Wednesday, February 29, 2012

Make Up Remover yang cocok untuk dibawa Traveling



Saya termasuk orang yang lumayan sering Traveling. Entah cuma main, urusan pekerjaan, urusan pacaran :D, urusan keluarga, dan lain-lain. Jadi saya sudah sangat-sangat terlatih untuk packing, memilih mana yang perlu dibawa mana yang tidak.

Make Up Remover menurut saya adalah barang yang wajih-wajib-wajib ada setiap hari, dimana pun saya berada. Tapi saat traveling, saya tidak mungkin membawa semua perlengkapan remover saya: eye & lip make up remover, olive oil, milk cleanser, toner, sabun wajah, dan kapas. Tas saya bakal sebesar apa kalau semua itu saya bawa? ^^'

Jadi saya memilih dua remover untuk menemani saya traveling: Shikada Facial Cleansing Wipes dan Biore Make Up Remover 2 in 1 Cleansing Wash. Dua-duanya saya bawa.




SHIKADA FACIAL CLEANSING WIPES




Sebennya kalau mau dibandingkan, Biore Cleansing Wipes lebih mudah digunakan dan daya angkatnya lebih baik dari pada Shikada. Tapi harganya juga 10 kali lipat lebih mahal. Saya menggunakan Shikada untuk menghapus Lipstick, Eyeshadow, Eyeliner, dan Mascara.

Tapi ingat, jangan terlalu kasar saat membersihkan make up terutama make up mata, karena akan mengiritasi kulit di sekitar mata. Cara menggunakan:
  1. Tempelkan Tissue beberapa menit pada bagian yang ingin di bersihkan, sambil di tekan-tekan ringan
  2. Geser-geser tissue dengan lembut
  3. Ulangi sampai make-up hilang
Ini hasilnya:

 


Saya menggunakan LT Pro Eyeliner Pencil yang terkenal susah dihapus dan Pixy Eyeliner Liquid yang terkenal tidak smudge dan tahan lama :). Dua eyeliner juara itu hilang dalam dua kali pemakaian dengan cara yang saya tuliskan di atas.

Tissue Shikada saat masih bersih

Tissue Shikada setelah ternoda ^^


Saya rasa ini cocok untuk traveling karena:
  • Praktis tidak perlu bawa kapas lagi
  • Bentuknya padat, bukan cair. Tidak perlu takut tumpah saat di perjalanan
  • Ramping dan mudah diselipkan di tas. Jadi tidak memperbanyak bawaan
  • Bisa di tutup. Jadi memudahkan untuk dibawa-bawa
  • Sangat murah, di bawah Rp 5000. Tidak menambah budget traveling :D


Biore Make Up Remover 2 in 1 Cleansing Wash



Selain Shikada, saya juga membawa Biore. Ini juga praktis, make up remover sekaligus sabun muka. Dan sebenarnya, Biore saja sudah bisa dipakai untuk membersihkan make-up mata dan bibir. Tapi saya takut menggosok-gosokan Biore ke area mata saya, karena busanya sangat pedih di mata. Jadi saya pakai Shikada untuk membersihkan make up mata dan bibir, lalu saya cuci muka dengan biore untuk menghilangakan sunblock, foundie, powder, blush, dan juga untuk lebih memastikan mata dan bibir saya bersih.

Cara pakainya hampir sama dengan sabun muka biasa:
  • Tuang sedikit ke tangan
  • Beri sedikit air, busakan
  • Oleskan busa ke seluruh wajah
  • Lakukan pijatan melingkar ringan dengan menggunakan jari
  • Bilas dengan air bersih
  • Bila dirasa kurang bersih, ulangi lagi pemakaian Biore

Ini hasilnya:



Dan Biore cocok untuk traveling karena praktis, dalam satu kemasan kita mendapatkan Sabun Muka sekaligus Make Up Remover. Hanya saja sedikit rempong karena flip tutup Biore mudah terbuka, dan tekstur Biorenya cair sehingga produk gampang tumpah. Saya biasanya mendepot ke botol yang lebih rapat dan kecil untuk dibawa traveling.

Harganya sekitar Rp 30 000

Tuesday, February 28, 2012

Belanja Bulanan ;)



Habis belanja bulanan nih kemarin. Saya kemaren sempettt dong ya jalan ke Amplaz, Gardena, dan Galeria :D. Banyak banget yang dibeli. Saya sampai malas menatanya untuk di foto. Dan selain gambar diatas, saya juga membeli: minyak goreng, pembalut wanita, peralatan dapur, daging sapi, daging ayam, sosis, saus, keju, coklat, dan lain-lain yang tidak begitu menarik untuk dipamerkan. Hahahaa...

