Sunday, April 13, 2014

Resep Mudah: Asem-Asem Daging


Hari minggu dan nggak ada acara penting begini kalau saya sih enaknya di rumah aja, atau keluar sama temen-temen deket. Kalau saya di Jogja sih, melipir ke pantai bisa jadi pilihan. Sayangnya saat ini kan saya ada di kota-serba-nggak-ada a.k.a. Jakarta :D. Pengen sih melipir ke puncak atau ke Bandung gitu, tapi males ajah sama macet-nya. Duh...kangen sama Jogja.

Dan untuk melengkapi acara leyeh-leyeh santai bersama suami, saya masak makanan kedemenan suami saya hari ini, yaitu: Asem-asem Daging.

Sebelumnya saya mau bilang kalau saya nggak jago-jago amat masak. Saya cuma bisa resep-resep rumahan yang gampang-gampang aja. Dan saya juga sukanya yang masaknya cepet, nggak lama, soalnya saya nggak suka berdiri lama-lama di depan kompor, bikin jerawatan. Skill masak saya juga ya gitu-gitu aja nggak ada perkembangan yang signifikan, soalnya saya cuman masak kalau lagi tobat selo aja, nggak tiap hari. Jadi masih kalah jauh deh kalau dibandingin mbak Dini dengan Ceker Dimsum-nya yang yummy abis itu. Lha kok pede bagi-bagi resep sama foto masakan? Ya saya kan memang orangnya kepedean.

Selera orang soal masakan tentunya beda-beda ya. Pengaruh paling besar biasanya dari daerah/lingkungan asal tempat tinggalnya, tempat dia makan sehari-harinya dari kecil. Berhubung saya dan suami orang jawa tengah, kami suka masakan yang khas jawa, yang rasanya manis, gurih, sedikit pedas, dan berempah. Jadi saya memang lebih suka masak pakek bawang merah, cabe keriting, lengkuas, dan terasi. Menurut saya lebih sedep daripada pakek bawang bombay, paprika, saus teriyaki, dan mayones. Tapi sekali lagi, semua hanya masalah selera yah.

Ini resep Asem-asem Daging Sapi ala saya. Resepnya gampang banget, bikinnya cepet, dan bumbu-bumbunya juga gampang didapet. Tinggal grusak-grusak di kantong celana atau di sudut-sudut tas cari duit recehan, lalu melipir ke warung deket rumah atau supermarket terdekat. Paling rada susah tuh cari daging sapi seger kali ya.


Tips dari saya, walau kita mau yang seger, pilih daging sapi yang udah nggak bisa bunyi "Mooooo" #yalukira? Oke, yang tadi saya bercanda. Sekarang tips yang serius soal Sapi. Jangan pilih sapi yang belang-belang item putih karena itu sapi perah bukan sapi potong dan itukan lucu bangeeettttt #dikeplak.

Udah ya, pakai mascara kesayanganmu dan cuss masak!


Bahan:
  • 500 gr Daging Sapi.
    Pilih yang ada lemaknya dikiiit. Bukan yang daging aja yang buat steik itu, ntar seret dan nggak nikmat. Kalau nggak salah yang paling oke sih daging bagian "sandung lamur"
  • 7 batang buncis
  • 1 buah wortel (ukuran besar)
  • 5 buah cabe hijau gendut
  • 2 butir tomat (ukuran besar)
  • Air panas (kira-kira 1 botol Aqua besar)

Bumbu:
  • 4 siung bawang putih
  • 8 siung bawang merah
  • 2 lembar daun salam
  • 1 cm lengkuas
  • 4 mata asam jawa
  • 1 bongkah gula jawa
  • garam
  • kecap manis

Takaran bahan-bahan diatas cuma kira-kira, boleh ditambah atau dikurangi sesuai selera.

Persiapan:
  • Potong-potong daging sapi kotak-kotak kecil-kecil, lalu rebus sampai agak empuk dengan air yang dikasih sedikiiit garem. Kalau saya sih sukanya di presto aja biar cepet. Air bekas rebusan jangan dibuang.
  • Buncis dipotong menyerong
  • Wortel dipotong kotak-kotak kecil
  • Cabe hijau gendut dipotong bulat-bulat tebal
  • Tomat dibelah 6
  • Bawang putih dikeprek, lalu dicincang 
  • Bawang merah diiris tipis-tipis
  • Lengkuas dikeprek
  • Asam jawa dilarutkan dengan 3 sendok makan air panas
  • Gula jawa disisir tipis-tipis biar alus

Cara memasak:
  • Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum.
  • Masukin lengkuas, daun salam, dan cabe ijo, aduk sampai agak layu
  • Ambil satu ciduk sayur kuah bekas rebusan daging sapi, terus taruh tuang di atas tumisan bumbu
  • Masukan tumisan ke rebusan sapi beserta kuah-kuahnya tadi
  • Bumbui dengan gula jawa, garam, air asam, dan kecap manis. Aduk-aduk.
  • Kalau airnya kurang, boleh ditambah
  • Kalau kira-kira udah mau matang dan daging sapi udah empuk sempurna, masukin buncis, wortel, dan tomat.
  • Cicipi. Kalau kira-kira kurang anu ya boleh ditambah gula pasir atau garam.
  • Hidangkan!

