Thursday, April 18, 2013

Random: Karena Selera Kita Berbeda

 

Hai, perkenalkan header baru saya, embak-embak berkepala peyang.

Tadinya saya nggak mau memperkenalkan si Peyang, biar teman-teman berkenalan sendiri gitu. Tapi menurut Lady dan Momon, saya harus sopan. Kan ide ganti header berasal dari teman-teman juga, masa iya saya sudah ganti header diem-dieman? Jadi, perkenalkan. Dan terimakasih :).

Waktu mas Bayu, mas-mas tukang bikin header saya tanya: saya maunya header yang kaya gimana, saya cuma jawab yang simpel aja, tapi manut lah. Pokokmen manut. Terus jadinya seperti ini. Kata Momon, itu kepala peyang mungkin karena disainernya bingung. Kalau kata mas Pacar, itu bukan kepala peyang, tapi kepala pakai konde. Dan kata mas Pacar lagi itu bukan leher ala siluman ular, tapi itu rambut. Tapi ya sudah, saya lama-lama juga jadi cinta kok sama si Peyang atau si Konde Monyong ini.

Nah, sekian perkenalan singkat dengan si Peyang.

Sekarang saya kepingin menulis sesuatu, tapi mungkin berbeda dan agak aneh. Itu dikarenakan tulisan ini sebenarnya mau diterbitkan di blog saya yang sebelah, bukan disini. Hanya saja di detik terakhir sebelum publish, saya memutuskan untuk memindahkan ke sini, tanpa saya edit lagi. Cuma tambahin bla bla bla di atas ini. Eh iya, tulisan ini juga saya terbitkan di sebelah kok. Dobel pos gitu istilahnya.




Tulisan tentang apa sih? Sekedar mengungkapkan isi hati dan pikiran aja kok. Nggak ada maksud apa-apa. Karena konon katanya curhat itu baik untuk kesehatan jiwa.

Perlu diketahui, kalau di blog sebelah saya cenderung membicarakan topik apapun dengan bebas. Bahasanya pun cenderung lebih vulgar. Jadi sebelumnya maaf kalau ada topik yang dinilai terlalu mengganggu. :D

_________________________________________________________________________

Lusa malam kemarin, saya melakukan perbincangan yang menyenangkan dengan seorang teman. Oh iya, teman saya ini nggak mau disebut namanya. Takut keganthengannya tersebar luas, katanya. Kebetulan, karena suatu hal, teman saya tersebut sedang berkutat dengan artikel mengenai Fetish. Ada yang nggak tau apa itu Fetish? Kayaknya pada tahu lah ya ^^.

Saat pembicaraan soal itu, ada kalanya kami ber "ohhh", "aahh", dan juga "iiiuuuhhh". Atau kalau diterjemahkan: "oh begitu ya?", "wah...ada gitu yang begitu?", dan "Jijik banget nggak seehh?". Ya kami sih membicarakannya dengan muka datar saja, ini cuma salah satu obrolan tengah malam yang penuh pengetahuan, bukan penuh perasaan x).

Sampai pada suatu titik kami tersadar, bahwa kami cenderung bersikap tidak setuju, tidak menerima, bahkan jijik terhadap sesuatu yang belum terbiasa kami temui. Padahal kami ini selalu mengaku dengan jumawa bahwa kami adalah manusia modern yang sophisticated dan berpikiran terbuka. Tapi manusia, baik kuno maupun modern, memang selalu begitu kan? Cenderung memberi cap "nggak normal" terhadap sesuatu yang nggak sesuai dengan selera dan kebiasaan pribadi, atau selera dan kebiasaan kebanyakan orang?

Akhirnya kami mengambil kesimpulan: ya sudah lah. Kalau mereka menikmati, nggak ada unsur pemaksaan, dan selama nggak merugikan orang lain, ya nggak papa. Yang nggak normal itu yang memaksa dan merugikan orang lain. Walau dilakukan dengan cara yang menurut kita normal, dan obyeknya juga normal, tapi kalau ada unsur pemaksaan dan merugikan, ya itu lebih nggak normal dari apa yang biasa kita sebut "nggak normal". Begitu. Toh mereka nggak merugikan orang lain. Toh mereka tau resikonya bagi diri mereka sendiri. Bukan urusan kita untuk menghakimi. Sekedar tahu saja.

Balik lagi ke soal manusia, bener nggak sih manusia cenderung memberi cap "nggak normal" atau "aneh" terhadap sesuatu yang diluar kebiasaan dan selera mereka?

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman masa sekolah saya menemukan blog saya yang ini. Kebetulan dia bukan orang yang suka makeup ataupun suka menulis. Jadi dia berkata: "aneh banget sih kamu, semacam kurang kerjaan gitu ya?" Untung pikiran saya lagi jernih waktu itu. Jadi alih-alih mengajak berdebat, saya pilih menjawab sambil cengengesan saja. Lalu mengabaikan.