Tapi walau buanyak, saya patut di kasih jempol lima belas karena berhasil untuk TIDAK MEMBELI MAKE-UP :))). Yah beli viva eyebrow pencil dan pixi make up remover sih, tapi itu memang barang yang akan selalu saya pakai dan sudah waktunya repurchase. Ayok, beri selamat pada saya! :D

Sebelumnya saya minta maaf karena notanya hilang, dan saya tidak begitu ingat detail harganya. Saya memang nggak terbiasa mengingat harga detail, dan itu kebiasaan buruk. Mungkin karena saya sudah terlalu capek berkutat dengan angka-angka di pekerjaan saya, ya? *pembelaan diri*

Jadi inilah belanjaan saya:



 SKINCARE & MAKEUP


 


Pixy Eye & Lip Make Up Remover
The Body Shop Wild Cherry lip Butter
Mustika Ratu Facial Mask Bengkuang


Ini kali pertama saya membeli Biokos varian Pure Balance. Biasanya saya membeli yang Vital Nutrition. Saya memutuskan untuk berganti halauan ke Pure Balance karena sudah sangat eneg melihat muka saya yang tambah berminyak setelah pakai Vitacid. Tidak akan saya gunakan setiap hari, hanya saat make up berat saja.

Dan saya juga sedang dalam pencarian the best Moisturizer & Eye cream. Jadi Sariayu Putih Langsat dan Solusi Eye Cream itu masih dalam tahap coba-coba.



Bodycare & Toiletries



Lux Velvet Touch
Johnson & Johnson Baby Milk Powder
Rexona 
Herborist Sabun Sereh
Pepsodent Family
Lulur Krem Ratu Mas
Caladin Lotion


Saya sedang dalam upaya memerangi jerawat di punggung. Ada yang merekomendasikan pada saya untuk memakai vitacid di punggung, tapi saya masih belum berani mencobanya. Karena itu berarti saya juga harus mengoleskan sunblock di punggung saya saat siang, dan saya sepertinya terlalu malas untuk melakukan itu >'<. Jadi saya mencoba untuk membeli sabun sereh, rekomendasi dari teman juga yang punggungnya berjerawat. Dan setelah mandi saya olesi dengan Caladin Lotion untuk mengurangi rasa gatal-gatal, dan sekaligus juga mengandung sulfur yang bisa meredakan Jerawat.

Pernah dengar Lulur Kocok Ratumas? Pasi sudah donk ya, karena itu terkenal sekali. Ratumas sekarang mengeluarkan varian lulur dalam bentuk krim di dalam jar, seperti body scrub, namanya Lulur Krem. Agak mahal sih untuk ukuran lulur produk indonesia, Rp 22 000. Dua kali lipat lulur Purbasari andalan saya yang cuma Rp 10 000.



Haircare



Pantene Shampoo & Conditioner
Dove Shampoo (sample size)


Pantene-nya yang pakai adik saya. Saya sendiri tidak terlalu suka hair care Pantene, tidak suka aroma melon-nya. Kalau Pantene yang dulu saya suka. Tapi sepertinya Pantene sudah Reformulasi, dan produk-produknya jadi beraroma melon. --"

Dan saya mendapat sebuah sample shampoo Dove. Baunya enak banget! Saya nggak sabar untuk mencobanya :).



Tools



Vanessa Shower Puff
Kapas Wajah Carrefour 
Mask Brush 
Lip Brush
Powder Sponge
TWC/FoundationSponge
Sponge Handuk
Puff & Case Kinepin series Boa
Tammia Short Handle Kabuki Brush & Case
Rautan Pencil
Sekian pameran belanjaan saya ;). Belanja apa kalian hari ini?

Sunday, February 26, 2012

My Holly Grail Skincare: Tretinoin

Note: 28 Juni 2013
Post ini saya tulis lebih dari satu tahun yang lalu. Saai ini saya sudah nggak menggunakan Tretinoin untuk perawatan harian. Karena saat ini jenis kulit saya kering, jadi saya memang menghindari produk yang mengandung acid, atau produk yang semakin membuat kulit saya kering. Dan lagi akhir tahun ini saya akan menikah. Kalau menikah kan berarti ada kemungkinan saya hamil. Jadi saya nggak mau ambil resiko, karena jelas-jelas tretinoin ini dilarang untuk wanita yang sedang dalam persiapan hamil atau sedang hamil :). 

Oh iya, saya suka bingung kalau dijadikan sasaran konsultasi "jenis kulit saya anu anu, produk apa yang cocok bla bla". Soalnya saya bukan ahlinya dan apa yang saya tulis disini cuma berdasarkan  pengalaman kulit saya sendiri. Saya mana tahu apa yang cocok untuk kulit orang lain? Untuk konsultasi perawatan begitu saran saya mending ke dokter kulit deh. Takutnya kalau saya yang jawab malah salah atau menjerumuskan :D


Hai hai, saya ingin berbagi mengenai produk perawatan kulit (atau krim malam) andalan saya saat ini: Tretinoin. Saya baru memakai Tretinoin untuk krim malam saya, selama 7 bulan. Dan saya sangat PUAS dengan hasilnya. Mengenai apa itu Tretinoin dan apa saja merk dagang Tretinoin, mungkin bisa di Googling saja yah :). Disini saya hanya akan sharing mengenai pengalaman saya saat menggunakannya.

