Thursday, May 31, 2012

Inez Eyeshadow: Venice & Vienna

 Venice - Vienna

Saya sudah lama punya eyeshadow ini. Tapi entah kenapa kelupaan saya review. Dulu saya pernah mereview Inez Eyeshadow Alaska & Amsterdam disini. Walau Eyeshadow Inez ini berganti kemasan, tapi kualitasnya masih sama. Jadi untuk Tekstur, staying power, dan kekuatan case, dan kualitas tools, silahkan dilihat di review yang lalu. Kali ini saya hanya akan membahas mengenai warna dan sedikit mengenai packagingnya yang baru :).



Swatch: Venice

Broze kemerahan - Putih Gading - Coklat Tua - Bronze Keemasan

Bronze Kemerahan : Pigmented, shimmer. Saya suka pakai ini untuk membentuk outer V di ujung mata.
Putih Gading : Pigmented. Ini Highlite tulang alis favorit saya. Karena warnanya yang putih gading atau putih kekuningan dan bukan putih seperti kebanyakan warna putih eyeshadow. Shimmery, tapi nggak over sehingga masih bagus untuk hightlite sehari-hari.
Coklat Tua : Pigmented, matte. Saya pakai untuk crease atau untuk mempertegas lipatan mata. Dan karena matte, saya terkadang suka menggunakannya untuk mengisi alis saya.
Bronze Keemasan : Pigmented, Shimmer. Saya suka banget sama warna ini. Warna ini bahkan kalau dipakai sendiri, nggak usah pakai warna-warna lainpun keliatan cantik dan bikin mata terluhat bersinar. Kadang saya juga suka menggunakannya untuk menambah aksen di eyeliner.


Venice adalah eyeshadow favorit banyak orang, karena warnanya gradasi Coklat, sehingga cocok di mix & match dengan makeup apapun. Tapi masih terlalu shimmery bagi saya kalau menggunakan rangkaian seluruh warna yang ada di sini untuk sehari-hari.



Swatch: Vienna

hitam pekat - Abu-abu metalik - Taupe - Putih

Hitam pekat : Pigmented, Matte. Karena warnanya yang pigmented dan matte, ini langsung jadi warna hitam favorit saya.
Abu-abu metalik : Ini warna favorit saya di pan ini. Saya suka memakainya di lid. Kadang tanpa di mix dengan warna apapun
Taupe : Sheer, matte. Sebenarnya warnanya sangat bagus. Natural dan matte. Sayangnya nggak pigmented dan keras, susah di colek :(
Putih : Shimmery, pigmented. Nggak ada yang spesial sih dengan warna ini. Nggak jelek, tapi juga banyak di dapat di eyeshadow lainnya. Saya lebih suka warna putih tulang pada eyeshadow Venice karena hasilnya lebih natural untuk hightlite.

Seperti Venice, Vienna juga banyak yang suka karena warnanya yang netral, jadi cocok untuk di padukan dengan makeup apapun. Bagi yang suka eyeshadow gelap dan bold, vienna ini bisa menjadi pilihan.



Packaging yang Baru

Kayaknya sudah lama ya Inez ganti Packaging :D. Jadi saya agak telat nih bahasnya.


Baru - Lama

Dari segi estetika, kemasan yang baru lebih bagus menurut selera saya. Tidak terlalu tampak murahan, walau warnanya masih biru dongker mengkilat yang saya nggak suka, tapi lumayan lah. Tapi sebenarnya packaging Inez yang baru ini lebih besar dan lebih memakan tempat dibandingkan Inez yang lama. Jadi bagi yang suka travel, mungkin akan lebih suka packaging yang lama. 

Baru - Lama
Keuntungannya karena packagingnya lebih besar, kaca bawaannya juga lebih besar. Tapi sayangnya, pan tempat eyeshadownya nggak ikutan bertambah besar :D

Kamu lebih memilih yang mana?

Monday, May 28, 2012

Apa yang terjadi dengan tubuh dan kulit saya? :'(

Sudah mirip Cherrybelle belum?

