Tuesday, January 31, 2012

Fanbo Fantastic Eye Shadow Kit No. 2 & Lipstick No. 13

Setelah gagal total dengan TWC powdernya, saya nggak kapok loh, beli-beli produk Fanbo :D. Sebenernya saya niatnya ngecengin Rivera. Tapi ternyata SA Rivera & SA Fanbo itu jadi satu. Counternya juga jadi satu. Satu pabrik sih katanya. akhirnya saya malah lirik-lirik ke Fanbo.

My Fanbo Haul

Eyeshadownya sebenernya ada dua pilihan kombinasi warna. Nomor 1 dan Nomor 2. Saya pilih yang Nomor 2, Citra Pelangi. Nomor 1 warnanya cenderung lebih kalem dan natural daripada warna pilihan saya ini. Sedangkan untuk lipsticknya, saya pilih nomor 13. Warnanya menurut saya nude milky pink. Dibibir saya jatuhnya cute banget, cocok di pasangkan dengan blush-on Revlon Red Apple.

Swatch: Indoor







Banyak yang bilang kalau eyeshadow pallete Fanbo ini matte. Tapi ternyata enggak matte. Ada glitternya, tapi cuma sedikit dan nggak rata. Warna-warnanya cenderung natural dan wearable untuk pemakaian sehari-hari sih menurut saya :)

No. 1 : Nude Pink. Pigmented.
No. 2 : Ungu. Warna yang keluar nggak begitu sesuai sama penampakan di Pan. Tapi cantik kok warnanya.
No. 3 : Bronze. Merah ke coklatan. Very pigmented. Love this colour :*
No. 4 : Kuning. Nggak keluar warnanya :(
No. 5 : Hijau Tua. Saya nggak suka warnanya. Jatuhnya kusem di muka saya. Tapi warnanya lumayan keluar kok.
No. 6 : Biru. Pigmented
No. 7 : Light Pink. Pink menjurus ke putih, warnanya keluar. Saya juga suka banget warna ini :*
No. 8 : Hitam. Sayangnya hitamnya kurang pekat. Tapi lumayan keluar kok warnanya.
No. 9 : Coklat Tanah. lumayan pigmented juga. Ini warna favorit saya, dan paling sering saya pakai. Natural banget warnanya.
No. 10 : Orange. Ini juga pigmented. Sayangnya saya bukan penggemar warna-warna orange :)


Lipsticknya warnanya super cantik. Saya penggemar warna pink, jadi saya suka banget sama warna lipstick ini. Pas pertama di swatch langsung ngeblend & nutup ke garis-garis bibir. Tapi lama-lama nanti bibir terasa kering. Tapi walau terasa kering, pas saya lihat di kaca, warnanya tetep sama, nggak ada penampakan menggumpal karena bibir kering mengelupas.
Fanbo Fantastic Eye Shadow Kit
Harga : Rp 38 000
Repurchase : Mungkin

Fanbo Fantastic Lipstick No. 13
Harga : Rp 12 000
Repurchase : Yup!!

Friday, January 27, 2012

Susah ya, Packing untuk Liburan...

Pernah bingung, kenapa make-up dan barang-barang bawaan buanyak banget saat packing mau berlibur? Hihihi...namanya juga perempuan boo.. Saya dulunya juga begitu. Apalagi saya tipe orang yang memakai skincare berlapis-lapis. Semua-mua maunya saya bawa. Rasanya takut, "aduuhh...gimana ya kalau ternyata di sana saya harus pakai eyeshadow warna inih?" Padahal untuk sehari-hari pun belum tentu pakai eyeshadow :)))))

Tapi lama-lama, saya bisa juga loh packing dengan ringkas. Saya membuang barang-barang yang nggak mungkin saya pakai saat liburan dan mencoba mencari-cari produk yang multi guna.