Ohh..dan posting kali ini saya akan banyak menampilkan foto muka saya polos tanpa make-up. Plis plis pliiisss jangan diketawain yah. Saya benar-benar harus mengumpulkan keberanian untuk melakukan ini >'<


Saturday, February 25, 2012

Revlon Colorbust Lip Butter 001 Pink Truffle

 


Saya sangat bersemangat hari ini, karena kemarin malam BA Revlon Gardena menghubungi saya untuk mengabarkan bahwa Revlon Lip Butter sudah hadir di Jogja. Dan sore ini saya segera meluncur ke gardena, dan surprise, Revlon Lip Butter ada testernya dan semuanya masih perawan!!! Akkkkk... Mungkin ada kali ya 1 jam saya di Counter Revlon untuk memerawani satu-persatu Lip Butter-nya :D




Shade

Awalnya saya langsung mencomot warna-warna muda: Peach Parfait, Candy Apple, Gumdrop, Sugar Frosting, dan Creamscle. Ternyata warna-warna tersebut tidak keluar di bibir pigmented saya.

Lalu saya beralih ke Creme brule dan Strawberry Shortcake. Dan warnanya terlalu pucat untuk saya. Seperti ada lapisan putih di bibir saya yang susah ini >'<.

Saya pun beralih ke warna yang lebih menyala: Tutti Frutti, Sweet Tart, dan Lolipop. Tapi karena warnanya terlalu menyala sedangkan teksturnya sheer, saya jadi tampak konyol. Hal ini karena bibir saya hitam, dan pernah lihat orang berbibir hitam memakai Lip Ice Sheer Color? Yup, konyol banget --"

Saya beralih ke warna-warna nude: Berry Smoothie, Fig Jam, Macaron, Pink Truffle, Sugar Plum, dan inilah warna standart saya, warna-warna yang memang biasa saya pakai. Warna-warna tersebut cocok untuk saya, cenderung MLBB (My Lip But Better) untuk saya. Iya pilihan warna saya memang sangat membosankan -____-.


Pink Truffle


Saya sempat juga mencoba warna merah seperti Candy Apple, Cherry Tart, dan Red Velvet. Warnanya masuk untuk bibir saya, hanya saja saya tidak begitu suka warna-warna merah.

Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Pink Truffle. Warnanya MLBB saja, nggak macam-macam. Tapi Pink Truffle bisa menutupi bibir saya yang hitam dengan baik. Bibir saya terlihat sehat dan lembab.


Pink Truffle (with Flash): Tebal - Tipis

Pink truffle (without Flash): Tebal - Tipis



Tekstur

Sangat Smooth dan melembabkan bibir saya. Enak banget pas dioles ke bibir. Langsung merata dan tekstur bibir langsung tampak lebih baik. Tapi sayangnya terlalu sheer dan tidak bisa menutupi bibir yang terlalu  pigmented.


Jangan takut!!!
Ini cuma bibir hitam & kering saya tanpa lipstick.

Pink Truffle di bibir saya :)



Staying Power

Lipstick jenis apapun staying powernya jelek di bibir saya. Karena saya sering sekali makan dan minum, dan juga punya kebiasaan buruk menjilat bibir saya. Tapi saya suka dengan Lip Butter ini. Walau sering-sering di oles, olesan keberapapun, warnanya tidak akan bertumpuk dan menjadi jelek seperti lipstick-lipstick kebanyakan.



Packaging

Saya tidak suka, packagingnya seperti lipstick mainan. Saya jauuhhh lebih suka packaging lipstick Colorbust, tampak lebih serius aja gitu :D.



Kesimpulan

Pros:
+ Super lembab
+ Teksturnya lembut di bibir
+ 20 pilihan warna yang wearable

Cons:
- Warnanya terlalu sheer
- Packaging jelek
- Staying power tidak terlalu baik
- Isinya sedikit (batang lipstick lebih pendek dari lipstick-lipstick biasanya)


Harga = Rp 75 000
Repurchase = Mungkin warna lain

Friday, February 24, 2012

Marcks' Beauty Powder: Creme & Rose



Ini bedak murah meria ceria tapi sangat aman. Yang memperkenalkan saya pada bedak tabur ini adalah dokter kulit saya dulu. Dulu waktu masih kuliah, saya perawatan di dokter kulit. Dan karena memakai krim-krim dari dokter kulit, saya tidak boleh sembarangan menggunakan kosmetik. Dokter kulit saya saat itu merekomendasikan bedak tabur Marck's untuk penggunaan sehari-hari. Saya memakainya dan cocok, dan keterusan sampai sekarang saya sudah tidak perawatan di dokter kulit lagi.