Saya mau mengucapkan selamat ulang tahun untuk Tintaz dari "all the things that I'd love to share :)". Bagi anggota IBB Jogja-Solo, pasti nggak asing sama nama itu. Ini artisnya IBB Jogja-Solo lho *kayang*. Dan saat ini dia sedang merayakan ulang tahunnya yang ke tiga pul... *WOH!! SINYALNYA ILANG!!!*

Selamat ya, Nyah.. Semoga bahagia lahir batin dan tambah pinter dandan :*.



Oke, kini ke topik kecantikan.


The Famous Rainbow Cake

Makanan terlezat di dunia: Indomie Telur Kornet


Tahukah kalian bahwa saat weekend, lemak yang kita makan tidak akan menumpuk di tubuh kita, melainkan akan langsung menghilang begitu saja? Jadi nggak perlu khawatir lagi ya menyantap makanan berlemak saat weekend.

Saya bercanda :D

Makanan-makanan diatas tetap nggak sehat dan jelas penuh lemak. Tapi tolong dimaafkan ya, saya kepingin memanjakan lidah dan perut saya sejenak >'<

Oh, dan bagi yang penasaran, Rainbow Cake rasanya kaya kue bolu biasa kok. cuma warna-warninya itu lho yang bikin gemes. Saya pribadi sih lebih ngiler sama Indomie telur kornet yang penuh MSG dan nggak sehat itu daripada sama Rainbow cake :D.

Berat badan saya naik drastis setahun belakangan ini. Jadi saya harus mulai benar-benar menjaga pola makan + olahraga teratur. Soalnya kerasa sekali lho, rasanya berat bawa badan. Nggak sebugar dulu. 



Dan saya punya berita duka. Akhir-akhir ini kondisi kulit saya sangat memburuk. Jadi kusam dan banyak iritasi. Saya menghentikan pemakaian tretinoin untuk sementara waktu, dan mengganti rangkaian skincare saya dengan yang lebih mild.

kulit saya tampak kasar, kusam, dan kering

Setelah tanya sana dan baca sini, saya menyimpulkan perubahan menyebalkan pada kulit saya adalah karena:

  1. Saya tidak cocok dengan pembersih wajah saya


    Baru-baru ini saya mengganti pembersih wajah dua langkah saya (Viva Milk Cleanser) dengan pembersih wajah satu langkah (Pixy Cleansing Express). Ternyata saya tidak cocok dengan pembersih wajah satu langkah. Sayang sekali padahal sangat praktis. Dan saya membaca beberapa artikel bahwa yang mengatakan bahwa apapun klaimnya, pembersih satu langkah sejenis itu pasti mengandung alkohol.

    Ini bukan soal merk atau jenis mana yang lebih bagus lho, tapi ini soal kecocokan kulit saya. Kebetulan saya tidak cocok dengan pembersih wajah satu langkah. Jadi saya akan kembali kepada Viva untuk urusan bebersih wajah. Pixy-nya? Akan saya gunakan untuk pembersih kaki atau punggung saja.
  2. Saya terlalu banyak memakai krim pewarna kulit


    Yang saya maksud krim pewarna di sini adalah: Foundation (liquid, cream, powder), BB Cream, dan Tinted Moisturizer/sunblock. Kayaknya penggunaan kosmetik yang menutupi seluruh pori-pori muka tersebut nggak bagus hasilnya untuk kesehatan kulit saya. Sekarang saya jadi terlalu tergantung dengan foundation/BB cream, karena kulit saya tampak kusam dan tidak sehat bila tidak memakainya.

    Maka saya berencana mau mengistirahatkan sejenak muka saya dari foundation, BB cream, dan TWC. Untuk sehari-hari saya hanya akan memakai skincare dan loose-powder saja, tanpa foundation atau BB Cream, kecuali untuk acara-acara spesial.

    Ada yang mengatakan kalau nggak apa-apa menggunakan foundation atau BB cream untuk sehari-hari, asal dibersihkan dengan benar. Ya, pendapat itu saya rasa benar. Tapi saat ini saya memilih untuk mengistirahatkan kulit saya dari make-up yang berat-berat.