Ini nih beberapa contoh produk multiguna:

1. EMC

Skip day cream, night cream, hair cinditioner, hair leave-in conditioner, lip balm, eye and lip make upk remover, dan juga buat body moizturiser. Kalau kilit iritasi karena terbakar matahari, bisa di oles EMC juga.
Untuk penggunaan sebagai day & night moisturizer dan body moisturizer: cukup ambil seujung jari aja, encerkan krim dengan cara menaruh krim diantara dua jari (panas dari gesekan jari akan mengencerkan krim), lalu oles merata ke tempat yang dibutuhkan. Karena EMC tidak mengandung SPF, jadi untuk penggunaan pada siang hari, harus dilapisi dengan sunblock lagi.
Untuk lipbalm : oles saja dibibir, sebelum memakai lipstick, atau tanpa lipstick.
Untuk hair leave in conditioner: oleskan sebelum mencuci rambut, lalu diamkan sekitar 30 menit, setelah itu cuci rambut seperti biasa. Kadang-kadang saya pakai EMC di rambut pada saat saya tidur. Jadi pagi-pagi, rambut sudah lembab dan tinggal di cuci.
Karena tekstur EMC ini superb thick seperti balsem, saya tidak suka menggunakannya untuk sehari-hari.
Oh..iya, berhubung jar EMC ini geday sekali, untuk traveling bisa dipindah ke jar kecil-kecil yang bisa dibeli di toko pernak-pernik stoberi  dan sejenisnya itu.


2. Face & Body Sunblock

Kalau mau praktis, carilah face & body sunblock. Kalau main ke pantai, sebaiknya memilih sunblock dengan SPF yang tinggi. Agar perlindungan terhadap kulit dari sinar matahari pantai yang super ganas, maksimal!
Kalau jenis kulit muka kita tidak terlalu kering, sunblock ini bisa kita pakai saja tanpa menggunakan moisturizer terlebih dahulu







3. Biore Make Up Remover Facial 2 in 1 Cleansing Wash

Ini adalah sabun muka sekaligus makeup remover. Bersih lho kalau dibandingkan dengan sabun muka biasa. Tapi kurang bisa di andalkan sih kalau untuk menghapus eyeliner, mascara, dan lipstick. Tapi kalau menghapus bedak dan foundie, lumayan kok Biore ini. Dan bisa juga di gunakan sebagai pembersih brush dan spons yang kita bawa. Tapi saya jarang sih nyuci-nyuci brush dan spons saat traveling ^^'.
Kalau sudah bawa ini, kita nggak perlu lagi bawa-bawa milk Cleanser dan Brush Cleanser.



4. Johnson & Johnson Top To Toe Baby Wash

Judulnya Top To Toe. Jadi bisa dipakai untuk nyabunin badan dari rambut sampai ujung kaki :)
Sebagai shampoo dia bikin rambut saya kering. Tapi nggak papa sih, karena sudah tertolong dengan EMC untuk melembabkan rambut.
Kalau di pakai sebagai sabun badan, ini lumayan lembab, tapi tidak selicin yang seri baby milk. lumayan juga, soalnya saya nggak suka bawa lotion, cukup pakai ini. Kalau siang, badan juga biasanya langsung saya tumpuk pakai sunblock.
Untuk sabun muka dia juga lumayan lembut dan nggak ngeringin kulit.



5. Caring Colour Beauty Guide

Mini Palette ini benar-benar praktis. Dalam satu tempat mungil sudah dilengkapi dengan satu TWC powder, satu Blush On, dua Lipstick, dan dua Eyeshadow. Dan dilengkapi juga dengan kaca mungil, blush brush, eyeshadow brush, dan lip brush. Praktis banget kan?
Masing-masing palette sudah di set dengan warna yang akan match kalau di gunakan bersamaan. tinggal pilih warna apa yang kamu suka. Saranku, pilih satu warna yang wearable untuk digunakan sehari-hari selama masa traveling. Kalau aku suka warna netral dengan nuansa pink, kaya di palette Volume 2.
Kualitas produknya sama kaya kualitas produk-produk caring pada umumnya. Ini cuma versi mininya aja.
Karena powder di palette ini bentuknya two way cake atau powder foundie, jadi kita juga tidak perlu bawa-bawa foundie lagi, cukup pakai bedak ini, coveragenya sudah sebagus kalau pakai foundie dan loose powder. Dan untuk eyeshadow, pilihan warna terangnya bershimmer, bisa digunakan juga untuk hightlite.
Kalau ada yang t idak terlalu cocok dengan brand caring, brand pixi juga punya lhoh mini palette seperti ini.
Jadi yang tidak perlu lagi untuk kita bawa adalah: bedak, foundie, kaca, brush, eyeshadow, hightliter dan lipstick.


6. Mylanta Cair

 Ada yang punya sakit maag? Pasti wajib dong ya bawa-bawa obat ini. Tahu tidak, Mylanta ini mengandung Milk Magnesia yang bisa juga digunakan untuk mengurangi keluarnya minyak di wajah. Jadi selain sebagai obat maag, bagi yang memiliki muka kilang minyak (seperti saya), Mylanta bisa digunakan sebagai primer.