Shade

Marcks' Beauty Powder tersedia dalam tiga shade: White, Creme, dan Rose. White warnanya putih seperti tepung, jadi jelas sangat-sangat bukan saya. Creme berwarna kuning terang, sedangkan Rose berwarna Pink. Semuanya berwarna terang, dan sedikit susah untuk mencocokan dengan shade kulit asli. Shade creme adalah yang paling natural di antara ketiganya, dan paling banyak dicari.

Swatch Creme & Rose
Tidak terlalu terlihat bedanya -____-

Biasanya saya selalu menggunakan shade creme. Tapi kali ini saya ingin mencoba shade Rose. Tapi Rose ternyata sangat sangat terlalu terang untuk kulit saya, dan ada sensasi panas (tapi hanya sedikit) pada saat saya menggunakan shade rose. Tapi tidak masalah juga Rose terlalu terang, karena pektaynya juga cuma sebentar. 5 menit kemudian hasilnya akan sama antara saya memakai creme ataupun rose.




Coverage

Sangat sheer. Atau kalau boleh dibilang nggak ada coveragenya sama sekali. Jeawat, bekas jerawat, redness, dan warna kulit tidak rata tidak akan bisa tercover kalau hanya menggunakan Marcks saja. Tapi yang saya rasakan, shade creme sedikiiiiitttt lebih baik coveragenya dibandingkan dengan Rose. Hanya sedikiiiittt.



Tekstur

Tekstur bubuknya halus dan gampang di blend. Finishingnya matte.




Oil Control

Bedak Marcks' adalah bedak yang paling juara oil controlnya. Makanya saya sudah tidak melirik-lirik lagi produk-produk seperti anti shine powder atau setting powder. Cukuplah saya pakai Bedak Marcks' saja untuk setting powder. Setelah selesai make-up, sapukan saja tipis-tipis bedak Marcks dengan menggunakan Powder Brush.

Tapi karena oil controlnya yang heboh ini, Bedak Marcks' tidak bisa saya pakai saat kulit saya sedang sangat dehidrasi. Saat kulit saya dehidrasi, Marcks akan semakin memperjelas dry patch atau bagian-bagian yang kering dan terkelupas dari kulit saya. Dan jika saya memakainya setiap hari dalam jangka waktu yang lama (tanpa BB cream atau foundie, hanya pelembab + Marcks), kulit saya akan sangat kering.



Staying Power

Jangan pernah berharap pada staying power bedak Marcks. Baru lima menit yang lalu disapukan ke wajah juga sudah terbang bersama angin. Tapi itu malah bagus, karena saat pertama di sapukan wajah kita akan tampak seperti "ditepungin". Terlalu putih dan seperti ada lapisan tepung. Tunggulah beberapa saat kemudian, lapisan tepung akan hilang.



Aroma

Saya tidak tau aroma apa ini, tapi lumayan tajam. Seperti aroma bedak-bedak jaman dulu, mungkin aroma floral ya? Tapi bagi saya aromanya tidak begitu tahan lama dan tidak begitu mengganggu.



Manfaat

Saya tidak tahu apakah bedak ini diproduksi dengan maksud untuk pengobatan atau akan memberikan efek perawatan tertentu. Tapi saya merasakan manfaat saat memakai bedak ini, antara lain: jerawat cepat kering & minyak di wajah saya menjadi terkontrol.

Bahkan dulu saya pernah terlanjur membeli TWC La Tulipe, dan ternyata saya tidak cocok. TWC La Tulip itu menyebabkan kulit saya berjerawat. Akhirnya saya hentikan pemakaian TWC dan melakukan pengobatan. Setelah muka saya beres, saya merasa sayang juga karena TWC La Tulip saya masih sangat banyak dan sebenernya coveragenya sangat bagus dan shadenya masuk di kulit saya. Akhirnya saya bereksprimen dengan menggunakan Marcks sebagai base powder. Dan ternyata, TWC La Tulipe tersebut bisa saya pakai sampai habis. Aman dan tidak membuat break out karena kulit saya sudah dilapisi dulu dengan Marcks sebelumnya.

komposisi



Packaging & Tools

Saya suka Marcks untuk bedak rumahan. Maksudnya tidak untuk dibawa-bawa kemana-mana, diam saja di meja rias. Karena tempatnya besar dan saya merasa nyaman saja menggunakan bedak dengan tempat yang lebar. Nggak perlu takut tumpah karena tempat terlalu kecil.

Tapi saat meletakkan di meja rias, mending hati-hati deh, jangan sampai terjatuh. Bedak Marcks ini tutupnya tidak rapat, gampang sekali terbuka. Itulah juga sebabnya kenapa saya nggak akan membawa Marcks berjalan-jalan. Bisa-bisa malah tumpah dan mengotori tas saya.

