Tuesday, May 19, 2015

Lagi Kepengen Posesif


Kalau indikasi seorang blogger sedang galau adalah karena sering posting sesuatu yang random dan melenceng dari topik yang biasanya dibahas, berarti saya sedang galau. Tapi nggak sih, saya nggak galau. Cuma lagi diet aja. Tau kan iklan, "karena laper ngerubah orang!". Iya, saya kalau laper suka rese. Jadi alih-alih membahas soal gincu atau celak yang lagi booming, saya memilih membahas soal percintaan. 

Ngomong-ngomong soal percintaan, kalean yang pada baca, punya kriteria laki-laki/wanita idaman nggak sih? Saya punya loh. Dan pria idaman saya itu adalah yang macho, sexy, berotot, brewokan, dan lakik banget! Lebih sadis lagi kalau dia gondrong. Dan cool. Dan tatapan matanya tajam membakar gairah. Ah. Maka sudah dipastikan saya pasti terkintil-kintil. 

Mungkin Chris Hemsworth cukup mewakili kriteria saya:

gambar minjem di: http://www.tsquirrel.com/stv/chris-hemsworth-6185

~ Ehm...walau untuk alasan yang nggak bisa dilogika, saya sebenernya punya obsesi terpendam sama Nicholas Saputra, sih. Jauh lebih dalem dan berat dan gelap dan sejati daripada perasaan saya ke Chris Hemsworth. Nicholas Saputra loh ya! Bukan Aliando!

Dulu sebagai remaja, saya menjadikan kriteria fisik tersebut sebagai pedoman dalam memilih pacar. Jadi kalau mau ditilik, mantan pacar saya ya semodel-model begitu lah, ala-ala preman terminal giwangan. 

Tapi ya nasib malah membawa saya ke pelaminan sama suami saya yang sekarang. Oh iya, sebelum saya dan suami saya pacaran, kami dulu tuh temenan deket. Suami saya ini adalah tipe-tipe cute dan jadi inceran dedek-dedek gemes wilayah jogja gitu deh. Saya sering deh dititipin salam buat dia, dari dedek-dedek gemes ataupun dari embak-embak sok gemes fens-nya dia. Yah kalau boleh jujur, dulunya secara fisik dia bukan tipe saya.

Terus saya menyesal?

Duh...enggak, beb. Nggak nyesel sama sekali. Malah saya ngerasa saya tuh perempuan paling beruntung se dunia. Semacam merasa sudah memilih pasangan hidup yang tepat gitu loh! Mungkin dia nggak sempurna. Pun saya juga bukan perempuan sempurna dan bukan tipe istri yang bisa bangun pagi buat bikinin kopi dan sarapan #eaaa. Tapi saya merasa nggak akan ada laki-laki lain yang bisa menjalani fungsi sebagai suami seorang Arum dengan sebaik dia.

Tepat disini maksudnya bukan harus selalu sama dan sependapat dalam segala hal yah. Saya dan dia itu sering banget berbeda pendapat kok. Perdebatan terakhir kami yang lumayan sengit adalah persoalan hukuman mati di Indonesia. Yah, intinya kami beda pendapat. Dan saya nggak pernah bermasalah dengan perbedaan pendapat selama lawan diskusi saya bisa menyampaikan pikirannya secara logis dan sopan, nggak debat kusir, serta menghargai saya. Bagi saya menjalin hubungan yang baik dengan seseorang itu bukan berarti kita harus terus sependapat kok.

Tapi dalam hal-hal yang prinsipil, kami sependapat. Hal prinsipil seperti apa nih? Ya banyak sih. Diantaranya ya itu tadi, kami sependapat bahwa menjalin hubungan yang baik dengan seseorang itu bukan berarti kita harus terus sependapat. Coba bayangkan kalau saya dapet suami tipe laki-laki yang nggak bisa diskusi dan maunya di-iya-in terus. Saya rasa saya bakalan tersiksa.