7. Pensil Alis Skiva

Andalan saya nih kalau traveling. Soalnya praktis nggak perlu bawa sikat alis. Ada sikat alis mata yang sekalian menyatu di tutup pensilnya.








8. Pasta dan Sikat Gigi

Selain untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, mereka punya fungsi lain.
Pasta gigi bisa di oleskan pada jerawat, tipis-tipis saja, jerawat akan cepat kering dan membaik. Dan saat kita menyikat gigi, gunakan sikat gigi untuk menyikat bibir kita pelan-pelan, ini fungsinya untuk mengangkat kulit bibir kita yang mati, sebagai pengganti scrub bibir.

Tuesday, January 24, 2012

Pelembab Oil Control Viva, with UV Filter & Greentea Extract

Ini adalah salah satu skincare Viva yang saya dapet dari free gift Viva Cosmetic. Jujur, saya nggak berharap banyak sama produk ini :D. Pas dapet, yah saya cobain aja. Toh gratis ini.

Botolnya mungil, warnanya ijo seger. Di kemasannya tertulis kalau dia Oil Control dan mengandung UV Filter, tapi nggak tertera SPF berapa. Saya sih biasanya nggak percaya sama produk yang bilang UV Filter, tanpa nyantumin SPF. Jadi kalau di pakai siang, harus di layer sunblock.


Pas saya tuang, dia teksturnya lotion dan encer, cepat menyerap, jadi nggak berat dan nggak bikin muka berminyak. Viva varian Greentea ini, semua produknya baunya enak sih. Pelembab ini nggak bikin muka saya break out, tapi sayangnya nggak terlalu melembabkan juga. Mungkin cocok untuk yang kulitnya bener-bener oily dan nggak dehidrasi. Saya suka pakai pelembab ini kalau mau makeup berat, karena teksturnya ringan.

Pros:
+ ringan
+ cepat menyerap
+ aromanya enak
+ murah

Cons:
- nggak terlalu melembabkan
- nggak ada SPF

Harga: Rp 4800 / 30 ml


UPDATE (14 JUNI 2012)
Ternyata sekarang ini malah jadi pelembab HG saya untuk makeup berat. Viva greentea ini oil controlnya bagus kalau untuk under makeup moisturizer. Jadi setelah Viva Greentea, langsung saya timpuk foundation. Tapi kalau untuk pemakaian harian, saya preffer sesuatu yang lebih lembab dan mengandung antioksidan.
Jadi sekarang, saya selalu menyimpan satu pelembab Viva Greentea di makeup pouch saya :).

Repurchase: Ya 

Red-A Orange Lip Balm



Saya sering kumat iseng beli produk murah yang belum pernah saya coba, yang saya temui kalau saya lagi belanja bulanan. Produk ini adalah salah satu hasil keisengan saya. Lip balm ini ngingetin saya sama Lip Balm jaman SMA dulu, jaman awal-awal keganjenan. Bentuknya kaya Lip Balm mainan :D. Harganya juga murah banget. 



Sesuai namanya, batang lip balm ini warnanya orange dan baunya jeruk banget! Tapi setelah di swatch, nggak ada warnanya. Kalau di pakai dibibir, ada lapisan minyaknya. Glossy gitu, tapi nggak se glossy lip gloss cair. Lumayan lembab, tapi nggak tahan lama. Nggak ada yang istimewa sih, tapi juga nggak jelek-jelek banget. Eh...tapi saya pakai sampai habis lho. Soalnya memang ada masa-masa saya malas pakai lipstick, jadi lip balm ini pun cukup lah.

Harga : dibawah Rp 10 000 / 3 gr
Repurchase : Enggak lah :D

My HG TWC: Revlon New Complexion Wet & Dry Compact Makeup Oil Free with SPF 15, Ivory Beige & Tender Peach

Oke, namanya memang kepanjangan dan susah dihafalin. Tapi ini maksudnya Compact Powder Foundie atau Two Way Cake atau TWC. Compact powder yang ada kandungan foundationnya. Dulu harga produk ini Rp 125 000. Tapi nggak tau kenapa deh, turun jadi Rp 60 000. Tapi kualitas produknya tetep kok. Ini HG TWC saya.


Saya sampai punya dua nih! Karena yang satu sudah hit pan, dan saya yakin 100% mau repurchase (karena sangat sangat puas sama produk ini), jadi pas belanja bulanan, sekalian saya beli yang baru. Tapi saya beli shade yang berbeda dari yang sebelumnya. 