Bedak marcks ini datang sendirian, tidak dilengkapi sponge ataupun brush untuk aplikasi. Jadi kita harus membeli sponge atau brush secara terpisah. Ya wajar saja sih, karena harganya sangat murah. Lagi pula saya lebih suka seperti ini daripada dipaksakan melengkapi dengan sponge, tapi budget terbatas sehingga sponge jelek dan tidak terpakai (bedak-bedak brand indo sering seperti ini nih..).

Selain tutup luar, packaging bedak Marcks juga ada tutupnya lagi di bagian dalam. Mungkin dimaksudkan untuk tempat kita menaruh sponge, agar sponge tidak terkotori oleh bubuk bedak. Tapi tutup dalamnya juga sama aja kok, tidak rapat.


Kesimpulan

Pros:
+ Murah
+ Aman
+ Oil Control sangat bagus
+ Membantu mempercepat keringnya jerawat
+ Teksturnya halus dan gampang di blend
+ Pan-nya besar dan nyaman digunakan
+ Ada tempat untuk meletakkan sponge bedak

Cons:
- Membuat kulit sangat kering
- Tidak ada coverage sama sekali
- Shadenya terlalu terang. Walau cepat hilang pektaynya, tapi bikin serem sendiri saat dandan -___-

Harga = Rp 11 900 /40 gr
Repurchase = selalu :)

Thursday, February 23, 2012

Inez Satin Smooth Liquid Foundation 01. Ivory



Tekstur

Lebih Thick dari Revlon Colorstay Liquid Foundation. Walau thick, tapi Satin Foundie ini masih cenderung gampang di blend. Saya suka memakai wet sponge untuk aply Satin Foundie ke seluruh wajah saya. Sponge yang lembab sangat membantu saya menghemat tenaga untuk meratakan Satin Foundie yang thick ini.

Bisa dilihat kan, kalau teksturnya thick?
 
Banyak orang menyukai Wet Sponge untuk alat aplikasi Satin Foundie. Tapi beberapa orang nggak suka mengaplikasikan Satin Foundie dengan Wet Sponge. Alasan yang mereka katakan berbeda-beda. Antara lain:
  • membuat Foundie cakey
  • membuat coveragenyanya terlalu sheer 
  • membuat efek glowy dan sheen-nya hilang
Namanya juga Make-Up, cocok-cocokkan. Silahkan cari cara yang nyaman dan terbaik untuk dirimu, jangan pernah berhenti mencoba. Practise make perfect :).


Shade

Inez Satin Foundie tersedia dalam tiga shade: 01. Ivory, 02. Natural, dan 03. Beige. Karena saya lihat shade Natural terlalu kuning untuk kulit saya, dan shade Beige terlalu gelap untuk kulit saya, maka saya mengambil shade Ivory. Dan ternyata terlalu terang untuk kulit saya yang N 27. >'<

Awalnya saya berencana membeli shade Beige, untuk digunakan sebagai campuran. Saya ingin mencampur Ivory dengan Beige, agar lebih pas untuk tone kulit saya. Tapi ternyata shade Ivory ini lama-kelamaan bisa masuk di kulit saya. Awal-awal pemakaian memang pektay. Tapi setelah sekitar 30 menit, shade-nya menyatu dengan warna kulit saya. Mungkin dia oxidise, yah?



Coverage

Coveragenya medium, tapi bisa di build jadi full. Cukup untuk meratakan warna kulit dan untuk menutupi noda-noda ringan di wajah. Tapi kalau untuk noda-noda yang terlalu tebal atau kelihatan, harus pakai concealer dulu

Tidak mampu menutup flek yang terlalu heboh


Hasil

Saya cinta mati dengan hasil akhir setelah saya selesai make-up dengan menggunakan Satin Foundie: Halus, Glowy, dan bersinar. Juara! Bahkan foundie dengan harga 5 kali lipat dari Satin Foundie ini pun tidak mampu menyaingi Finishing-nya.

Tapi sayangnya, walau tidak mengandung tabir surya atau SPF, Satin Foundie memantulkan blitz saat diphoto, sehingga membuat muka kita tampak jauh lebih putih pada hasil photo-nya. Karena itu saya nggak terlalu menganjurkan menggunakannya untuk keperluan pemotretan.



Staying Power & Oil Control

Satin Foundie mempunyai staying power yang cukup bagus. tidak terlalu bagus tapi cukup. Tetapi Oil Controlnya sangat sangat buruk, dalam waktu satu sampai dua jam sejak pemakaian, wajah saya sudah dibanjiri minyak. Tadi saya memakai Satin Foundie dari pukul 08.00, dan pada pukul 15.00 muka saya sudah banjir minyak, tapi foundie tidak meleleh. Hanya sedikit meleleh/cakey di batang hidung bagian atas, tempat saya menyandarkan kacamata.

