Sunday, January 26, 2014

Yes, I Have Big B! Masalah?!


sumber: http://www.stylehasnosize.com

(B = Boobs!)

Bahwa banyak perempuan yang nggak puas dengan bentuk badan, warna kulit, tekstur rambut, dan apapun bentuk fisiknya adalah cerita lama. Makanya kemudian terciptalah makeup. Oke, mungkin kalimat pertama dan kedua akan menimbulkan: "Guweh suka makeup karena makeup entuh art. ART! Elu aja kaleus yang pakai makeup buat nutupin jidat peyang!" Art artinya apa sik? Memajukan hidung yang mundur dan memundurkan pipi yang majuh? Oh bukan ding...itu syeding namanya. #tambahdisikat.

Sebagai pembeli, pemakai, pengulas, (sesekali) pengedar, dan bahkan pecinta makeup, saya nggak memungkiri kalau salah satu fungsi makeup adalah untuk mempercantik penampilan. Jadi otomatis, bisa mendongkrak pede si pemakai. Ya katakan hidung saya seperti hidung kucing tetangga saya yang harganya belasan juta, maka saya mewarnai sisi-sisi hidung saya dengan bubuk warna coklat yang disebut shading, untuk menciptakan ilusi hidung mancung ala-ala kucing kampung. Terus mata saya redup-redup mengundang makanya saya pakai eyeshadow dengan tehnik ulasan smokey eyes biar saya bisa ngemeng "tatap mata saya!" dengan mata memincing erotis. Ya semacam itulah.

Saya sendiri adalah pengguna makeup untuk harian. Tapi angot-angotan. Nggak selalu itu-itu aja yang saya pakai. Kalau lagi keranjingan sama blusher, ya memasak pun pipi saya merah merona. Tapi saya nggak selalu keranjingan blusher. Pokoknya mood-mood-an banget lah! Yang penting, standar penampilan saya untuk harian: rapih, bersih, wangi. Rapi itu rambut nggak awut-awutan dan muka nggak berkilap. Jadi memang sehari-harinya saya sisiran dan bedakkan. Bersih itu nggak ada kotoran, ketombe, belek dan lain-lain. Jadi saya mandi dan bebersih diri setiap hari. Wangi itu minimal nggak bau badan dan bau bawang, dan itu berkaitan erat juga sama bersih. Pokoknya kapan-kapan aja saya bahas!

Tapi ada hal-hal yang memang nggak bisa ditutupi oleh makeup. Kalau punya duit dan memang kepengen ya bisa lah ngumpulin ember bekas dan kemudian operasi plastik. Saya nggak mencela mereka yang melakukan oplas kok, wong badan mereka, duit mereka, dan hak mereka. Menurut saya semua orang punya hak sepenuhnya atas tubuhnya. Saya nggak mau ngatur-ngatur atas nama apapun. Toh mereka melakukan oplas juga secara nggak langsung karena opini publik bahwa Dian Sastro itu cantik dan Betty La Fea sebelum lepas behel dan rebonding itu tidak cantik. Tapi saya pribadi memilih pasrah dengan bentuk default badan saya dan jauh-jauh dari ember bekas.

Salah satu hal yang nggak bisa ditutupi oleh makeup itu adalah bentuk payudara. Saya nggak ngerasa saru ngomongin payudara. Kalau ada yang merasa saya saru, ah...itu hanya persepsi dedek reader ajah :p. Beberapa perempuan pengen payudaranya lebih gede, dan beberapa perempuan nggak pede karena payudaranya terlalu gede. Karena di Indonesia kiblat trend saat ini adalah embak-embak Korea yang definisi seksinya adalah putih langsing imut dengan dada hampir rata, maka kebanyakan perempuan berpayudara big size merasa nggak pede belakangan ini.

sumber: peanutonthetable.com, peanutonthetable.com, chantlewhite.blogspot.com, seoulbeats.com
Curvy, Skinny, Dark Skin, Fair Skin.
Cantik nggak harus putih, tanned, bahenol, atau langsing. Kalau ada yang bilang cantik itu putih (misalnya), masa sih mereka-mereka dari suku atau ras yang berkulit gelap nggak bisa cantik?

Salah seorang teman saya, yang mana masih sangat muda (beneran masih SMA) pernah cerita ke saya kalau dia kuesel sekali karena payudaranya yang besar sering jadi masalah bagi orang-orang disekitarnya. Bukan bermasalah karena pandangan laki-laki, tapi malah sesama perempuan. Punya payudara besar itu memang agak tricky sih kalau milih baju. Kalau lingkar leher terlalu kebawah dikit aja, langsung belahannya kelihatan dan dinilai seronok. Eh...jangan salah! Kalau lingkar leher terlalu ke atas atau pakai model kerah sanghai pun payudaranya kelihatan melesak mecotot dan kemudian dinilai seronok juga. Pokoknya ribet banget! Saya tahu soalnya payudara saya masuk ukuran besar juga, walau nggak oversize dan sampai menarik perhatian banget sih.