Sebelumnya saya pakai Tender Peach. Masuk sih, dan sampai sekarang masih masuk. Tender Peach ini cenderung Yellow. Nah, berhubung shade saya saat itu neutral, jadi saya beli yang Ivory Beige. Tapi setelah saya bandingin pakai ke muka dua-duanya, shadenya gag beda jatohnya di muka saya --". Baik Tender Peach maupun Ivory Beige sama-sama masuk untuk N 27.

Swatch >> Atas: Tender Peach; Bawah: Ivory Beige

Tekstur bedaknya creamy. Kalau dipakai tampak natural dan ngeblend banget sama kulit, kaya second skin aja, tapi coveragenya bagus lho. TWC ini bisa nutupin flek-flek ringan di muka saya. Terus yang paling bikin jatuh cinta, finishingnya cakeeeppp banget. Natural (iya lagi-lagi saya bilang natural) dan glowy. Kulit saya tampak bercahaya sehat, karena ada shimmer yang sangat-sangat-sangat halus di bedaknya. Saking halusnya sampai nggak kelihatan, cuma bikin efek kulit glowy aja.

Walau TWC, dia nggak kelihatan berat lho kalau dipakai after foundie (sudah saya coba dengan Inez Satin, Revlon Colorstay, Maybelline BB Cream, dan Silkygirl BB Cream). Daaannn...dia enggak cakey kalau dipakai untuk touch up :).

Kadang-kadang, saya pakai TWC Revlon NC untuk finishing powder. Jadi setelah pakai BB Cream atau foundie + loose powder, saya lapisi lagi pakai TWC ini. Tapi seringnya sih saya pakai sendiri, tanpa foundie atau loose powder, karena coveragenya juga udah bagus. Saya selalu pakai dengan spons ataupun kuas kering. Belum pernah nyobain pakai wet sponge.

Sebenernya produk ini oil controlnya nggak bisa diandalkan. Tapi karena udah kadung cinta sama finish dan teksturnya, oil control itu dimaafkan deh..


Menurut saya, diantara compact powder Revlon dari semua varian, dari segi packaging TWC NC ini yang paling jelek. Warnanya hijau olive dan nggak seelegant design compact Revlon yang lain. Nggak ada tulisan REVLON di depan case-nya :(. Biasa banget.

Tapi bentuk packagingnya praktis dan nggak makan banyak tempat. Sponsnya di letakkan di bawah bedak, ada tempat tersendiri. jadi nggak di jejerin sama bedaknya kaya TWC kebanyakan, yang bikin case TWC kebanyakan kelihatan geday.


Dan yang surprise, spons bawaannya kualitasnya bagus!! Tebel, empuk, gampang ngangkat bedak, dan saat diaplikasikan ke muka bedaknya halus. Biasanya kalau pakai TWC, saya lebih suka pakai flat top brush. Tapi khusus untuk TWC ini, pakai spons bawaannya pun nggak masalah. Setelah dicucipun, kondisi sponsnya masih bagus seperti semula. Nggak melebar atau mengkerut atau jadi kasar.

Saya sangat-sangat-sangat-sangat puas sama produk ini! Ini TWC andalan saya deh pokoknya.. Belum ada yang ngalahin. Pokoknya pas banget dari segi kualitas dan harga!

Pros:
+ Natural & glowy finish
+ Nggak oxy
+ Coverage: Medium
+ Casenya praktis dan nggak terlalu besar
+ kualitas spons bawaan bagus
+ Nggak cakey
+ Cenderung murah dibandingkan dengan TWC Revlon yang lain
+ Ada reffilnya
+ SPF 15

Cons:
- Warna casenya nggak seelegant compact powder Revlon dari range yang lain
- Oil controlnya nggak terlalu bagus

Harga : Rp 60 000 / 12 gr, Reffil : Rp 40 000
Repurchase : Ya!

Monday, January 23, 2012

Viva Face Powder Natural White

Sebenarnya saya dulu pernah icip-icip bedaknya yang zak atau sachet itu. Gara-gara waktu live-in ke daerah pedesaan, bedak saya tumpah ke tanah :(. Trus pas jalan-jalan, saya mampir ke warung kecil. Beneran warung kecil, lokasinya pun masuk-masuk gang gitu. Saya beli bedaknya yang zak, sebiji. Waktu itu (tahun 2003-an lah..) harganya cuma Rp 400,- aja :). Cocok, nggak breakout, coverage manstab pisan!! Tapi setelah pulang ke kota (kota?), saya nggak pernah nemu lagi bedak zak itu. Jadi terlupakan deh..