Oil Control-nya yang jelek inilah yang membuat saya antara cinta dan benci dengan Satin Foundie. Saya cinta mati dengan Finishing-nya di muka saya. Tapi karena muka saya sudah berminyak, Satin Foundie ini menyebabkan muka saya tambah cepat berminyak.

Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan primer sebelum pemakaian, dan setting spray setelah selesai make-up. Tapi saya juga tidak begitu suka memakai primer. Saat memakai foundie ini, saya harus selalu siap sedia oil control film di tas atau saku saya. Setiap menit saya harus mencari kaca dan bloting muka saya (oke, saya lebay).


Packaging

Seperti pada umumnya produk Inez, packaging Satin Foundie juga nggak terlalu bagus dan terlihat murah. Saya nggak tahu kenapa Inez masih mempertahankan design packaging seperti ini, padahal sudah banyak sekali konsumen yang protes mengenai design packagingnya. Beberapa orang bahkan sama sekali tidak mau membeli produk Inez, walaupun mereka tau kalau kualitasnya bagus, hanya karena sangat nggak suka pada packagingnya. Dan lagi, brand-brand lokal lain (bahkan yang range harganya lebih murah dari Inez), sudah melakukan pembaharuan packaging.

Tapi selain designnya yang jelek, packaging foundie ini memiliki kelebihan juga. Kemasannya yang mungil dan dari botol plastik sehingga tidak menyusahkan untuk dibawa-bawa, tidak perlu takut bila foundie terjatuh, dan yang pasti lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan botol kaca (walau tetap saja susah terurai). Mulut botolnya kecil, sehingga isi tidak akan tumpah apabila botol terguling dalam keadaan terbuka. Mulut botol yang kecil juga memudahkan saya untuk mengontrol banyaknya foundie yang ingin saya keluarkan.


mulut botolnya kecil


Kesimpulan

Pros:
+ Hasilnya juara! Glowy, halus, dan bersinar
+ Coverage medium-full
+ Mungil dan terbuat dari botol plastik ringan
+ Mulut botolnya kecil, sehingga memudahkan untuk mengontrol keluarnya foundie

Cons:
- Oil controlnya sangat sangat buruk!
- Design packagingnya jelek dan terlihat murah
- Hanya tersedia dalam tiga shade, susah untuk memilih yang benar-benar pas dengan kulit saya
- Memantulkan blitz
- Tekstur sedikit terlalu thick

Harga = sekitar Rp 30 000 / 36 ml
Repurchase =Ya. Tapi sebelumnya saya ingin mencoba foundie dari lokal brand lain untuk pembanding

Wednesday, February 22, 2012

Sariayu Trend 2012: Duo Lip Function Bena B-02


B - 02 Bena

Waktu dengar Trend Warna Sariayu 2012 sudah terbit (Terbit? Benar nggak istilah saya?), sebenarnya saya nggak terlalu antusias dengan pewarna bibirnya. Karena saya lihat, warnanya nggak unik, dan warnanya hampir mirip dengan lipstick-lipstick saya kebanyakan. Tapi karena Duo Lip Function ini produk baru, bukan sekedar warna baru, jadi saya mencoba untuk mencicipinya.

Tapi sebelumnya, saya punya cerita sedih mengenai produk ini. Karena cuaca kota Jogja sedang sangat panas, lipstick Bena 2 yang umurnya baru tiga hari ini jadi lembek dan akibatnya mudah patah. Sejak beli, saya belum sempat mengeluarkannya dari tas saya. Jadi saya bawa-bawa kemana-mana, nggak saya taruh di kamar ber-AC. Dan inilah yang terjadi pada lipstick saya:

lembek lalu patah :'(


  
Produk Apa Ini?

Duo Lip Function adalah lipstick dan lipgloss dalam satu kemasan. Ujung satunya lipstick, sedangkan ujung lainnya adalah lipgloss. Banyak review mengatakan kalau Duo Lip Function ini beast deal: praktis dan murah. Lima puluh ribu rupiah sudah mendapat lipstick dan lipgloss sekaligus, dan dikemas dalam satu kemasan sehingga praktis. Tapi saya kurang begitu suka, karena saya suka sekali mix & match berbagai warna lipstick dan lipgloss. Jadi akan lebih mudah bagi saya kalau lipstick dan lipgloss ditempatkan terpisah.
 
satu ujung lipstick & ujung lainnya lipgloss


Warna

Saya memilih warna Bena 2, yaitu nuansa warna nude orange. Saya memilih Bena karena seri Kelimutu berwarna pink, dan saya sudah mempunyai lipstick pink terlalu banyak. Banyaknya di luar batas kewajaran kalau kata teman saya :D. Dan saya memilih nomor 2 karema Bena 1 warnanya terlalu tua untuk selera saya.


Lipstick : nude orange
Lipgloss : kuning dengan giltter keemasan. Saya suka sekali lipglossnya :)
Mix antara lipstick dan lipgloss akan menghasilkan warna orange dengan giltter keemasan.