Ini muka saya tanpa makeup apapun selain loose powder Caring tipis-tipis:

 


Semoga kulit saya sehat kembali :')

Wednesday, May 23, 2012

Max Factor Creme Puff in 41. Medium Beige




Max Factor lagi ^^.

Kali ini saya mau cerita tentang creme puff. Creme puff ini compact powder non foundie dari Max Factor. Walau namanya ada creme-nya, tapi percaya deh, ini bedak. Teksturnya powder. Banyak banget yang suka produk ini. Makanya saya penasaran dan mengadopsi 1.



Shade

Wah, maaf saya lupa Creme Puff ini tersedia dalam berapa shade. Soalnya saya sudah percaya banget sama BA Max Factor di Galeria Mall. Pasrah bongkokan lah pokoknya, mau dipilihin warna apa. Soalnya BA Max Factor ini ngerti banget tentang shade. Kayaknya malah dia lebih ngerti shade kulit saya daripada saya sendiri (__").


Oleh BA-nya, saya dipilihkan warna nomor 41. Medium Beige. Dan warnanya pas banget sama kulit saya. Pokoknya urusan milih shade, mas Subi dan mbak Indah (BA Max Factor Galeria Mall) juara deh!



Coverage

Awalnya saya nggak terlalu berharap dengan coveragenya. Saya pikir, ini kan cuma compact powder, cuma untuk touch up, dan nggak ada kandungan foundationnya. Tapi ternyata coveragenya bagus lho. Untuk keperluan touch up, saya aply dengan powder brush tipis-tipis. Tapi bila ingin coverage lebih, saya aply dengan powder puff (jenis yang seperti puff loose powder caring).

Saya mau share penampakan muka saya



Nah, siapa bilang muka saya Flawless? Saya sendiri, kah? Ya maaf, saya khilaf berarti :D. Lihat muka saya tanpa makeup. Sama sekali nggak flawless. Ada noda jerawat lumayan gede pas di puncak apple cheek sebelah kanan, dan warna kulit saya nggak rata.

Toner + Serum + Moisturizer + Creme Puff tipis-tipis dengan powder brush

Pada gambar diatas, saya memakai creme puff tipis-tipiiisss saja. Aply pakai powder brush. Tampak jelas kalau warna kulit saya jadi lebih rata, tapi noda bekas jerawat di pipi kanan saya masih terlihat jelas.


Aply Cream Puff dengan Powder Puff

Saya menggunakan: 
Max Factor Creme Puff in 41. Medium Beige
Aubeau Liquid Eyeliner
Inez Eyebrow Pencil in Brown



Tekstur

Di pan, bedak ini tampak sangat powdery. Serbuk-serbuknya suka terbang kemana-mana

 


 Tapi di muka, teksturnya matte dan nggak powdery




Staying Power & Oil Control

Menurut saya Oil Controlnya biasa aja. Tetep harus blot secara berkala seperti kalau saya memakai bedak lain. Tapi staying powernya lumayan bagus untuk ukuran compact powder non foundie. Dan saya nggak pernah mengalami cakey kalau pakai creme puff ini. Mungkin karena saya lebih sering aply pakai bruss dan tipis-tipis dari pada pakai sponge.




Packaging


Saya suka packagingnya yang hitam, slim, dan terkesan berkelas. Nggak seperti compact powder pada umumnya yang mentuknya standar banget. Tapi packaging seperti ini punya banyak banget kelemahan. Diantaranya rapuh, gampang pecah kalau tertimpa benda berat. Nggak travel friendly karena tutupnya nggak rapat dan sering copot-copot sendiri. Lalu casenya juga nggak dilengkapi kaca. Jadi susah kalau mau touch up.


Sekilas pandang ke katalog Oriflame punya tetangga, sepertinya Oriflame mengeluarkan produk bedak dengan packaging seperti ini, cuma casenya dilengkapi kaca. Dan bagus juga lho bentuknya, kalau Creme Puff ini dilengkapi dengan kaca di bagian tutupnya.