Ini nih bedak Zak yang saya pakai waktu live-in dulu

Itu kejadian udah lamaaaa banget-bangetan. Saya sampe udah lupa pernah pakai bedak Zak itu. baru inget karena mendadak dapet bedak tabur free dari Viva.


Pertama paket itu sampe ke rumah saya, yang saya buka pertama kali adalah bedaknya (saya banci bedak & foundie). Kemasannya bedaknya sih di lihat lumayan bagus untuk bedak dengan harga dibawah Rp.10.000. Tapi ringkih. Setelah tutupnya di buka, masih ada sekat antara bedak dan sponsnya. Jadi sponsnya gag kotor langsung kena bedak. Dan di sekat itu ada fillternya. Tapi fillternya kekecilan, bedak yg keluar dari fillter terlalu sedikit. Saya sering nggak sabar sama filter bedak begini! biasanya kalau saya pakai, saya buka sekalian filternya, trus spon langsung ditemplok ke bedak.. Bar-bar ya ^^'

Dengan susah payah, saya buka filternya. Iyak susah payah! Pertama buka filter itu emang susye bok! kuku sampe patah. Ke dua ke tiga dan seterusnya juga masih lumayan susah, tapi lebih mendingan. Trus saya cium. Bauk.. Wangiiii banget. Agak ngganggu sih ini wanginya...


Bedak ini dilengkapi spon bawaan juga. Tapi nggak guna banget deh. Sponsnya kasar! Diaplikasiin kemuka juga bikin bedaknya nggak halus. Pas kotor saya coba cuci, eee bulu-bulunya malah jadi menggumpal dan kaku semua, nggak bisa di pakai. Ya sudah saya buang saja..


Coveragenya bagus lho bedak ini, mirip coverage loose powder Sariayu yang kondang itu. Bikin muka saya jadi flawless, walau tanpa foundie. Tapi oil control dan staying powernya sih biasa aja. Jadi harus touch up melulu kalau pingin mempertahankan tampilan flawless alamakjang ituh.. Bedak ini juga nggak bikin kulit saya alergi dan break out. Nggak kaya loose powdernya sariayu yang bikin muka saya gatal-gatal. Terus setelah dipakai agak lama, oxy tapi dikiiiiiiiiiiiiittttt banget. Nggak se-oxy Sariayu dan marck's Venus. Masih bisa di tolerir deh..

Secara kualitas bedak ini sih bagus ya.. murah lagi. Cuma, saya nggak bisa pakai karena shade dari free giftnya nggak cocok untuk saya. Nama shadenya sih natural White. Tapi di kulit N 25 nggak natural dan nggak white. Jatohnya gelep dan terlalu oranye :(

Pros:
+ Coveragenya mantab
+ Nggak bikin break out dan alergi
+ gampang di dapet
+ murah

Cons:
- baunya nggak enak dan tajem
- packajingnya nyusahin
- spons nya jelek

Harga = kurang lebih Rp 7000,- / 14 gr
Repurchase = Entah ya, masih galau...

Free Gift from Viva Cosmetics


Awal Desember tahun kemarin, saya iseng-iseng daftar jadi member di website Viva Cosmetics.  Bener-bener cuma iseng. Liat-liat websitenya dan ternyata banyak produk baru, trus bisa konsultasi online juga, daftar deh.. Ehh..ternyata di pertengahan Desember saya dapat kejutan! Di hari yang tenang tiba-tiba datang paket Viva ke rumah saya. ih woww... Strategi pemasarannya Viva boleh juga nih..


Isi paketnya:
  • Katalog : ada list produk-produk Viva dan tips-tips makeup & perawatan wajah)
  • Duo Eyeshadow (kuning-coklat tua)
  • Lipstick (Merah dengan sedikit hint Emas)
  • Loose Powder (Nama shadenya natural White, tapi warna bedaknya medium beige-yellow tone)
  • Lip & Eye Makeup Remover
  • Pelembab wajah Green tea
  • Hand and Body lotion Bengkoang
Reviewnya kapan-kapan yah.. Saya mengantuk sekali nih.. *dikeplak*

Wardah Olive Oil


Saya tertarik karena packagingnya yang sexi dan lucu. Warna botolnya juga seger, ijo-ijo gitu..