Teman saya ini kesal karena beberapa kali ditegur oleh teman perempuannya untuk berpakaian yang lebih sopan. Padahal pakaian yang dia pakai ya memang sudah sopan, cuma bentuk badannya yang memang montok bikin pakaian sopannya terlihat seronok. Mmm...iya sih, saya menilai pakaian dia ya sopan-sopan aja, kaya ABG pada umumnya. Pakai kaos dan celana jeans biasa. Bahkan terkadang pakai kaos cowok, tapi tetep aja karena permasalahan big b, kaus papanya pun bakalan kelihatan seksi di dia.

Semalam lagi-lagi saya mendengar curhat dengan permasalahan serupa. Kali ini orangnya beda, yang ini udah bukan ABG. Tapi permasalahannya sama plek, yaitu big b. Kalau teman saya yang ABG bermasalah dengan persepsi para perempuan, teman saya yang tua bermasalah dengan pandangan laki-laki. Dia merasa risih setiap kali teman-teman laki-lakinya mengomentari payudaranya dengan bercandaan yang membuat dia nggak nyaman. Bahkan dia merasa risih karena setiap dipanggil ke ruangan pak bos, pak bosnya seakan-akan terpaku melihat payudaranya, bukan mata ataupun pekerjaannya.

Dan serba salah jadi dia. Kalau kancing kedua dari atas dia buka, belahan dadanya akan sedikit tersembul. Sementara kalau ditutup, payudaranya akan tampak menjulang dari balik bajunya dan tambah dinilai seronok.

Terus saya malah jadi inget sama mbak-mbak eksotis dan seksi yang artis selebritis entuh. Dia punya big size b juga. Dan dulu tayangan acara masak memasak yang dia bintangi sempet ditegur sama KPI lantaran seronok. BTW, manusia jaman sekarang yah, acara masak aja bisa dibilang seronok ^^. Kalau saya menilai, menurut saya bajunya itu biasa aja, kaya yang sering dipakai sama artis yang lain. Cuma karena artis lain jarang yang payudaranya sebesar dia, jadi si artis lain lolos dan nggak dinilai seronok. Bahkan, saya pernah lihat yang bersangkutan pakai baju kerah tinggi sampai leher disuatu stasiun televisi swasta, tapi bagian dadanya tetep di blur! Dan malah kelihatan seronok karena di blur (ini persepsi saya lho, mungkin pikiran saya lagi mesum waktu itu). Bayangin aja, dia gerak ke mana, aksen ngeblurnya ngikutin gitu. Saya mbayangin kayak ada kru TV yang nggerakin pakai kursor di layar ngikutin gerakan dadanya. Saru ya? Saya maksudnya yang saru. Hikhik..

Ngeliat kasus-kasus di atas saya jadi mikir, jadi yang dibilang seronok itu sebetulnya tingkah laku dan pakaian mereka atau bentuk tubuh mereka sih? Kalau tingkah laku dan cara berpakaian, masih bisa lah dikendalikan atau dipaksa (meskipun saya nggak setuju ya tingkah dan cara pakaian mesti diatur-atur). Lha kalok bentuk badan? Yang memang udah dikasihnya dari lahir ceprot begitu mau dibagaimanakan? Si pemilik payudara yang dibilang saru juga nggak bisa ngapa-ngapain dong.

Yang paling bikin saya meringis sebenernya adalah kasus temen saya yang masih ABG. Ya dia masih ABG gitu lho, masa udah harus didorong untuk nggak menyukai bentuk badan dia. Oleh sesama perempuan pulak. Agak jahat sih menurut saya.

Ya untungnya teman-teman saya yang bersangkutan tersebut cerdas dan bisa mikir kalau nggak ada yang salah dengan bentuk badan mereka. Yang salah adalah persepsi orang-orang disekitar. Yang saru bukan payudaramu, yang saru ya pikiran orang-orang yang risi sama payudaramu. Jadi teman-teman saya tersebut cuma kesel sesaat, tapi nggak ada yang sampai kemudian terjerumus jadi membenci dan mengasiani diri sendiri.

Waktu dicurhatin sih saya ya nggak bisa ngomong apa-apa selain menyarankan mereka untuk berpakaian, berperilaku, dan bertingkah senyamannya, selama nggak merugikan orang lain. Kalau masih ada yang mempermasalahkan bentuk payudara mereka, bilang aja: "Yes, I have big b! Masalah buat situ?"


sumber: paigeysgoodies.tumblr.com

Catatan:
  • Maksud dari tulisan yang saya buat adalah: mau mengajak perempuan-perempuan untuk merasa nyaman bagaimanapun bentuk tubuhnya. Bukan menyerang pihak tertentu. 
  • Nggak ada satupun dalam tulisan ini yang bilang kalau: yang big lebih baik dari yang small, atau yang small lebih baik dari yang big. Malahan saya mau bilang kalau baik big maupun small sama normalnya! 
  • Maksud dari "merasa nyaman bagaimanapun bentuk tubuhnya" adalah nggak minder berlebihan dan membenci tubuhnya. Sebagai manusia, tentunya udah jadi sifat dasarnya untuk susah banget berpuas diri sama apa yang dimiliki. Maunya minta lebih dan lebih. Saya pun loh! Ya jujur aja, saya juga punya keinginan untuk meratakan warna kulit (ngitemin muka & mutihin dengkul) dan meratakan perut saya yang makin hari makin maju. Tapi tentunya saya nggak pengen terjebak putus asa dengan warna dengkul dan bentuk perut saya, sampai kemudian menggunakan atau mengkonsumsi berbagai zat berbahaya. Atau sampai sebegitunya nggak pede dan merasa nggak nyaman berlebihan dengan perut dan dengkul saya.
  • Saya sangat keberatan apabila tulisan ini kemudian dikait-kaitkan dengan agama. Plis, plis, plis, saya lagi nggak ngomongin soal ajaran atau anjuran agama apapun!