Sponge



Yang menyedihkan, untuk brand sekelasnya, sponge atau puff bawaannya amat sangat jelek. Kasar, tipis, dan nggak bisa dipakai. Lebih jelek deh dari spons compact powder Garnier atau Maybelline clear smooth. Puff ini malah sudah saya buang.

Seorang teman saya *maaf nama tidak boleh disebut* berkomentar kalau sponsnya seperti spons yg biasa digunakan pada BH berbusa (__"). Ya, kira-kira seperti itulah bahan spons-nya.



Aroma

Saya agak susah mendiskripsikannya. Ada bau khas yang lumayan kuat dari bedak ini. Banyak yang bilang baunya seperti "bedak jadul". Tapi saya nggak tau bedak jadul itu apa. Baunya kuat, tetapi bukan nggak enak. Beda dari bau bedak viva, dan beda juga dari bau bedak clear smooth Maybelline. Yah, kalau lewat counternya, silahkan coba di baui sendiri :).

Saya sih biasa saja dengan baunya, nggak terganggu, tapi nggak suka juga. Tapi banyak orang yang merasa terganggu dengan aromanya, dan menyayangkan kenapa bedak ini harus berbau seperti itu.



Kesimpulan

Pros:
+ Coverage bagus
+ Shade-nya pas dengan kulit saya
+ Nggak cakey
+ Staying power lumayan 

Cons:
- Packagingnya nggak praktis & nggak travel friendly
- Baunya lumayan kenceng
- Spongenya jelek
- Case nggak dilengkapi kaca

Harga = Rp 55 000
Repurchase = Ya. Karena saya suka coverage dan shadenya yang pas banget dengan kulit saya.




Pamer Haul

Max Factor Kohl Pencil in 020. black
Max Factor Masterpiece Glide & Define Liquid Eyeliner in Black

Sunday, May 20, 2012

Viva Blush On Duo Nomor 4: Orange - Coklat

 

Bagaimana kabar kalian?

Kabar saya masih sama, masih mencari-cari blush on peach untuk menggantikan Revlon Tawny Peach saya yang pecah. Awalnya, saya ingin membeli sleek by3 pumkin pie. Tapi setelah saya pikirkan lagi, saya nggak mau pallete blush yang belum tentu semua warnanya saya suka. Jadi saya berpindah halauan dan membeli viva blush on.


Saturday, May 19, 2012

False Lash Effect Fusion Mascara by Max Factor (compare with Magnum Maybelline)

Mascara False Lash Effect Max Factor


Sebenarnya saya hanya ingin mereview Mascara Max Factor saya yang baru. Tapi karena rasanya kurang afdol bila tanpa pembanding, jadi saya akan menandingkannya dengan mascara andalan saya sebelum bertemu Max Factor: Magnum Maybelline.



Langsung saja kita compare:



Pakaging


 

 

Kalau bentuknya sih hampir mirip. Bedanya ada di permukaan dan warna. Permukaan mascara Max Factor Dove, sedangkan Maybelline lebih mengkilat. Warnanya juga beda.

Saya lebih suka warna ungu pada mascara Max Factor karena tampak lebih berkelas. Sedangkan teman saya lebih suka Maybelline karena berwarna kuning dan mencolok, sehingga kalau hilang mudah dicari :D. Kalau kamu?



Sikat Aplikator

Mascara False Lash Effect Fusion Max Factor

Mascara Magnum Maybelline
Lagi-lagi, bentuk sikatnya mirip. Pendek dan gendut. Hanya saja, pada sikat aplikator Maybelline, terdapat lengkungan yang (katanya) berfungsi untuk membentuk bulu mata menjadi curl, sedangkan pada Max Factor tidak ada. Bentuk sikat Max Factor lurus saja, tanpa lengkungan. Bentuk sikat yang gendut dan pendek seperti dua Mascara ini sebenarnya tidak begitu saya sukai, karena sedikit susah bila digunakan untuk mengaplikasikan mascara ke bulu mata bagian bawah.



