Wednesday, January 30, 2013

Random: Resep Oseng-Oseng Mercon

Oke kali ini random banget

Saya ini, walaupun kelakuan dan mulut saya nggak feminin, tapi banyak hobi saya yang feminin. Diantaranya adalah dandan, masak, dan [di]belanja[in]. Iya, saya suka masak lho, cuma sering nggak ada waktunya. Makanan yang simpel-simpel aja sih umumnya.

Kalau ditanya masakan saya enak apa enggak, menurut saya sih enak. Oh iya, orang yang dikenal di sini yang pernah makan masakan saya itu Momon. Waktu itu saya masak sambel goreng ebi labu siam, telur kornet, dan tempe goreng. Ya dia sih nggak komentar, tapi makan sampai habis kok dibawah ancaman.

Masak sendiri itu ada keuntungannya lho. Diantaranya:
  1. Kita bisa membuat makanan sesuai selera. Misalnya ya itu tadi. Kita suka asin, banyakin garem. Suka sayuran yang seger dan masih krenyes-krenyes, ya rebusnya jangan lama-lama, dll.
  2. Kebersihan makanan lebih terjamin. Kan kita nggak tau gimana kondisi dapur di rumah makan anu, apakah terongnya dicuci sebelum dimasak, apakah kokinya cuci tangan habis ngupil, dll.
  3. Kita lebih bisa menjaga kesehatan. Selain kebersihan yang pangkal kesehatan, kita juga bisa menghindari bahan makanan nggak sehat semacam MSG.
  4. Lebih hemat :D.
Kali ini saya masak:


 Oseng-Oseng Mercon



Sebenernya sudah lama saya kepengen berbagi resep dan pamer-pamer hasil masakan saya. Tapi saya bingung, soalnya kalau nulis resep kan harus pakai takaran. Lha saya bingung tuh nakernya. Semua pakai insting aja cemplungin ke wajan. Ya sudah, takerannya dikira-kira sendiri ya..

Bahan-bahan:
  • 250 gr Tetelan daging sapi
    Yang nggak suka tetelan, boleh diganti daging sapi. Tapi suer deh untuk masakan ini pakai tetelan lebih mantab.
  • Baby Corn (potong serong panjang-panjang)
  • 3 sendok makan minyak goreng untuk menumis

Bumbu:
  • 5-7 siung Bawang merah, iris tipis
  • 3-4 siung Bawang putih, dikeprek trus cincang kasar
  • 1 ruas Lengkuas, dikeprek
  • 1 ruas jahe, dikeprek
  • 2 lembar Daun salam
  • 2 buah Cabe Merah Besar, iris serong
  • sebanyak mungkin Cabe rawit, diiris jangan serong dan jangan terlalu kecil-kecil. Cara iris cabe rawit kaya gini bikin pedesnya mantab.
  • Gula jawa
  • Gula Pasir
  • Garam
  • Kecap manis

Nggak perlu pakai penyedap rasa, yah. Gula pasir dicampur garem itu udah jadi penyedap rasa alami kok kata Rudy Choiruddin ^^. Terus sebenarnya lebih mantab kalau dikasih lada. Tapi saya nggak doyan lada. Dan yang nggak suka baby corn, boleh di skip baby cornnya. Kalau menurut saya sih enakan pakai baby corn. Kalau daging tok suka enek soalnya.

Cara memasak:
  1. Rebus tetelan daging sapi sampai empuk. Kalau sudah empuk, iris kecil-kecil, sisihkan. Air rebusannya jangan dibuang.
  2. Panaskan minyak dalam api sedang, tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum.
  3. Tambahkan cabe merah, cabe rawit, lengkuas, daun salam dan jahe. Tumis lagi.
  4. Masukan tetelan daging sapi, aduk-aduk sampai bumbu tercampur rata.
  5. Masukan Baby Corn, aduk-aduk, kemudian beri segelas air bekas rebusan tetean daging sapi tadi.
  6. Kecilkan api. Api yang kecil membuat air nggak cepet menguap sehingga masakan bisa lebih lama direbus. Dengan begitu bahan lebih empuk dan bumbu-bumbu lebih meresap.
  7. Bumbui dengan garam, gula pasir, gula merah, dan kecap sesuai selera. Boleh ditambah lada kalau suka.
  8. Tutup wajan dan diamkan sampai air habis.

Siap dimakaaannnn!!!! Pakai nasi panas, minumnya es teh manis.

