semua bikin frustasi. Dan blogger adalah ibu peri yang nggak boleh emosi. Gitu. :))
      Yaowoooh, aku malah alergi banget tuh ngintipin IG artis yang punya banyak komen tai. Sayangnya aku kenal gitu sama salah satunya, dan follow2an. Nggak enak mau unfollow. Jadi yaaa...dinikmati aja ^^

      Delete
  2. mba arum lg curhat XD hahaha..
    nice post ses :3 aku jrg bgt nih dpt komen tai, krn udah lama bgt ga bolehin anonim komen di blog..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...curhat dikomen tai? Ini lagi mencoba seandainya aku berada diposisi si komentator :p.
      Aku juga ga bolehin anonim sih ses. Tapiii ya tetep adaaaa aja yang bikin akun palsu gitu. Demi untuk berkomen tai.

      Delete
  3. Aku blogger baperrrrrrr *bergema* mentalku mental tape krupuk alot wkwkwkwk, harus lebih banyak belajar nyuekin deh ya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahla kan blogger kece badaaaiiii. Jangan bapeeerrr. Hahahaa.. Cuekin waeh!

      Delete
  4. saya malah pengen tau, kue cobek itu yang kayak gimana sih?

    ReplyDelete
  5. Errr aq termasuk yg suka ngakak2 kalo dpt komen tai ses, abis lucu2 sih... Screen grab, krm k tmn2 utk gosip, mskin spam gitu aja sih hehehe

    ReplyDelete
  6. seru nih postingan mba arum yang begini, aku selama ngeblog ini ga pernah dapat komentar anon yang jahat sih jadi ya selow aja. cuma pernah sekali dapat komentar dari blogger senior yang kira kira maksudnya untuk memberi tahu dan sedikit mengajari, tapi bener ya mba kalo pake akun real kerasa mengena banget. perkara sih karena paham kami bertentangan tentang sesuatu. tapi aku yang masi blogger baru jadi baper gitu.. akhirnya aku delete sendiri postingan ku itu. sampe segitu nya. lol
    tapi gara gara itu aku jadi banyak merenung dan belajar lagi cieeh aku anggap ini hikmahnya~
    maaf jadi curhat mba xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kalau yang ngasih kritik akun real tuh rasanya memang lebih nyes. Terus kalau bahasanya sopan, pesannya lebih nyampai :D. Aku nggak tau masalahnya sih mb, tapi seharusnya nggak usah sampai di hapus sih. Sekalian buat nunjukin kalau perbedaan pendapat itu memang ada dan ya bukan masalah. Nggak papa sih. Istilahnya: marilah kita bersepakat untuk tidak sepakat :D.

      Delete
    2. hahaha baiklah mba cantik, terima kasih :*

      Delete
  7. Kadang suka mikir feedback buat mereka kasi komen tai itu apa sih. Apa gak ada gitu ya hal yang lebih bermanfaat selain itu. Wkwk.
    Dan kurang baik apa coba, para blogger, udah dikasi komen tai tapi tetep kasi info yang berguna banget buat mereka yang suka komen tai. Moga-moga aja mereka sadar ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada ya?! Malah ketar-ketir kalau ketahuan gimana iniii. Hahahaa...

      Delete
  8. "Kalau yang lebih di blending lagi itu mah adonan kue cobek namanya"
    aing ngakak sampe ke bulan

    ReplyDelete
  9. Oh aku inget yang suka komen kaya begituan di blog ses Arum. Hahahaha...
    Eh tapi bener lho ses, kalo orangnya terkenal pasti ada aja haters nya. Ya walopun ga tau juga bakalan banyak ato dikit hatersnya.

    Ga tau deh apa mungkin mereka merasa lega dan senang gitu abis caci maki orang. Padahal aku kalo mau kasih komentar aja mikir-mikir dulu. Takut dikira sok kenal *eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Antara kamu tidurnya lebih malem dari aku atau bangunnya lebih pagi dari aku. Tapi yang kedua yang paling mungkin ses :)). Iya beruntunglah kita yang nggak harus melakukan hal serendah itu cuma untuk bikin perasaan lega dan senang. Kita mah cukup beli make up atau ngobrol sama temen nyata udah lega dan senang.

      Delete
  10. hmm.. ngapain juga harus pakai anymous. kan ntar gak bisa blogwalking. aih kalo emang niatnya baik pasti berbalas baik, kalo jelek ya cuekin bener tuh mbak. hidup kita terlalu sibuk untuk ngurusin mereka. hahaha.

    sampai sekarang selama vey ngeblog belum pernah komen pakai anymous, tapi dikomen anymous sering. seringnya orang jualan apalah-apalah gitu. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan anonymous sih. Tapi dia tuh kayak punya blogger ID atau google+, tapi kosong gitu. Nggak ada postingnya, nggak ada foto mukanya, nggak ada temennya, nggak ada blognya. Jadi kayak akun yang sengaja dibuat khusus buat mencaci maki.