Effect

Mascara Max Factor ini bisa membuat bulu mata saya tampak lebih panjang dan bervolume secara drastis. Dan saya sukaaa sekali, karena saya nggak bisa memakai bulu mata palsu. Menurut saya, mascara Magnum Maybelline pun sudah bagus hasilnya. Tapi begitu saya melihat hasil dari False Lash Effect Max Factor, saya langsung jatuh cinta.

Ini hasilnya:




Tampak jelas bukan, kalau mascara False Lash Effect dari Max Factor hasilnya lebih dramatis?

Oke, satu gambar lagi:

Atas: Max Factor ~ Bawah: Maybelline

Nah, bila di foto dari arah bawah seperti ini tambah terluhat jelas bedanya. Bulu mata saya pada foto bagian atas tampak lebih panjang, tebal, dan juga lentik.



Staying Power

Seperti yang sudah pernah saya beritahukan di post sebelumnya, saya membeli Mascara Max Factor yang bertube ungu, False Lash Effect Fusion. Bedanya dengan False Lash Effect yang bertube hitam adalah: Yang bertube hitam waterproof, sedangkan yang ungu tidak. Saya memilih yang ungu karena saya sering kesulitan membersihkan mascara waterproof. Dan terkadang karena saya memaksa menggosok mascara waterproff, bulu mata saya rontok :(. Jadi kali ini saya mencoba yang tidak waterproof, agar lebih mudah dibersihkan.

Mascara Max Factor tube ungu setelah dibilas dengan air

Saat di bilas dengan air, efek mascaranya akan hilang tanpa smudge. Tetapi tentu saga nggak cukup hanya membilasnya dengan air kalau kita memang berniat membersihkannya. Walau efeknya hilang setelah dibilas dengan air, namun pada bulu mata akan masih tertinggal sisa-sisa mascara. Jadi saya tetap membersihkannya dengan eye makeup remover terlebih dahulu.

Tapi apabila tidak terkena air, mascara ini akan awet seharian tanpa smudge.



 Harga

False Lash Effect Fusion Max Factor ini bisa di dapat di counter Max Factor dengan harga Rp.138.000. Cukup mahal apabila dibandingkan dengan mascara Magnum Maybelline yang cuma Rp.65.000. Tapi menurut saya harganya menunjukan kualitasnya. Mascara Max Factor ini hasilnya lebih dramatis dari Mascara Maybelline, jadi wajar saja bila lebih mahal.



Kesimpulan

Pros:
+ Tersedia dalam pilihan warna hitam dan coklat (sangat jarang ada mascara coklat)
+ Efeknya: Volumizing dan Lenghtening, dan terlihat nyata bila dibandingkan dengan mascara lain
+ Kemasannya bagus
+ bisa didapat di counter Max Factor yang ada di Jogja (yang BA-nya sangat ramah :D )

Cons:
- mahal
- sikatnya terlalu besar

Harga = Rp 138 000
Repurchase = ya, tapi saya ingin mencoba yang hitam (waterproof).

Thursday, May 17, 2012

Max Factor: Make Over, Quick Review, & Foto-foto

Ini kali ketiga saya berkunjung ke counter Max Factor di Galeria Mall, Yogyakarta. Yang pertama, saya kesana bersama Puput, dan saya di makeover. Untuk melihat proses make over saya (dan juga Puput) bisa klik disini. Kunjungan kedua saya ke Max Factor ditemani oleh Tintaz, tapi sepertinya nggak ada yang menarik untuk di bahas (__"). Dan sekarang, saya kembali lagi ke Max Factor bersama Yosin dan Lady. Kunjungan kali ini giliran Lady yang di makeover.


Lalu, apa yang saya lakukan? Saya mengambil gambar Lady saat di makeover, mencoba-coba berbagai tester, menanyai BA dengan berbagai pertanyaan tentang product, dan tentu saja: Belanja. Saya bahkan mengirim pesan ke teman saya, bahwa saya sedang berada di counter Max Factor dan bersedia di titipin. Ya, saya suka sekali Max Factor. Walau productnya sedikit mahal tapi saya tetap senang berbelanja disana, bahkan saya mengajak teman-teman saya untuk kesana. Itu karena BA Max Factor sangat baik, ramah, tidak memaksa, serta mempunyai produk knowledge yang bagus, sehingga membuat saya merasa nyaman untuk selalu kembali dan berbelanja di sana.