68 comments:

  1. Aku baru tau loh kalo big boobs masalahnya di situ :O Maklum kecil *eh*
    Nice share :D
    Suka gambarnya.
    Model2 jaman dulu montok2 ya kayak paha sama betis saya :D
    Cuma sekarang era nya skinny skinny
    Ngeri kadang temenku bilang "gue genduuut" padahal dia itu loh uda kurus, lebih kurus dari aku malah
    Tapi salah satu temenku cowo pernah bilang "badan kamu segitu udah cukup ga usa dikecilin lagi"
    Mungkin sebenernya cowo suka montok2 kayak di gambar itu...
    (ini komen melenceng2)
    Hasuhana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jangan generalisir gitu dong :D. Menurutku cowok kan juga manusia, ada banyak dan bermacam-macam seleranya. Mungkin ada yang suka skinny, ada yang suka bohay. Bentuk tubuh diciptakan bermacam-macam, selera orang juga bermacam-macam, Yang satu nggak lebih baik dari yang lain :)

      Delete
  2. Huahahhahhaha, aku ngakak sampe gul..... eh gak guling-guling banget juga sih. Cuma ya ngakak sampe ke hati (?) Iyaaaaa bener mbaak! Kasian kadang temenku yang bigboobs waktu SMA disuruh praktek renang, mana buat nilai akhir, untuk 'menutupi' kelebihannya itu, dia nyelem di kolam renang sampe bagian lehernya aja keliatan dari awal ampe temen2 pada udahan. Kalo naik ke atas kolam renang kan diliatin banget gitu itunya. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal mestinya dia cuek aja sih. Dia kan nggak salah apa2. Yang ngeliatin berlebihan tuh yang pikirannya ga normal :D

      Delete
  3. wahhh memang paling oke itu klo ngga terlalu kecil dan ga terlalu oversize yaa.. >_<
    tp memang semua punya masalah masing2..

    www.xiaovee.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oversize ataupun terlalu kecil ya sebenernya oke kok. Nggak ada yang "paling" :D

      Delete
  4. Seperti biasa tulisannya bikin aku senyum2 sendiri lagi mba arum. Senang sekali dengan gaya tulisanmu...

    ReplyDelete
  5. Wuh biasane mba tulisan mba isa mengundang tuyul tuyul profesor Indonesia yang sok pinter komen, ciyus, deh dan bener jg sih aku ngeh sama siapa yang dimaksud, tp sekarang udah diganti mba, bukan dia lg padahal cara dia masak luwih apik :D wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah...gapapa mah kalau mau komen. Kan udah aku kasih catatan. Yang melanggar catatan tinggal dimasukin spam :p

      Delete
  6. Hwaaaa.... bener banget mbak arum...
    Aku juga gitu, entah kenapa kalo pake baju apapun selalu aja ada yang ngritik. Gara-gara punya badan yang curvy cenderung montox. Padahal boobs juga ngga gedong2 banget lho... :') Pake kaos dibilang seksi, pake kemeja lengan panjang dibilang mengundang juga. Alamak.... bingung dah. emang susah punya aura sekseh. :') *pede tingkat dewa* btw, salam kenal mbak... :DDD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuekin aja kali. Yang penting nyaman dan pede aja, kan kita nggak salah ;)
      Salam kenal

      Delete
  7. ini nih... *sambil nunjuk nunjuk layar laptop*
    punya aku oversize banget mbak dan kadang nggak pede sama bentuk badan sendiri...
    seriusan, pernah saking desperate-nya aku punya pikiran pengen operasi ngecilin payudara, atau sedot lemak aja khusus di payudara... *hiks*
    untung mas pacar selalu mengingatkan, jangan sampe dikecilin, kan aset masa depan punya dia besok *uopo toh* hehehe
    belom tau aja gimana rasanya beli bra aja susah, harus cari yang cup C atau D... huaah...
    tapi nggak papa deh, dibanggain aja, disyukuri kalo kata mbak arum... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha...iya nggak usah dijadiin beban lah. Sante aja, punya oversize boobs kan nggak dosa :D