      Delete
  11. Huah... ikut syok pas tau momen seseanonim kepeleset. Ngga suka sama seseorang itu manusiawi, T.T tapi kayaknya berlebihan kalo sampe caci maki pake akun anonim.Pun kita juga ngga bakal bisa menyenangkan semua orang :'D capek...

    Aku masih bolehin anonim komen di blogku, tapi kotak komentar tetap aku moderasi. Komen rese si jelas ada ya, tapi tinggal klik spam, selesai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah apalagi aku syoknya kayak apa. Tapi sejujurnya aku agak ngerasa jahat sih posting begini. Pasti dia ketar ketir banget. Tapi kayaknya memang perlu dikasih sedikiiitttt sentilan. Aku harap post ini cukup menyentil :D

      Aku nggak suka sama moderasi komen Han. Eh maksudnya di blogku. Nggak ngerti deh kenapa ya berasa kurang enak aja gitu.

      Delete
    2. Aku moderasi kotak komen soalnya sering dapet spam orang jualan mba xD

      Delete
  12. AHAHAHA baca post ini sambil makan sate dan ngeliat gambar emoji "tai" 2x pas buka awal + tengah. Lalu berenti maem...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadinya mau aku kasih gambar/foto beneran yang bukan emoji :))

      Delete
  13. bener bgt nih kak arumm! aku sering dpt hate di ask fm sih kl di blog blm prnh haha masa aku di hate gara" tinggi aku coba /gantian curhat/ emg org sirik susah sih ya. kl kata org, haters itu fans terbesar yg terselubung jd ya santai aja :b

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akh...aku dulu lumayan sering tuh mainan ask.fm. Tapi terus kok banyak pertanyaan2 tai gitu, sekarang males banget sih. Nggak pernah buka buka lagi. Ask.fm tuh kayak ngasih panggung gitu buat para pengecut yg pengennya ngehate tapi nggak berani nampilin identitas

      Delete
  14. org baik n jahat,, org terkenal pasti pnya fans n haters dimn2.. mbk keren bgt deh bisa tetep cuek n lucukkk kayak artis GGS haha.. semangattt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha...aku nggak terkenal sih, dan bukan orang baik, tapi aku berani jamin kalau aku bukan orang jahat :D :D. Makasih yaa..

      Delete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pernah dapet komen-komen aneh di blog yg dulu, akhirnya komentar pernah dimoderasi untuk beberapa saat. Baca postingan ini jadi mikir, jangan-jangan yg suka komentar aneh di blogku itu adalah orang yg aku kenal juga, hehe. Jadi penasaran gimana caranya tracking komentator anonim. Hmm.....

      anw, sepandai2 orang menyembunyikan bangkai akhirnya kecium juga ya! (emangenak!! :p)

      Delete
    2. Nah itu lah, Mizha. Sejak peristiwa kepleset akun itu, aku jadi merhatiin. Ternyata hater di blogku ini yang kukira bejibun, cuma dua orang. Yang satu udah kepleset dengan sendirinya. Yang satu lagi aku tau juga orgnya siapa, cuma dia belum bertindak bodoh sih :D.

      Bisa kok Miz. Langsung tanyain aja sama temen yang paham soal IT. Pasti dia ngerti caranya gimana. Aku juga pernah baca kok pas nggak sengaja browsing soal lain, cuma waktu itu aku lagi nggak mood sama ginian, jadi ya cuma sekedar baca, nggak aku simpen alamat blog yang nulis.

      Delete
  16. Lipstik pake apa?eyeshadow nya bagus juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lupa. Ke instagram aja ya pernah aku list

      Delete
  17. syukurlah aku sampe sekarang belum pernah dapet komen tai. sebenernya pernah sih, tapi bukan di blog, dan rasanya tuh nyelekit-nyelekit menggelitik(?). emang somehow komen kayak gitu dari anonim tuh mengundang tawa ya, bukan mengundang amarah. kecuali kalau lagi PMS dan baperan. *eh

    nice post, Mbak Arum. banyak punch line(?) yang bikin nyengir. XDD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya malah bikin ketawa. Apalagi sebenernya kan udah ketahuan itu siapa :D