Lalu seorang kawan yang lain, di hari yang lain, pada topik yang lain, menimpali twit saya soal ajakan berdandan dengan kata-kata semacam: "Memangnya kalau sudah cantik, perlu gitu dandan?"

Saat itu pikiran saya sedang kurang jernih, sehingga rasanya pengen menimpali: "Memangnya situ cantik?"

Untung nggak jadi. Karena saya masih memikirkan kedamaian dunia x). Dan karena sebenarnya saya pribadi berpendapat kalau dia yang berkomentar itu: cantik. Semua perempuan itu cantik kok menurut saya. Kalau ada yang bilang nggak cantik, itu cuma masalah selera saja. Tapi pada dasarnya semua perempuan itu cantik. Apalagi kalau pandai membawa diri. Dan bagus enggaknya seseorang membawa diri pun, penilaiannya ya tergantung selera lagi. Jadi bener banget kalau ada yang bilang: "cantik itu relatip, Gan!"

Jadi saya memilih mengabaikan, walau dalam hati saya berpikir: "oh jadi menurut dia saya nggak cantik sampai perlu berdandan." Sensitiiiiippp. Dibahaaaaassss.

Ya begitulah. Karena mereka yang mengatakan hobi makeup itu aneh adalah orang-orang yang nggak suka makeup. Selera mereka berbeda dengan saya. Saya suka makeup, mereka enggak. Jadi adalah wajar (mengingat manusia selalu berpikir yang berbeda itu aneh) kalau mereka menganggap saya ini aneh.

Nggak usah lah dengan perbedaan antara yang suka dan yang nggak suka makeup. Bahkan di antara sesama yang suka makeup dan sesama yang suka nulis pun terkadang ada tudingan si ini aneh dan si itu aneh. Misalnya: "ih...si itu kok nulisnya begitu sih? Sok asik banget!" atau "Ya ampun, liat FOTD-nya si anu nggak? Aneh gitu ya, blushon-nya ketebelan." atau "Dia tuh kalau nge-review nggak jujur. Produk jelek kaya gitu kok dibilang bagus? Apa memang seleranya jelek ya?" atau "Yaelah, penting gitu hal kaya begitu dibahas di blog sampai puluhan paragraph?"

Ini saya tidak sedang membicarakan orang lain lho. Kutipan-kutipan diatas juga kadang melintas di pikiran saya sendiri ketika melihat sesuatu yang nggak sesuai dengan selera dan kebiasaan saya. Ada yang saya ucapkan keras-keras, ada yang saya ucapkan bisik-bisik dengan teman, ada juga yang sekedar saya simpan di dalam hati. Tapi ya begitulah. Melihat, menilai, menghakimi. Selalu begitu.

Padahal semua hal yang saya sebutkan diatas, baik mengenai seks, makeup, maupun cantik atau enggaknya seseorang, itu kan masalah selera. Yang nggak masuk dengan selera kita, kita cap jelek, aneh, nggak normal.

Oh iya, dengan menulis ini, saya nggak kepingin memancing komentar bernada simpatik semacam, "cuekin aja lah orang-orang kaya begitu." Karena yang saya bicarakan juga diri saya sendiri. Saya pun kadang bersikap seperti itu. Dan sedang berusaha memahami kalau ada orang yang bersikap seperti itu juga kepada saya. Saya cuma terlalu terbiasa menuliskan pikiran saya saja. Nggak bermaksud apa-apa.

Adakalanya saya mengganggap orang yang suka nonton sepakbola itu aneh. Dimana sih asiknya? Aneh banget bela-belain begadang hanya demi nonton bola? Nggak guna banget sih? Adakalanya saya menganggap orang yang kecanduan game sampai lupa waktu itu aneh. Gila, ngabisin uang cuma buat nge-game, bro? Nggak produktif banget sih? Emang ada manfaatnya buat kehidupan umat manusia?

Saya berharap, sebelum saya mengucapkan hal-hal tidak pengertian semacam itu, saya mengingat juga bagaimana rasanya saat saya mendengar: "Dimana sih asiknya makeup?", "Aneh banget abis-abisin uang buat beli makeup.", "Emang makeup-an ada manfaatnya?", "Daripada mainan makeup & ngeblog nggak jelas mending melakukan sesuatu yang produktif."

Yah, ada kok manfaatnya. Manfaat dari makeup, nulis, nonton sepakbola, dan juga nge-game adalah: Membuat Hati Senang! Itu penting lho. Menurut saya penting sih membuat hati saya senang. Saya suka bersenang-senang.