      Delete
  8. Bahasan ini feminis banget men. Boleh kaum maskulin ikut komen? Aku pikir dalam hal ini bahasan seperti ini ngga saru kok. Menarik buat dibicarakan karena tentunya ini buat tataran orang2 yang sudah berusia cukup memahami topik di blog ini. Terutama masalah boobs ini memang sensitif yaa. Bagi cewek2 yang punya oversize seringnya aku tahu mereka dapet pelecehan secara verbal dari kaum laki2 (semoga aku tidak). Aku pikir memang sesuatu yg oversize adalah permasalahan yang tidak bisa dimasalahkan. Tiap orang punya porsi yg udah dikasih tuhan masing2. Gendut langsing tinggi pendek less size sampe over size. Aku pikir bener yg patut dibilang mbak arum syukuri apa yg udah didapat terutama yg memiliki ukuran ngga biasa. Mungkin juga itu kelebihan yg diberikan secara adil oleh tuhan. Masalah tanggapan publik terhadap hal itu aku pikir wajar sih. Apalagi dari cowok ya. Cuman kalau disampaikan secara frontal ya ngga sopan juga dan ngga ngehargai orang2 yg punya kelebihan itu. Aku paham perasaan cewek yg oversize boobs. Paham seubun2 dah. Karena pernah punya cewek yg mengalami oversize boobs (banget) dengan badan yg ngga gendut itu memang was2 lah. Sepengalamanku mau dipakein model baju kayak apa ttp aja kemana2. Sebagai cowok punya cewek gt, ngga cuman ceweknya yg sabar nanggepin omongan ribet dan ngga mutu dari luar. Cowoknya apa lagi. Harga diri men. Ya sabar2in stay cool aja. Yang penting disini let it flow mbaksis. Mau pakai pakaian apa aja buat cewek oversize ngga masalah. Tanggepan dr luar ngga usah digubris. Makan beli baju juga bukan urusan mereka kan. Mau punya big boobs ngga masalah. Ngga usah dikecilin di kerutin. Big boobs is amazing!. Ini trend orang langsing tapi bukan berarti ngga ada orang yg ngga suka orang ngga langsing. Saranku cuman tetap jaga diri aset berharga seperti itu udah kayak punya emas banyak orang diluar yang punya niat jahat. Terutama bagi cowok2 frontal dan ngga tahu tempat menanggapi secara etis. Dan aku baru tahu sih kalau cewek bisa komen hal yg oversize kayak gt. Ya mungkin mereka iri atau apalah. Thanks mbak arum ya? Udah boleh komen. Kalau komen aku saru silahkan dihapus. Cuman ingin berpendapat tidak ingin berdebat. Cheers

    ReplyDelete
    Replies
    1. Holaa. Tumben ada cowok nyasar. Kalau judulnya ada boobs-boobs nya memang efektif ya :D :D :D

      Setuju banget deh, tiap orang punya ciri-ciri dan bentuk tubuh masing2. Nggak perlu jadi insekyur karena tanggapan yang nggak normal. Kan yang nggak normal yang menanggapi bukan kitanya XD. Menurutku ya nggak perlu disabar2in, tapi bertingkah biasa aja, wong itu sesuatu hal yang biasa. Kalau gangguannya udah bikin nggak nyaman, kan berarti bisa dianggap pelecehan tuh. Nah ditindak aja dengan tegas ^^

      Thanx. Komennya nggak saru. Tapi disini mau saru juga boleh kok asal jangan sara :))

      Delete
  9. yaaak betuul sekali mba arum, aku pun punya beberapa teman yang mempunyai permasalahan *Big Boobs*, kadang meraka suka mengeluhkan sulit mencari ukuran penyangga dada hehehe.. tapi mereka pernah bilang juga bahwa mereka mempunya *Big Boobs* seperti itu waktu kecil nya kebanyakan makan vitamin minyak ikan O.0 huhuhuhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bilang sama temennya, nggak usah ngeluh lah. Biasa aja kok. Hehe...

      Delete
  10. mba arummmmm ai lop yuuuuu deh.
    coba aja ya jaman aku SD SMP mba arum udh nulis ini.
    mau tak liatin ke tmn2 ku yg dl suka ngejekin krn pny boops yg besar.
    ya mau gmn cobak dr keluarga papaku bagian depan sm blkang gede smua ya menurunlah ke aku.
    sempet ngalamin yg namanya minderrrr brt jaman masih abg.
    lahh jadi curhat gini.
    intinya tulisannya yg kali ini tuhh ngenaaa bgt deh mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang jangan minder lagi ya, ses ;)

      Delete
  11. Hahaha,, big boobs banyak kelebihannya di banding small boobs.. kalo menyusi nanti anaknya gak akan ke abisan asi.. sama masa suami selingkuh dari big boobs ke small boobs,, gak masuk di akal donk ah..
    Be comfortable in your own skin.. biasanya yg suka nyinyir itu orang gak mampu...
    Hidup big boobs!!!! Btw kalo hamil & menyusui,, cup size ku pindah ke D... nah lo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sangat setuju sama ini: "Be comfortable in your own skin.." Setuju sekali!

      Tapi saya kok agak terganggu dengan bagian ini ya: "...sama masa suami selingkuh dari big boobs ke small boobs,, gak masuk di akal donk ah..".
      Menurut saya mau selingkuh dari big ke small, ataupun dari small ke big, tetep nggak masuk akal. Kalau suami yang masuk akal ya nggak bakalan selingkuh. Karena masalahnya bukan di ukuran payudara atau ukuran kecantikan istri, tapi masalah ada di pola pikir yang selingkuh. Mau punya small ataupun big boobs, menurut aku sama-sama baik dan normal, sama-sama bisa menjalankan fungsinya sebagai wanita (kalau yang bersangkutan bersedia).

      Begitu sih pendapat saya :D.

      Thanx ya, sudah komen dimari :). Jangan kapok lho, mbak, walau kita berbeda pendapat kali ini ^^.