      Delete
  18. selama aku ngikutin blog ini isinya informatif banget buat aku,malah kadang ngakak sendiri karena bahasanya mbak arum lucu-lucu, lah kalo ada yang bikin komen2 nyirnyir mah brarti "sirik tanda tak mampu" toh...sabar ya mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...ya mungkin aku pernah nyakitin dia di dunia nyata. Jadi sebelnya nggak berhubungan sama blog gitu deh :D. Makasih ya :3

      Delete
  19. ngakak aku baca postingan mba sumpah kece abiiis eh tapi ga nyangka loh beneran kalo mba arum pernah dikasih komen dari anonim kaya nya sesuatu banget, mungkin dia pengen mengalihkan dunia mba arum #aseek ato mungkin dia fans yang terselubung ato mungkin dia pengen jadi mba arum cuma dia ga bisa >_< mangat mba arum ga semua orang begitu kok >_<

    demenreview

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya akupun nggak habis pikir. Siapalah aku ini sampai ada yang rela amat bikin akun anonim khusus buat dirikuh :D

      Delete
  20. Jadi ketawa tawa sendr mbak bc postinganmu, mgkn para haters itu udh kena ganguan jiwa ya cos sng bgt klo ngata"in org. Tp aq jg pernh dpt email pedas kyk nuklir.dia blg klo kosmetik pya aq murahan, arek ngomong opo nek gk iso tuku sing larang?
    Emg sih pya aq lokal smua, gk kyk dia brg luar. Mau marah tp gk kenal ma orgnya, akhir cm kasi icon salam jari tengah aja buat dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, kalau yg email aku pakai email resmi kayak gitu aku malah seneng loh, Mb Ryan. Malah aku ajakin kenalan. Terus kan siapa tau jadi ikrib. Terus kan siapa tau suatu saat dia kasian terus beliin aku kosmetik mahal dehhh :D. Sayangnya yang komen/email aku pengecut semua pakai akun palsu :D

      Delete
  21. Hahaha postingannya keren banget mba Arum, btw salam kenal ya :D Oh ya sebenarnya dulu aku pernah ngemail mbak Arum buat kenalan lohh X) hehe

    Aku juga baru awal-awal nih mulai nge-blog supaya skill nulis aku nggak ilang. Mana aku baperan lagi anaknya, mbak :') semoga suatu saat kalau ada yang komenin begini aku bisa cuek ya mbak, hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiiii..makasih yaa :3. Waduh, yang mana yak? Maapin aku lupaaa. Aku bales nggak? Aku bales kan ya? Hahaha... Salam kenal lagi yaaa

      #pukpuk Nggak papa. Ayo semangat nulis! Nanti mental baja dan muka tembok akan datang dengan sendirinya, dan menggeser mental baper :))

      Delete
  22. Hai, Arum, aku suka banget baca blog kamu, review yang kamu tulis bikin aku sadar kalo dandan atau pake skincare itu ga melulu harus ribet. :)) Keep writing dan cuekin aja anonim-anonim taik yang memang ga penting banget itu. :))) I love your blog!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Pafaropi, makasih yaaa :'). Iyaaa cuekin. Mari kita cuekin haters! :3

      Delete
  23. Yaa ampun... ini postingan entah kenapa bikin aku ngakak karena ngga ada jaim2nya :)) Selama ini aku menahan diri kalo mau nulis tai itu selalu di sensor jadi t*i :)))) Dan disini malah terpapar nyata dan gamblang #GagalFokus
    Salam kenal Mbak, suka sama blognya! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...aku jarang nyensor kata :D. Kalau berasa nggak enak ya nggak usah ditulis daripada disensor :)).
      Salam kenal yaaa. Makasih :3

      Delete
  24. Abis baca postingan ini, aku ngarep banget lho mbak kalo si anonim bakalan komen..
    tapi kok endaaaakkkk..
    yaahhhhh.. ngga jadi hore.. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuw juga ngarep ada komen thayk pas baca post ini hahaha xD

      Delete
  25. arum bilang: tai kalo saya bilang: sampah
    intinya sih mirip2 lah ya... sama2 sesuatu yg 'kotoran', menjijikan & harus di buang. :D

    yah... namanya hidup memang begini. kadang ada tai ato sampah2 yg nyasar. jgn biarin itu ikut mencemari & mengotori kita. jgn down & kecil hati jg, krn dgn cara yg tepat bahkan tai2 dan sampah2 jg bisa di olah jd pupuk kok. :D

    Always set an example. Treat everyone with kindness & respect, even those who are rude to you.
    it's not because they are nice, but because YOU are!!! :)
    And do your best to be thankful for rude & difficult people too.
    coz they serve as great reminders of how NOT to be.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha...antara sampah dan tai :D
      Makasih ya komennya. Semoga kita bisa mengolahnya menjadi pupuk:3

      Delete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...