Kami sependapat juga bahwa walaupun menikah, kami masing-masing tetep boleh punya kehidupan dan identitas sendiri. Jadi nggak papa kalau mau jalan/main sendiri sama temen, laki-laki ataupun perempuan. Ada juga hal-hal pribadi yang nggak boleh dilanggar. Misalnya ya kami nggak bisa seolah-olah buka email pasangan kami tanpa seijin pemilik. Terus terkadang ada sahabat saya yang cerita hal pribadi yang nggak etis kalau saya cerita-ceritakan ke orang lain, ya saya simpan juga dari suami saya. 

Kalau saya nulis begini, baik di twitter ataupun di blog, pasti bakalan ada yang mikir: "ya nggak semua pasangan kan kayak elu!" Loh, siapa juga yang nyuruh semua pasangan di dunia berpikiran sama kayak saya dan suami. Bebas kok. Situ mau saling posesif atau cemburu buta sama pasangan situ ya monggo. Bukan urusan saya. Selama situ juga nggak ngurusi rumah tangga saya. Ini beneran ada loh. Ada lah temen saya yang nyinyir hore pas kebetulan ketemu saya dan temen cowok saya nonton bareng di malem minggu. Nyinyirnya seolah-olah tuh saya istri durhaka yang sedang selingkuh. Bukan cuma nyinyir tapi juga ngeresein dan ngegosipin. Saya main sama siapa juga saya ijin suami kali. Dan yang lebih penting lagi, saya main sama siapa bukan urusan situnya kali, mbak sis :D.

Saya bukannya mau ngomong bahwa hubungan kayak saya dan suami saya adalah yang paling baik. Karakter orang kan beda-beda. Ada kok yang malah merasa senang, tersanjung dan tersipu saat dicemburui pasangan. Bebas aja sih. Saya cuma mau menunjukan bahwa, kalau punya pasangan yang sependapat dalam hal-hal yang prinsipil, itu bener-bener bisa mempermudah kehidupan.

Ya situasinya dibalik deh. Misalnya kamu adalah tipe orang yang posesif dan cemburuan, dan suka terus bareng-bareng sama pasangan. Kamu menuntut kalau weekend selalu bareng sama pasangan. Bayangkan kamu yang seperti itu ketemu lakik cuek. Yang menuntut ruangnya sendiri. Yang pas malem minggu minta waktu nongkrong sama temen-temennya. Kamu pasti bakalan tersiksa kan? Alangkah lebih enaknya kalau kamu dapet pasangan yang sependapat sama kamu. Sependapat bahwa waktu luang sebanyak-banyaknya ya harus dihabiskan bersama pasangan. Sependapat bahwa cemburu dan dicemburui itu asik dan mempererat percintaan.

Yah...tapi nggak semua orang beruntung bisa mencintai orang yang seprinsip. Ya kan siapa sih yang bisa mengatur cinta mau jatuh ke siapa? Sering kok saya dicurhati temen yang pasangannya cuek banget atau pasangannya posesif banget sampai bikin dia ngerasa tercekik. Sebenernya kalau pasanganmu tipe yang cuek, dan kamu orangnya santai, ya bakalan asik. Atau kalau pasanganmu tipe yang posesif, dan kamu adalah orang yang suka dengan hubungan yang intens selalu barengan gitu, ya nggak bakal ngerasa tercekik.

Kalau mau hidup bersama dengan seseorang itu tentunya perlu kompromi. Secocok-cocoknya dua orang, yang namanya menyatukan dua pribadi pasti ya bakalan ada benturannya, entah kecil entah besar. Pun saya dan suami juga perlu kompromi tentang beberapa hal. Tapi dibalik itu saya merasa beruntunglah saya masih bisa mempertahankan prinsip-prinsip saya, saya dan suami nggak harus berubah menjadi pribadi yang sama sekali lain setelah menikah. Dan suami saya ternyata gantheng juga kok. Lebih gantheng malah dari Cris Hemsworth #DadahDadahKeDedekDedekGemes.