      Delete
  12. Iiiih rum, tulisanmu ngena banget, n bagian mbak parah yang boobsnya di blur bikin ngakak..hahaha
    Sempet ngerasain tuh dulu jaman abege gak pede bgt ama big boobs *yes i have big boobs too*, mana jaman dulu baju di toko isinya ukuran anak SD semua, alias kecil2. Aku sampe selalu beli t-shirt cowok and gak pede kalo baju ngepas badan dikit, ngomong ama cowok yang diliatin dada mulu. Apalagi pas tes olah raga lari >_< *curcol :p*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cowok-cowok yang pada ngeliatin tuh yang aneh, Din. Orang boobs bentuknya gitu2 aja kok pada ndeso amat sih :)). Oh yeah, iya kalau lari nggak pakai sport bra tuh sakit ya rasanya. Mana sport bra nggak murah ^^

      Delete
  13. Ka Aruuuumm kalo boobs aku nda ada maslah. pas lah ukurannya *eh. cuma kalau butts iya nih ga pede hahahaha apalagi suka dikatain sama tante2 aku ;___; bener sih ya.. don't let society fuck with your own body! kalo badan mau ngikutin tren melulu malah bahaya.. lagi tren boobs kecil ntar pingin ngecilin.. lagi tren boobs besar pingin gedein lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah jeng, semoga makin banyak cewek yang kaya kamu. Yang bisa bilang boobsku pas, nggak masalah, APAPUN UKURANNYA XD. Yup, agak susah memang liat mbak2 SNSD yang langsing & putih itu tanpa mupeng. Tapi ya gimana lagi? Kalau cantikmu kayak Beyonce jangan terlalu maksa pengen jadi Hyuna :D

      Delete
  14. Nice topik, mbak. Sebagai pemilik big boobs, untungnya saya sih anteng2 aja. Kan aset. Hahaha.. Sebetulnya kalo kita wajar aja, gak pake baju terlalu ngepas, atau terlalu rendah belahannya, ya gak terlalu kentara kok. Lha wong gak mungkin 100% gak keliatan kan? Dinikmati aja, dan disiasati pake underwear yang bagus supaya gak keliatan 'kemana-mana'. Kalo ada yg ngeliatin atau komentar frontal, biasanya malah kuliatin dan kukomen frontal balik. Reaktif siiihhh.. tapi sisan le nekat. Hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nggak pernah sih digodain karena punya big boobs, soalnya boobsku nggak big2 banget :D.
      Tapi kalau disuit2in orang kampungan dijalan mah seriiing. Dan iya kalau lagi kumat iseng, kadang aku samperin, terus nanya: "iya pak, ada apa ya?" sambil senyum maniisss banget. Biasanya yang bersangkutan ngeles malu sendiri. Kalau udah gitu aku lanjutin: "lain kali kalau mau kenalan sama orang, disamperin terus diajak salaman baik2 aja pak. Kalau cuma suit2 dari jauh kan percuma" masih sambil senyum. Kemudian tinggalkan. Lagi2 masih sambil senyum.

      Hahahhaahhaaa....

      Delete
  15. Hidup big boobs!! Setuju aku sama kawu, rum. Apapun masalahnya tubuh sendiri harus dicintai. Boobsku ini kecuil sampe suka disangka ga ada, D:
    Nyari kutang pun cupnya kegedean. hahahah..
    Tapi yah disyukuri aja udah dikasi begini berarti udah yang paling bagusnya buat gue.. :D
    Pun dengan orang lain, dikasi berbagai macam ukuran pasti udah yang terbaik buat masing-masing pihak. (baik diri sendiri maupun pasangan. #eh)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Temenku ada lho yang kaya kamu, Van. Boobsnya kueciilll ampe nggak keliatan blas. Tapi entah pembawaannya, entah cara dia padu padan baju, atau apanya ya, tapi dia itu termasuk salah satu orang paling seksi di kampusku waktu itu :p.

      Delete
  16. Aw ini sungguh realita kehidupan. Iya emang susah ya kalo punya yang berlebih, bisa menarik perhatian banyak orang bahkan bikin iri. Dan sebagai orang dengan badan super flat seperti saiia, ga munafik kalo kadang iri juga liat cewe sexy lewat. Tapi ga berarti minder sama badan sendiri dong. Syukur sih walopun kurus tapi aku tetep ngrasa sexy *nah yang ini over PD nya udah akut banget*

    Tapi emang kok ya ses, orang tuh kadang-kadang suka kepo nya kelewatan. Jangankan yang big boobs, yang flat kaya aku aja masih suka dipergunjingkan. Sayang banget yah banyak yang ga PD sama yang mereka punya. Padahalkan kalo emang kita nya bisa mengemas diri kita menjadi lebih pantas dan menarik, soal ukuran bukan lagi jadi sebuah takaran. O iya tapi ses, sepengetahuan saiia (berdasarkan curhatan dan pengamatan terhadap orang-orang yang saiia kenal) lebih banyak cewe yang ga PD gara-gara punya small boobs diabnding big boobs :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...iya sih ses. Mau big mau small, yang namanya cewek, pasti ada nggak puasnya. Kaya kamu dicurhatin sama yang small, aku dicurhatin sama yang big. Padahal masalahnya tuh dari dalem #tsah