Pernahkah berpikir, bahwa orang yang selama ini kita anggap aneh, mungkin juga menganggap kita aneh? Karena selera kita berbeda.

41 comments:

  1. ah kita memang aneh. Aneh dan lil bit gapleeeee
    \(‾▿‾\) \(´▽`)/ (/‾▿‾)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya lupaa. Kita kan aneehh :D

      Delete
    2. anyway buat yang tanya fetish itu apa -_-

      Fetishism / Fetishme
      Adalah sebuah hasrat seksual terdahap suatu bagian tubuh, objek, atau kegiatan / gerakan pada tubuh. Ini merupakan sebuah "penyakit" psikologi yg membuat penderita fetishism (Fetishist) terobsesi pada bagian tubuh / objek / gerakan, mencintai hanya bagian tubuh itu, dan peningkatan hasrat seksual pada bagian bagian tertentu itu. Misalnya :
      1. Bagian Tubuh : Mata, Hidung, Bibir, Ketiak, Pusar, dll
      2. Objek Pada Tubuh : kacamata, stocking, lingerine, korset, behel, dll
      3. Gerakan Atau Kegiatan : mengibas rambut, berkeringat, anal, dll

      Kenapa disebut dengan penyakit, karena penderita fetishism ini tidak akan tertarik selain objek dari fetish-nya itu sendiri (biasa disebut partialism). Misalnya seseorang Fetishist tertarik pada mata seorang wanita, dia tidak akan peduli bila wanita itu berwajah monster, cacat, atau yg lain. Bagi dia, mata wanita itu, sempurna.

      Delete
    3. hati2 yg suka kibas rambut... ahaha... #lirikjengarum

      Delete
    4. Itu foto profil makanya pake kacamata item, Jeng. Biar mata indahku nggak jadi objek x))

      Delete
  2. wah bagus postingannya mba arum, agak kesentil juga bacanya, soalnya aku suka makeup nulis, gaming, dan begadang nonton bola juga, bener2 ga produktif ya aku haha. tapi selain kepuasan hati, aku jg jadi dapet pengetahuan baru yg di share bloggers2 lainnya dan punya banyak temen dimana mana dan gak gampang galau kaya kebanyakan temen aku xp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weits...kok kesentil? Malah bagus tuh punya banyak hobi. Gampang gembira & selalu menikmati hidup :)

      Delete
  3. Headermu memang selalu beracun, ses....suka! :D

    ReplyDelete
  4. lagi ngomongin header baru kok... ahaha... #cirikhas... :D

    eh kok kayaknya kita punya kemiripan yah...(kayaknya sii) aku kalau di kehidupan nyata, orang pasti gak akan nyangka punya hobi beginian. Makanya, aku juga sama jeng gak pernah mampangin fbku di blog... soalnya berasa gak ada korelasinya gitu ahaha...

    Ada temenku yg gak sengaja nemuin blog ku langsung melongo, gak nyangka aja aku bisa2nya nulis2 di blog, tentang biuti pulak... Apalagi di luar sana temen deket n keluargaku tahunya aku kutubuku, mahaha... Aku juga ngerasa sih rum kalo blog tentang biuti itu seperti alter ego aku, kayak diriku yg lain gitu ahaha... kok lama2 jadi curhat ya... kok lama2 panjang ya... oiya, ini kan blog racun... #tolong...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya ngomongin selera, Miz. Headernya cuma selipan. Hihihi... #cirikhas

      Iya, kita sama deh dalam hal ini. Di kehidupan nyata juga nggak ada yang nyangka kalau aku doyan makeup bangeut. Secara sehari-hari juga gag makeupan yg gimana2 banget, standar aja pakai bedak tabur aja. Dan iya, banyak yang ngecap kutu buku juga. :D

      Tapi yang beginian perlu kali ya, Miz. Karena ada sisi-sisi lain diri kita yang kurang nyaman dikeluarkan di dunia nyata. Jadi disini deh tempatnya ^^.

      Gapapa curhat. Aku malah seneng kalau ada yang komen share sesuatu. Hehe..

      Delete
    2. hidup pelampiasan!! Ahaha..

      Btw, jeung... header barumu ndak nongol kalau blog mu kubuka lewat hp kalo mobile version klo desktop version sih tetep keliatan...

      Padahal harusnya klo mobile versionpun keliatan lho gmbarnya.... header yg narik kancut aja keliatan kok klo buka versi mobile nya..

      Delete
    3. hidup!!