Pedes -_-

*update
Berhubung ada beberapa yang menanyakan, oseng-oseng mercon itu beneran nama makanan. Saya nggak tau hanya ada di Jogja atau ada dimana-mana. Tapi saya baru menemukan makanan ini di Jogja. Umumnya sih yang jual ini pedagang kaki lima, warung lesehan pinggir jalan gitu. Diantaranya di paku alaman, di deket PKU Muhamadiah, dan di belakang AA YKPN. 

Oseng-oseng mercon itu tetelan daging sapi yang dimasak super pedes. Puedes banget!! Pokoknya jangan sekali-kali nyobain kalau kamu nggak doyan pedes. Cita rasanya pedes-manis. Saya nggak tau bumbu aslinya apa aja. Resep ini sih sudah saya modifikasi: saya tambahin baby corn, jahe dan ladanya saya hilangkan. 

Gimana, tertarik mencoba Oseng-Oseng Mercon?

_______________________________________________________________

20 comments:

  1. wah ~~ Mbak bikin laper aja @.@
    Makanan panas + minuman dingin. hati-hati nanti giginya rusak >.<

    Btw, I'm a new blogger^^
    I followed ur blog :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. haha... aku juga sering diprotes gara2 suka makan panas minum dingin. Habis gimanaa, enak sih :D

      Delete
    2. salam kenal^^

      aku juga suka kaya gitu....
      ga tau deh ntar gigi ku kaya apa -_-
      tp itu masaknya ga pake racun kan ? /plak

      follow blogku ya :)
      belum ada isinya sih.. hhe he ..
      masih baru :)

      Delete
    3. salam kenal.
      Tapi mending diisi dulu deh blognya kalau minta folbek :D

      Delete
  2. asiiiiiikkkk, racuncelle memasak bersama judulnya ~ ~ (/^o^)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk bikin event makeupnista memasak bersama yuk ^^

      Delete
  3. Dulu waktu kos di Jogja, sering beli lauk oseng-oseng mercon juga, hanya ndak pakai tetelan melainkan kikil. Puedeeeseee puooool...:D

    Dina
    kurosakihikari.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih enakan yg pakai tetelaannn. Iyaa aku pernah sakit perut nih gara2 oseng2 mercon. Paling mantab dimakan pas lagi flu :D

      Delete
  4. Itu tetelan sapinya stay powernya seberapa lama? Terus lagi apa efek pedasnya bisa dihilangkan pakai cleanser apa gitu?

    Oh iya, kapan eyke diundang makan sama sampean? Masa cuma Momon doang? Ngiyahahahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. stay powernya jelek banget ses. Begitu dipindah di mangkuk langsung ilang biasanya. Terus efek pedasnya susah hilang meskipun pakai cleansing oil. Hyahahaha...

      Yuk yuk. Ini pas momon bukan undangan. Dia tiba2 muncul pas aku selesai masak. ^^

      Delete
  5. aku suka yang di deket asrama syantikara ses, tapi nah abis makan itu terancam bedrest seminggu gegara gastric

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada tah yang deket santikara? mananya?

      Delete
  6. Di Bandung juga ada ses..puedeeessss polll,,-_-"

    ReplyDelete
  7. Yuukkksss.. masak2
    aku mau dimasakin maksudnyaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ihhhh...puput kan masakannya lebih enak dari akuuuhhhh

      Delete
  8. Alo arum, lama gak mampir ke sini:-) kebetulan ini masakan paporit suami lho,tp lombok merahnya diganti lombok ijo,lbh enak.,tahu resepnya dr ibu mertua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, lama nggak main kesini trus tau2 udah berubah jadi culinary blog yak? Hehehe... Iyaa, aku juga suka pake lombok ijo. Tapi kebetulan di kulkas adanya lombok merah yaudah deh. Masa ya fotonya lombok merah resepnya lombok ijo :D

      Delete
  9. Awalnya ke sini mau liat review eyeshadow Sariayu yang baru. Eeeeeh, malah kesambet post ini. Heheheee.... Aku baru ngeh Arum suka masak. Soalnya di post yang dulu (ada satu post tentang masak-masak), yang masak cowok gitu. :D

    Dulu aku suka makan beginian di warteg. Sekarang udah gak pernah lagi. :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku suka masak Octaaa. Cuma kadang agak males masak daging, amis soalnya kalau masih mentah, terutama kambing. Jadi kalau dapet daging2an aku minta dimasakin biasanya. Hihihi...

      Sekarang masak sendiri ajaaa. Lebih enak lho dari yang dijual2 :)

      Delete

Hai, terima kasih sudah mampir di sini dan berkomentar dengan sopan ;).
Komentar yang menyertakan link hidup dan kometar yang sifatnya mempromosikan website komersil/ barang jualan akan dihapus.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...