Asem-asem daging ini enak dan seger banget. Menurut saya rasanya jawa banget karena pakai bumbu rempah yang khas masakan jawa. Rasanya tuh campuran antara asem, manis, dan rasa cabe yang nggak terlalu pedes karena nggak pakai cabe rawit. Juga tentu saja gurih rasa daging berpadu sama gurih manis kecapnya. Seger banget! Kalau suami saya bilang, "seger kayak sop tapi berbumbu banget".

Selamat menikmati hari minggu :)

21 comments:

  1. mba arummm udah lama ni aku ngikutin racun warna warni. udah 3 hr ini aku d jogja utk waktu yg cukup lama. coba mb arum masih di jogja,, aku sewa jd tour guide deh. huaaa sediiih :’(

    ReplyDelete
  2. iya asem-asem itu~
    enaaak~
    walaupun biar nikmat harus dianget dulu sayurnya...
    hoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mah asem2nya ta taruh panci diatas kompor aja. Ambil semangkuk kecil buat makan. Jadi kalau mau makan tinggal nyalain kompor :D
      Btw, ini sayurnya dikit kok. Cuma buncis sama wortel, itupun dikiiitttt.

      Delete
  3. aduhhh kesalahan besar ya buka link ini.. jd ngiler XD wkwk

    ReplyDelete
  4. Ya ampun aku sampe mikir serius masalah jangan pilih daging sapi belang2, tik tok tik tok beberapa detik kemudian baru ngeh klo maksudnya sapi perah australi T_T kna deh dikerjain jeng arum..Hahhaha

    Aduuuh jadi mupeng pagi2 blom sarapan gini baca resepnya. Makin yakin mau beli panci presto jadinya..;) Eh ya ampun jadi malu ada namaku, orang si ceker masaknya kutinggal nyuci, tinggal jemur, tinggal mandi koq itu..hahaha :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah....tapi resepmu canggih2 seessss. Itu ceker dimsum aku doyaann banget. Kalau jajan dimsum pasti abis banyak. Tapi mau bikin kok ya males ya liat lamanya.

      Delete
  5. Aku suka juga mbak kayak gini entah sama entah mirip resepnya .. namanya asem asem blora, seger asem gurih enak segalanya :3 .. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah denger ses asem bloraa. Tp daerah sana sana kayaknya masakannya ga pake lengkuas ^^. Iya enak banget, seger, pas dimakan ujan2 gituuu :D

      Delete
  6. huaaa jadi rindu masakan ini, dulu ibuku suka masak ini Rum, makin kesini doi makin males masak secara aku nggak tinggal di rumah juga kan. kalo ibuku biasanya pake tomatnya ijo sama sedikit blimbing wuluh, jd asem2 seger :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan bisa request ke ibu minta dimasakin, Ma :)). Klo aku fleksibel aja. Kalau tomatnya merah, cabenya ijo. Kalo tomatnya ijo cabenya merah. Susah cari tomat ijo disini. Akk dikasih blimbing wuluh kayaknya seger bangeetttt. Kapan2 klo nemu wuluh coba ah..

      Delete
  7. Aku juga suka masak ini.tapi namanya asem asem buncis.resepnya sama kaya diatas.bedanya aku pakai tomat hijau.ini favorit suami ku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha kan buncisnya cuman dikit, banyakan daging sapinya :D. Di sini sisah nyari toman hijau. Jadi kuganti cabainya deh yang hijau ^^

      Delete
    2. hihi iyaa resep turun temurun namanya gituan hahaha....ngikutin ajah.
      .

      Delete
  8. Halo!

    Kami melihat bahwa Anda memiliki beberapa resep yang lezat di blog Anda.

    Kami ingin memasukkan blog Anda pada daftar Top Food Blog di MyTasteIndonesia.com, sebuah jejaring sosial buat Anda yang menyukai masakan dan juga yang pemilik blog seperti Anda. Banyak blog yang telah menjadi anggota dan mendapatkan keuntungan dari publikasi di situs kami.

    Anda dapat menambahkan blog Anda pada daftar Top Food Blog kami dengan mengikuti link ini http://www.mytasteindonesia.com/top_food_blogs

    Mohon untuk membalas email ini agar kami mengetahui bahwa Anda telah menerimanya. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Semoga kami akan melihat blog Anda di daftar Top Food Blog kami.

    Salam,
    Immanuel Kabuhung
    MyTasteIndonesia

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...