      Delete
  17. Setujuh sama mb arum, apapun yg Tuhan kasih, pastinya sdh yg terbaik untuk kita :-)
    Cuman ktnya aja yg selalu kurang ama pekejing kita hehehehehe... :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang gimana kitanya nggak merasa kurang kurang terus :D

      Delete
  18. Iyaaaa setuju akunya ~ Itulah terkadang manusia suka gak puas sama bentuk tubuhnya ~ Kkkeke ~ Tapi, sebagai wanita yang kece kita tetap pede donk sama bentuk badan sendiri :D

    Oh ya, visit ke blog aku yah ..
    http://kimmarona.blogspot.com/

    Maklum baru pindahan blog ~

    ReplyDelete
  19. faktanya mbak
    yang seneng liatin dan demen sama cewe2 kurus darat putih itu ujung2nya cewe2 juga kok, tanya aja sama cowo/laki2 mereka malah demennya sama cewe semok damon (dada montok) kulit eksotis hehe

    thks mbak, bbrp bulan ini aku ga suka hargain badan sendiri yg buntat ini T_T tapi setelah baca tulisan mbak, jd mulai sayang lagi sama badanku #ciumperuttanganketek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurutku, itu namanya generalisasi.
      Maksudku, bentuk tubuh diciptakan bermacam2, jadi selera juga pastinya diciptakan bermacam-macam. Bukan berarti yang nggak montok dan nggak eksotis kemudian nggak disukain laki-laki :)

      Yup, menghargai diri sendiri itu penting. Sama pentingnya kaya menghargai orang lain yang berbeda dengan kita. Contoh: badan kita semok. Kita harus menghargai diri sendiri tanpa harus "mengecilkan" yang langsing ;)

      Delete
  20. Hi, Mbak Arum. aku udah ngunjungin blog Mbak Arum dari berbulan-bulan yang lalu lho, tapi baru berani komentar sekarang ^^ sebagai seseorang yang punya "small boobs", aku malah suka agak 'iri' sama temen-temenku yang punya boobs yang lebih besar dari punyaku. kayak pengen berapa persen dari ukuran mereka pindah ke aku gitu, LoL
    tapi aku setuju kalau kita harus menghargai tubuh kita sendiri dan mensyukuri apa yang kita punya. :)

    ngomong2 salam kenal yah Mbak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, mbak Yulianti :)
      Thanx yak akhirnya komen. Hehehe...
      Memang sih, pasti kita ngerasa kalau rumput tetangga lebih hijau. Ya gimana lagi, sifat dasar manusia ^^

      Salam kenal :)

      Delete
  21. hai mbak Arum,
    Salam kenal, aku udah baca2 blog mbak arum sejak beberapa waktu yang lalu. Namaku Rin dan aku suka tulisan mbak terutama yang ini, suka banget.
    Menghargai diri sendiri termasuk self-esteem.

    -rahayu-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal, Rahayu.
      Makasih ya sudah suka mampir ke sini :)

      Delete
  22. Hahaha, gak usah dada atau bokong besar yg jadi omongan. Yang (dulu) serba kecil kayak aku aja jadi gunjingan orang. Kulit putih dibilangnya pake pemutih, badan kutilang dibilangnya diet ketat. Padahal yang ngomongin gitu, orangnya cakep, bodi semok, kurang apa coba?

    Sekarang udah jadi emak-emak, badan melar, masih aja dikomentarin, "Duh udah emak-emak sekarang gendutan ya, manglingi banget. Padahal dulu kurus. Ternyata bisa melar juga ya." Haha, ini maunya apa coba. Kurus salah, melar salah. Tapi yaudah lah, toh gw seneng2 aja dgn kondisi body gw, mau kurus atau melar :D

    ngomong2, boobs yang oversize di medis disebut gigantomastia atau breast hypertrophy. Kalau di Indo mungkin jarang ya, banyakan kasusnya ini orang kulit hitam. Buat kasus kayaknya gini, tindakan yang dilakukan itu operasi pengangkatan sebagian lemak boobs (dilanjutkan sama semacam operasi plastik untuk mengencangkan kulitnya kembali). Rata-rata yg dioperasi karena si boobsnya udah menimbulkan gangguan kesehatan, dari sakit kepala, sakit leher, sakit tulang belakang sampai radang sendi kronis. Rekor pengangkatan lemaknya pernah ada yg sampai puluhan kilo, haha... gimana gak sakit leher ya. just info aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaa....iya, apapun yang terjadi atau yang kita lakukan, memang bakalan selalu aja ada orang yang ngomongin. Soalnya kayaknya gosip memang salah satu kebutuhan hidup manusia modern :D. Makanya aku mau bilang kalau paling enak ya mencintai tubuh kita apa adanya, nggak usah minder sama orang atau sama trend apapun.

      Hmm....kalau kondisi tubuh kita udah sangat menggagu dan berbahaya secara medis ya mau nggak mau harus ambil tindakan. Kalau kasusnya begini mah urusannya bukan sama "mencintai diri apa adanya" lagi. BTW, yang kaya Pamela Anderson Lee itu kan buatan kan ya? Tapi guede banget gitu, memangnya nggak bermasalah secara medis yak? Kok sama dokternya tetep dibolehin melembungin segedai itu?