Lady di make over oleh BA Max Factor, mbak Indah namanya. Ini hasilnya:

Before - After
Mbak Indah & Lady

Saya suka-suka-sukaaaaa hasilnya. Alis Lady jadi tampak lebih tegas, namun tetap alami. Cocok untuk bentuk wajahnya. Dan kulitnya jadi terlihat flawless. Matanya terlihat besar dengan bulu mata yang lebih bervolume dan lebih panjang. untuk step-step makeup yang dilakukan oleh mbak Indah, akan di post di Blog Lady. Kalau dia sudah membuat, akan saya cantumkan link-nya disini :).

Ini total item Max Factor yang pernah saya ambil dari counter itu:

Mascara False Lash Effect fusion ~ Rp 138 000
Mascara False Lash Effect Waterproof (titipan) ~ Rp 125 000
Miracle Touch liquid Illusion Foundation in 45. Warm Almond ~ Rp 110 000
Creme puff in Medium Beige ~ Rp 55 000
Flawless Perfection Blush in Classic Pink (titipan) ~ Rp 85 000
Ageless Elixir Foundation + Serum in 60 Sand ~ Rp 105 000

Walau Mascara False Lash Effect Waterproff dan Flawless Perfection blush bukan milik saya (hanya titipan), tapi saya sempat mencicipinya di counter, sehingga saya tahu kalau kualitasnya sangat bagus. BA nya sangat baik dan memperbolehkan saya mencoba-coba tester tanpa di ganggu, sehingga saya bisa benar-benar menghayati acara mencoba tester (caela..), dan kemudian merekomendasikannya kepada teman saya.

Saya nyaman-nyaman saja mencolek-colek tester, dan kemudian jadi keracunan akhirnya beli. Soalnya BA-nya asik.

Mascara False Lash Effect Waterproff atau mascara yang bertube hitam saya beli untuk teman saya. Saya membelikan mascara yang bertube hitam karena waterproff. Saya rasa, dia membutuhkan Mascara yang mampu tetap stay meski terkena air Wudhu. Sedangkan saya sendiri, karena nggak sholat, jadi nggak masalah memakai yang tube ungu.

Ini penampakan si hitam:

 

Saya sempat mencobanya saat kunjungan pertama, makeover bersama Puput. Dan hasilnya benar-benar amazing. Saya akan menampilkan foto bulu mata saya tanpa Mascara, dan juga foto saya mengenakan Maskara ini yang saya ambil dari blog Puput:

Ini bulu mata saya tanpa Mascara
 
Ini bulu mata saya dengan Mascara
diambil dari: http://poo-worl-poo.blogspot.com


Lihat kan, bagaimana tebal dan lentiknya bulu mata saya setelah memakai Mascara ini? Padahal saat itu, Mas Subi (BA Max Factor yang me-makeover saya), tidak memakai penjepit bulu mata. Cuma di oles mascara saja. Jadi bagi yang sedang mencari Mascara yang mempunyai efek nyata volumizing dan Lengthening, saya sangat merekomendasikan mascara ini.


Selain Mascara False Lash Effect Waterproff, saya juga mencoba Flawless Perfecting Blush in Classic Pink.

Teman saya melihat foto saya di blog Puput, dan bilang kalau blush yang saya pakai sangat cantik (orangnya iya nggak?), dan di meminta saya untuk membelikan blush itu untuknya. Dan yup, warnanya memang cantik banget, warm pink atau pink dengan sedikit semu peach. Tapi saya hanya membeli satu blush untuk teman saya. Saya tidak membeli untuk diri saya sendiri, saat ini prioritas saya adalah mencari blush berwarna orange, karena satu-satunya blush orange saya sudah habis.