Olive Oil Wardah ini ada dua jenis

1. For Massage
Yang ini cuma untuk di pakai di badan. Kata SAnya sih buat pijit. Tapi saya malah jarang tuh pakai ini untuk pijit. Saya biasanya malah pakai untuk:
  • Campuran Bath Salt
  • Dicampur Gula dan kopi untuk lulur homemade
  • Dicampur ke body lotion untuk extra kelembaban
  • Dioles sebelum luluran, untuk meminimalisir iritasi
  • Dioles gitu aja ke badan setelah mandi
2. Pure
Yang Pure ini boleh dipakai dimuka. Dan karena kemasannya kecil, jadi saya memang nggak memakainya di badan. Sayang donk ^^'. Pure Olive Oil ini saya pakai untuk:
  • Pelembab bibir saat malam sebelum tidur
  • Pelembab rambut saat tidur, ganti-gantian sama leave in conditioner atau hair night essence
  • Dioles ke kulit yang iritasi (karena tretinoin atau karena terbakar matahari biasanya)
  • Campuran face scrub
  • Make-Up remover!!!
Jujur saja, Wardah pure Olive oil ini adalah eye & lip make up remover andalan saya, karena eye & lip make up remover biasa sering bikin kulit di area sekitar mata saya iritasi dan kerasa perih. apalagi kalau masuk ke mata, Pedes!! Dan untuk lip make up remover juga bagus, karena sekalian untuk melembabkan bibir.


Mulut botolnya yang kecil mempermudah kita untuk mengontrol banyaknya produk yang akan kita keluarkan. Dan kalau botolnya tersenggol lalu terguling jatuh, produk yang tumpah cuma sedikit. Selain itu tutup-nya model ulir, kencang dan rapat. Jadi aman untuk di bawa-bawa traveling. Nggak perlu takut minyaknya tumpah dan berceceran kemana-mana.

Harga:
  • Wardah Olive Oil for Massage = Rp 23 500 / 150 ml
  • Wardah Olive Oil pure = Rp 17 000 / 50 gr
Repurchase : Ya untuk yang Pure Olive Oil. Itupun kalau nggak ada produk Olive Oil yang lebih murah atau yang packagingnya lebih lucu.

Sunday, January 22, 2012

Rivera Cover Foundation C25 Dark Beige


Saya lagi kepingin belajar shading dalam nih. Jadi saya cari produk cream foundie warna gelap, yang murah-murah aja, karena belum begitu bisa. Tadinya saya mau beli cover foundie-nya Inez, tapi ternyata pas lewat di counter Rivera, ada yang lebih murah ^^'

Dalemnya. Cream padat dan shadenya gelep. 

Swatch tebel

Setelah di blend

Pertama kali dibuka, teksturnya rata kaya balsem. Dan pas di colek, permukaannya keras. Tapi ternyata pas dioles gampang banget. Diblend juga enak, nggak perlu kerja keras.

Untuk kelebihan dan kekurangannya, jujur aku belum bisa bilang apa-apa. Soalnya aku ternyata nggak bisa-bisa pakai shading. Jadi ini nggak pernah kepake. Cuma coba sekali, trus langsung hapus karena hasilnya berantakan dan bikin muka tampak kucel.

Harga = Rp 20 550 / 9 gr
Repurchase = Ya, yang shade Misty Green

Gizi Super Cream, the Secret of Seaweed


Banyak yang bilang, kalau ini produk yang bagus. murah tapi mengandung bahan-bahan alami yang bagus untuk kulit. Bahan utamanya seaweed atau rumput laut, yang dipercaya bisa merawat kulit dan mencegah penuaan dini. Karena saya sedang mencoba mengistirahatkan kulit saya dari acid-acid-an, alkohol, dan exfoliator berbahan kimia, jadi saya mencoba Gizi Super Cream


Ternyata saat mau beli, Gizi Super Cream mengeluarkan Cream dengan formula yang baru. Kalau yang lama hanya pelembab dan anti aging saja, yang baru ini memasukan bahan pelembab ekstra dan juga whitening dengan bahan alami. Tampaknya menarik bukan? Jadi saya pilih Gizi yang kemasan baru dengan formula baru.

Creamnya berwarna putih susu kecoklatan dan kental. Baunya juga terlalu tajam untuk ukuran skincare, terlalu wangi. Kata brosurnya, warnanya bisa berubah-ubah, karena kandungan bahan-bahannya alami, jadi gag pakai pewarna. Sebaiknya disimpan pada suhu kamar yang sejuk.