      Delete
    2. Kalau silikon itu ringan, apalagi silikon jaman sekarang. Mau segede apa juga gak bikin sakit punggung. Kalau boobs yg guede alami baru kerasa beratnya, karena isinya gajih (lemak), haha.. Masalahnya hanya pada implan silikon itu sendiri, misalnya bisa nyebabin radang, alergi, dll :)

      Delete
    3. Oh..ya ya. Taambah pengetahuan nih soal silicon. Soal silicon, waria-waria di perempatan yang lusuh abis itu juga pada suntik silicon loh di payudara. Emang murah ya?

      #penasaranaja #bukanmaupasangsiliconjugakok

      Delete
  23. halo mba arum,

    aku silent reader nih, baru berani komen sekarang.. pembahasannya kece badai, karena aku juga punya 'kelebihan' disitu..selain karena turunan (mbah dan tante2 aku bigboob-ers juga), dari kecil aku juga termasuk montok.. sebenernya sih biasa aja, karna dari kecil cenderung tomboy, jadi nyaman2 aja pake kaos bokap yg kebesaran.. satu masalahnya buat bigboobers, selain pelecehan verbal, juga pelecehan nonverbal ato 3D alias dilihat diterawang diraba (lah, berasa uang kertas..ahahaah), dan sayangnya aku pernah mengalami.. bukan masalah baju aku yang kebuka2 sampe mengundang, justru waktu itu aku pake baju gombrong (seragam sekolah) plus jaket oversize, dan aku rasa kelakuan aku juga ga binal, cenderung tertutup malah.. e ya kok masih ada kejadian seperti itu.. sempet minder bangettttt dan parno banget kalo papasan sama cowo, takut keulang.. tapi untungnya ga lama, nyokap sama mbah ngasih ceramah panjang lebar, yg isinya persis sama isi tulisan mba arum yg ini.. just be grateful for everything that God has given to us.. dan puji syukurnya sampai sekarang ga pernah ngeluh dan minder lagi dengan tubuh sintal sexy bahenol ini.. ahahahahah...

    sekali lagi thanks ya mba arum udah bikin tulisan ini, supaya adek2 kita diluar sana yg punya masalah yg sama, bisa lebih bersyukur lagi..

    unie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Anastasia,
      sama-sama. Makasih ya sudah baca :)

      Delete
  24. Mbak selalu ngakak baca tulisanmu, pedes tapi lucu :p
    Btw idungku kayak kucing persia tapi nggak pengen tuh dibikin kayak kucing kampung pake ember bekas hahahahah.
    Mampir2 ke blog ku mbaaak mbok'an.
    http://puterinurma.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku sih sempet ada pikiran pengen rrr...sulam bibir. Kayak Saipul Jamil entuh :D. Tapi ya wis lah pakai lipen aja, mahal jeh. Hahaha...
      Aku main sana terus lho Jeeeng

      Delete
  25. Itu aku bukan yang curhat?
    Aku dulu juga sempet mo ngecilin boobs gegara minder tapi sekarang disyukuri aja sih :p
    Mungkin para cowok iri cewek punya boobs

    ReplyDelete
    Replies
    1. Brooo, kamu kok malah ngaku ki piye toh :)))
      Hooh bro. Kamu kan cowok bertete.

      Delete
  26. Bentuk proporsi tubuh itu selera aja mbak semua gak ada yang salah tapi kadang emang rumput tetangga lebih ijo perasaan kita :D, aku malah oversize di bagian belakang mbak lha wong tanya ukuran celana jaman dulu kecil ibuku :"mbak kalo anak saya ini ukuran celananya brapa ya ?" spg: "oh 27 bu" ibuku :"tapi anak saya pantatnya gede lo ?" sambil muter badanku spg : "oh 29 buu" juedeer langsung naik 2 nomer wakakakak kalo diinget inget bikin ngakak, gak papa boksi bokong seksi xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, selera :D. Dan kalau nggak dinikmati ya mau diapain lagi? Masa mau ditangisin tiap hari? :))

      Delete
  27. Nggak ada yang salah dengan tubuh kita. itu kan hadiah dari Tuhan. saya sendiri juga punya big boobs, sama bokong dan pinggul yang besar. kadang suka repot nyari bra yang cup E. #hiks

    Tapi sekarang saya bersyukur. banyak perempuan yang ingin punya dada besar, tapi tidak dikasih oleh Tuhan. sementara punya saya alami tanpa silikon.

    Tulisannya keren! :D

    ReplyDelete
  28. wah ini.. like banget.. ia setuju banget.. memang apa salahnya big boobs.. lha uda di kasih tuhan begini.. mo diapain lagi.. malah bersyukur banyak yg sampe operasi demi jadi besar/ kecil... jadi ya di syukuri saja..

    aku juga kadang risih dengan temen2 yg wanita ataupun laki2 yg suka membuat lelucon tentang dadaku... sumpah sebel, pengen marah, dll. klo mereka membuat lelucon soal itu... tapi daripada aku stress.. mikirin lelucon mereka.. mendingan aku balikin aja leluconnya.. habis itu pada diem mereka.. he5.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau leluconnya udah ke arah pelecehan dan bikin nggak nyaman harus berani menyatakan sikap loh :D. Tapi kalau bisa dibawa nyantai sih asik. Hehe..