      Iya, jeung. Akupun menyadari itu. Ini lagi memikirkan cara memunculkannya ^^

      Delete
    4. Iya, semoga segera fix yaaaa... :D

      Delete
  5. Congrats ya jeng buat header baru kamu, udah lama follow blog km emg lucu2 postingannya. headernya bagus n simple tp ttp cewe bgt ya.. cuman rada bingung itu knp ada gambar menyerupai kumis, hahaaa.. *just kidding alias guyon* tp overall aku suka banget sm desain n header barunya.. keep blogging. Kl sempet mampir ke blog aku ya.. mau donk di follow juga.. hehee

    dinna

    http://dinnanuriia.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Dinna,
      terimakasih :*. Aku pun bingung kenapa ada kumis disitu. Mungkin mas designer agak bingung sama genderku ^^.

      Selalu mampir :)

      Delete
  6. Wew, template dan header berubah yoo :)
    Kelihatan lebih rapih dan simple look mbae .

    by buleipotan.blogspot,com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Hehe..makasih ya :)
      Tapi masih belum puas nih, nggak suka background polkadot karena terlalu girly. Ada usulan?

      Delete
  7. iya mba headernya agak kekecilan.kalau enggak di BG-nya dikasih warna aja jangan nge-blank putih,jadinya ga terkesan kosong *pendapat hehe,warna baby blue bagus kayanya soalnya matching sama aksen warna pink-nya .Kalau si gambarnya di kesebelag kiri-in dan diperbesar lalu tulisannya di disebelah kanan juga oke :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yah, kekecilaannn. Hmm..nanti digedein deh. Tapi untuk backgroun, kayaknya enggak deh. Sengaja biar terkesan bersih & memang pengennya cuma 2 warna aja :)
      Nah..aku juga berpikiran begituh, gambarnya dikiriin ^^

      Thanx masukannya :*

      Delete
  8. Headernya lucu ya.. Apalagi mbak menamainya peyang atau kepala konde. hahaha.

    Hem make up ya? Dulu aku juga anti make up. Bedak aja bedak bayi. -_-
    Tapi sekarang lebih melihat make up itu bukan sekedar tampil cantik, tapi make up itu juga seni. Nggak semua orang bisa bermake up yang bagus.

    Makanya banyak juga tutorial make up? :P
    Eh tapi aku make up kalau mau kondangan. itu pun gak yang meriah. soalnya gak bisa, :v
    takut malah jadi menor. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..iya imut tapi seksi :')

      Aku juga gag makeupan tiap hari kok. Tapi seneng aja eksprimen sama makeup, dan ngeliat bagaimana makeup ngubah tampilan kita jadi beda :)

      Delete
    2. yuhuu setuju. sekali-sekali tampil beda. :D

      Delete
  9. Replies
    1. ndak papa lah. yg penting isinya jangan ikutan simpel :P.. :D

      Delete
    2. Isinya nggak pernah simpel :p

      Delete
    3. Hahahah :D Eh, makeupnista kemana mbak? kog ga nongol" :D

      Delete
    4. MAkeupnistanya liburan dulu. Habis dapet tiket ke Bali :D

      Delete
  10. we are who we are,,
    biasa orang cantik mah suka di sirikin sama orang lain.. hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ...dan orang cantikpun nggak luput dari dosa sirik ke orang lain :)

      Delete
  11. iya kak setuju deh, kadang orang juga sering bilang aneh kalo beda dikit dari mereka, eh nggak orang sih, aku jg kadang kadang, tapi aku kalo ada hasrat (?) pengen ngomong gitu langsung ditahan... soalnya udh pernah ngerasaain dioomongin kayak kata kak Arum diatas dan nggak enak -__- *loh aku ngomong apa sih, gajelas (?)
    memang sih semuanya tergantung selera masing masing, yang menurut kita aneh ya kadang menurut orang lain gak aneh, ya gmn ya galau ah *makin gajelas*
    maap mba'e komenku gajelas -__-

    me971113.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...jelas kok, Iqbal. Yang bikin nggak jelas malah karena kamu ngomong "nggak jelas" x))

      Iya, aku juga lagi berusaha ngerem hasrat untuk ngomong begitu. Susah, tapi pelan-pelan lah ya.. :D

      Delete
  12. Manusia emng dilahirkan dengan sifat yg berbeda2..
    Justru kalo semua manusia itu seragam...apa2 sama mulai hobi, selera, minat, bakat de el el... mnurutku itu malah sangat aneh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ...tapi kebanyakan manusia nggak bisa menerima perbedaan.

      Delete
  13. hihi.. saya sih emang ngaku nggak cantik, makanya saya dandan :D
    blog saya review kosmetik murah2, sering sih diketawain sama orang (terutama yg kenal sama saya) --> http://randomandquick.blogspot.com/
    tapi biarin, manusia itu harus punya hobi.. hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang bilang kamuh ndak cantik siapaaa?? Sini tak keplaknya! :))) #habisstalkingblogmudannaksirsamafotdyanggothic

      Sip! Manusia harus punya hobi!

      Delete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...