Saya mencobanya lagi kali ini. Kali ini saya memakai sendiri, tanpa bantuan BA. Saya saat itu tidak memakai foundie ataupun BB cream, hanya loose powder, dan Blush ini tetap menempel dengan baik dan tahan lama di pipi saya. Saya menggunakan brush bawaan blush-on untuk memakainya. Brush-nya kecil dan kasar, seperti pada umumnya brush bawaan.

Ini penampakannya di pipi saya:

kamera digital saya tidak begitu menangkap warnanya --"

Oh, saya juga mencoba Lipstick Elixir dan Lipfinity-nya. Saya memilih warna nude beige, tapi saya benar-benar lupa nama shade dan nomornya.

Elixir Lipstick
Lipstick Elixir pilihan warnanya bagus-bagus. Teksturnya smooth dan warnanya pigmented, bisa menutup bibir hitam saya dengan baik. Mungkin lain kali, kalau lipstick warna nude beige saya habis, saya akan membeli Lipstick Elixir.


Lipfinity Lip colour & gloss

Tapi sayangnya, saya kecewa dengan Lipfinity-nya. Tadinya saya menaruh harapan lebih kepada lipfinity. Karena minggu lalu, saat saya swatch di tangan, warnanya benar-benar menempel dan tidak bisa bergeser walau di gosok berulang-ulang. Lipatick itu baru hilang dari tangan saya setelah saya memakai eye & lip makeup remover untuk menghapusnya. Tapi sayangnya, setelah saya coba di bibir, lama kelamaan bibir saya menjadi sangat kering dan kemudian warnanya pecah. :(.


Selain melihat Lady di makeover, colek-colek produk, dan belanja, apalagi yang kita lakukan? Tentu saja foto-foto donk. Ini hasil foto-foto kita di counter Max Factor.



bertiga satu tujuan *semacam tulisan di pantat truk*

Saya juga mencoba kacamata gaul ibu Lady. Ini kacamata minus lho, tapi unyu banget. Saya agak heran juga, masa bu Guru Lady pake kacamata beginih? Kalah gaul donk siswanya :D

Pinkieeehhh...!!!

Saat saya tidak melihat, apa yang mereka berdua lakukan? Ohh...mereka foto-foto unyu dengan menggunakan kamera saya ^^. Ini buktinya:

serasa model video klip

Saya nggak mau ketinggalan ikutan foto donk...


ciiisssss
Selalu menyenangkan mengunjungi counter kosmetik yang BAnya baik dan ramah. Saya pasti akan kembali ke sana lagi. LT Pro eyeliner pencil saya habis, dan saya tertarik untuk mencoba Eyeliner pencil dari Max Factor.

Saya akan mereview Miracle Touch Vs Elixir, Creamy Puff, dan Mascara False Lash Effect Fusion (yang akan saya compare dengan Mascara Maybelline Magnum). Tapi nggak hari ini karena kepanjangan. :)

Saturday, May 12, 2012

Compact Powder: Garnier Light Visible Whitening Face Powder Vs Maybelline Clear Smooth Shine Free Face Powder



Kamu lebih suka bedak jenis apa? Loose powder, compact powder, atau Two Way Cake? Saya suka ketiganya, karena memang fungsinya berbeda, jadi nggak bisa di bandingkan. Loose Powder saya gunakan di rumah, karena hasil dengan menggunakan loose powder adalah yang paling ringan, halus, dan natural. Two Way Cake saya gunakan setelah loose powder, apabila saya sedang ingin coverage yang lebih baik dan lebih awet. Sedangakan Compact saya gunakan untuk Touch Up karena praktis, nggak gampang tumpah dan terbang-terbang bubuknya seperti loose, tapi juga nggak gampang cakey seperti TWC.

Kali ini saya mencoba Compact Powder non Foundie dari dua brand yang berbeda, tetapi sangat mirip, yaitu Garnier Light Visible Whitening Face Powder Vs Maybelline Clear Smooth Shine Free Face Powder. Dua produk ini sangat mirip dari segi kemasan, cuma beda warna. Entah siapa yang meniru siapa nih. Saking miripnya sampai-sampai saya pikir kualitasnya juga sama. Tapi ternyata kualitasnya jauh lho. Mau tau bedanya, dan mana yang lebih bagus?