Tekstur cream gizi ini kental, tapi gampang banget di blend ke kulit dan cepet meresap. Setelah meresap, hasilnya kulit tampak matte, ringan kaya nggak pakai cream apa-apa. 


Di brosurnya ditulis kalau Gizi Super Cream ini bisa digunakan sebagai day cream dan night cream. Dan sebaiknya dipakai sendiri, tidak di campur sproduk yang lain. Tapi saya campur saja tuh ^^. Night cream saya tretinoin, dan kadang-kadang kulit di sekitar mulut dan hidung saya kering karena tretinoin itu. Jadi terkadang, 30 menit setelah tretinoin, bagian sekitar mulut dan hidung saya layer pakai Gizi.

Kalau pagi, saya selalu pakai toner. Jadi sebelum oles gizi, selalu pakai toner dulu dari biokos. Tapi ternyata Gizi juga punya produk milk cleanser dan face tonik. cuma saya belum pernah lihat wujudnya. Susah sekali dicari.

Untuk pemakaian sebagai day cream, setelah gizi, wajib pakai sunblock, karena Gizi ini nggak mengandung SPF. Klaimnya sih dia melindungi kulit dari sinar matahari juga, tapi karena nggak ada keterangan berapa SPFnya, jadi saya pakai sunblock setelah Gizi.

Pros:
+ harga super murah
+ ringan
+ gampang di blend
+ hasil akhir matte
+ ada formula whitening dan anti-aging dari bahan alami

Cons;
- kurang melembabkan
- baunya terlalu tajam
- nggak ada SPF-nya
- agak terasa perih jika di pakai di daerah sekitar mata dan atas bibir (bila kondisi kulit sedang sensitif)

Harga = Rp 8000
Repurchase = Tidak. Perih je, disekitar mata T.T

Revlon Wet/Dry Duo Eyeshadow Thunder & light

Saya suka packagingnya, mungil dan tampak berkelas :). Dalam satu kemasan ada dua  warna dan ada kuasnya juga. Tapi tanpa kaca.

Swatch: Pink shimmer and Abu-abu Matte
Cuma ada dua warna di eyeshadow ini. Eyeshadow ini bisa di pakai dengan dua cara, basah atau pun kering. Dengan cara basah, eyeshadow ini akan lebih pigmented. Saya sih biasa pakai kering aja, pakai fluffy brush. Tapi kalau mau pakai basah, pakai brush bawaannya di basahin sedikit, sudah bagus.

Warna abu-abunya matte. Saya suka sekali warna ini untuk smookey eyes, soalnya saya nggak terlalu PeDe pakai warna hitam pekat. Warna abu-abu ini bisa jadi alternatif. Warnanya gelap tapi lembut.

Warna pinknya mudaaa banget, cenderung ke putih, dan bershimmer. Biasanya saya pakai untuk hightlite dimana-mana.

Pro:
+ kemasannya kecil, praktis untuk di bawa-bawa dan bagus
+ mudah didapat. Counter Revlon di mana-mana ada booo...
+ tersedia dalam berbagai pilihan warna-warna neutral

Cons:
- Warna pinknya shimmernya suka jatuh-jatuh
- kurang pigmented kalau dipakai dengan kuas kering

Harga = Rp 45 000
Repurchase = Yup. Dan mungkin mau coba warna lain juga.

Wardah Eyeshadow Seri H


I'm a purple lover. Makanya pas pertama kali lihat eyeshadow ini, langsung jatuh cinta sama warnanya. Tanpa babibu tanpa colek-colek tester langsung masuk ke keranjang belanjaan.

Tampak dalam. Ada 3 warna.
Kacanya kecil dan nggak guna banget. Ada kuas satu.
 
Bawah - atas: Ungu Tua, Ungu Muda, Coklat keunguan.
Warna:
Ungu Tua : Matte 
Ungu Muda : Shimmer 
Coklat keunguan : Shimmer

Sebenernya warnanya cantik-cantik semua, dan shimmernya juga masih bersahabat di banding eyeshadow sariayu. ungu tua dan Ungu muda lumayan keluar warnanya, tapi coklat keunguannya agak susah keluar. Teksturnya keras. Susah dicolek pakai brush. Jadi kalau mau pakai, harus ekstra colek, dan di dab-dab ke mata berkali-kali.