***

Cerita kembali ke masa kini yah.

Jadi ceritanya saya sedang setengah jomblo nih, gaes. Suami saya ikut suatu acara yang nggak memperbolehkan pesertanya kontak dengan dunia luar selama seminggu. Segala alat komunikasi disita panitia dan dimatikan selama acara. Oleh suami, saya dikasih nomor telpon panitia yang bisa dihubungi, sebut saja namanya Nad, apabila ada berita yang penting banget. Pas ngasih tuh nomor, suami sudah wanti-wanti: "pokoknya cuma untuk yang penting-penting banget."

Jadi sehari sebelum suami berangkat, suami siap-siap. Packing dan menyiapkan beberapa properti yang harus dibawa. Oh iya, ini nih salah satu properti yang harus dibawa. Saya pakek tofoto dulu sebelum dimasukin koper:

Properti suami saya yang saya pakai bukan lipstik loh ya!

Sembari suami saya packing-packing gantheng, saya goler-goleran aja di kasur sambil nanya-nanya:
"Misalnya kucingnya tiba-tiba sakit, penting nggak?"
"Misalnya kucingnya nggak mau makan, penting nggak?"
"Misalnya ada gempa bumi dan rumahnya berantakan, penting nggak?"
"Misalnya aku diajak kawin lari sama Nicholas Saputra, penting nggak?"
"Misalnya kucingnya berantakin tempat sampah, penting nggak?"
"Misalnya ada orang dateng minta koleksi sepatumu, penting nggak? Tak kasihin aja semuanya ya.."
dan lain-lain.

FYI kalau persoalan jarak, saya dan suami mah udah biasa. Sebelum nikah juga kami LDR dua tahunan. Yang setahun jogja-Bali, setahun lagi Jogja-Jakarta. Ketemu paling dua minggu sekali. Ngenes nggak sih? Terus kalau soal ditinggal-tinggal juga udah biasa. Kadang saya main atau ada urusan sendiri ke Jogja atau ke Solo tanpa suami. Suami saya juga sering kok dinas luar kota gituh.

Cuma nggak tau deh acara kali ini tuh menurut saya konyol aja. Udahnya gitu nggak bisa telpon-telponan pulak. Mendadak saya pengen ekting jadi isteri posesif dan ngerjain panitianya.

Bahkan saat menulis ini pun, saya sedang mengendalikan diri untuk nggak telpon ke nomor panitia: "Mbak Naaddd, ini saya Arum isterinya bapak Dani. Tolong bilang sama suami saya, jangan lupa makan ya."

lima belas menit kemudian...

"Mbak, Arum lagi nih. Bisa minta tolong tanyakan ke suami saya, saya minta ijin mau main ke Ragunan boleh nggak?"

satu jam kemudian...

"Mbak Naaaddd, ini saya lagi, Arum. Darurat tolong bilang ke suami saya, kucingnya barusan gumoh."

#KemudianPanitianyaAyan

19 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Sessssss aq ngakak2 kyk org gila baca postingan ini!!!! Dimulai dr Nicholas Saputra loh ya bukan Aliando wuakakakakakka... Aliando itu yg d sientron gajebo serigala2 an itu kan ya #gak apdet.

    Aq pun ses, dl pny cowok impian yg tinggi, gelap, keker, sekseh dengan mata tajam, eh dapetnya cowok tinggi sih tp putih abis, dulunya kurus kering (skg udah gede jd at least tinggi gedenya udah dapet deh #menghibur diri) dan matanya segaris... Tp sama ama km ses, i am happy and very contend gitu. Apalagi skrg tyt sang suami menjadi "suami impian" d kalangan blogger2 surabaya ngiakakakakakaka.... Ada2 aja.