Packaging

Dari segi Packaging, kualitasnya sama sih. Bentuknya bulet, tipis, dengan kaca yang besar. Kurang classy menurut saya, tapi lumayan kuat dan travel friendly. Perbedaan yang mencolok dari dua compact powder ini adalah warnanya. Yang satu kuning ngejreng, dan yang satu hijau salem. Kalau warna, itu bener-bener masalah selera ya. Dan selera saya condong ke hijau kalemnya. Jadi boleh dibilang, secara packaging, walau kualitasnya sama, saya lebih suka Maybelline :D.



Sponge




Nah, sponge-nya juga miriipp. Sama-sama jelek :D. Saya nggak suka sponge keduanya. Tipiiiisss banget dan nggak awet. Kalau saya memakainya di rumah, saya sering menggantinya dengan sponge lain. Favorit saya adalah yang sejenis sponge loose powder caring. Tapi kalau touch-up di luar rumah, ya sudahlah, terpaksa saya pakai sponge ini.



Aroma


Saya harus bilang, kalau dua-duanya aromanya sangat-sangat nggak enak. Bukan tipe wangi seperti bedak atau wangi floral, tapi bau apek/kecut. Dan lihat dong, bahkan dua-duanya baunya juga mirip. Jadi waktu mencium testernya, saya benar-benar mengira kalau bedak ini sama, cuma beda merk :D. Ternyata saya salah..




Maybelline Clear Smooth Shine Free Face Powder

Saya pertama kali mencoba bedak ini waktu kuliah. Waktu kuliah, saya belum begitu paham mengenai kosmetik (emangnya sekarang paham? :D). Tapi walau belum paham, saat itu saya nggak mau repurchase karena saya nggak suka baunya.

Setelah pengalaman saya pada jaman kuliah tersebut, saya mencoba membelinya lagi, dan ternyata saya tetap nggak suka. Saya memang nggak mengharap coverage dari compact powder, tapi kayaknya saya memang nggak cocok dengan bedak ini. Rasanya nggak menyatu di kulit muka saya, dan kemampuannya untuk menahan kilap atau minyak wajah juga biasa banget.

Kelebihan dari Compact Powder ini adalah, dia memiliki SPF 18. Jadi lumayan lah untuk touch up bedak sekaligus touch up sunblock. Karena ribet banget kan kalau harus touch up SPF model krim :).


Shade yang paling cocok untuk saya adalah no. 02 Nude Beige

Harga = Rp 30 000




Garnier Light Visible Whitening Face Powder

Karena pengalaman saya dengan compact powder Maybelline yang mirip-mirip dari segi packaging, sponge, dan baunya, saya jadi tidak tertarik untuk mencoba bedak ini. Tapi syukurlah, entah karena kesambet apa :D, saya beli juga. Dan, surpise, saya suka banget dengan compact powder Garnier!!

 
 
Saya memilih shade nomor 01. Ivory, dan ternyata sangat masuk ke kulit saya.

Tekstur bedaknya lebih powdery dari Maybelline, tapi saat diaplikasikan, lebih menyatu, lebih ada coveragenya tapi sangat natural. Dan jauh lebih lembut. Staying powernya biasa saja. Nggak nahan-nahan minyak banget.

Dan Compact ini juga mengandung SPF 18. Saya memang suka compact powder yang ber-SPF karena bisa untuk touch-up sunblock.

Harga = Rp 30 000




Kesimpulan

Saya sungguh jatuh cinta dengan Compact Powder Garnier. Walau ada beberapa kekurangan seperti warna case yang jelek, kualitas sponge yang jelek, dan bau yang nggak enak, tapi kualitas bedaknya (yang merupakan fungsi utamannya) bagus. Dan harganya juga nggak mahal. Jadi saya akan repurchase bedak ini lagi.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...