Tampak belakang: Ingredients list

Pros:
+ pilihan warnanya cantik-cantik
+ Mudah di dapat
+ Nggak powdery
+ Shimmernya nggak terlalu lebay
Cons:
- Nggak semua warnanya pigmented
- Teksturnya padet banget dan nggak creamy, susah dicolek

Harga = Rp 34 500 / 4,2 gr
Repurchase = No

Fanbo Fantastic Two Way Cake 02 kuning Langsat

Saya orangnya gampang kalap mata kalau denger produk yang di review sebagai cheap but great!! Uwooowww...nafsu belanja langsung naik dahsyat!! Saya keracunan TWC Fanbo setelah baca blog Beauty on Budget. Di blog itu, Mada sering FOTD memakai TWC Fanbo, dan dia bilang kalau Fanbo ini cheap but great product. Kedengarannya menjanjikan :) 

Mari kita lihat.


Biasanya kalau baru pertama coba-coba suatu produk, saya beli reffilnya aja. Tapi kali ini saya beli TWC dengan casing + reffilnya sekalian. Hihihi...bukannya saya kalap dan lupa diri. Tapi karena ada promo di Giant Jalan Solo waktu itu, beli TWC bercasing dapet reffil. Dan harganya sangat murah! Rp 18 000 saja udah dapet TWC plus reffilnya!!! Wow wow wowww!!!

Casingnya nggak terlihat murahan menurut saya. Warnanya merah nggak norak. Tapi case reffilnya kelihatan murahannya, dari plastik tipis.

Kacanya besar dan ada spons bawaannya.

Swatch: Teksturnya lembut, creamy, dan sekali di colek langsung
kelihatan. Baunya nggak enak :(

Tapi sayangnya, ternyata saya nggak suka sama bedaknya. Teksturnya sih creamy dan halus. Tapi begitu di aplikasikan di muka, kelihatan kalau warnanya kayak nggak nyatu sama kulit. Bukan shadenya gag pas, tapi kaya "bedakan" banget. Powdery yah istilahnya? Dan finishnya matte banget, membuat bagian kulit saya yang kering semakin kelihatan mengelupas.

Setelah sekitaran dua jam, TWC ini jadi cakey di muka saya, karena tercampur sama minyak muka saya. Makeup jadi berantakan. 

Hmm...saya nggak begitu cocok sama TWC ini. Mungkin karena kulit saya tipenya oily tapi dehidrasi. Tapi banyak yang cocok tuh sama TWC ini! kayaknya TWC ini cocoknya buat yang jenis kulitnya normal too oily, nggak ada area keringnya.
Pros:
+ Murah
+ full Coverage

Cons:
- Baunya menyengat banget
- Powdery
- Hasilnya nggak nyatu sama kulit
- Bikin area kering muka keliatan
- Cakey setelah 2 jam
- Pori-pori makin kelihatan setelah 2 jam

Harga = Rp 18 000 / 15 gr
Repurchase = No

Saturday, January 21, 2012

Caring Colours Luxurious Perfecting Shadow: Pink Wave

Caring ini Sisterbrand-nya Sariayu. Packagingnya lebih modern dari Sariayu. Dan klaimya sih dia lebih ramah di kulit. Produk Caring banyak yang bagus kok. Kebetulan saya pingin eyeshadow warna pink yang neutral, jadi saya beli eyeshadow ini.

Pinky, cute & Elegant.

Dalam satu kemasan eyeshadow ini, terdapat tiga warna gradasi Pink, kacanya lumayan besar, dan ada dua kuas yang terus terang kualitas kuasnya jelek.

Bawah - atas: Pink Tua, Pink Medium, Pink Muda

bahas warnanya yuk :)
Pink Tua = matte, natural.
Pink Medium = shimmer, terang. Warnanya cantik. Tapi terlalu shimmer.
Pink muda = shimmer. Warnanya mendekati putih. Biasanya saya pakai untuk hightlight tulang alis dan cupid bow. Kalau untuk hightlight hidung dan tulang pipi juga bisa sih.
 

Pros:
+ warnanya pigmented
+ staying power oke
+ packagingnya keren. Elegant
+ mudah di dapat

Cons:
- Warna medium dan mudanya over shimmery
- Powdery
- Kuasnya jelek

Harga = Rp 49 500 / 4 gr
Repurchase = Ya. Warna lain.Warna birunya kayaknya cantik banget. Dan kebetulan Eyeshadow inez saya yang biru ilang :(

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...