    Itu acaranya emg agak lebay deh, masa bbm an aja ga bole sik... Ayo ses ndang di telp panitia nya suruh sampein kalo km mau bobo siang wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ses, diluar sinetronnya yang nggak mutu. Aliando itu kiyut loh. Plis, kasih kesempatan dikit kek ke aliando.
      Aku jadi mao ketemuuuu, sama suami idaman beauty blogger sesurabaya itu. Hahhaha...
      Iya ses lebay. Ya dikarantina gituuu. Macam ikutan Hell's Kitchen :D

      Delete
  3. Huahahahah.. Tumben banget bikin postingan ginian, Mbak! :D

    Tapi setuju deh, kalok misalnya ada masa di mana kita posesif terhadap pasangan yak. Kan katanya kangen.. Uh :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin aku kebanyakan maen ke blog mbak beby. Jadi ikutan galawgalawjijay. Hyahahahaa #runrunsmall.

      Delete
  4. hahaha..
    tenangkan dirimu mbak.. XD

    kocak banget postingan ini, bacanya sambil mringis2 udah kayak orang gila..
    setuju mbak, kalo pasangan isinya sependapat terus malah ga seru..
    asal debatnya debat sehat aja ya mbak.. :D
    btw, mbak Arum sama suaminya seumuran ga mbak? :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku debat sdlalu sehat, mbaaa. Kadang yang ngajak debat suka jadi nggak sehat. Dikasih fakta/opini cerdas, tersinggung, terus cari2 aib fisik atau cari2 salahnya temen temenku, hahahah... Untung suamiku ga gitu :D.

      Seangkatan sih, tp ga seumuran. Aku 2 tahun lebih muda dari usia normal temen2 seangkatanku ^^

      Delete
  5. Wah, ses, ha ha... lucu bahasanya 😊
    yach memang yg namanya pasangan ya harus pas, kl ngga pas cuma jd angan. tiap pasangan punya aturannya sendiri mau yg model posesif atau yg nyantai kayak ses n suami ses.
    Saya dulu jg punya kriteria soal wajah cowok idaman, pengennya yg bermata besar n bagus, trus yg kulitnya kuning atau putih, rambut hitam berombak, hidung mancung, dsb dsb, tapi dapetnya malah yg sipit ha ha... tapi ya saya rasa dia cowo yg paling bisa menerima saya dan segudang kekurangan saya.
    nyantai aja, ses, jalani aja sesuai style ses, qta ga bisa nyenengin semua org koq dan yg jalanin jg masing2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lah ses, susaahh nyeneng nyenengin semua orang. Tapi orang orang itu suka maksain standar mereka ke orang lain. Kadang kadang aku merasa lebih baik ngumpet cajalah tidak berteman dengan siapa siapa #pasangtampangserem. Hakhak..

      Delete
  6. Aaaakkk akunya posesiippp... pacar aku gak boleh jalan sama cewe kalo beduaan doang. Kalo jalan ramean ada temen cewenya juga akunya beteeee hahhaahha.. Tapi dianya cuek aja tuh tetep jalan sama temen-temennya kalo ramean. Gak pernah sampe beduaan sih. Yauwislah aku ngambek sendiri. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamuh kaan ngeheits abisss! Nggak usah posesip. Dian Sastro pun lewat mah kalau sama kamu. Lewat!!

      Delete
  7. Replies
    1. Nggak. Cuma lagi pengen bikin ayan panitianya :D

      Delete
  8. Hahaha mbakmbak enak lho dicemburuin asal nggak ganggu orang lain sih. Gimana ya isinya blog jadi gak karuan, enakan nulis beginian hihihihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tipenya ga suka ih dicemburuiiiinnnn sekecil apapun :D :D.
      Hahaha...iyaaa, aku bosen nulis soal make up

      Delete
  9. Cemburu menguras hati ~ Vidi aldiano hahahha

    folback dong kak :)
    kuecocor.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu lagunya yang piyeee?
      #benerannggakngerti #merasatidakgaul

      Delete
  10. "Kucingnya gumoh" ahahahahahaha,,, ngakak sambil ngibrit ke kamar mandi nahan pipis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cing ku yg item beneran lagi sukak gumoh je.. ^^

      Delete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...