Pigmentasi

Warnanya sangat cantik, tapi sayangnya kurang bisa menutupi bibir saya yang hitam, dan juga saat diaplikasikan nggak bisa langsung rata di bibir saya. Saya mengatasinya dengan cara memakai dua lapis. Jadi urutan pakainya : lipstick >> lipgloss >> lipstick lagi >> dan terakhir dilayer lipgloss lagi. Bibir saya rasanya tebal sekali --".

Lipstick + Lipgloss


Tekstur
Seperti kebanyakan lipstick Sariayu yang lain, teksturnya creamy. Saat pertama diaplikasikan di bibir, dia tampak creamy dan nggak mengeringkan bibir, tapi sayangnya warnanya nggak bertahan lama :'(. Bila digunakan diatas lipbalm (saya menggunakan Sebamed lipbalm SPF 30), tidak mengeringkan bibir.

Sedangkan lipgloss-nya teksturnya pas, tidak terlalu thick, tapi juga tidak terlalu cair. Saya kurang suka lipgloss yang teksturnya thick karena sangat lengket dan susah di blend. Dan saya juga tidak suka lipgloss dengan tekstur yang terlalu cair, karena tidak akan bertahan di bibir saya.


Aroma

Lipstick ini beraroma, tetapi nggak mengganggu. Saya suka aromanya, samar-samar tercium aroma seperti perman karet.


Packaging & Tools

Pada casing luarnya, ada batik print yang cantik dan sangat khas Indonesia. Saya suka sekali design Sariayu ini, tampak etnik sekaligus modern. Packagingnya gendut, ya dimaklumi saja donk, karena ada dua produck dalam satu packaging.

Aplikator lipgloss-nya nyaman digunakan. Saya lebih suka aplikator lipgloss dengan bentuk kaku tapi empuk seperti ini daripada aplikator lipgloss yang berbentuk seperti kuas cat air. Aplikator lipgloss yang berbentuk seperti kuas cat air biasanya bulunya letoy dan membuat saya susah untuk meratakan warna lipgloss di bibir saya.



Kesimpulan

Pros:
+ design batik print di packagingnya bagus banget!
+ praktis, dalam satu kemasan sudah ada lipstick sekaligus lipglossnya
+ tekstur lipstick creamy
+ tekstur lipgloss-nya pas, tidak terlalu cair tidak terlalu thick
+ warna lipglossnya unik
+ aplikator lipglossnya bagus

Cons:
- warnanya kurang pigmented
- staying powernya jelek
- bulky packaging (karena ada dua produk dalam satu kemasan)


Harga = Rp 53 000
Repurchase = Tidak

Maybelline Clear Smooth Blush Shine Free Fresh Apricot

Maybelline New York Clear Smooth Shine Free Blush
Fresh Apricot


Tampak depan & belakang


Warna

Maybelline Fresh Apricot & Revlon Twany Peach

Saya memilih warna Fresh Apricot, karena saya memang sedang mencari blush warna orange, untuk menggantikan Revlon Twany Peach saya yang jatuh dan hancur berantakan. Tapi ternyata saya salah pilih. Dua-duanya memang berwarna orange, tapi sangat berbeda. Fresh Apricot adalah merah dengan hint orange, sedangkan Twany peach lebih ke arah Nude Orangey.


Swatch

Tapi menurut saya, Fresh Apricot punya warna yang cantik dan segar. Bila di pakai tipis-tipis akan menghasilkan warna yang membuat seolah-olah pipi saya merona alami dan sehat.


Teksture & Pigmentasi

Stippling Brush: Berguna untuk membantu mengaplikasikan
tipis-tipis Blush yang over pigmented

Warnanya sangat pigmented, sekali usap langsung kelihatan, tetapi susah diblend. Jadi agak-agak tricky saat menggunakannya, nggak bisa dipakai saat sedang terburu-buru. Kalau terlalu tebal akan tampak sangat tidak natural. Saya menggunakan Stippling atau Duo Fibre Flat Top Brush, dan mengaplikasikan dengan hati-hati, tipis, dan sangat ringan di pipi saya. Setelah mengaplikasikan blush ini, saya masih menimpa pipi saya dengan setting powder lagi, dan warna Fresh Apricot masih terlihat.

di pan terlihat berglitter

Di pan, blush ini terlihat ada giltternya. Tapi saat diaplikasikan, giltternya tidak begitu terlihat. Dan teksturnya nggak powdery, sehingga saya nggak kerepotan dengan serbuk bergiltter yang terbang dan mengotori meja rias dan kulit saya.


Staying Power

Tadi siang saya tidak sempat touch up karena sangat sibuk. Saya memakai pada jam 08.00 pagi, dan pada jam 17.00 masih terlihat warnanya, walau sudah sedikit memudar.