      Delete
  29. Salam kenal mbak Arum..postingan yang ini lucuk deh redaksinya..bikin ketawa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal, mb Lia. Makasih yak ;)

      Delete
  30. wow



    wow


    wow



    Mbak, fix deh. Mbak sekarang adalah role model ku. I never thought I have big boobs until some friend point it out to me one day, dan sejak itu ak baru sadar kenapa temen smpku (khususnya yang cewek) jarang yang mau berteman sama aku. Gila kan? untungnya aku anaknya easy going dan masih ada temen-temen cewek yang nggak se judgemental itu. i dont have girlfriend so I befriend the boys. Yes, mereka staring. Tapi setelah aku secara no non-sense bilang ke mereka kalo I hate apa yang mereka lakuin, mereka lebih menghargai aku, tapi sayangnya hal itu nggak berlaku sama yang cewek-cewek. Setelah lulus smp, aku masuk ke sma dan hal yang sama berulang lagi. Aku capek, dan akhirnya milih untuk nggak berteman dekat dengan anak-anak cewek di smaku. Meskipun ak mutusin untuk low profil di sekolah baru, tetep aja ada omongan gak jelas tentang aku yang bersumber dari temen se smp dulu. Untungnya setelah beberapa lama aku diemin semua omongan itu, people akhirnya mulai melihat the real me. Now, I got girlfriends. Ya, mereka baik. Tapi kadang saat kejadian kejadian yang mbak sebutkan di tulisan mbak tentang clothing tadi terjadi, mereka negur aku seolah-olah aku melakukannya dengan sengaja... and it hurts. But I let it slide, aku sadar aku nggak akan pernah punya temen kalo komen-komen kayak gitu ganggu aku. Aku bangga dengan badan aku, dan thanks to tulisan mbak aku sadar aku nggak sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh aku juga lho, temenku kebanyakan cowok. Tadinya. Sebelum punya blog ini :D. Tapi bukan karena tetekku besar, tapi karena aku kalau ngomong judes dan nggak pakek filter kayaknya. Hahaha...

      Nggak papa, mbak. Temen mah nggak perlu banyak-banyak. Pilih-pilih aja yang memang bikin kita nyaman. Nggak dosa kok pilih-pilih temen, meskipun banyak pendapat yang bilang kalau nggak boleh pilih-pilih temen. Ngapain coba berteman dengan orang yang bikin kita nggak nyaman?

      Delete
  31. Mbaak aku lagi ubek2 blog mbak bacain semua review dan kepingkel2 abis baca postingan ini di beberapa bagian.
    ikutan komen walaupun post ini uda lama gpp ya mbak..sdkt nyangkut agama but bukan itu yg aku permasalahin.

    Ada beberapa temen yg big boobs juga, dan itu walaupun uda pake hijab syar'i sampe hampir paha plus pake kain yg tebel bukan bahan jersey tipis itu masih keliatan loh. Bener banget mbak bilang mau dikasi baju apa aja tetep aja keliatan. Hohoo aku iri ~~

    Daan aku juga kaget malah yg komentar itu cewek-mungkin krn aku ga kenal co2 di lingkungannya sii. tapi jd ngerasa bersalah, pernah ada yg ngerasani-ngomong sm aku, si mbak A kok boobsnya besar banget tru glembreh gitu sii ~humm kaya uda punya anak 3-5 gitu mbak hehe~ mau ga mau jadi 'nengok' pas ada yg bilang gitu. huwee astaghfirullah... tapi aku juga ga yg staring + ngejauhin gitu sii,, malah sama temen2 yg big boobs aku kena bully-an pasti. ntar kalo punya suami ga betahlah, asi ga lancar lah, ga seksi lah daan cuma kubales smile hohoo.

    tulisan mbak jd ngingetin aku.. hohoo makasii mbaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sih, "smile" aja. Mau besar mau kecil kan ya dikasihnya begitu mau digimanain lagi coba? Emang yang ngejek2in ga seksi dll itu bisa gedein boobs kita? Enggak kan? :)))

      Delete
  32. cekikikan sendiri aku mocone mbak. padahal awalnya aku cari review eyeshadow matte, eh malah keterusan baca racun warna warni, dan ini pertama kali aku stalking blognya mbak. aku sukak bangetlah mbak dgn blogmu 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai temen baru :D. Semoga betah yaaa...

      Delete
  33. Selama ini silent reader mbak arum nih. Aku kok ya mayan kaget ya ada gitu yang anak SMA gara2 big boobs temen2 ceweknya malah nyinyir gitu (klo kasus cowok ngliatin "itu"nya sih biasa). Klo aku pemilik bigboobs malah dari dulu temen2ku bilang pengen punya yang kayak gini, gitu, jujur ga malah nyinyir. Eh ya tadi balik harus bersyukur dengan apa yang kita punya, apapun bentuknya syukuri aja.
    Salam kenal mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya beneran ada. Yah temen2nya pada yg sok suci gitu sih. yg komennya astafirlah mbok jangan gitu blablabla. hahaha nyebahi banget lah :)).
      yes, apapun bentuknya harus disyukuri.
      salam kenal ;)

      Delete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...