Packaging & Tools

Saya suka sekali packagingnya. Simpel dan cute. Tipis sehingga menyenangkan untuk dibawa kemana-mana, nggak menuh-menuhin pouch. Ringan tetapi nggak tampak murahan. Pan tempat blush-nya lebar, puas nge-swipe-nya.
Sayangnya blush ini nggak dilengkapi dengan kaca dan kuas bawaan, sehingga untuk touch up, kita perlu membawa kaca dan brush sendiri.



Kesimpulan

Pros:
+ packagingnya bagus, slim & cute
+ mudah di dapat
+ warnanya cantik
+ nggak powdery
+ shimmernya nggak terlalu kelihatan, tapi masih menciptakan efek sheen di pipi

Cons:
- packagingnya sangat minimalis. Nggak dilengkapi dengan kaca & kuas
- teksturnya susah diblend
- over pigmented

Harga = Rp 39 000 / 3 gr
Repurchase = Ya, yang Fresh Rose. Katanya shade Fresh Rose warnanya lembut dan nggak over pigmented

Monday, February 20, 2012

Silkygirl Blush Hour 02. Dune Rose



Silkygirl Blush Hour tersedia dalam empat warna: Nectar, Dune Rose, Flashing Rose, dan Honeywood. Tapi review paling menarik adalah warna Dune Rose, banyak orang bilang kalau warnanya unik. Jadi saya ambil warna Dune Rose untuk Blush-on Silkygirl saya yang pertama. :)


Teksture

Saya nggak suka matte blush, tapi Dune Rose terlalu shimmery juga menurut saya. Atau malah berglitter ya? Karena bukan hanya menciptakan efek shiny, tapi efeknya blink-blink. Shimmernya lumayan terlihat untuk ukuran blush-on. Tapi nggak papa juga sih, soalnya ternyata orang di sekitar saya nggak ada yang berkomentar. Jadi mungkin saya yang terlalu sensi terhadap shimmer.

Serbuknya gampang di blend. Tapi sayang sekali, blush ini powdery. Sangat powdery. Saat di swipe dengan Brush, serbuknya kemana-mana. Tumpah-tumpah ke meja rias saya. Atau saya yang terlalu bar-bar saat memakai, ya? >'<.

powdery
  

Warna

Walau review tentang warnanya bagus, awalnya saya ragu-ragu mau mengadopsi Dune Rose. Di pan dia terlihat mirip dengan Blush on Caring yang Rose Desire, pink kecoklatan, dan Caring Rose Desire jatuhnya nggak bagus di muka saya, membuat keseluruhan riasan saya terlihat kusam. Saya jadi trauma dengan warna-warna blush yang pink kecoklatan. Tapi karena racunnya terlalu kuat, akhirnya saya nggak tahan juga dan memutuskan untuk membelinya. Ternyata saya salah! Warnanya bagus di pipi saya. Pink kecoklatan natural, tapi sayangnya bershimmer.

Pink kecoklatan & Natural. Tapi lihat deh shimmernya!


Pigmentasi

Walau banyak yang bilang kalau Silkygirl Blush Hour pigmentasinya kurang bagus, menurut saya pigmentasinya cukup. So-so lah. Nggak bagus, tapi juga nggak jelek. Sekali swipe warnanya keluar walau nggak terlalu pigmented. Di pakai tebal berkali-kali swipe juga nggak masalah, karena warnanya natural.

swatch: without flash


Staying Power

Saya pakai sekitar jam 07.45. Jam 12.00 masih ada warnanya, tapi samar-samar. Nggak terlalu bagus menurut saya, tapi cukup lah untuk sehari-hari.


Packaging & Tools

Saya nggak suka packagingnya. Tampak seperti Blush mainan. Bahannya dari plastik transparan dan ringan, tampak murahan. Pan untuk tempat Blush kurang lebar, kurang nyaman saat di swipe dengan Brush yang besar. Dan Blush ini nggak di lengkapi kaca, jadi kalau mau touch up Blush, harus cari-cari kaca :(.

Brush bawaannya kecil, kira-kira seukuran brush dari Revlon Blush. Tapi surprise, walau kecil brush ini lembut. Enak dipakai dan nggak bikin gatel pipi. Lumayan lah untuk touch up dalam keadaan darurat. Tapi saya lebih suka memakai brush dengan ukuran yang lebih besar, karena hasilnya akan lebih natural.

dari atas tampak kasar yah? Padahal dia lembut :)


Kesimpulan

Pros:
+ teksturnya gampang di blend
+ warnanya cantik dan natural
+ pigmentasinya PAS menurut saya :)
+ packagingnya kecil & tipis, mudah dibawa-bawa
+ brush bawaannya lembut

Cons:
- terlalu shimmery
- packagingnya tampak murahan seperti Blush mainan
- nggak dilengkapi kaca
- pan kurang besar

Harga = Rp 35 000 / 3,8 gr
Repurchase = Mungkin

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...